• Hoaks! MBG akan diubah jadi uang Rp350 ribu perhari

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan /Presiden Prabowo memutuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diubah menjadi bantuan uang Rp350 ribu per hari per siswa yang diberikan kepada orang tua.

    Unggahan itu menyebut uang tersebut dapat dipakai untuk membeli makanan bergizi, membayar sekolah, hingga kebutuhan rumah tangga, serta agar anggaran MBG tepat sasaran.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Pk Prabowo; memutuskan MBG akan di rubah dng uang 350 ribu perhari untuk siswa se-Indonesia yang di berikan ke orang tuanya, agar bisa untuk beli makanan lebih bergizi anti racun, agar bisa untuk menambah bayar sekolah, agar bisa untuk pajak listrik, agar anggaran MBG tepat sasaran sehingga BGN & MBG tidak di permainkan pejabat, instansi, yayasan, kelompok untuk lahan bisnis rampok, seperti sekarang.”

    Namun, benarkah skema MBG akan diubah jadi uang Rp350 ribu perhari?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo maupun kementerian/lembaga terkait yang menyatakan MBG akan diubah menjadi bantuan uang tunai.

    Isu serupa sebelumnya juga pernah dibantah oleh Kementerian Keuangan, yang menegaskan bahwa informasi mengenai usulan mengganti MBG menjadi uang tunai merupakan disinformasi atau hoaks.

    Sementara itu, Presiden Prabowo justru menegaskan target pelaksanaan MBG adalah memperluas jangkauan program hingga dapat dirasakan seluruh penerima manfaat di Indonesia pada akhir Desember 2026, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

    "Sasaran kita, Desember 2026 semua desa mendapat MBG. Mudah-mudahan bisa lebih cepat, tapi Desember kita harus sampai semua anak Indonesia dan semua ibu-ibu hamil dan semua orang tua lansia juga kita beri makan," kata Presiden, dilansir dari ANTARA.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: MBG akan diubah jadi uang Rp350 ribu perhari

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Purbaya ditipu Himbara terkait stimulus ekonomi Rp200 triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video di TikTok menarasikan seolah-olah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tertipu Bank Himbara (Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN) sehingga stimulus ekonomi Rp200 triliun disebut menguap.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “PURBAYA TERTIPU BANK HIMBARA 200 T MENGUAP. BARA BANKER PENGHIANAT INDONESIA”

    Unggahan tersebut diberi narasi:

    “Purbaya dipermainkan bank HIMBARA.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Purbaya Ter tipu oleh Bank HIMBARA: Apa yang Terjadi?

    Ketahui bagaimana Purbaya dipermainkan oleh Bank HIMBARA dan dampaknya bagi rakyat. Simak analisis lengkapnya!”

    Namun benarkah Purbaya ditipu Himbara terkait stimulus ekonomi Rp200 triliun?



    Hasil Cek Fakta

    Kementerian Keuangan melalui unggahan di Instagram resminya menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pemerintah sebelumnya memang menempatkan dana Rp276 triliun yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke beberapa bank, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, serta Bank DKI Rp1 triliun.

    Dilansir dari ANTARA, data perbankan menunjukkan kondisi likuiditas masih memadai, terlihat dari pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang tetap meningkat, serta berbagai rasio likuiditas yang berada di atas ambang batas.

    Dengan demikian, narasi bahwa dana stimulus hilang karena Purbaya tertipu Himbara tidak berdasar.

    Klaim: Purbaya ditipu Himbara terkait stimulus ekonomi Rp200 triliun

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek fakta, foto Reza Arap ditangkap polisi pada 26 Januari

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook ini dan ini menampilkan foto yang diklaim memperlihatkan Reza “Arap” Oktavian ditangkap polisi, lalu menyebut ia ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus meninggalnya kekasihnya, Lula Lahfah.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Reza Arab dit4ngkap p0lisi

    Karna diduga mencec0ki 0bat Dll ke lufa”

    Namun, benarkah foto Reza Arap ditangkap polisi pada 26 Januari tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ada pernyataan resmi dari kepolisian yang menyebut Reza Arap ditangkap.

    Dilansir dari ANTARA, Reza mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (26/1) sekitar pukul 23.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan terkait kematian Lula Lahfah, dan polisi mengajukan sekitar 30 pertanyaan.

    Pemeriksaan tersebut selesai pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.46 WIB, dengan durasi kurang lebih empat jam.

    Sebelumnya, polisi juga telah memeriksa enam saksi untuk menyusun kronologi kejadian dan mengumpulkan barang bukti, termasuk untuk melengkapi hasil laboratorium forensik.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, ANTARA memeriksa foto yang beredar menggunakan AI Detector Sightengine dan hasilnya menunjukkan foto tersebut berindikasi 98 persen merupakan gambar hasil AI.



    Klaim: Foto Reza Arap ditangkap polisi pada 26 Januari

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Purbaya hapus dana desa diganti dengan subsidi listrik, sembako dan BBM

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menghapus Dana Desa dan menggantinya dengan subsidi listrik, sembako, dan BBM bagi masyarakat desa.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Menkeu Purbaya : Dana Desa Akan Di Hapus Dan Di Ganti Dengan Subsidi Listrik, Sembako Dan BBM”

    Namun, benarkah Purbaya hapus dana desa diganti dengan subsidi listrik dan sembako?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi dari Purbaya Yudhi Sadewa maupun dari Kementerian Keuangan yang menyatakan adanya kebijakan penghapusan Dana Desa dan penggantian dengan subsidi tersebut.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan menegaskan bahwa pencairan Dana Desa tetap dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    Purbaya juga menjelaskan bahwa pencairan Dana Desa tahap II mencapai Rp7 triliun, meskipun sebagian dana tersebut ditahan sementara untuk pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

    “Jadi, kebijakan tidak berubah,” kata Purbaya, dilansir dari ANTARA.

    Dengan demikian, klaim bahwa Dana Desa akan dihapus dan diganti dengan subsidi listrik, sembako, dan BBM tidak benar.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Purbaya hapus dana desa diganti dengan subsidi listrik, sembako dan BBM

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini