• [KLARIFIKASI, EDUKASI] Penemu 4G LTE dari Indonesia

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 16/03/2016

    Berita

    Khoirul Anwar, Penemu 4G LTE

    Siapa sangka, teknologi telekomunikasi terbaru saat ini 4G LTE, ditemukan oleh anak muda asli Indonesia, Khoirul Anwar.

    Apalagi, jika mengetahui latar belakang kehidupan Anwar. Sebagai anak desa yang terlahir di daerah Kediri, Jawa Timur, ia tiap hari mendapat tugas jadi tukang arit, atau menyabit rumput sebagai makanan ternak. Namun, suatu kali, ayahnya meninggal. Ibunya pun harus pontang-panting menghidupi keluarga mereka. Melihat kondisi itu, Anwar yang saat itu barusan lulus SD memohon pada ibunya agar bisa tetap bersekolah. Sebab, ia sangat suka belajar, apalagi ilmu-ilmu sains, khususnya Faraday dan Einstein.

    Ibunya mengabulkan permintaan Anwar dan bahkan memintanya belajar lebih rajin agar bisa sekolah hingga tingkat paling tinggi. Anwar tak menyiakan kesempatan itu. Ia belajar sungguh-sungguh hingga hampir selalu jadi juara kelas. Ia pun berhasil masuk ke sekolah-sekolah favorit, hingga mengantarkannya mendapat jadi lulusan terbaik di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia lantas meneruskan sekolah ke Jepang di NAIST. Selama 1,5 tahun, ia berhasil menyelesaikan magisternya, dan kemudian dilanjutkan ke studi doktoral.

    Saat berusaha menyelesaikan studi doktoral inilah, Anwar melakukan sejumlah penelitian tentang teknologi komunikasi, salah satunya yang kemudian dikenal saat ini sebagai teknologi 4G LTE (Fourth Generation Long Term Evolution).

    Awalnya, ia punya masalah pada power Wi-Fi. Dia resah. Saban mengakses internet, power Wi-Fi kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat, sekejap kemudian melemah. Banyak juga orang mengeluh soal ini.

    Tak mau terus mengeluh, Anwar memutar otak. Ia ingin memberi solusi. Maka dia mencoba menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan. FFT merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital. Anwar memasangkan FFT dengan FFT asli. Dia menggunakan hipotesis, cara tersebut akan menguatkan catu daya (power) sehingga bisa stabil.

    Pemikiran ini sempat dianggap remeh dan bahkan ditertawakan kalangan ilmuwan di Australia dan Jepang. Banyak ilmuwan beranggapan, jika FFT dipasangkan, keduanya akan saling menghilangkan. Tapi Anwar tetap yakin, pemikiran ini bisa menjadi solusi atas keluhan banyak orang itu.

    Anwar kemudian terbang ke Amerika Serikat untuk memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan di sana. Di sana, Anwar mendapat sambutan luar biasa. Ide yang dulu dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Namanya Transmitter and Receiver. Bahasa kerennya, 4G LTE.

    Lebih “gila” lagi, tahun 2008, pemikiran Anwar ini dijadikan standar telekomunikasi oleh International Telecommunication Union (ITU), sebuah organisasi internasional yang berbasis di Swiss. Dunia pun segera mengadaptasi temuan tersebut.

    Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Kini dinikmati umat manusia di muka Bumi bisa menikmati Wi-Fi lebih stabil.

    Inilah bukti, anak asli Indonesia, bisa menciptakan karya-karya yang mendunia.

    Hasil Cek Fakta

    Beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa penemu 4G LTE dari Indonesia membuat masyarakat menjadi geger dan bangga. Penemunya itu diketahui bernama Khoirul Anwar.

    Untuk mengetahui kebenarannya, dua ahli teknologi yakni Dr. Basuki Priyanto dan Dr. Eko Onggosanusi. Dr. Basuki Priyanto saat ini berprofesi sebagai Master Researcher di Sony Mobile Communications AB berlokasi di Lund, Swedia. Dr. Priyanto melakukan riset di fasa awal LTE sejak tahun 2005 hingga kini dan aktif berkontribusi sebagai delegasi 3GPP RAN1. Sepanjang kariernya telah menghasilkan puluhan patent berkaitan dengan aspek implementasi dan spesifikasi LTE.Dr. Eko Onggosanusi pada saat ini sebagai Direktur Riset di Samsung Research America berlokasi di Dallas, Amerika Serikat. Dr. Onggosanusi telah menjadi delegasi 3GPP RAN1 sejak tahun 2005 sampai sekarang dan berperan sebagai kontributor aktif di dalam teknologi LTE. Dr. Onggosanusi adalah seorang penemu yang memegang banyak paten di bidang LTE, baik spesifikasi maupun implementasi, seperti kutipan dari detik.com.

    Deskripsi 4G LTE

    4G LTE (Long Term Evolution) adalah sistem komunikasi selular generasi ke-4 untuk menggantikan sistem sebelumnya yang lebih umum dikenal dengan 3G WCDMA (HSPA) atau pun 2G GSM/EDGE. Sebagai generasi yang terbaru, 4G LTE memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan generasi- generasi sebelumnya dan yang paling mudah dikenal adalah kecepatan data yang lebih tinggi seperti yang diilustrasikan melalui gambar di bawah ini [referensi: TeliaSonera Annual Report 2008]. Saat ini kecepatan 4G LTE sudah menembus lebih dari 1 Gbps yang berarti puluhan kali lebih cepat dari sistem sebelumnya, 3G.Salah satu komponen fundamental di 4G LTE yang memungkinkan untuk mencapai kecepatan data yang tinggi adalah penggunaan metoda modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) untuk sisi komunikasi dari base-station ke handphone (Downlink) dan metoda Single Carrier- Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) untuk sisi komunikasi dari handphone ke base- station (Uplink).

    4G LTE dibuat dan dirumuskan dalam sebuah badan standarisasi internasional yang dinamakan 3GPP (3rd Generation Partnership Project). 3GPP memiliki anggota hampir semua pelaku industri di bidang telekomunikasi dan berbagai pusat penelitian di seluruh dunia, di antaranya termasuk vendor telekomunikasi, seperti Ericsson, Huawei, Samsung, Nokia, Qualcomm, Sony, operator telekomunikasi seperti NTT Docomo, KDDI, AT&T, KT Corporation, Telia Sonera, Vodafone, Orange, dsb.

    Proses perumusannya berawal dari fasa study item (study kelayakan) sekitar 2005 awal dan dilanjutkan dengan fasa working item (perumusan standard). Prosesnya, hampir semua anggota 3GPP mengusulkan ide dan proposalnya, mendiskusikan secara bersama-sama. Misalnya mempertimbangkan dari segi kompleksitas dan performa.

    Pada umumnya, sebelum mengusulkan ide atau proposalnya, ide tersebut sudah terproteksi dalam bentuk paten. Proses perumusan standard 4G LTE memerlukan proses yang cukup panjang dan pertemuan diselenggarakan hampir setiap bulan di berbagai negara dan benua.

    Umumnya, bentuk terakhir dari suatu feature yang diputuskan bersama adalah hasil dari gabungan (sintesis) dari beberapa proposal yang diakui kompetifif. Jarang sekali ada proposal tunggal dari satu perusahaan yang diadopsi tanpa modifikasi (as it is).

    Keputusan ini diambil melalui proses konsensus (musyawarah). Akhirnya, pada saat setelah standar dokumen (yang dikenal sebaga spesifikasi) sudah diresmikan maka semua vendor telekomunikasi akan mengimplementasikan produknya sesuai dengan standar tersebut. Jadi, seorang penemu skema FFT yang berbeda dari sebelumnya tidak bisa mengklaim bahwa penemuannya telah atau akan dipakai untuk LTE. Si penemu tentunya dapat mengklaim bahwa skema FFT yang ditemukannya adalah salah satu cara ‘ mplementasi’ untuk pemancar (transmitter) atau penerima (receiver) LTE. Dia tidak dapat mengklaim lebih banyak daripada itu. Terlebih lagi, FFT hanyalah salah satu dari 4 atau 5 komponen pembentuk OFDM.

    Penemuan 4G LTE

    Teknologi LTE sendiri dirumuskan di dalam 6 dokumen spesifikasi yang kompleks. Tentunya di dalam 4G LTE terdapat ribuan komponen penting yang saling terkait satu sama lainnya. Jadi, tidaklah mungkin bahwa seseorang atau bahkan satu institusi dapat mengklaim sebagai penemu 4G LTE.Temuan/paten yang bersangkutan terkait sepasang modul FFT didaftarkan pertama kali pada Agustus 2005 [referensi: Takao Hara, Anwar Khoirul, Kiyotake Ando, Transmitter and Receiver, US 7804764 B2]. Padahal penggunaan sepasang FFT pada transmitter sudah banyak ditemukan di publikasi internasional jauh sebelum Agustus 2005. Salah satunya adalah tulisan profesor terkemuka dari Jerman, Hermann Rohling dan mahasiswanya pada tahun 2002.

    Selain itu, pada saat 4G LTE masih berada di fasa study kelayakan pada pertemuan pertama kali, beberapa perusahaan sudah mengusulkan penggunaan ide ini [referensi: 3GPP Contribution: R1-050245, “Uplink Multiple Access for EUTRA”, Motorola, 7 April 2005], [referensi: 3GPP Contribution: R1-050248, “Uplink Multiple Access Scheme for Evolved UTRA” NTT DOCOMO, 7 April 2005]. Jadi tidak mungkin kalau paten yang bersangku

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • BI Telah Edarkan Uang Pecahan Rp 200.000

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 15/03/2016

    Berita

    Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto duit pecahan Rp 200 ribu. Belum jelas dari mana asal-usulnya, namun duit tersebut seolah-olah digambarkan sudah muncul di masyarakat.
    Uang tersebut berwarna ungu. Gambarnya seperti layaknya uang asli dengan lukisan dua orang joki yang sedang berkuda. Di pojok atas uang tersebut juga ada gambar kuda dan penunggangnya. Ditambah dengan tulisan ‘dua ratus ribu rupiah’. Benarkah uang tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Bank Indonesia merespons beredarnya foto tersebut dengan sebuah pernyataan tertulis. BI memastikan uang tersebut palsu. Belum ada pecahan Rp 200 ribu yang dikeluarkan dalam waktu dekat ini

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX): BI Telah Edarkan Uang Pecahan Rp 200.000

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 15/03/2016

    Berita

    Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto duit pecahan Rp 200 ribu. Belum jelas dari mana asal-usulnya, namun duit tersebut seolah-olah digambarkan sudah muncul di masyarakat.
    Uang tersebut berwarna ungu. Gambarnya seperti layaknya uang asli dengan lukisan dua orang joki yang sedang berkuda. Di pojok atas uang tersebut juga ada gambar kuda dan penunggangnya. Ditambah dengan tulisan ‘dua ratus ribu rupiah’. Benarkah uang tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    detikcom menelusuri awal mula foto tersebut. Beberapa orang memajangnya di akun facebook. Semua pun bertanya-tanya, tak ada yang memastikan dari mana sumbernya.

    Bank Indonesia merespons beredarnya foto tersebut dengan sebuah pernyataan tertulis. BI memastikan uang tersebut palsu. Belum ada pecahan Rp 200 ribu yang dikeluarkan dalam waktu dekat ini. Berikut penjelasan lengkapnya:

    – Terkait informasi yang beredar di medsos mengenai uang pecahan Rp200.000, Bank Indonesia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
    – Saat ini, uang Rupiah pecahan terbesar adalah Rp.100.000.
    – Untuk tiap uang pecahan baru yang dikeluarkan, Bank Indonesia akan mengeluarkan pernyataan resmi di media massa dan website www.bi.go.id
    – Masyarakat dapat menemukan informasi tentang Rupiah, termasuk ciri keaslian Rupiah, di link https://www.bi.go.id/id/rupiah/default.aspx
    – Apabila terdapat pertanyaan, masyarakat dapat menghubungi contact center Bank Indonesia di (021)131 atau bicara@bi.go.id, pada jam kerja.

    Kesimpulan

    Dari hasil penelusuran dan pernyataan BI, maka dipastikan pecahan Rp 200 ribu tersebut hoax.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • WASPADA!! Es Teh Campur Limbah di Monas

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/03/2016

    Berita

    Sempat beredar kabar mengenai penjualan Es teh di kawasan Monas yang menggunakan air drainase Kereta (KRL) dalam proses pembuatannya yang terjaring Satpol PP. menanggapi pemberitaan tersebut, Polisi telah memeriksa kabar yang menyebut pedagang es teh di kawasan Monas menggunakan air limbah

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Kepolisian Sektor Gambir Ajun Komisaris Besar Bambang Yudantara mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan tak ditemukan bukti bahwa para pedagang menggunakan air mentah untuk membuat es teh.

    “Kami sudah interogasi semua saksi dan pedagang di sana. Mereka tidak menggunakan air comberan,” kata Bambang, Ahad, 13 Maret 2016.

    Menurut Bambang, isu itu awalnya beredar saat seorang petugas Satpol Pamong Praja memfoto seorang PKL di Monas yang tengah meracik es teh manis di dekat saluran air. Foto ini tersebar luas, sehingga warga Jakarta berpikir air comberan yang digunakan pedagang itu. “Tempat mindahinnya saja yang dekat saluran air. Tapi itu sebenarnya air matang,” katanya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini