• [SALAH] Bobby Nasution: Hanya Iblis yang Tak Bisa Dipanggil Penegak Hukum

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 30/11/2025

    Berita

    Akun TikTok “belibis6699” pada Sabtu (15/11/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Bobby Nasution sedang menuturkan narasi sebagai berikut:


    “Hanya Iblis yang tak bisa dipanggil penegak hukum”.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati terdapat ikon pemberitaan "inilah.com" dalam video tersebut. TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram “inilah_com” dan menemukan salah satu unggahan yang menampilkan foto Bobby Nasution dengan desain grafis identik.


    Dalam unggahan tersebut, inilah.com memuat opini Abdul Ficar Hadjar, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, yang menanggapi dugaan kasus suap proyek jalan di Sumatra Utara. Ia menegaskan bahwa dalam hukum, semua orang memiliki kedudukan yang sama dan dapat dipanggil secara paksa jika diperlukan, termasuk Bobby Nasution yang dapat dihadirkan sebagai saksi. Bukan pernyataan Bobby.


    "Hanya iblis saja yang tidak bisa dipanggil oleh penegak hukum, termasuk KPK", ujar Abdul Ficar Hadjar seperti yang diwartakan inilah.com pada Sabtu (8/11/2025).


    Kesimpulan

    Faktanya, pernyataan tersebut disampaikan Abdul Ficar Hadjar (pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti) saat menanggapi dugaan kasus suap proyek jalan di Sumatra Utara. Jadi, unggahan video berisi klaim “Bobby Nasution mengatakan ‘hanya iblis yang tak bisa dipanggil penegak hukum’” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • [PENIPUAN] Mahfud MD Bagi-Bagi Tunjangan Jutaan Rupiah

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/11/2025

    Berita

    Akun Facebook “prof Mohammad Mahfud MD” pada Selasa (18/11/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Mahfud MD sedang menuturkan narasi sebagai berikut:

    Assalamualaikum, Puji syukur dan alhamdulillah, hasil dari kita melakukan pertemuan hari ini berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Saya ingin menyampaikan bahwa ada dana tunjangan bantuan untuk yang masih mempunyai tanggungan anak sekolah maupun modal usaha sebanyak 100 juta perorangan akan mendapatkan bantuan ini resmi, bukan rekayasa atau hoax saya bertanggung jawab penuh apabila tidak cair. Dari manapun boleh ikut pendaftaran, mulai dari Sabang sampai Merauke tidak dipilih, namun harus benar-benar membutuhkan. Semoga ini dapat membantu meringankan yang sedang mengalami permasalahan keuangannya dan juga usahanya berkembang. Langsung saja menghubungi WhatsApp saya untuk menerima tunjangan dana bantuan ini tidak di. Messenger, karena jangan sampai ada pihak lain yang mengambil kesempatan yang tidak percaya tidak usah ikutan pendaftaran untuk yang mau saja mungkin itu saja yang saya sampaikan assalamualaikum warahmatullahi, wabarakatuh.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan Yandex Image. Hasil penelusuran mengarah ke video “Press Update Menko Polhukam 20 November 2021” yang tayang di kanal YouTube Kemenko Polkam RI pada November 2021.


    Dalam video tersebut Mahfud MD–saat itu masih menjabat sebagai Menko Polhukam–menyampaikan konferensi pers untuk merespons penangkapan tiga terduga teroris yang melibatkan oknum MUI. Mahfud tidak sedang menyampaikan pemberian bantuan atau tunjangan bagi yang membutuhkan dalam video tersebut.


    TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI Hive Moderation. Diketahui, video itu merupakan hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 99,6 persen.


    Kesimpulan

    Dalam video asli Mahfud MD yang saat itu masih menjabat sebagai masih menjabat sebagai Menko Polhukam merespons penangkapan tiga terduga teroris yang melibatkan oknum MUI. Unggahan video berisi narasi “Mahfud MD bagi-bagi tunjangan jutaan rupiah” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • [PENIPUAN] Ada Bantuan Sembako dan Uang untuk Beli Perlengkapan Sekolah dari Prabowo

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/11/2025

    Berita

    Pada Selasa (18/11/2025) akun Facebook “Cek Tanggal Pencairan PKH Hari ini” membagikan foto [arsip] Presiden Prabowo berisi narasi :

    “BONUS AKHIR TAHUN INI

    Punya anak sklh Balls ,,,(Hadir) dpt bantuan sembako & uang U beli peralatan sekolah”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) juga menemukan  foto [arsip] dengan narasi serupa diunggah oleh akun Facebook “FAILED IN LIFE” pada Selasa (18/11/2025)

    Hingga Minggu (30/11/2025) unggahan akun Facebook “Cek Tanggal Pencairan PKH Hari ini” mendapat 8.600 tanda suka dan 12.500 komentar, serta dibagikan ulang 58 kali. 

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “program bantuan pendidikan Presiden Prabowo” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi maupun pemberitaan resmi yang mendukung klaim tentang adanya bonus akhir tahun berupa bantuan sembako atau uang untuk membeli perlengkapan sekolah.

    Penelusuran berlanjut dengan memeriksa potret unggahan akun Facebook “Cek Tanggal Pencairan PKH Hari ini” melalui Google Lens. Penelusuran mengarah ke pemberitaan antaranews.com “Prabowo Subianto ajak masyarakat sambut tahun baru dengan gembira dan optimis” yang tayang Selasa (31/12/2025).

    Konteks asli foto adalah momen Prabowo melambaikan tangan usai menyampaikan keterangan pers terkait kenaikan tarif pajak pertambahan nilai, sama sekali tidak ada kaitannya dengan “bonus akhir tahun, bantuan sembako, atau uang pembelian perlengkapan sekolah”.

    Kesimpulan

    Tidak ada informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “ada sembako dan uang untuk beli perlengkapan sekolah dari Prabowo” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Eropa Kacau Usai Indonesia Hentikan Ekspor Bahan Pangan

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 30/11/2025

    Berita

    Pada Selasa (4/11/2025) akun TikTok “catatansamsu” membagikan video [arsip] disertai narasi :

    “Ternyata Negara Barat Sangat TERGANTUNG ke Indonesia

    INDONESIA HENTIKAN EKSPOR! EKONOMI EROPA KACAU, SUPERMARKET KOSONG, SEMBAKO KOSONG & HARGA MAHAL!”

    Hingga Minggu (30/11/2025) unggahan telah mendapat 11.000 tanda suka, 662 komentar, dan dibagikan ulang 372 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co

    Hasil penelusuran tempo.co mengungkap Indonesia tetap mengekspor berbagai komoditas ke Eropa, meski bukan seluruhnya berupa bahan makanan. Sebagian visual yang diklaim menggambarkan kekacauan di Eropa ternyata sebagian dibuat dengan akal imitasi.

    Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Prof. Rossanto Dwi Handoyo, SE., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa tidak ada penghentian ekspor bahan makanan Indonesia ke Eropa, kecuali untuk komoditas nikel dan minyak kelapa sawit (CPO). Namun, hal itu itu tidak menyebabkan krisis di Eropa karena kebutuhan minyak sawit bisa digantikan oleh minyak biji bunga matahari, minyak jagung, atau minyak zaitun.

    Sejak 2018, Uni Eropa memberlakukan kebijakan RED II dan undang-undang anti-deforestasi yang mempengaruhi ekspor minyak sawit, kopi, dan kedelai dari Indonesia, Brasil, dan Kolombia. Ekspor minyak sawit mentah dan olahan Indonesia ke Uni Eropa menurun dari 5,7 juta ton pada 2018 menjadi 3,3 juta ton pada 2024.

    Menurut Teuku Riefky dari LPEM UI, hubungan dagang Indonesia-Uni Eropa justru akan semakin terbuka melalui Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditandatangani pada 23 September 2025 dan berlaku efektif 2027. Perjanjian ini memberikan akses bebas tarif untuk 95 persen produk ekspor Indonesia ke Uni Eropa.

    Perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa tetap mencatat surplus. Dalam empat bulan pertama 2025, surplus mencapai 2,33 miliar dolar AS, lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2024 sebesar 1,75 miliar dolar AS. Meski tren ekspor minyak sawit menurun, komoditas ini masih menjadi salah satu unggulan Indonesia ke Uni Eropa.

    Kesimpulan

    Faktanya, Indonesia tetap mengekspor berbagai komoditas ke Eropa meski bukan seluruhnya bahan makanan. Jadi, unggahan video berisi klaim “Eropa kacau setelah Indonesia hentikan ekspor bahan pangan” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini