“Innalillahi wa Inna Illaihi roji’un
Assalammu’alaikum Wr Wb
Breaking News : Meneruskan info dr Ibu2 Dubes KBRI KL
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan pruduksi luar dulu apa pun jenis nya , khususnya produksi luar negeri cina Karena kemungkinan besar pekerja pabrik tersebut pengidap virus carona dan bisa jadi jatuh keringat mereka masuk ke dalam kalengan2 itu , serta virus corona yg saat ini masih jadi masalah besar dunia telah diketahui DepKes dunia sehingga makanan tersebut telah banyak di sita tpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor juga, Setelah terima ini cepat kirim ke saudara2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi makanan apapun yg dari luar….. Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI
( Kementrian Kesehatan RI)
{semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..🙏🙏
[ ‼‼WARNING‼‼
Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini wabah mematikan hanya butuh penanganan cepat
dan masih banyak makanan yg produksi luar
Info:
RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS
Nara sumber :
Dr. H. Ismuhadi, MPH
Mohon dishare, sayangi keluarga anda.”
[SALAH] “Virus Corona masuk makanan kalengan Cina”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 04/02/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan hoaks yang sebelumnya sudah diklarifikasi pada tahun 2014, dengan mengganti beberapa bagian. ”Virus AIDS tidak bisa bertahan di luar hostnya, yakni tubuh manusia. Darah juga kalau keluar dari tubuh kan akan kering. Apalagi makanan kaleng melalui proses sterilisasi,” lanjut dr Roy.”
Liputan6.com: “Mengetahui hal tersebut, pihak KBRI Kuala Lumpur (KL) kemudian mengklarifikasinya. Membantah informasi ada larangan terkait penyebaran Virus Corona.
“Ini hoax ya. Ibu-ibu Dharma Wanita KBRI KL termasuk Ibu Dubes tidak pernah membuat pernyataan seperti itu,” ujar Agung Cahaya Sumirat dari Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur kepada Liputan6.com, Senin (3/2/2020).”
Liputan6.com: “Mengetahui hal tersebut, pihak KBRI Kuala Lumpur (KL) kemudian mengklarifikasinya. Membantah informasi ada larangan terkait penyebaran Virus Corona.
“Ini hoax ya. Ibu-ibu Dharma Wanita KBRI KL termasuk Ibu Dubes tidak pernah membuat pernyataan seperti itu,” ujar Agung Cahaya Sumirat dari Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur kepada Liputan6.com, Senin (3/2/2020).”
Kesimpulan
Hoaks daur ulang, modifikasi dari hoaks pesan berantai “AIDS di makanan kalengan dari Thailand” pada tahun 2014.
Rujukan
[SALAH] Video “Sekarang gantian para monyet menikmati renang di hotel (efek hotel di BaLi sepi pengunjung)”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/05/2020
Berita
Akun Olive Ina (fb.com/keep.smile.927) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“Sekarang gantian para monyet menikmati renang di hotel (efek hotel di BaLi sepi pengunjung) & manusianya hanya cukup stay at home aja…
Hahahaa…benar2 dunia lg terbalik balik “
“Sekarang gantian para monyet menikmati renang di hotel (efek hotel di BaLi sepi pengunjung) & manusianya hanya cukup stay at home aja…
Hahahaa…benar2 dunia lg terbalik balik “
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, klaim bahwa video yang diunggah oleh sumbe rklaim adalah monyet yang berenang di salah satu hotel di Bali adalah klaim yang salah.
Lokasi kejadian di video itu adalah di sebuah kolam renang kompleks apartemen di daerah Mettuguda, dekat kota Hyderabad, India.
Menanggapi postingan dengan klaim sejenis, seorang pengguna Twitter membeberkan bahwa kejadian di video berlangsung di kolam renang di apartemennya di daerah Mettuguda, dekat kota Hyderabad, India.
Pencarian lokasi yang dimaksud di Google Maps menemukan blok apartemen di video cocok dengan foto-foto apartemen Aparna Oosmans Everest. Apartemen itu berikut foto-foto kolam renangnya bisa dilihat di Google Maps.
Perusahaan manajemen apartemen itu, Aparna Constructions, juga membagikan video yang sama, yang memperlihatkan monyet-monyet berenang di kolam renang apartemen mereka, di Facebook pada 14 April 2020.
Lokasi kejadian di video itu adalah di sebuah kolam renang kompleks apartemen di daerah Mettuguda, dekat kota Hyderabad, India.
Menanggapi postingan dengan klaim sejenis, seorang pengguna Twitter membeberkan bahwa kejadian di video berlangsung di kolam renang di apartemennya di daerah Mettuguda, dekat kota Hyderabad, India.
Pencarian lokasi yang dimaksud di Google Maps menemukan blok apartemen di video cocok dengan foto-foto apartemen Aparna Oosmans Everest. Apartemen itu berikut foto-foto kolam renangnya bisa dilihat di Google Maps.
Perusahaan manajemen apartemen itu, Aparna Constructions, juga membagikan video yang sama, yang memperlihatkan monyet-monyet berenang di kolam renang apartemen mereka, di Facebook pada 14 April 2020.
Rujukan
- https://periksafakta.afp.com/video-ini-menunjukkan-monyet-berenang-di-sebuah-hotel-di-india-saat-lockdown-covid-19
- https://twitter.com/rahulstreetmagi/status/1248908195294097408
- https://www.google.com/maps/place/Aparna+Oosmans+Everest/@17.4317196,78.5203006,269m/data=!3m1!1e3!4m14!1m8!3m7!1s0x3bcb9a2ac8f1688b:0x9da654fd7160b99e!2sAparna+Oosmans+Everest!8m2!3d17.4317142!4d78.5202581!14m1!1BCgIgAQ!3m4!1s0x3bcb9a2ac8f1688b:0x9da654fd7160b99e!8m2!3d17.4317142!4d78.5202581
- https://www.facebook.com/watch/?v=538558760421788
[SALAH] “Hati-hati untuk wilayah Tanjung Enim, Muara Enim dan sekitarnya. Virus CORONA sudah masuk!”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/02/2020
Berita
Akun Jack (fb.com/100007939669078) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar postingan dari akun Akwam Al-tanjung (fb.com/akwam.altanjung) dengan narasi :
“Hati’ untuk wilayah tnjng enim Dan sktar nya. Virus KORONA lh sdh msuk!”
Postingan akun Akwam Al-tanjung yang dimaksud adalah unggahan foto paspor dan gelang pasien dengan narasi “Benarkah suspek CORONA sudah masuk di RSUD Rabain Muara Enim..dari Karyawan PLTU Tanjung Lalang..???”
“Hati’ untuk wilayah tnjng enim Dan sktar nya. Virus KORONA lh sdh msuk!”
Postingan akun Akwam Al-tanjung yang dimaksud adalah unggahan foto paspor dan gelang pasien dengan narasi “Benarkah suspek CORONA sudah masuk di RSUD Rabain Muara Enim..dari Karyawan PLTU Tanjung Lalang..???”
Hasil Cek Fakta
“Itu tidak benar (Hoax) informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan RS HM Rabain, merawat pasien Virus Corona,” tegas Hendriyatno Direktur Rumah Sakit H.M. Rabain Kabupaten Muara Enim pada Kamis (30/01/2020).
Ia juga membenarkan, kalau ada pasien TKA asal Tiongkok, yang berobat di RS.
“Benar ada pasien TKA warga Tiongkok yang bekerja di Proyek PLTU Sumsel VI Tanjung Lalang, bahwa pasien belum positif suspect virus corona, pasien asal Tiongkok ini merupakan kiriman dari RS BAM Tanjung Enim,” katanya.
Menurutnya, data pasien dalam dua minggu terakhir tidak ada riwayat dan berpergian ke Tiongkok, tetapi pasien memang banyak kontak dengan sesama orang Tiongkok.
“Pasien sudah kita diperiksa rontgen parunya dan tidak terdapat gambaran pneumonia,” ungkapnya.
Pihaknya juga tidak menemukan gejala sesak nafas terhadap pasien tersebut.
“Ya, suhu tubuhnya 38 derajat celcius, sudah kita beri obat dan kondisinya membaik. Kalau dilihat dari kondisinya sekarang belum mendukung kearah virus corona. Namun, kita tetap akan melakukan satu langkah lagi untuk melakukan pemeriksaan sputum dan swab tenggorokan pada pasien tersebut,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa hari ini pihaknya akan berkoordinasi bersama Tim RS HM Rabain dalam siaga penanggulangan wabah virus corona.
“Ya, kita sudah membentuk tim khusus, dan besok kita akan berkoordinasi dulu untuk mengambil langkah selanjutnya. Saya harap masyarakat tidak segera langsung menyimpulkan, namun tetap harus waspada.”
Sementara itu, pemilik akun Akwam Al-tanjung sendiri sudah menghapus dan meminta maaf terkait postingannya tersebut.
“Assalamu ‘alaikum..
Sehubungan dg postingan tentang adanya berita suspek Corona di RSUD Muara Enim dan ternyata tidak benar dengan demikian postingan telah dihapus, dengan denikian saya mohon maaf yg sebesar-besarnya krn telah meresahkan masyarakat.
Atas perhatiannya diucapkan terima kasih…
Salam” tulis akun Akwam Al-tanjung pada postingannya tertanggal 30 Januari 2020.
Ia juga membenarkan, kalau ada pasien TKA asal Tiongkok, yang berobat di RS.
“Benar ada pasien TKA warga Tiongkok yang bekerja di Proyek PLTU Sumsel VI Tanjung Lalang, bahwa pasien belum positif suspect virus corona, pasien asal Tiongkok ini merupakan kiriman dari RS BAM Tanjung Enim,” katanya.
Menurutnya, data pasien dalam dua minggu terakhir tidak ada riwayat dan berpergian ke Tiongkok, tetapi pasien memang banyak kontak dengan sesama orang Tiongkok.
“Pasien sudah kita diperiksa rontgen parunya dan tidak terdapat gambaran pneumonia,” ungkapnya.
Pihaknya juga tidak menemukan gejala sesak nafas terhadap pasien tersebut.
“Ya, suhu tubuhnya 38 derajat celcius, sudah kita beri obat dan kondisinya membaik. Kalau dilihat dari kondisinya sekarang belum mendukung kearah virus corona. Namun, kita tetap akan melakukan satu langkah lagi untuk melakukan pemeriksaan sputum dan swab tenggorokan pada pasien tersebut,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa hari ini pihaknya akan berkoordinasi bersama Tim RS HM Rabain dalam siaga penanggulangan wabah virus corona.
“Ya, kita sudah membentuk tim khusus, dan besok kita akan berkoordinasi dulu untuk mengambil langkah selanjutnya. Saya harap masyarakat tidak segera langsung menyimpulkan, namun tetap harus waspada.”
Sementara itu, pemilik akun Akwam Al-tanjung sendiri sudah menghapus dan meminta maaf terkait postingannya tersebut.
“Assalamu ‘alaikum..
Sehubungan dg postingan tentang adanya berita suspek Corona di RSUD Muara Enim dan ternyata tidak benar dengan demikian postingan telah dihapus, dengan denikian saya mohon maaf yg sebesar-besarnya krn telah meresahkan masyarakat.
Atas perhatiannya diucapkan terima kasih…
Salam” tulis akun Akwam Al-tanjung pada postingannya tertanggal 30 Januari 2020.
Kesimpulan
Direktur RS H.M. Rabain Muara Enim membantah dengan tegas adanya pasien terjangkit virus corona yang dirawat inap. Akun Akwam Al-tanjung sendiri sudah meminta maaf dan menghapus postingannya terkait isu pasien suspek corona tersebut.
Rujukan
- https://www.antaranews.com/berita/1276165/disinformasi-pasien-corona-dirawat-di-rsud-rabain-muara-enim
- https://pelitasumsel.com/2020/01/30/pihak-rs-rabain-muara-enim-bantah-isu-ada-pasien-virus-corona/
- https://www.facebook.com/akwam.altanjung/posts/3013539861992177 (
- https://perma.cc/J79N-YN4T – Arsip)
[SALAH] Tidak Memakai Masker, Pengendara Motor dan Mobil Didenda Rp 5 Juta atau Kurungan Penjara Dua Minggu
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 05/05/2020
Berita
Pengendara sepeda motor atau mobil dikabarkan akan dikenakan sanksi tilang sebesar Rp 5 juta atau kurungan penjara selama dua minggu apabila tidak menggunakan masker saat berkendara. Informasi tersebut beredar baik melalui pesan berantai Whatsapp dan juga media sosial Facebook.
Hasil Cek Fakta
Guna meluruskan informasi yang disebar oleh oknum tidak bertanggung jawab, pihak kepolisian pun akhirnya angkat bicara terkait hal tersebut. Melansir dari prokal.co, Polres Tarakan melalui Kasat Lantas Polres Tarakan AKP Rofiek Aprilian menyatakan bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks.
Mengutip dari media sosial Humas Polda Kalteng @HumasPoldaKalteng, dinyatakan pula bahwa informasi seputar sanksi berupa denda apabila tidak menggunakan masker saat berkendara adalah tidak benar alias hoaks. Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak pernah mengeluarkan kebijakan semacam itu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa peraturan tersebut tidak tertera dalam UU Nomor 22 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Mengutip dari media sosial Humas Polda Kalteng @HumasPoldaKalteng, dinyatakan pula bahwa informasi seputar sanksi berupa denda apabila tidak menggunakan masker saat berkendara adalah tidak benar alias hoaks. Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak pernah mengeluarkan kebijakan semacam itu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa peraturan tersebut tidak tertera dalam UU Nomor 22 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Rujukan
Halaman: 5536/6699