Waspada! Hoaks Pendaftaran Beasiswa Gratis Mengatasnamakan Kemendikdasmen Beredar di Facebook
Sumber:Tanggal publish: 14/01/2026
Berita
SUKABUMIUPDATE.com – Masyarakat diminta waspada terhadap beredarnya informasi palsu mengenai pendaftaran beasiswa gratis yang mengatasnamakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di media sosial Facebook.
Informasi tersebut menawarkan program beasiswa untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga mahasiswa. Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Klaim yang Beredar
Sebuah akun Facebook membagikan tautan yang mengatasnamakan Kemendikdasmen dan mengklaim membuka pendaftaran beasiswa gratis tahun 2026.
Dalam tautan tersebut, calon pendaftar diminta mengisi sejumlah data pribadi, termasuk nama akun Telegram yang aktif. Selanjutnya, pendaftar diarahkan untuk bergabung ke dalam grup Telegram tertentu.
Modus seperti ini umumnya digunakan pelaku untuk meyakinkan korban bahwa mereka akan mendapatkan beasiswa tanpa melalui proses seleksi yang ketat. Pada tahap berikutnya, korban biasanya diminta membayar sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi atau keperluan lainnya.
Fakta yang Sebenarnya
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Kemendikdasmen dan situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), informasi mengenai pendaftaran beasiswa gratis melalui tautan yang beredar di Facebook tersebut dipastikan merupakan hoaks.
Kemendikdasmen menegaskan tidak pernah membuka pendaftaran program beasiswa melalui tautan maupun mekanisme seperti yang beredar di media sosial tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tautan yang disebarkan justru mengarahkan pengguna untuk memasukkan data pribadi dan akun Telegram aktif. Pola semacam ini berpotensi menjadi modus penipuan digital yang dapat merugikan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi beasiswa yang beredar melalui akun media sosial tidak resmi, terutama yang meminta data pribadi, mengarahkan ke grup Telegram, atau meminta sejumlah biaya.
Seluruh informasi resmi mengenai program beasiswa Kemendikdasmen hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah yang telah terverifikasi, salah satunya melalui laman https://beasiswaunggulan.kemendikdasmen.go.id/.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Kemendikdasmen tidak pernah membuka pendaftaran beasiswa melalui tautan maupun akun Facebook sebagaimana yang beredar. Masyarakat diminta selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah sebelum memberikan data pribadi atau melakukan transaksi apa pun.
Sumber: Komdigi
Penulis: Siti Sayyidatunnisa, Mahasiswa Magang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sukabumi
[SALAH] Denmark Latihan Kesiapan Tempur Lawan AS soal Greenland
Sumber: TikTokTanggal publish: 14/01/2026
Berita
Beredar video [arsip] dari akun TikTok “juli.adi320” pada Kamis (8/1/2025), isinya memperlihatkan pesawat jet yang berterbangan.
Unggahan disertai narasi:
“Denmark melakukan latihan kesiapan tempur untuk melawan AS bila ambil Greenland”
Hingga Rabu (14/1/2026), konten itu mendapat lebih dari 8.366 tanda suka, 486 interaksi komentar, serta dibagikan ulang 146 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa dari platform komunitas daring reddit.com “antonioshamoun” yang diunggah pada Selasa (24/1/2023).
Diketahui, konteks asli dokumentasi adalah momen pesawat F16 yang sedang latihan serangan berkecepatan tinggi di Denmark pada 2023. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan persiapan tempur melawan AS jika AS mengambil Greenland.
Untuk diketahui, Trump memang sedang membahas berbagai opsi untuk menguasai Greenland, pulau terbesar di dunia yang saat ini dikendalikan Denmark.
“Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa akuisisi Greenland merupakan prioritas keamanan nasional Amerika Serikat dan hal ini penting untuk mencegah para pesaing kami di kawasan Arktik,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam tanggapannya atas pertanyaan Anadolu, Selasa (6/1/2026), dikutip dari inilah.com.
TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Denmark melakukan persiapan tempur untuk melawan AS jika ambil Greenland”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.
Kesimpulan
Rujukan
Hoaks Purbaya Bongkar Transaksi Jahat Jokowi Rp984 Triliun
Sumber:Tanggal publish: 14/01/2026
Berita
ADVERTISEMENT
Klaim tersebut dibagikan oleh akun Facebook @Ikhsan Kamil (arsip) pada Selasa (13/01/2026). Unggahan itu menampilkan layar gambar jalanan tanpa visual pendukung lain, dan hanya disertai rekaman suara dengan transkrip narasi.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam rekaman suara di video disebutkan bahwa pada tahun terakhir masa pemerintahan Jokowi, 2024, publik dihebohkan dengan temuan transaksi senilai Rp984 triliun. Transaksi tersebut diklaim bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun investasi resmi, melainkan transaksi keuangan mencurigakan yang diduga terkait praktik korupsi dan disebut-sebut tercatat oleh PPATK sepanjang tahun 2024.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Menkeu Purbaya bongkar transaksi jahat Jokowi di Bank Pembangunan China,” tulis pengunggah di keterangan video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Selain itu, narasi juga menyebut adanya hubungan langsung antara Jokowi dan Bank Pembangunan Cina dalam transaksi bernilai besar tersebut. Karena temuan ini, Purbaya diklaim akan berhadapan langsung dengan Jokowi.
Periksa Fakta Purbawa Bongkar Transaksi Jahat Jokowi. foto/Hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Hingga Rabu (14/1/2026), unggahan tersebut telah ditonton sekitar 28,6 ribu kali, memperoleh sekitar 1,4 ribu tanda reaksi, 289 komentar, serta dibagikan sebanyak 566 kali.
Klaim ini memicu perhatian publik karena menuding adanya transaksi keuangan berskala sangat besar yang melibatkan pejabat tinggi negara dan lembaga keuangan asing. Namun, benarkah Menteri Keuangan Purbaya membongkar transaksi mencurigakan senilai Rp984 triliun di era Jokowi?
Hasil Cek Fakta
Video tersebut berasal dari akun YouTube @Ruang Baru dengan judul “Purbaya Bongkar Transaksi Jahat Jokowi Ribuan Triliun di Bank China! Selama 2 Dekade Rakyat Sengsara!!” yang diunggah pada 7 Januari 2026. Rekaman suara yang sama dengan unggahan di Facebook dapat ditemukan pada bagian awal video, yakni sekitar detik 0:05 hingga 1:21.
Namun, di awal unggahan video tersebut, pengunggah mencantumkan keterangan bahwa konten yang disajikan dibuat untuk edukasi dan pendidikan. Secara implisit narasi yang disampaikan merupakan interpretasi atau opini, bukan laporan resmi atau pernyataan institusional dari pemerintah.
Untuk memahami konteks secara utuh, Tirto menonton keseluruhan video. Diketahui bahwa video tersebut memuat potongan pernyataan Gede Sandra, seorang Analis dari Lingkar Studi Perjuangan, yang diambil dari siniar @Forum Keadilan TV di YouTube pada 21 Oktober 2025.
Dalam siniar tersebut, Gede Sandra membahas dugaan maraknya praktik miss invoicing selama dua periode pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menyampaikan analisis bahwa praktik tersebut berpotensi menyebabkan kehilangan penerimaan negara dalam jumlah besar. Namun, pernyataan tersebut disampaikan sebagai analisis dan pendapat pribadi, bukan sebagai temuan resmi negara atau hasil investigasi lembaga berwenang.
Terkait nominal Rp984 triliun yang disampaikan dalam video tersebut, pernah disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada April 2025. Angka tersebut merupakan total transaksi aliran dana pada kasus dugaan korupsi selama 2024. Pernyataan ini disampaikan Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, pada Selasa, 22 April 2025, seperti pada tautan ini, sehingga menunjukkan nominal Rp984 triliun bukan terkait transaksi jahat seperti yang disampaikan dalam narasi pengunggah video.
Berdasarkan rangkaian penelusuran, klaim yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya membongkar transaksi mencurigakan senilai Rp984 triliun tidak memiliki dasar yang kuat. Tidak ditemukan bukti bahwa Purbaya secara resmi mengungkap atau menangani kasus transaksi tersebut, apalagi yang dikaitkan langsung dengan Bank Pembangunan Cina dan Jokowi.
Selain itu, informasi yang disampaikan dalam video juga tidak menunjukkan bahwa transaksi tersebut dilakukan oleh Jokowi, melainkan hanya disebut terjadi pada masa pemerintahannya. Penyebutan ini kemudian dipelintir menjadi tudingan personal yang tidak didukung fakta.
Penelusuran melalui mesin pencari juga tidak menemukan pemberitaan dari media nasional kredibel maupun pernyataan resmi pemerintah yang membenarkan klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya membongkar transaksi keuangan mencurigakan senilai ratusan triliun rupiah sebagaimana narasi yang beredar.
Kesimpulan
Faktanya, klaim tersebut hanya berasal dari potongan pendapat seorang analis yang dipelintir dari konteks aslinya. Tidak ada bukti maupun pernyataan resmi yang menunjukkan Purbaya pernah membongkar transaksi tersebut, serta tidak ada dasar yang membenarkan tudingan keterlibatan langsung Jokowi sebagaimana narasi yang beredar.
===========
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/2200681847424720
- https://archive.ph/T2fBR
- https://youtu.be/32D6eLTdFA8?si=1MILitJcrCFZ8lrY
- https://youtu.be/32D6eLTdFA8?si=Kf84ABnUZI0yFcah
- https://youtu.be/vm9EpANDtcs?si=VQ-x4LfctWolEUQw
- https://kumparan.com/kumparannews/ppatk-transaksi-korupsi-tahun-2024-mencapai-rp-984-triliun-24vbsBsuZz6
[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran “Lowongan Kerja Pegadaian 2026"
Sumber: TikTokTanggal publish: 14/01/2026
Berita
Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “infoterkini_78” pada Senin (12/01/2026) berisi narasi:
PT PEGADAIAN MEMBUKA LOWONGAN KERJA TAHUN 2026 UNTUK BEBERAPA POSISI
PENDAFTARAN RESMI DIBUKA MULAI
TANGGAL 3 JANUARI - 7 FEBRUARI 2026
Unggahan disertai takarir:
RESMI DIBUKA LOWONGAN KERJA PT PEGADAIAN PERSERO DI BUKA MULAI HARI INI BUAT TEMAN-TEMAN YANG INGIN MELAMAR SILAHKAN CEK LINK PENDAFTARAN YANG ADA DI BIO
Hingga Rabu (14/1/2026), konten tersebut telah mendapat 9 tanda suka serta dibagikan ulang sekitar 11 kali.
Hasil Cek Fakta
TurnBackHoax memasukkan kata kunci “pendaftaran PT Pegadaian 2026” ke mesin pencari Google. Hasil teratas mengarah ke pemberitaan kompas.com “Lowongan Kerja PT Pegadaian Minimal D3 Semua Jurusan, Ini Kualifikasinya”.
Berita yang tayang pada Senin (5/01/2025) tersebut menjelaskan PT Pegadaian (Persero) membuka lowongan kerja sebagai Administrator Contact Center, pendaftaran dibuka secara online mulai 5—7 Januari 2026 melalui laman resmi www.pegadaian.co.id/karir.
TurnBackHoax kemudian mengakses tautan di bio akun TikTok “infoterkini_78”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi, tetapi ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, asal provinsi, serta nomor Telegram.

.png)


.png)