• [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Driver Gojek

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Mitra Gocar dan Gojek” pada Minggu (19/4/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    Lowongan kerja GoCar (mitra driver) tersedia di berbagai kota, dengan persyaratan utama usia 18-65 tahun, memiliki SIM A, E-KTP, SKCK, motor atau mobil layak jalan

    Pendaftaran gratis melalui situs resmi Gojek https://daftar.online57.my.id/a2

    dan peluang terbuka di seluruh wilayah Indonesia menyesuaikan kebutuhan.

    Unggahan tersebut telah mendapatkan 30-an tanda suka per Kamis (30/4/2026).

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara mendaftar driver gojek” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke artikel di laman gojek.com mengenai cara mendaftar driver Gojek.

    Berdasarkan artikel yang diunggah pada Agustus 2025 itu, diketahui bahwa pendaftaran driver Gojek hanya bisa dilakukan melalui aplikasi “Gojek Driver” atau kantor resmi operasional Driver Support Unit (DSU) Gojek.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan driver Gojek” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ikan Lele Jadi Penyebab Gagal Ginjal Kronis

    Sumber: X.com
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun X “AnakLolina2” pada Sabtu (15/4/2026).  Unggahan beserta narasi :

    “Informasi menarik nih gaes...

    Buat kalian yang suka makan ikan lele mulai sekarang hati-hati ya. BPJS perna mengumumkan kalau mereka membayar tagihan untuk pasien gagal ginjal sebesar 11 T.

    Dari sekian banyak kasus, ikan lele berkontribusi sebagai penyebab dari munculnya kasus gagal ginjal itu sendiri.”

    Hingga Kamis (30/4/2026) unggahan telah mendapatkan 2.800 tanda suka, 300-an komentar dan telah dibagikan ulang 980-an kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “BPJS gagal ginjal 11 triliun ikan lele” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan Kompas.com berjudul “Klaim Gagal Ginjal Kronis dengan BPJS Kesehatan Disebut Naik Pesat, Apa Penyebabnya?” yang terbit pada Kamis (3/7/2025). 

    Dalam pemberitaan tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah membenarkan pembiayaan perawatan penyakit gagal ginjal kronis mencapai Rp11 triliun pada 2024, meningkat dari Rp10 triliun pada 2023. Namun, kenaikan biaya tersebut terjadi karena bertambahnya peserta JKN, akses layanan kesehatan yang semakin luas, kenaikan tarif rumah sakit, serta harga obat-obatan. 

    Peneliti ikan air tawar dari BRIN, Haryono, membantah anggapan bahwa seluruh ikan lele disuntik antibiotik. Ia menjelaskan, dalam budidaya ikan lele tidak selalu menggunakan antibiotik, terutama pada peternak skala rumah tangga. Jika pun diperlukan, pemberian antibiotik pada ikan budidaya umumnya dilakukan secara kelompok melalui pakan (in-feed administration), bukan dengan cara disuntik satu persatu ke ikan. Hal ini sejalan dengan ASEAN Guidelines for the Prudent Use of Antimicrobials in Aquaculture

    Dikutip dari National Kidney Foundation, gagal ginjal kronis umumnya disebabkan oleh penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi), bukan oleh satu jenis makanan tertentu seperti ikan lele. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari BPJS Kesehatan maupun lembaga ilmiah yang menyebut konsumsi ikan lele sebagai penyebab gagal ginjal di Indonesia.

    Kesimpulan

    Faktanya, gagal ginjal kronis umumnya disebabkan oleh penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi), bukan oleh satu jenis makanan tertentu seperti ikan lele. Unggahan video berisi klaim “ikan lele jadi penyebab gagal ginjal kronis” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Dedi Mulyadi Gelar Kuis Tebak Kata Nama Kota Hadiah Ratusan Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kuis tebak kata nama kota berhadiah ratusan juta rupiah. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Yang bisa tebak nama kabupaten dengan benar silakan kirim nomor whatsapp-nya sekarang"
    Unggahan disertai pernyataan dari Dedi Mulyadi, berikut isinya: 
    "sampurasun wilujeng enjing warga Jabar dan seluruh warga Indonesia yang berada di luar negeri khususnya yang ada di Malaysia, Hong Kong, Arab Saudi, mulai 2026 ini, saya mau berbagi rezeki ratusan juta rupiah bagi siapa saja yang bisa tebak nama di kota yang ada di gambar ini, segera anda kirimkan jawaban anda di pesan messenger yang jawabannya benar akan segera dihubungi oleh admin yang sudah saya percayakan, terima kasih "
    Terdapat link kirim pesan dalam postingan yang beredar tersebut
    Lalu benarkah klaim video Dedi Mulyadi menyampaikan kuis tebak kata nama kota berhadiah ratusan juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Dedi Mulyadi menyampaikan kuis tebak kata nama kota berhadiah ratusan juta. Penelusuran menggunakan google image ditemukan bahwa video klaim identik dengan pernyataan Dedi Mulyadi di akun TikTok pribadinya yakni @dedimulyadiofficial pada 25 Mei 2025.
    Dalam unggahannya, Dedi Mulyadi terlihat sedang berkendara di dalam mobil. Berikut isinya:
    "Assalamulaikum, sapurasun, wilujeng enjing wargi jabar, buat ibu ibu yang di rumah masak ya, buat anak anaknya. Biar pagi hari ini menikmati masakan ibunya yang enak, dan buat anak anakku ayo bangun mandi sarapan ya jangan main hape terus.
    Awas kalau main hape terus nanti pak gubernur datang menjemput mau dibawa ke barak tapi yang dibawa ke barak kakak kakak kamu justru menjadi anak anak yang baik berubah sikapnya, bervisi, dankemudian insyaallah mereka IQ nya di atas 78.
    Dan saya mengucpakan kepada warganet di manapun berada bahwa saat ini saya selaku membangun kegiatan narasi memvisualisasikan apa yang sebenarnya menjadi problem publik hari ini yaitu jujur saja pelaku kita yang masih buruk dari mulai perilaku tidak bisa mengelola sampah di lingkungan keluarga membuangnya di mana saja.
    Perilaku berkendaraan buruk di jalanan, perilaku membawa mobil dengan tonase yag sangat tinggi sehingga merusak jalan, perilaku kemalasan dan seluruuhnya itu harus dilakukan perubahan, dan tidak ada jalan melakukan perubahan itu kecuali memvisualisasikan
    walapun visualissai yang saya lakukan adalah visualisasi dangkal tanpa visi, tapi lebih baik saya melakuka visualisasi dangkal tanpa visi daripada saya hanya mengajak berimajinasi tanpa bukti.
    Salam untuk semuanya ya, semoga hari ini sehat selalu. Kita akan menuju Bandung untuk bersama sama warga Jabar yang hari ini merayakan Persib juara, salam untuk semuanya dan seluruh penggemar sepakbola di manapun berada mari gerakkan tubuh kita agar sehat dan mari kita bangun literasi hidup kita agar pintar dan mari bukakan pintu hati kita karena manusia yang akan menikmati hidup adalah manusia yang memiliki pikiran yang pintar dan memiliki hati yang bersih. Cing carincing pageut kancing, set saringset pageuh iket"
    Penelusuran dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
    Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa video tersebut 19,4 persen merupakan buatan AI, sedangkan audio menunjukkan 99,2 persen dihasilkan AI.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Dedi Mulyadi menyampaikan kuis tebak kata nama kota berhadiah ratusan juta rupiah, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek fakta, DPR sepakati gaji guru Rp5 juta per bulan

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa DPR RI telah menyepakati gaji guru sebesar Rp5 juta per bulan.

    Unggahan tersebut juga menarasikan bahwa Komisi X DPR menyatakan gaji guru seharusnya tidak kalah dari buruh pabrik dan perlu ditingkatkan menjadi Rp5 juta per bulan.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Komisi 10 DPR mengatakan sudah selayaknya gaji guru 5 juta perbulan, masak kalah dengan buruh pabrik”

    Namun, benarkah DPR telah menyepakati gaji guru Rp5 juta per bulan?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun media kredibel yang menyebut DPR telah menetapkan gaji guru sebesar Rp5 juta per bulan.

    Faktanya, Komisi X DPR RI hanya mendorong pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer.

    "Guru honorer memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan pendidikan, tetapi kesejahteraan mereka kurang diperhatikan. Maka, sudah seharusnya pemerintahan menaikkan gaji mereka," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, dilansir dari ANTARA.

    Selain itu, Komisi X DPR, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR dengan forum guru dan asosiasi psikolog pada Selasa (7/4) lalu ini, menyampaikan bahwa gaji guru honorer idealnya dapat mencapai Rp5 juta per bulan.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, pernyataan tersebut bersifat usulan atau aspirasi, bukan keputusan resmi yang telah disahkan oleh pemerintah.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut DPR telah menyepakati gaji guru Rp5 juta per bulan merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: DPR sepakati gaji guru Rp5 juta per bulan

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini