• Cek Fakta: Rekrutmen CPNS Badan Gizi Nasional untuk Dapur Umum Makan Bergizi Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/06/2027

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Beredar informasi Rekrutmen Badan Gizi Nasional atau BGN di aplikasi perpesanan WhatsApp warga Sukabumi. Lebih spesifik, narasi menyebutkan bahwa lowongan dibuka terkait kebutuhan dapur umum makan siang gratis yang kini sedang berlangsung di sejumlah daerah.

    "Pembukaan CPNS oleh BGN utk di tempatkan ngurus DAPUR UMUM makan Siang Gratis" bunyi pesan yang beredar di grup WhatsApp warga Sukabumi, Selasa, 7 Januari 2025.

    Informasi rekrutmen itu dilengkapi dengan satu file yang dibagikan dengan nama "27122004_PENGUMUMAN_SPPI". File memuat tentang Persyaratan Seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia atau SPPI Batch 3.

    Lantas, benarkah ada rekrutmen CPNS Badan Gizi Nasional untuk dapur umum Makan Bergizi Gratis? Cek faktanya!

    Hasil Cek Fakta

    Informasi Rekrutmen SPPI Batch 3 Badan Gizi Nasional untuk Dapur Umum Makan Siang Gratis

    Hasil penelusuran Cek Fakta sukabumiupdate.com menunjukkan, informasi yang menerangkan rekrutmen Badan Gizi Nasional untuk dapur umum Makan Bergizi Gratis adalah benar.

    Hal itu mengacu pada sumber resmi di website https://spp-indonesia.com, bahwa saat ini sedang dibuka seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Batch 3.

    File rekrutmen SPPI Batch 3 yang beredar di grup WhatsApp warga Sukabumi, sama dengan file resmi Pembukaan Pendaftaran PENGUMUMAN di laman spp-indonesia.com. Redaksi sukabumiupdate.com mencoba mengunduh file tersebut dan hasil dokumen memiliki nama yang sama, yaitu "27122004_PENGUMUMAN_SPPI".

    Mengutip sumber lain di laman Career Development Center Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, informasi rekrutmen Badan Gizi Nasional untuk dapur umum makan siang gratis turut dibagikan secara rinci. Informasi itu juga sama dengan isian dokumen seleksi SPPI Batch 3 yang beredar di grup WhatsApp warga Sukabumi.

    Rujukan terakhir yang diperoleh sukabumiupdate.com yakni berita BGN di laman media Tempo.co, bertajuk "BGN Ungkap SPPI Bakal Menjadi ASN PPPK untuk Dukung Makan Bergizi Gratis".

    Disebutkan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sebagai pelaksana makan bergizi gratis akan dijadikan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.

    SPPI, seperti mengutip Tempo, nantinya akan menjadi kepanjangan tangan BGN dalam melaksankan program Makan Bergizi Gratis di daerah.

    “Ya (nanti) akan menjadi PPPK. Dalam proses, masih dalam proses,” kata Dadan usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Senin, 6 Januari 2025.

    Sebelumnya, Staf Ahli Kepala BGN Ikeu Tanziha mengatakan bahwa setiap unit pelayanan makan bergizi gratis yang tersebar di berbagai daerah diisi oleh tiga lulusan SPPI yang terbagi atas posisi manajer, administrasi dan ahli akuntansi, serta tenaga gizi.

    “Itu (SPPI yang bertugas di unit pelayanan) nanti digaji oleh BGN. Hanya kalau pekerja di situ, kita ambil dari masyarakat sekitar,” kata Ikeu usai menghadiri Executive Meeting bersama YLKI di Jakarta, Selasa, 19 November 2024 lalu melansir Antara.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil Cek Fakta sukabumiupdate.com, informasi rekrutmen CPNS BGN untuk dapur umum Makan Bergizi Gratis adalah BENAR, dengan alasan:

    Hal itu sebagaimana merujuk sumber resmi SPPI dan berita terkait yang disadur dari Tempo.co.

    *Catatan: sebagai informasi, ASN terbagi menjadi dua yaitu CPNS dan PPPK.

    Sumber: SPPI | CDC Itenas | Tempo
    • Sukabumi Update
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Klaim Menyesatkan: TBC Disebarkan Lewat Chemtrail, Faktanya?

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/06/2027

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya klaim menyesatkan terkait penyebaran penyakit tuberkulosis atau TBC. Narasi yang diunggah oleh akun X @Boediantar4 pada Jumat (16/5/2025) menyebut bahwa TBC disebarkan lewat langit menggunakan pesawat, menyerupai teori konspirasi lama soal “chemtrail”.

    Unggahan tersebut berbunyi, “Selalu Perhatikan Langit Kita... Chemtrail / racun di Sebar , ga lama batuk2 , pilek , meriang , klo dlu di Vonis c19 , skrg bakal di vonis TBC ...Ada gejala ga ada gejala Kalian di Vonis TB. Ingat dlu 99% yg Meninggal di COVID kan , semua Wafat di RUMAH SAKIT!! think smart”.

    Klaim ini muncul tak lama setelah pemerintah mengumumkan kerja sama dengan Gates Foundation milik Bill Gates untuk menggelar uji klinis vaksin TBC. Keterkaitan narasi tersebut dengan Bill Gates menambah kuat aroma teori konspirasi global dalam unggahan tersebut.

    Namun, benarkah TBC disebarkan lewat langit dengan pesawat?

    Klaim bahwa pesawat menyebarkan zat kimia beracun ke udara bukanlah hal baru. Istilah “chemtrail” telah lama digunakan oleh para penganut teori konspirasi untuk menggambarkan jejak putih di langit yang ditinggalkan oleh pesawat. Namun, para ahli dan pihak otoritatif secara konsisten membantah hal ini.

    Kepala Dinas Penerbangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, seperti dilansir dari kompas.com, menjelaskan bahwa jejak putih yang tampak setelah pesawat melintas adalah contrail, singkatan dari condensation trail. Ini merupakan hasil pengembunan udara yang memiliki kadar air tinggi saat bersentuhan dengan suhu panas dari mesin pesawat.

    “Ini merupakan hasil dari pengembunan udara dengan kadar air tinggi yang bergesekan dengan mesin pesawat. Ada juga yang menyebutnya dengan vapor trails, tapi jika bentuknya mulai berpendar atau melebar seperti awan biasa juga disebut aviaticus cloud,” kata Indan.

    Hal senada juga disampaikan oleh pengamat penerbangan sekaligus mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Cheppy Hakim. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena perbedaan suhu ekstrem di ketinggian.

    “Intinya karena di atas itu temperaturnya dingin, exhaust knalpotnya itu panas, maka terjadilah proses kondensasi yang terlihat seperti asap putih itu,” jelas Cheppy.

    Penularan TBC Tidak Lewat Udara Terbuka

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyebaran bakteri ini tidak terjadi lewat udara terbuka atau langit, melainkan melalui droplet atau percikan cairan dari penderita yang berbicara, batuk, atau bersin.

    TBC memang paling sering menyerang paru-paru, tetapi bisa juga menjangkiti organ lain seperti selaput otak, kulit, tulang, dan kelenjar getah bening. Penularan bisa terjadi apabila seseorang sering berinteraksi dekat dengan pasien TBC aktif, khususnya di ruang tertutup tanpa ventilasi yang baik.

    Menyebarkan narasi konspiratif seperti “chemtrail penyebab TBC” tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi mengganggu upaya pencegahan dan pengobatan TBC yang tengah digencarkan pemerintah.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa penyakit TBC disebarkan lewat langit menggunakan pesawat merupakan konten menyesatkan (misleading content). Narasi ini merupakan bagian dari teori konspirasi yang tidak berdasar dan telah berulang kali dibantah oleh para ahli di bidang penerbangan dan kesehatan. Publik diimbau untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

    SUMBER: https://tribratanews.jabar.polri.go.id/klarifikasi-hoax-misleading-content-ada-racun-disebarkan-dengan-chemtrail-sebabkan-tbc/ https://www.bbc.com/indonesia/articles/cz63jlwll6eo https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/05/17/143300382/-hoaks-tbc-disebarkan-lewat-langit-menggunakan-pesawat

    PENULIS: Muhammad Syauqi Musyaffa, Mahasiswa Magang Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sukabumi
    • Sukabumi Update
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • CEK FAKTA: Narasi Prabowo: “95 Persen Kepala Desa Tidak Berguna” Adalah SALAH!

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/05/2027

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Di media sosial Facebook beredar informasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin menghapus jabatan kepala desa (kades) karena dinilai tidak berguna.

    Narasi tersebut beredar melalui sebuah video yang diunggah akun Facebook @Viral Update pada Selasa (9/12/2025). Dalam unggahan itu, tertulis narasi:

    “BUB4RK4N K4D3S ‘Pr4bow0’ 📢: Simp3l s4j4, s3tujukah r4ky4t jik4 di n3gar4 Indonesia k4des di h4puskan s4ja? S3bab 95% k4des di Indonesia tid4k b3rgun4, b4nyak 0knum k4des j4di korup d4na d3sa dan b4nsos PKH b4ntuan b3r4s 😩”

    Sementara pada bagian caption tertulis, “Gimana pendapatnya sedulur yang budiman?”

    Hingga Rabu (17/12/2025), unggahan tersebut telah mendapatkan sekitar 48 ribu suka, 17 ribu komentar, dan 1,9 ribu kali dibagikan. Beragam komentar warganet pun bermunculan, seperti “Bubarkan pak”, “Hapus saja pak banyak yang korupsi”, hingga “Setuju kades dihapus saja, Bapak Presiden”.

    CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menggunakan Google Lens, video tersebut mengarah pada tayangan di kanal YouTube Najwa Shihab berjudul “13 Tahun Mata Najwa: Bergerak Bergerak Berdampak | Mata Najwa” yang ditayangkan pada Minggu (19/11/2023), dimana baju yang dikenakan Prabowo sama dengan postingan yang diunggah oleh akun Facebook tersebut.

    Dan lebih jelasnya gambar aslinya sosok prabowo saat itu tengah ditanya-tanya oleh Najwa Shihab tentang suka menari pada menit 1:58:51-2:01:30.

    Hingga kini, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel yang menyatakan Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan rencana penghapusan jabatan kepala desa.

    Mengutip Tempo.co dalam artikel berjudul “Keliru: Prabowo Berencana Hapus Jabatan Kepala Desa” yang tayang Jumat (26/11/2025), sejumlah narasi tersebut telah dibantah. Artikel itu menegaskan bahwa klaim Prabowo akan menghapus jabatan kepala desa maupun membuat aturan untuk memiskinkan koruptor dana desa adalah tidak benar.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Sumber: Turnbackhoax
    • Sukabumi Update
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Ribuan Narapidana Dipekerjakan Polri Jadi Tukang Masak di Dapur MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/04/2027

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan di media sosial Facebok pada beberapa waktu lalu cukup menghebohkan warganet. Bagaimana tidak, dalam narasinya disebutkan polisi telah mempekerjakan ribuan narapidana jadi tukang masak di dapur MBG (Makan Bergizi Gartis).

    Diunggah oleh akun Facebook Siantar Nexspart, berikut isi narasinya:

    “Kapolri menegaskan "Kesatuannya menugaskan 1.000 Nara pidana untuk bekerja memasak makanan MBG. Kegiatan ini guna memberikan nilai bagi kepolisian untuk mengurangi biaya kariawan. Untuk masalah keracunan di himbau jangan pernah lapor ke polisi itu sama saja Konyol karena Ribuan dapur MBG di kelolah oleh kapolri,” tulis dalam captionnya.

    Postingan itu sudah di like sebanyak 1.900 akun, 400 komentar dan menuai beragam komentar dari warganet.

    Cek Fakta:

    Dikutip dari Turnbackhoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut dengan memasukkan kata kunci “Polri pekerjakan ribuan narapidana untuk memasak di dapur MBG” di mesin pencari Google.

    Hasil pencarian teratas mengarah pada artikel radarcirebon.com berjudul “Pekerjakan Napi di Dapur MBG, SPPG Tangerang Pastikan Sudah Lewati Proses Tes Psikologi Ketat” yang terbit pada Minggu (26/4/2026).

    Berdasarkan informasi tersebut, diketahui bahwa 11 narapidana memang dipekerjakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Tangerang. Namun, tugas mereka hanya mencuci ompreng, bukan memasak. Head Chef SPPG menjelaskan bahwa para narapidana tersebut telah menjalani proses seleksi ketat, baik dari pihak kepolisian maupun SPPG.

    Hingga saat ini, tidak ditemukan laporan resmi ataupun pemberitaan kredibel yang menyebut bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melibatkan ribuan narapidana sebagai juru masak di dapur SPPG.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Sumber: Turnbackhoax
    • Sukabumi Update
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini