• Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Bansos Digital Resmi dari Kementerian Sosial

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 8 Januari 2026.
    Klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial berupa tulisan sebagai berikut.
    "📢 Program Bansos Digital Resmi dari Kementerian Sosial RI
    đź’° Bantuan Hingga Rp1.500.000 untuk Warga yang Berhak
    🛡️ Tanpa calo. Tanpa antri. Langsung diverifikasi.
    📲 Daftar sekarang melalui platform resmi berikut:
    Cepat, Aman, dan Transparan. Bantu diri & keluarga hari ini!"
    Unggahan tersebut disertai dengan menu daftar, jika diklik muncul link berikut.
    "https://program-bansos.cek-info.com/?fbclid=IwY2xjawPNWGRleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFwVlhPRVhxQVc1SjNCYVFZc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHraCGtSVK-DW1PXSjbsrsd4cF_5i0mytOCmrT9RypPIkm-aqROx339ZHKLuH_aem_khGttW6oacjq_LmUzJKplQ"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital meminta sejumlah identitas, seperti nama dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial, penelusuran  mengarah pada pengumuman berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial" yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Sosial, Kemensos.go.id.
    Berikut pengumumannya:
    "Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
    Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
    Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Lengkap! Daftar Bansos 2026 dan Cara Cek Status Penerima dari Kemensos" yang dimuat situs Liputan6.com.
    Situs liputan6.com menyebutkan, bagi masyarakat yang belum terdaftar atau ingin mengajukan sebagai penerima baru, pendaftaran bansos Kemensos dapat dilakukan secara online maupun offline.
    Pendaftaran online bisa melalui aplikasi Cek Bansos atau situs resmi Kemensos cekbansos.kemensos.go.id dengan menyiapkan dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga. Sementara itu, pendaftaran offline dapat dilakukan di kantor desa/kelurahan setempat dengan membawa KTP dan KK.
    Setelah pendaftaran, data akan masuk ke tahap verifikasi yang melibatkan pencocokan data kependudukan, penilaian kondisi sosial ekonomi, dan pemadanan dengan data bantuan lain. Proses ini memerlukan waktu dan tidak semua pendaftar otomatis menerima bansos.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bansos digital resmi dari Kementerian Sosial tidak benar.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Cristiano Ronaldo Umrah

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar foto yang diklaim mega bintang sepak bola Cristiano Ronaldo umrah bareng pasangannya, Georgina Rodriguez. Yuk cek faktanya dulu.



    Foto tersebut salah satunya diunggah akun TikTok bernama khushnaseeb, 28 Agustus 2025 lalu.



    Dalam unggahannya, akun tersebut membagikan beberapa momen Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez berfoto di depan ka’bah hingga beberapa tempat di Makkah maupun Madinah.



    ”Allah hu akbar, Cristiano Ronaldo performed Umrah with his wife Subhan Allah!,” tulis akun tersebut seperti dikutip Murianews.com, Jumat (9/1/2026).



    Hingga, Jumat (9/1/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan tanda suka sebanyak 722 kali dan 46 komentar.



    Namun, setelah dicek faktanya, foto tersebut merupakan hoaks dan hasil rekayasa AI. Penelusuran selengkapnya dapat disimak di halaman berikut.



    Penelusuran...

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri foto yang menggambarkan Cristiano Ronaldo dan pasangannya, Giorgina Rodriguez umrah dengan menggunakan Hive Moderation.



    Hasil analisa tools untuk mendeteksi penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), foto tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan probabilitas 60,7 persen.



    Hasil analisa menggunakan Hive Moderation. (Dok. Murianews)



    Diketahui, meski merumput di Arab Saudi, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Cristiano Ronaldo yang menyatakan telah memeluk Islam.



    Tim Cek Fakta Murianews.com juga tak mendapati adanya pemberitaan dari sumber terpercaya yang menyatakan Cristiano Ronaldo telah memeluk Islam dan umrah atau berhaji.



    Kesimpulan...

    Kesimpulan



    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Murianews.com, foto yang menggambarkan Cristiano Ronaldo umrah atau haji merupakan disinformasi kategori false content atau konten palsu.



    Foto-foto yang menggambarkan mega bintang sepak bola asal Portugal umrah tersebut merupakan hasil rekayasan kecerdasan buatan alias AI.



    HOAKS: Cristiano Ronaldo dan Giorgina Rodriguez umrah atau haji. (Dok. Murianews)
    • Murianews.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru: Video Menteri Keuangan Purbaya Bagi-bagi Uang Rp50 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita

    VIDEO dengan klaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta kepada masyarakat beredar di Facebook [arsip] sejak 25 Desember 2025.  

    Dalam video berdurasi 20 detik itu, Purbaya mengatakan bagi-bagi uang tersebut sebagai salah satu program dari Presiden Prabowo Subianto. “Saya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, ingin memberitahu bahwa bantuan ini tidak pandang bulu siapa pun kalian berhak mendapatkan. Segera daftar dan masukkan data diri Anda,” ucapnya.



    Namun, benarkah video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengklaim membagikan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta itu asli?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video tersebut menggunakan fitur pencarian gambar terbalik Google dan perangkat deteksi akal imitasi. Hasilnya, sosok Purbaya dalam video yang beredar terbukti merupakan hasil manipulasi teknologi akal imitasi. 



    Materi visual tersebut identik dengan foto Purbaya pada salindia ketiga di akun Instagram resmi Kementerian Keuangan, @menkeuri. Foto asli itu diambil saat mantan Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut bertemu dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di kantor Kementerian Keuangan pada Jumat pagi, 19 Desember 2025.

    Unggahan asli itu diberi keterangan tertulis, “Menkeu Purbaya kembali berdiskusi dengan jajaran @kadin.indonesia.official di kantor @kemenkeuri pagi ini. Aspirasi dari pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim bisnis dan investasi yang semakin sehat, kondusif, serta berdaya saing. Pemerintah berkomitmen terus membuka ruang dialog dan memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi.”

    Dalam pertemuan tersebut, Kadin hadir bersama asosiasi dan pelaku usaha bidang furniture dan elektronik. Ketua Umum Kadin periode 2024-2029, Anindya Bakrie lewat akun Instagramnya, menjelaskan, mereka berdiskusi mengenai  deregulasi dan insentif untuk mendukung sektor furnitur maupun elektronik. 

    Tidak ada perbincangan mengenai pembagian uang Rp50 juta kepada masyarakat.

    Selanjutnya, Tempo menguji video berdurasi 20 detik itu menggunakan Hive Moderation. Alat itu menyimpulkan adanya elemen AI baik pada video maupun audio dengan agregat sebesar 97 persen dan 99 persen.

    Sementara hasil analisis dengan alat deteksi WasitAI, menyimpulkan wajah Purbaya dalam video itu dihasilkan dengan AI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengklaim membagikan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta adalah keliru.

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru: Virus Superflu Lebih Parah daripada Covid-19

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2026

    Berita

    UNGGAHAN dengan klaim virus Superflu atau virus influenza A9H2subclade K lebih parah daripada virus Covid-19 beredar di Tiktok [arsip] dan Facebook pada 2 Januari 2025.

    Konten tersebut memperlihatkan gambar dua orang mengenakan baju hazmat berwarna putih. Pengunggah menempelkan tulisan berisi, “Baru sehari 2026, virus Super Flu sudah masuk Indonesia, lebih parah daripada Covid-19”.



    Hingga artikel ini ditulis, konten itu sudah ditonton 590.000 kali, disukai 2.509, dan dikomentari 1.422 pengguna. Namun benarkah virus Superflu lebih parah dan berbahaya daripada virus Covid-19?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut dengan mengonfirmasi dokter spesialis dan menelusuri sumber pemberitaan kredibel. Hasilnya, gejala yang dialami penderita kasus positif di Indonesia tergolong ringan. Berbeda dengan gejala saat pandemi Covid-19.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Kementerian Kesehatan Surabaya, dr. Arif Luqman Hakim, Sp.PD, menjelaskan bahwa Superflu merujuk pada virus influenza musiman tipe A dengan subtipe H3N2 atau juga dikenal dengan virus influenza musiman.

    “Superflu bukan ancaman baru yang bisa disetarakan dengan virus Covid-19,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 8 Januari 2026.

    Nama superflu tidak terkait dengan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan pada tubuh pasien. Penyematan label "super" pada virus ini merujuk pada laju penularan yang dianggap lebih agresif dari biasanya. Penyebaran yang cepat ini, kata dia, akibat faktor perubahan cuaca yang ekstrem.

    Ia mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu yang menyebutkan bahwa virus ini lebih parah daripada saat pandemi Covid.

    Di Indonesia, keberadaan virus ini mulai terdeteksi sejak pertengahan Agustus 2025. Berdasarkan analisis urutan genom (Whole Genome Sequencing/WGS) terhadap ratusan sampel hingga Desember 2025, ditemukan 62 kasus positif yang mayoritas menyerang kelompok rentan seperti wanita dan anak-anak. Seluruh penderita Superflu dalam kondisi klinis yang stabil dengan gejala ringan.

    Berbeda dengan Superflu, mereka yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat memiliki tingkat keparahan tertentu hingga kematian. Merujuk Our World In Data per 21 Desember 2025 menunjukkan sebanyak 7 juta lebih orang yang meninggal karena Covid-19.

    Tempo melaporkan penjelasan World Health Organization (WHO) bahwa varian ini merupakan hasil perubahan bertahap atau genetic drift yang lazim terjadi pada virus influenza musiman. Virus ini terus bereplikasi dan beradaptasi di tengah populasi manusia melalui mutasi pada gen hemaglutinin (HA), bagian yang menjadi target utama sistem kekebalan tubuh. 

    Sebelum terdeteksi di Indonesia, varian ini telah menyebar di sejumlah negara Asia sejak Juli 2025, termasuk Cina, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Posisi Indonesia sebagai salah satu pusat transit di Asia Tenggara mempercepat paparan subclade K yang masuk melalui arus perjalanan internasional.

    Data WHO Global Influenza Update per 28 Desember 2025 mencatat lonjakan kasus influenza di belahan bumi utara jauh lebih besar daripada wilayah selatan. Di kawasan utara, peningkatan kasus melampaui 30 persen di Amerika Tengah, Karibia, Afrika Utara, Eropa, serta sebagian besar wilayah Asia. 

    Sementara itu, Asia Tenggara dan Afrika melaporkan kenaikan kasus di atas 10 persen. Influenza A(H3N2) menjadi varian paling dominan di hampir seluruh zona, kecuali di wilayah Amerika Selatan Tropis yang lebih banyak melaporkan kasus influenza tipe A(H1N1)pdm09.

    Guna menekan risiko paparan superflu, dokter Arif Luqman Hakim mengimbau masyarakat mencermati proses penularannya yang menyebar melalui droplet saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, superflu menular melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi cairan tubuh penderita. 

    Arif menegaskan bahwa masyarakat perlu menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk memutus rantai penularan, terutama dengan rutin mencuci tangan setelah beraktivitas di ruang publik. Penggunaan masker juga tetap krusial, baik bagi warga yang sehat maupun yang sedang sakit, untuk saling melindungi. Sebagai perlindungan tambahan, Arif menyarankan vaksinasi influenza tahunan agar sistem imun mengenali subtipe virus yang sedang beredar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa virus Superflu lebih parah dan berbahaya daripada virus Covid-19 adalah keliru.

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini