• [PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja PT Nabati Indonesia

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 29/01/2026

    Berita

    Akun TikTok “Weni Wulandari” pada Minggu (11/01/2025) membagikan unggahan [arsip] berisi informasi lowongan kerja di PT Nabati Indonesia tahun 2026.

    Berikut narasi lengkapnya :

    "LOWONGAN KERJA PT NABATI INDONESIA. Dapatkan Reward Operator Produksi / Packer / Quality Control. Gaji: Rp 4.000.000 - Rp 6.500.000/bulan"

    Pendaftaran melalui bio profil TikTok

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan pendaftaran dalam bio profil. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi PT Nabati Indonesia( https://www.nabatisnack.co.id/). Warganet justru diminta menuliskan nama lengkap dan nomor handphone yang terhubung dengan akun Telegram.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri informasi lowongan kerja di laman resmi tersebut. Tidak ada informasi seputar lowongan pekerjaan. 

    TurnBackHoax kembali menelusuri Instagram PT Nabati (nabatikarir). Pada unggahan yang disematkan paling atas terdapat informasi bahwa pendaftaran kerja di PT Nabati melalui laman (https://recgw.nabatisnack.co.id).

    Kesimpulan

    Pendaftaran lowongan kerja di PT Nabati hanya melalui laman (https://recgw.nabatisnack.co.id). Unggahan berisi tautan “lowongan kerja PT Nabati Indonesia” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran Bantuan Bibit Ayam 2026 untuk Masyarakat

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali di media sosial unggahan klaim tautan pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ayam 2026 untuk masyarakat. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 24 Januari 2026.
    Berikut isi postingannya:
    🐥 𝙋𝙧𝙤𝙜𝙧𝙖𝙢 𝙋𝙚𝙢𝙚𝙧𝙞𝙣𝙩𝙖𝙝 𝙏𝙖𝙝𝙪𝙣 𝘼𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖 𝟮𝟬𝟮𝟲 , 𝘽𝘼𝙉𝙏𝙐𝘼𝙉 𝘽𝙄𝘽𝙄𝙏 𝘼𝙔𝘼𝙈 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙈𝘼𝙎𝙔𝘼𝙍𝘼𝙆𝘼𝙏 𝙄𝙉𝘿𝙊𝙉𝙀𝙎𝙄𝘼 𝙆𝙃𝙐𝙎𝙐𝙎𝙉𝙔𝘼! 𝙄𝙣𝙛𝙤 𝙅𝙚𝙣𝙞𝙨-𝙟𝙚𝙣𝙞𝙨 𝘽𝙞𝙗𝙞𝙩 𝘼𝙮𝙖𝙢 𝘿𝙞 𝘽𝙖𝙜𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚 𝟯𝟴 𝙥𝙧𝙤𝙫𝙞𝙣𝙨𝙞 𝟰𝟭𝟲 𝙠𝙖𝙗𝙪𝙥𝙖𝙩𝙚𝙣 𝟳.𝟮𝟴𝟴 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙎𝙚𝙡𝙚𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙖𝙛𝙩𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙗𝙞𝙩 𝙖𝙮𝙖𝙢, 𝙠𝙡𝙞𝙠 𝙡𝙞𝙣𝙠 𝙩𝙖𝙪𝙩𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙚𝙙𝙞𝙖,𝙩𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙢𝙖𝙣𝙛𝙖𝙖𝙩 ✌🙏"
    Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "PROGRAM PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN 2026
    BANTUAN BIBIT AYAM
    - DOC (DAY OLD CHICK )
    - PAKAN TERNAK
    - IMUNISASI DAN PELATIHAN BETERNEK
    - MODAL USAHA"
    Unggahan disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs yang meminta sejumlah identitas, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim tautan pendaftaran bantuan bibit ayam 2026 untuk masyarakat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam 2026 untuk masyarakat. Penelusuran mengarah pada unggahan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui akun Instagram resminya @ditjen_pkh.
    Kementan meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan berkedok bantuan ternak atau bibit ayam. 
    "Hati-hati ya! Jangan mudah percaya pada akun mencurigakan atau tautan pendaftaran yang tidak resmi," tulis Ditjen PKH Kementan yang dikutip pada Kamis, 29 Januari 2026.
    Masyarakat diminta jangan pernah memberikan data pribadi seperti KTP, nomor rekening, atau identitas penting lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
    Kementan juga mengingatkan bahwa informasi hanya berasal dari akun resmi Kementerian Pertanian dan situs www.pertanian.go.id.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam 2026 untuk masyarakat merupakan hoaks.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Undian Berhadiah Bank Kalteng

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank Kalteng. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 23 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Khusus Nasabah Bank BPD Kalteng Yang Sudah Aktif di aplikasi(Betang Mobile/by Bank Kalteng)
    𝐁𝐮𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐔𝐧𝐝𝐢𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐖𝐚𝐤𝐭𝐮.
    𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐔𝐧𝐝𝐢𝐚𝐧:
    2 𝙐𝙣𝙞𝙩 𝙈𝙤𝙗𝙞𝙡 𝘽𝙈𝙒
    5 𝙐𝙣𝙞𝙩 𝙈𝙤𝙗𝙞𝙡 𝘽𝙧𝙞𝙤
    𝟓 𝙐𝙣𝙞𝙩 𝙈𝙤𝙗𝙞𝙡 𝙁𝙤𝙧𝙩𝙪𝙣𝙚𝙧
    𝟓 𝙐𝙣𝙞𝙩 𝙈𝙤𝙗𝙞𝙡 𝙋𝙖𝙟𝙚𝙧𝙤
    𝟐𝟓 𝙐𝙣𝙞𝙩 𝐓𝐕 𝟓𝟎 𝙄𝙣𝙘𝙝
    𝟐𝟎 𝙐𝙣𝙞𝙩 𝙎𝙚𝙥𝙚𝙙𝙖 𝙇𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙠
    𝟏𝟓 𝙐𝙣𝙞𝙩 𝙈𝙤𝙩𝙤𝙧 𝙉-𝙈𝙖𝙭
    𝟏𝟎 𝙋𝙖𝙠𝙚𝙩 𝙐𝙢𝙗𝙧𝙤𝙝
    𝙐𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙪𝙣𝙖𝙞 & 𝙀𝙢𝙖𝙨 𝙇𝙤𝙜𝙖𝙢 𝙈𝙪𝙡𝙞𝙖
    Untuk Melanjutkan Pendaftaran Silahkan Klik (Daftar) Dibawah ini (GRATIS)"
    Unggahan disertai poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "Undian Berhadiah Periode Tahun 2026"
    Unggahan tersebut disertai dengan menu pendaftaran, jika diklik muncul link sebagai berikut:
    https://hadirrezekibankkalteng.my.id/?fbclid=IwY2xjawPn1aRleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAwyNTYyODEwNDA1NTgAAR5gLt9mD34NvZSqkZ85OsKCUaTNdK_tmi9uDABn6s-4SizKXstMifjoQ9gYGg_aem_JzmTG7zcNJkxwqJjRUYsSg
    Link pendaftaran mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama lengkap hingga nomor telepon.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank Kalteng? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank Kalteng. Penelusuran menemukan unggahan dari Bank Kalteng melalui akun Instagram resminya @bankkalteng.
    Dalam unggahannya, Bank Kalteng meminta masyarakat waspada penipuan berkedok undian.
    "Pahari, jangan mudah percaya dengan pesan, link, atau telepon mengatasnamakan Bank Kalteng yang menjanjikan hadiah," tulis Bank Kalteng, dikutip pada Kamis (29/1/2026).
    Semua info resmi cuman ada di kanal resmi Bank Kalteng. "Hubungi Call Center 1500526, WhatsApp/SMS Care 08115220526" tandas Bank Kalteng.
    Bank Kalteng menegaskan, tidak mengadakan undia secara online/offline mengatasnamakan produk Betang Mobile. Penipuan berkedok link pendaftaran undian dapat berisiko phising.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank Kalteng, tidak benar.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Video WNI jadi tentara AS ungkap harus membayar ratusan juta untuk jadi TNI

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial X menyebarkan klaim bahwa seorang WNI bernama Kezia Syifa bergabung menjadi tentara Amerika Serikat karena proses menjadi tentara di Indonesia disebut dipersulit, karena harus membayar uang ratusan juta dan gajinya lebih besar jika menjadi tentara di AS.

    Unggahan itu membingkai narasi seolah-olah alasan tersebut merupakan pengakuan langsung dari Kezia Syifa.

    Berikut narasi yang beredar di unggahan tersebut:

    “Alasan WNI mau jadi tentara Amerika? Jadi Tentara Indonesia sulit, harus keluar duit ratusan juta”

    Namun, benarkah klaim tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, ANTARA tidak menemukan video asli yang membuktikan Kezia Syifa menyatakan bergabung dengan militer AS karena dipersulit di Indonesia.

    Pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation juga mengindikasikan video yang beredar 99,9 persen merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).



    Sementara itu, pemerintah menyatakan akan proaktif menelusuri dan memverifikasi status kewarganegaraan dua WNI yang dikabarkan menjadi anggota militer asing, yaitu Kezia Syifa dan Muhammad Rio, sesuai prosedur serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Pemerintah menegaskan tidak akan berspekulasi, tetapi juga tidak akan bersikap pasif, dan apabila status mereka sudah dipastikan.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    "Kami harus mengumpulkan data dan memastikan yang bersangkutan itu menjadi militer asing atau tidak atau apakah memang status mereka selama ini WNI atau tidak, itu perlu ada satu kepastian," kata Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, dilansir dari ANTARA.

    Yusril juga menyatakan akan meminta Menteri Hukum mengambil langkah konkret, termasuk mempertimbangkan pencabutan status kewarganegaraan, jika status kedua WNI tersebut sudah dipastikan.

    Klaim: Video WNI jadi tentara AS mengaku harus membayar ratusan juta untuk jadi TNI

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini