• (HOAX) Kata-kata Terakhir Steve Jobs

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 05/05/2016

    Berita

    […] “I reached the pinnacle of success in the business world. In others’ eyes, my life is an epitome of success. However, aside from work, I have little joy. In the end, wealth is only a fact of life that I am accustomed to.

    At this moment, lying on the sick bed and recalling my whole life, I realize that all the recognition and wealth that I took so much pride in, have paled and become meaningless in the face of impending death. In the darkness, I look at the green lights from the life supporting machines and hear the humming mechanical sounds, I can feel the breath of god of death drawing closer…

    Now I know, when we have accumulated sufficient wealth to last our lifetime, we should pursue other matters that are unrelated to wealth… Should be something that is more important:

    Perhaps relationships, perhaps art, perhaps a dream from younger days

    Non-stop pursuing of wealth will only turn a person into a twisted being, just like me.

    God gave us the senses to let us feel the love in everyone’s heart, not the illusions brought about by wealth.

    The wealth I have won in my life I cannot bring with me. What I can bring is only the memories precipitated by love. That’s the true riches which will follow you, accompany you, giving you strength and light to go on.

    Love can travel a thousand miles. Life has no limit. Go where you want to go. Reach the height you want to reach. It is all in your heart and in your hands.

    What is the most expensive bed in the world?

    Sick bed…

    You can employ someone to drive the car for you, make money for you but you cannot have someone to bear the sickness for you. Material things lost can be found. But there is one thing that can never be found when it is lost – Life.

    When a person goes into the operating room, he will realize that there is one book that he has yet to finish reading – Book of Healthy Life.

    Whichever stage in life we are at right now, with time, we will face the day when the curtain comes down. Treasure Love for your family, love for your spouse, love for your friends.

    Treat yourself well. Cherish others.” […]

    Hasil Cek Fakta

    Tulisan itu bukanlah tulisan dari Steve Jobs ataupun kata-kata terakhir darinya. Hal itu telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga Steve Jobs yakni adiknya yang seorang novelis, Mona Simpson. Menurutnya, kata-kata terakhirnya dalam sebuah tulisan singkat. Berikut kutipan tulisan Simpson:

    […] He seemed to be climbing.

    But with that will, that work ethic, that strength, there was also sweet Steve’s capacity for wonderment, the artist’s belief in the ideal, the still more beautiful later.

    Steve’s final words, hours earlier, were monosyllables, repeated three times.

    Before embarking, he’d looked at his sister Patty, then for a long time at his children, then at his life’s partner, Laurene, and then over their shoulders past them.

    Steve’s final words were:

    OH WOW. OH WOW. OH WOW. […]

    Dengan demikian, tulisan pada klaim termasuk ke dalam hoax.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX) Foto Rakyat Papua Demo Menuntut Kemerdekaan

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 05/05/2016

    Berita

    […] Papua semakin keras menuntut referendum untuk memisahkan diri dari Indonesia.

    Ini pandangan di Papua, rakyat menuntut.

    Belum dengar sikap pemerintah. […]

    Hasil Cek Fakta

    Foto yang tersebar di media sosial itu bukanlah foto demo masyarakat Papua melainkan foto demo memperingati hari buruh internasional di Havana, Kuba pada tanggal 2 Mei 2013. Foto aslinya dapat dilihat pada situs socialistunity.com. Jadi, foto tersebut bukanlah foto demo di Papua dan kabar mengenai demo tersebut tidak benar adanya terjadi bulan Mei 2016.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Yusril Menyatakan Bahwa Warga Luar Batang Sebagian Besar Punya Sertifikat Tanah

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 04/05/2016

    Berita

    Kuasa Hukum warga Luar Batang Yusril Ihza Mahendra meminta Pemprov DKI tak memaksa untuk menggusur kawasan Luar Batang. Sebab, warga Luar Batang memiliki sertifikat atas tanah yang mereka tempati sejak lama.

    “Lengkap, punya sertifikat tanah. Sebagian punya sertifikat hak guna bangunan, hak milik, girik, akta jual-beli sejak zaman Hindia-Belanda,” kata Yusril saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/5/2016).

    Yusril tak hafal berapa banyak warga yang memiliki sertifikat resmi. Dia pun telah melakukan verifikasi terhadap surat kepemilikan warga Luar Batang ini.

    “Saya nggak ingat jumlahnya, ada setumpuk sudah diverifikasi di kantor kita. Tentu tidak semua punya, tapi sebagian besar punya,” ungkap Yusril.

    Hasil Cek Fakta

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan memastikan tanah di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan lahan milik negara.

    “Itu tanah negara,” kata Ferry saat ditemui di Istana, Rabu (27/4/2016) sore.

