FIlm Kartun Dragon Ball di Hentikan Gara-gara Dilarang KPI
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 22/11/2015
Berita
terdapat isu yg beredar melalui meme bahwa FIlm Kartun Dragon Ball di Hentikan Gara-gara Dilarang KPI
Hasil Cek Fakta
Stasiun televisi Global TV mengeluarkan pernyataan resminya terkait dengan penghentian tayangan kartun anak populer, Dragon Ball.
Menurut Global TV, hal itu bukan disebabkan oleh teguran dari pihak KPI (Komite Penyiaran Indonesia), melainkan pihaknya sedang menunggu kontrak episode baru yang harus diselesaikan.
“Tim Programming kami harus menunggu selesainya proses pembelian episode baru dari Dragon Ball Z, sehingga untuk sementara waktu program ini (Dragon Ball) dihentikan penayangannya,” demikian keterangan tertulis Global TV yang diterima Nextren, Sabtu (14/11/2015).
Menurut Global TV, hal itu bukan disebabkan oleh teguran dari pihak KPI (Komite Penyiaran Indonesia), melainkan pihaknya sedang menunggu kontrak episode baru yang harus diselesaikan.
“Tim Programming kami harus menunggu selesainya proses pembelian episode baru dari Dragon Ball Z, sehingga untuk sementara waktu program ini (Dragon Ball) dihentikan penayangannya,” demikian keterangan tertulis Global TV yang diterima Nextren, Sabtu (14/11/2015).
Rujukan
Polisi China Tembak Mati 28 Warga Muslim Terduga Teroris
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 21/11/2015
Berita
Lagi2 pemberitaan yang menyerang sentimen China kembali digulirkan, kali ini tentang terorisme di China. Saya tampilkan berita dari Republika :
Pihak kepolisian Cina mengkonfirmasi telah menembak mati 28 orang warga muslim di wilayah Otonomi Uighur Xinjiang. Mereka ditembak karena diduga teroris.
Pihak berwenang Cina di Beijing mengatakan 28 orang tersebut merupakan hasil dari beberapa operasi antisipatif melawan terorisme kelompok radikal Uighur. Operasi oleh pemerintah Cina itu menyusul serangan terhadap sebuah tambang batu batu di Aksu pada September lalu yang menewaskan 16 orang.
Pihak kepolisian Cina mengkonfirmasi telah menembak mati 28 orang warga muslim di wilayah Otonomi Uighur Xinjiang. Mereka ditembak karena diduga teroris.
Pihak berwenang Cina di Beijing mengatakan 28 orang tersebut merupakan hasil dari beberapa operasi antisipatif melawan terorisme kelompok radikal Uighur. Operasi oleh pemerintah Cina itu menyusul serangan terhadap sebuah tambang batu batu di Aksu pada September lalu yang menewaskan 16 orang.
Hasil Cek Fakta
Kalau diperhatikan, baik di judul dan paragraf pembuka, digunakan kata “DIDUGA” teroris. Disinilah letak “twisting/pelintiran” beritanya sehingga mampu menggiring opini adanya tindak diskriminasi dan memancing sentimen negatif umat Islam ke China.
Rujukan
Cina Klaim Kepemilikian Kepulauan Natuna
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 21/11/2015
Berita
Beberapa waktu lalu ada berita soal klaim Natuna oleh Cina
Hasil Cek Fakta
Beberapa waktu lalu ada berita soal klaim Natuna. Itu sama sekali tidak benar,” kata Retno dalam keterangannya kepada media massa di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (20/11/2015).
Kepemilikan Indonesia atas Kepulauan Natuna, lanjut dia, sudah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak pernah ada keberatan dari pihak mana pun, termasuk China.
Sebagai bukti terakhir, Menlu mengutip pernyataan juru bicara Menlu China yang dengan jelas menyebutkan soal kepemilikan Kepulauan Natuna oleh Indonesia. “Ini wilayah Indonesia. Titik,” tegasnya.
Respon dari Jendral Moeldoko di laman FBnya pun senada:
Saya sudah bertemu dengan panglima militer tiongkok Jenderal Fan Changlong, dan dia menegaskan tiongkok tidak pernah mengeklaim Kepulauan Natuna masuk wilayahnya. Jadi kalau ada media online memberitakan yg sebaliknya, berarti media tersebut media bodong yg tidak kredibel. Terima kasih.
Kepemilikan Indonesia atas Kepulauan Natuna, lanjut dia, sudah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak pernah ada keberatan dari pihak mana pun, termasuk China.
Sebagai bukti terakhir, Menlu mengutip pernyataan juru bicara Menlu China yang dengan jelas menyebutkan soal kepemilikan Kepulauan Natuna oleh Indonesia. “Ini wilayah Indonesia. Titik,” tegasnya.
Respon dari Jendral Moeldoko di laman FBnya pun senada:
Saya sudah bertemu dengan panglima militer tiongkok Jenderal Fan Changlong, dan dia menegaskan tiongkok tidak pernah mengeklaim Kepulauan Natuna masuk wilayahnya. Jadi kalau ada media online memberitakan yg sebaliknya, berarti media tersebut media bodong yg tidak kredibel. Terima kasih.
Rujukan
Menelaah Pesan Berantai Di Media Sosial
Sumber:Tanggal publish: 21/11/2015
Berita
Menelaah Pesan Berantai Di Media Sosial
Hasil Cek Fakta
Masih ingat saya dulu itu #PesanBerantai berbentuk surat yang musti kita fotokopi, lalu kirimkan ke kawan-kawan kita. Seperti surat dari “penjaga makam Nabi” ???? dan sambil membujuk bahwa yang menyebarkan akan mendapat rezeki.
Kini #PesanBerantai disebar melalui WhatsApp, BBM, dst. Namun intinya tetap sama – mayoritas adalah Hoax
Terlampir adalah 40 Hoax yang menyebar sebagai #PesanBerantai, terkait soal kesehatan & medis : http://health.detik.com/…/40-broadcast-pesan-kesehatan-yan…/
Ingat : asumsikan bahwa : #PesanBerantai adalah hoax – kecuali jika terbukti sebaliknya.
Maka, dengan demikian kita tidak turut menjadi penebar hoax / fitnah.
Waspada selalu
Kini #PesanBerantai disebar melalui WhatsApp, BBM, dst. Namun intinya tetap sama – mayoritas adalah Hoax
Terlampir adalah 40 Hoax yang menyebar sebagai #PesanBerantai, terkait soal kesehatan & medis : http://health.detik.com/…/40-broadcast-pesan-kesehatan-yan…/
Ingat : asumsikan bahwa : #PesanBerantai adalah hoax – kecuali jika terbukti sebaliknya.
Maka, dengan demikian kita tidak turut menjadi penebar hoax / fitnah.
Waspada selalu
Rujukan
Halaman: 8435/8468



