Dear haters, sebelum jadi bahan ketawaan, baca ini dulu ya…
Kenaikan tarif tol per 1 Nov 2015, didasarkan pada mandat Undang-Undang Nomor
38 Tahun 2004 Tentang Jalan, Pasal 48 Ayat III. Pasal itu menyebutkan kenaikan tarif tol mengalami penyesuaian setiap dua tahun sekali.
Jaman siapa menang di parlemen saat itu?
Kenaikan Tarif Tol adalah karena Jokowi
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 31/10/2015
Berita
Hasil Cek Fakta
Tidak benar adanya jika kenaikan tarif tol disebabkan oleh Jokowi. kebenarannya adalah, akibat dibentuknya UU 38 Tahun 2004 ( Pasal 48 Ayat III).
Rujukan
Bisnis Penjualan Fanpage
Sumber:Tanggal publish: 30/10/2015
Hasil Cek Fakta
Seringkah anda lihat akun tidak jelas berisi cerita-cerita Religi, yang juga tidak jelas sanadnya, dan memaksa kita untuk LIKE / SHARE ? “Kalau ingin ke Mekah, klik like” (“kalau tidak, berarti Anda tidak mau ke mekah”). Ternyata ini untuk komersil dan seringkali ilegal, seperti layaknya Judi online.
Para Pengemis LIKE ini (pengemis ada yang online juga ya) berusaha agar rating mereka naik, yaitu dengan menggiring kita untuk like / share. Seringkali dengan membuat kita merasa berdosa, “Ketik AMIN jika Anda ingin ke Kabah” kalau tidak melakukannya berarti kita tidak mau ke Kabah dong? Sehingga akhirnya kita terpaksa melakukan instruksi mereka karena faktor psikologis.
Sehingga menjadi banyak yang follow mereka. Lalu setelah banyak yang follow, kemudian digarap dijual friends nya ke berbagai group, yaitu didaftarkan ke group-group Facebook tersebut atau mendadak halaman Facebook tersebut berubah total, dijual ke pihak lainnya. Misalnya menjadi halaman Judi bola online dan sebagainya
maka dari itu apabila menemukan hal semacam itu laporkan mereka ke Facebook sebagai Spammer : https://www.facebook.com/help/205730929485170
Daftar para Pengemis Like bisa dilihat disini : https://www.facebook.com/notes/indonesian-hoaxes/daftar-hitam-akun-panen-follower/1012412958811234
Apakah ada yang sudah pernah menipu Anda sebelumnya ? Mari jangan mau ditipu oleh para Pengemis Like ini. #hoax
Para Pengemis LIKE ini (pengemis ada yang online juga ya) berusaha agar rating mereka naik, yaitu dengan menggiring kita untuk like / share. Seringkali dengan membuat kita merasa berdosa, “Ketik AMIN jika Anda ingin ke Kabah” kalau tidak melakukannya berarti kita tidak mau ke Kabah dong? Sehingga akhirnya kita terpaksa melakukan instruksi mereka karena faktor psikologis.
Sehingga menjadi banyak yang follow mereka. Lalu setelah banyak yang follow, kemudian digarap dijual friends nya ke berbagai group, yaitu didaftarkan ke group-group Facebook tersebut atau mendadak halaman Facebook tersebut berubah total, dijual ke pihak lainnya. Misalnya menjadi halaman Judi bola online dan sebagainya
maka dari itu apabila menemukan hal semacam itu laporkan mereka ke Facebook sebagai Spammer : https://www.facebook.com/help/205730929485170
Daftar para Pengemis Like bisa dilihat disini : https://www.facebook.com/notes/indonesian-hoaxes/daftar-hitam-akun-panen-follower/1012412958811234
Apakah ada yang sudah pernah menipu Anda sebelumnya ? Mari jangan mau ditipu oleh para Pengemis Like ini. #hoax
Rujukan
[HOAX] Husain Khudri, Pemuda Sunni Yang Tersenyum Ketika Akan Digantung Syiah Iran
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 30/10/2015
Berita
APA yang ada dalam pikiran Anda ketika melihat foto di atas—seorang pemuda yang berada di tiang gantungan, ia melambaikan tangan dan tersenyum?
Foto ini menceritakan kondisi seorang pemuda Sunni bernama Husain Khudri yang akan menghadapi eksekusi mati di Iran. Ia digantung oleh para Syiah di negeri itu.
Akan tetapi tidak tampak rasa takut sedikitpun di wajahnya. Ia tersenyum penuh suka cita seakan-akan akan melakukan resepsi pernikahan, padahal yang dihadapi adalah eksekusi hukum gantung.
Sebelum dieksekusi, ia menyapa keluarganya dengan cara melambaikan tangannya sambil tersenyum riang.
Husain merupakan aktivis pro-sunni dan aktif menyebarkan dakwah sunni. Ia berasal dari suku Kurdi di Iran dan anggota Partai Kebebasan Kurdistan.
Oleh tentara Iran ia dituduh sebagai pembunuh dan dieksekusi oleh pemerintah Iran atas tuduhan tersebut. Eksekusi ini dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2012—atau kira-kira satu tahun yang silam.
Foto ini menceritakan kondisi seorang pemuda Sunni bernama Husain Khudri yang akan menghadapi eksekusi mati di Iran. Ia digantung oleh para Syiah di negeri itu.
Akan tetapi tidak tampak rasa takut sedikitpun di wajahnya. Ia tersenyum penuh suka cita seakan-akan akan melakukan resepsi pernikahan, padahal yang dihadapi adalah eksekusi hukum gantung.
Sebelum dieksekusi, ia menyapa keluarganya dengan cara melambaikan tangannya sambil tersenyum riang.
Husain merupakan aktivis pro-sunni dan aktif menyebarkan dakwah sunni. Ia berasal dari suku Kurdi di Iran dan anggota Partai Kebebasan Kurdistan.
Oleh tentara Iran ia dituduh sebagai pembunuh dan dieksekusi oleh pemerintah Iran atas tuduhan tersebut. Eksekusi ini dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2012—atau kira-kira satu tahun yang silam.
Hasil Cek Fakta
Foto yang menggambarkan seorang pria yang tersenyum sambil melambaikan tangan ketika akan digantung diri dengan sebuah tali menjadi bahan pembicaraan dunia. Masyarakat Indonesia pun tidak ikut ketinggalan mengomentari foto tersebut. Bahkan, foto tersebut diberi deskripsi dengan mengaitkan foto tersebut dengan isu berbau Syiah.
Dalam pesan bergambar yang dibagikan pada tanggal 26 November 2015, menyebutkan bahwa pria yang difoto itu bernama Husain Khudri. Pemuda itu merupakan aktivis pro-sunni dan aktif menyebarkan dakwah sunni. Ia berasal dari suku Kurdi di Iran dan anggota Partai Kebebasan Kurdistan. Oleh tentara Iran ia dituduh sebagai pembunuh dan dieksekusi oleh pemerintah Iran atas tuduhan tersebut.
Melalui penelusuran google, ternyata foto itu diambil dari lapangan Teheran, Iran, karena pembunuhan seorang hakim tinggi, yang dianggap sebagai eksekusi publik pertama di ibukota Iran sejak tahun 2002. Dikutip dari bbc.co.uk, pria yang ada di foto tersebut diketahui bernama Majid Kavousifar. Tidak hanya Majid, keponakannya yang bernama Hossein Kavousifar ikut diadili dalam eksekusi itu.
Kematian Majid dan Hossein Kavousifar terjadi sehari setelah sembilan hiasan umum di bagian lain negara tersebut. Pemerintah mengatakan ini adalah bagian dari upaya besar untuk mengatasi kejahatan kekerasan dan perdagangan narkoba ilegal di Iran. Kelompok hak asasi manusia telah mengkritik Iran karena tingginya jumlah eksekusi yang dilakukan, kedua setelah China.
Paman dan keponakan tersebut dihukum karena pembunuhan Hakim Hassan Moghaddas di Teheran tengah dua tahun lalu. Eksekusi mereka diadakan di lokasi yang sama dengan pembunuhan tersebut, dan pada tanggal yang sama, di depan sebuah gambaran besar hakim yang terbunuh. Ketika Hossein Kavousifar tampak tertekan saat dia menunggu eksekusi, pamannya memberi isyarat kepadanya dan tersenyum untuk meyakinkannya. Ketika waktunya tiba, hangmen dengan kepala tertutup, meletakkan titik-titik di sekitar leher mereka menendang tinja tempat kedua pria itu berdiri.
Dalam pesan bergambar yang dibagikan pada tanggal 26 November 2015, menyebutkan bahwa pria yang difoto itu bernama Husain Khudri. Pemuda itu merupakan aktivis pro-sunni dan aktif menyebarkan dakwah sunni. Ia berasal dari suku Kurdi di Iran dan anggota Partai Kebebasan Kurdistan. Oleh tentara Iran ia dituduh sebagai pembunuh dan dieksekusi oleh pemerintah Iran atas tuduhan tersebut.
Melalui penelusuran google, ternyata foto itu diambil dari lapangan Teheran, Iran, karena pembunuhan seorang hakim tinggi, yang dianggap sebagai eksekusi publik pertama di ibukota Iran sejak tahun 2002. Dikutip dari bbc.co.uk, pria yang ada di foto tersebut diketahui bernama Majid Kavousifar. Tidak hanya Majid, keponakannya yang bernama Hossein Kavousifar ikut diadili dalam eksekusi itu.
Kematian Majid dan Hossein Kavousifar terjadi sehari setelah sembilan hiasan umum di bagian lain negara tersebut. Pemerintah mengatakan ini adalah bagian dari upaya besar untuk mengatasi kejahatan kekerasan dan perdagangan narkoba ilegal di Iran. Kelompok hak asasi manusia telah mengkritik Iran karena tingginya jumlah eksekusi yang dilakukan, kedua setelah China.
Paman dan keponakan tersebut dihukum karena pembunuhan Hakim Hassan Moghaddas di Teheran tengah dua tahun lalu. Eksekusi mereka diadakan di lokasi yang sama dengan pembunuhan tersebut, dan pada tanggal yang sama, di depan sebuah gambaran besar hakim yang terbunuh. Ketika Hossein Kavousifar tampak tertekan saat dia menunggu eksekusi, pamannya memberi isyarat kepadanya dan tersenyum untuk meyakinkannya. Ketika waktunya tiba, hangmen dengan kepala tertutup, meletakkan titik-titik di sekitar leher mereka menendang tinja tempat kedua pria itu berdiri.
Rujukan
(HOAX) Rokok Marlboro Berisi Ganja
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 30/10/2015
Berita
Produsen rokok Phillip Morris mulai menjual jenis rokok yang menggandung ganja atau marijuana. Produk ini dipasarkan dengan jenis “MARLBORO M” dan tersedia di outlet khusus yang berlisensi di negara bagian Colorado dan Wshington DC.
Hasil Cek Fakta
dapat dipastikan jika kabar tersebut hanyalah HOAX semata. bantahan juga diberikan oleh salah satu situs yang bergerak dipemberantasan hoax yakni snopes.
Rujukan
Halaman: 8437/8468