    Namun, Ferry tidak menampik bahwa lahan tersebut seiring perjalanan waktu dikuasai oleh masyarakat umum sehingga seolah-olah lahan sudah milik masyarakat. Karena itu, Ferry mendukung program relokasi warga Luar Batang yang kini dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    “Relokasi itu jawabannya saya kira. Relokasi sudah tepat. Karena dalam konteks penataan, itu sangat dimungkinkan. Apalagi modelnya bukan menggusur, tapi merelokasi,” lanjut dia.

    Namun, Ferry mewanti-wanti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar tidak merobohkan Masjid Luar Batang. Sebab, bangunan tersebut merupakan warisan budaya.

    “Di situ kan ada masjid, masjidnya itu heritage. Kalau bisa sih jangan ikut-ikut dibongkar,” ujar Ferry.

    Status tanah di Luar Batang saat ini menjadi persoalan. Pemprov DKI menyatakan tanah itu milik negara dan karena itu para pemukim liar di kawasan itu akan direlokasi di rumah susun. Gubernur Basuki juga telah menegaskan bahwa Masjid Luar Batang akan tetap dipertahankan.

    Dari peta online di situs BPN (peta.bpn.go.id) di bawah ini, bisa dilihat, yang memiliki SHM (sertifikat hak milik) adalah yang berwarna kuning.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] Ahok Minta Warga Luar Batang ‘Wakafkan’ Tanah untuk Plaza

    Sumber: portalpiyungan.blogspot.co.id
    Tanggal publish: 01/05/2016

    Berita

    Ahok Minta Warga Luar Batang Wakafkan Tanah untuk Plaza, Warga: Kenapa Bukan Apartemen yang Diwakafkan?

    Hasil Cek Fakta

    Media daring portalpiyungan.blogspot.co.id memuat berita berjudul ‘Ahok Minta Warga Luar Batang Wakafkan Tanah untuk Plaza, Warga: Kenapa Bukan Apartemen yang Diwakafkan?’ pada Sabtu (30/4/2016). Tanggapan negatif diberikan oleh masyarakat yang membaca judul tersebut. Sebab, di Luar Batang terdapat sebuah situs Masjid bersejarah bagi umat Islam di Indonesia.

    Nyatanya, plaza yang dimaksud di dalam judul itu bukan mall alias tempat pembelanjaan. Plaza yang dimaksud adalah area yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tempat berjualan pedagang kaki lima, dan tempat parkir. Pemerintah DKI berniat menjadikan wilayah Masjid Luar Batang sebagai kawasan wisata religi. Karena itu, Ahok mengatakan, pemerintah provinsi berencana membuat plaza di depan masjid.

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui masyarakat Kampung Luar Batang memiliki sertifikat tanah. Pemerintah akan mengecek keberadaan sertifikat tanah masyarakat sebelum menggusur wilayah di sekitar Masjid Luar Batang tersebut.

    Dikutip dari tempo.co, “Kalau yang sekitar masjid kan ada kampung, itu misalnya ada sertifikat, kan harus dicek sertifikatnya seperti apa. Ini harus ditanya ke masjid, masjidnya mau enggak daerah sekitarnya plong jadi plaza. Kalau masjid mau sekitarnya kumuh, ya, silakan,” katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 27 April 2016.

    Ahok mengatakan, jika masyarakat di lokasi tersebut mau direlokasi, pemerintah provinsi akan membeli lahan itu. Namun ia mengembalikan keputusan itu kepada masyarakat. Jika masyarakat ingin tanah di sekitar masjid kosong dan dijadikan plaza, Ahok menyanggupi membeli lahan tersebut. Namun, jika ingin tetap kumuh, Ahok mengaku tidak mempermasalahkannya.

    Menurut Ahok, hal ini hampir sama dengan mewakafkan lahan dari warga. “Jadi wakafnya tanda kutip, kami beli tapi kami peruntukkan buat masjid,” ujarnya.

    Pemerintah Provinsi DKI awalnya berencana menggusur masyarakat Luar Batang pada Mei mendatang. Namun, untuk melakukan itu, pemerintah masih mencari lokasi rumah susun yang bisa ditempati. Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Ika Lestari Aji, sejauh ini rusun yang paling mungkin ditempati adalah rusun di Rawa Bebek.

    Namun Ika mengaku rumah susun ini bisa saja tidak diperuntukkan bagi masyarakat Luar Batang. Sebabnya, peruntukan rusun masih menunggu keputusan rapat nantinya. “Pada Mei, ada Summarecon, di Rawa Bebek. Itu sudah akan siap sekitar Mei. Kita lihat mana yang lebih urgen, mana yang jadi prioritas pertama itu yang akan kami rapatkan,” ucapnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini