[HOAX] Kertas ‘Happy’ LSD Beredar di Anak-Anak
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 29/04/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Berbentuk segi empat dan ukurannya sangat kecil, tidak lebih dari 1 cm. Kertas kecil itu adalah bagian kecil dari sebuah kertas berukuran HVS. Bila dipisahkan, mungkin jumlahnya sekitar puluhan.
Sekilas terlihat seperti stiker yang biasa dimainkan oleh anak-anak. Namun anehnya stiker itu ditempelkan di lidah, bukan di anggota tubuh lainnya seperti umumnya di tangan atau di kaki.
Lysergic Acid Diethylamide (LSD) adalah narkoba yang tidak terlalu populer di Indonesia. Nama LSD mencuat dalam kasus kecelakaan yang terjadi di Pondok Indah yang menewaskan empat orang dengan tersangka Christoper Daniel Sjarif (22).
Dari berbagai literatur, LSD biasanya mulai bereaksi dalam waktu satu jam dan dapat bertahan hingga 12 jam. Beberapa perubahan fisik pada tubuh selama mengkonsumsi obat ini adalah pupil melebar, peningkatan tekanan darah dan suhu tubuh tinggi.
Efek utama LSD adalah visual. Warna-warna akan tampak lebih kuat dan cahaya lampu tampak lebih cerah. Objek yang stabil akan tampak bergerak-bergerak dan memiliki lingkaran cahaya di sekitar mereka.
Dikutip dari detik.com, Kepala Humas BNN Kombes Slamet Pribadi ketika dihubungi detikcom, menjelaskan LSD memang berbeda dengan narkotika jenis lainnya. Berbagai macam warna dan gambar menjadi daya tarik tersendiri.
“Modelnya banyak. Dulu yang diterima ada naga terbang, pinokio, miki mouse. Untuk potongan kertas berukuran 0,6 sampai 0,8 Cm,” jelas Kombes Slamet.
Ketika ditanya apakah peredarannya hingga ke sekolah-sekolah di Indonesia, Slamet belum bisa memastikan. Sebab kasus yang terungkap selama ini terjadi di luar lingkungan sekolah.
“Kalau saya pribadi belum mendapati kasus itu. Ada juga hasil tangkapan bukan di sekolah-sekolah tapi di Bandara, lalu Fredy Budiman, ada juga yang pernah melapor tetapi kandungannya bukan LSD hanya efeknya menyerupai,” paparnya.
Slamet juga tidak tahu persis apakah LSD ini biasa disebut ‘Kertas Happy’ oleh para penjual atau konsumennya. Begitu juga soal rasa dan harga. Slamet membantah LSD memiliki rasa manis dan harganya murah.
“Tidak seperti itu (manis), untuk harga sendiri saya tidak tahu pasti. Sepengetahuan saya itu termasuk eksklusif,” bantahnya.
Slamet menyimpulkan bahwa narkoba LSD itu memang ada. Namun apakah mirip seperti yang beredar dalam pesan itu, Slamet belum bisa mengkonfirmasi.
“Kesimpulan LSD itu memang ada tetapi untuk broadcast yang beredar itu belum terkonfirmasi atau belum nerima laporan itu. Jadikan itu sebagai kewaspadaan masyarakat,” ungkapnya.
Slamet mengimbau agar para orang tua menjaga komunikasi dengan anak-anak sehingga terjadi harmoniasi keluarga. “Sebab anak-anak adalah next leader. Jangan sampai terjebak oleh sindikat narkotika.” imbaunya.
Penelusuran detikcom lewat Google Search Image, foto kolase yang digunakan sebagai bagian dari pesan berantai tersebut dipastikan bukan dari Indonesia. Foto diambil dari situs-situs asing yang merujuk pada LSD. Belum ada otoritas Indonesia yang pernah memajang bukti LSD di sekolah dan mengincar anak-anak.
Rujukan
[DISINFORMASI] DPR Curiga 5 Buruh China Yang Ditangkap TNI AU Masuk Wilayah Halim Sebenarnya Intelijen
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 27/04/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Dia melihat bahwa wilayah Lanud Halim Perdanakusuma merupakan objek vital negara bersifat strategis. Sehingga tidak menutup kemungkinan lima warga China itu merupakan bagian dari operasi intelijen.
“Bukan tidak mungkin ketika kita penetrasi, kan dimulai dari operasi-operasi intelijen tertutup dulu. Coba lihat, di daerah yang sebenarnya radius strategis yang berbahaya, A1 ini,” kata Effendi di Gedung DPR RI Senayan, Rabu (27/4).
Politisi asal PDIP itu juga menuding kasus ini akibat pemerintah terlalu menyepelekan kebijakan bebas visa. Sebab, alih-alih mendatangkan devisa, kebijakan itu justru bakal buat masalah.
“Ini gara gara bebas visa. Jadi tolong lah pemerintah jangan kebablasan untuk kebijakan bebas visa itu. Yang alih-alih mendapatkan devisa, akhirnya negeri kita bobol begitu. Bayangkan, ini di lanud,” tegasnya.
Faktanya dugaan yang dibuat oleh Effendi Simbolon sama sekali tidak benar.
Dikutip dari detik.com, Danlanud Halim Kolonel Pnb Sri Mulyo Handoko, menginformasikan status pekerjaan kelima WN China itu.
“Kita lihat ngapain ada orang asing ngebor-ngebor di area militer kita, kita kan curiga. Kita cek izin, dokumen dari Kedubesnya juga enggak ada,” ujar Sri saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/4/2016).
“Jadi ini lebih masalah ke kelengkapan dokumen dan security clearance. Kita minta lengkapi,” tambahnya.
Saat ditangkap para pekerja ini memakai seragam seperti tentara. Para pekerja itu tak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris.
“Itu pas ditangkap pakai baju kayak tentara, tapi ternyata mereka bukan tentara. Cuma sipil saja,” jelas Sri.
Rujukan
[DISINFORMASI] Walikota Solo Larang Buber dan Halal Bihalal
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 26/04/2016
Berita
Sekda Budi Suharto mengeluarkan SE perihal larangan bukber serta halalbihalal dengan mengatasnamakan SKPD. Larangan itu diberlakukan pada Tahun ini untuk mengantisipasi penyewengan anggaran SKPD.
Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, langsung bereaksi begitu menerima kabar adanya SE tersebut. Umar berkirim pesan singkat kepada Sekda Budi Suharto untuk menyoal SE itu.
“Pemkot melarang bukber dan halalbihalal itu maunya apa? Kalau kegiatan itu dilaksanakan dengan dana hasil iuran pegawai negeri sipil [PNS] apa juga tidak boleh? SE itu menimbulkan keresahan. Saya dapat aduan dari sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Solo tentang adanya SE itu. Mereka juga resah dengan SE itu. Hal itu sudah menyangkut sara,” kata Umar di DPRD Solo, Rabu (1/7/2015) seperti dikutip Solo Pos.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengkritik keras kepada Sekda yang mengeluarkan SE larangan bukber dan halalbihalal. Larangan penyelenggaraan kegiatan tersebut, kata Sugeng, bertentangan dengan UUD 1945 yang memberi kebebasan kepada rakyat Indonesia untuk menjalankan agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
“Silaturahmi itu dibangun lewat bukber dan halalbihalal. Kalau melarang kegiatan itu berarti sama dengan melarang tradisi muslim. Kegiatan itu sebenarnya bisa jalan tanpa harus melanggar aturan. Kalau problemnya wajar tanpa pengecualian tidak bisa serta merta melarang kegiatan. Ini menjadi ironi di Solo,” ujar Sugeng.
Menyikapi hal itulah elemen Umat Islam yang terdiri dari DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta), LUIS (Laskar Umat Islam Surkarta), JAS (Jama’ah Ansyarusy Syariah) mendatangi gedung DPRD Surakarta. Kamis (2/7).
Endro Sudarsono selaku Humas LUIS menyampaikan kekecewaannya.
“Umat Islam sangat kecewa dengan sikap Walikota FX Hadi Rudyatmo. Jika alasan untuk menanggulangi penyalahgunaan dana harusnya bukan dilarang tetapi diawasi” ujarnya kepada sejumlah wartawan.
Ini acara keagamaan yang harusnya didukung namun mengapa dilarang. Disisi lain mengapa Walikota membiarkan masalah lain yang jelas merugikan seperti tidak menutup Café Nort Food, prostitusi di Gilingan dan sekitar RRI ataupun tentang Miras.
Penulis novel islami Yeni Mulati berkomentar, “PNS di pemkot Solo dilarang bukber dan rencananya halal bihalal juga bakal dilarang. Alasannya rawan penyelewengan anggaran. Bagaimana ddengan natalan besok, ya?”
Bagi umat Islam, inilah pelajaran yang bagus. Besok, janganlah pilih pemimpin yang jauh dari agama, apalagi jika calon itu jelas-jelas Non-Muslim, hatta wakilnya sekali pun.
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari tribunnews.com, walikota yang akrab disapa Rudy ini mengatakan pelarangan buka bersama dan halal bi halal tidaklah benar.
“Sesuai yang dinyatakan Bung Karno (Presiden Soekarno) dalam Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, bahwa Bangsa Indonesia yang merdeka maka rakyatnya Ber-Tuhan sesuai keyakikan masing-masing dilandasi oleh semangat saling menghormati,” ujar Rudy saat menghadiri acara buka bersama keluarga besar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Solo, Minggu (5/7/2015).
Rudy menambahkan larangan buka bersama maupun halal bi halal hanya berlaku di intansi lingkup pemerintah kota (Pemkot) Solo dengan catatan menggunakan uang APBD atau uang rakyat.
“Larangan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) untuk tidak melakukan kegiatan buka bersama atau halal bi halal menggunakan uang negara itu intruksi dari pusat. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan anggaran yang berpotensi melanggar hukum,” sambungnya.
Menurutnya boleh saja, intansi atau dinas-dinas lingkup Pemkot Solo menggelar buka bersama atau halal bi halal berbarengan agenda rapat dinas atau agenda kerja lainnya.
“Tetapi agenda rapat atau agenda kedinasan ini harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk mengakali cari-cari anggaran demi kepentingan intansi,” tandasnya.
Rujukan
(DISINFORMASI): “Dibohongi Mie Instan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 23/04/2016
Berita
Status Facebook Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berjudul ‘Dibohongi Mi Instan’ menjadi viral sejak diunggah Minggu (31/1/2016) petang.
Apa motif di balik status tersebut?
Hasil Cek Fakta
Pengurus Harian YLKI, Soedaryatmo kepada Tribunnews.com membantah itu ditujukan sekadar untuk menyerang pihak produsen mi instan di Indonesia.
Menurut YLKI isu mi instan terkait dengan isu pangan sehat yang kini tengah berkembang di kalangan lembaga perlindungan konsumen di berbagai belahan dunia.
"Ini isu global lembaga konsumsen seluruh dunia untuk dorong pangan sehat. Mendorong pemenuhan gizi yang seimbang makanan sehat seperti sayur mayur," ujar Soedaryatmo
Soedaryatmo mengatakan, semua peringatan yang dibeber YLKI itu dapat dilihat pada setiap kemasan mi instan di Indonesia.
Kandungan-kandungan yang disebutkan dalam poin-poin peringatan itu juga tercantum dalam kemasan mi instan.
Soedaryatmo menegaskan tidak bertujuan menyerang produsen tertentu.
"Dengan membaca label setiap mi instan (status YLKI) itu terkonfirmasi," jawab Soedaryatmo.
Sorotan terhadap mi instan memang ditujukan oleh YLKI berkaca pada kondisi umum kesehatan masyarakat.
Sementara itu disisi lain, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Alexander Sparringa menegaskan semua bahan makanan yang telah lulus uji BPOM adalah makanan yang aman untuk dikonsumsi, tidak terkecuali mie instan.
Secara satu per satu dia membantah semua poin yang dituding oleh YLKI.
Pertama, mengenai mie instan yang tidak memiliki nutrisi apapun. Menurut dia, setiap makanan pasti terkandung salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh, sebut saja vitamin, mineral, lemak, protein.
Kedua, mie instan mengandung bahan pengawet beracun bernama TBHQ. Bahan tersebut merupakan kepanjangan dari tertiary-butyl hydroquinone, yang mana membayakan tubuh manusia. Roy mengatakan setiap produk makanan yang beredar pastinya memiliki kadar konsentrasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah.
Ketiga, makanan tersebut mengandung monosodium glutamate (MSG) yang bisa memacu kerja sel saraf secara berlebih dan mengakibatkan kerusakan saraf. "Semua konsentrasi zat makanan sudah ditentukan oleh pemerintah. Asal tahu saja vetsin itu sebenarnya aman, tapi hanya orang tertentu saja yang tidak bisa mengonsumsinya karena masalah kesehatan," kata dia kepada Kesimpulan
Rujukan




:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ylki_20160201_084439.jpg)