• Video dari Kerumunan Demonstran Iran Menyalakan Senter Buatan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    tirto.id - Gelombang demonstrasi besar di Iran telah berlangsung lebih dari dua pekan dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah signifikan. Laporan terbaru Tirto.id, berdasar data Iran Human Rights (IHRNGO) per 12 Januari 2026, jumlah korban tewas dalam gelombang protes anti pemerintah itu adalah setidaknya 648 pengunjuk rasa, termasuk sembilan anak di bawah usia 18 tahun, dan ribuan lainnya luka-luka.

    ADVERTISEMENT

    Di tengah derasnya arus informasi terkait kejadian tersebut, beredar sebuah video dengan narasi demonstran warga Iran dengan meramaikan jalanan sambil menyalakan ponsel di tengah kondi kegelapan. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Calon Ilmuan (arsip) pada Senin (12/01/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Internet diputus dan lampu jalan padam, warga Iran nyalakan lampu ponsel,” tulis narasi dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video tersebut terlihat ramainya massa yang berbaris memenuhi jalan yang gelap sambil menyalakan lampu di ponselnya. Terdapat juga sudut pandang video di tengah kerumunan yang memperlihatkan lebih dekat massa tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Dalam keterangan video diberikan konteks kejadian. Disebutkan kalau otoritas di Iran memutus akses internet dan jaringan telepon serta mematikan lampu di beberapa ruas jalan untuk membatasi informasi dan memendam unjuk ras.

    Hal ini yang memacu demonstran di Iran menyalakan ponsel mereka sebagai sumber cahaya. "Meski demikian, warga tetap terlihat berjaga diluar ruangan dengan cahaya ponsel yang menyala, menjadi simbol nyata bahwa mereka ada dan tetap menyuarakan kehadiran mereka, meski dalam kondisi terbatas," tulis narasi penyerta video.

    Aksi tersebut digambarkan sebagai simbol keberadaan dan bentuk ekspresi bahwa mereka tetap hadir serta menyuarakan aspirasi.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Demonstran Iran protes dalam gelap. foto/Hotline periksa Fakta tirto

    Hingga Senin (19/01/2026), video tersebut sudah ditonton sekitar 2,1 ribu kali serta mendapatkan 16 tanda reaksi, dua komentar, dan dua kali dibagikan. Tirto menemukan Video serupa dari unggahan sejumlah akun di Instagram. (tautan 1, tautan 2, tautan 3)

    Lalu bagaimana faktanya, benarkah video yang tersebar di media sosial menunjukkan kondisi demonstrasi di Iran?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran dengan melakuan pencarian gambar terbalik (reverse image search) menggunakan Google Lens, untuk mencari sumber video yang beredar. Hasil penelusuran mengarahkan ke video identik berikut dari akun Instagram @elnaz555 pada 11 Januari 2026.

    Hingga penelusuran ini dilakukan, video tersebut sudah ditonton hingga sekitar 84,6 juta kali. Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menjelaskan meski unggahan tersebut memang terkait konteks kondisi di Iran, konten yang dibagikan bukan rekaman asli. Video kurang dari 15 detik itu adalah karya visual yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

    Video tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan digital bagi para demonstran di Iran.

    "Karya ini bukanlah pengganti realitas! Ini adalah refleksi dari realitas, sebuah cara untuk membantu lebih banyak orang melihat apa yang terjadi, terutama karena seluruh negeri mengalami pemadaman digital selama 4 hari terakhir," tulis pengunggah video.

    Pengunggah menjelaskan bahwa visual itu terinspirasi dari sebuah video yang beredar sebelumnya, yang memperlihatkan massa demonstran di jalanan gelap Iran menyalakan lampu ponsel mereka setelah pemerintah disebut mematikan lampu jalan. Adegan tersebut kemudian direka ulang melalui seni berbasis AI dengan tujuan membantu menggambarkan situasi protes kepada publik luas, terutama di tengah pemadaman akses digital yang dilaporkan terjadi selama beberapa hari terakhir.

    Untuk memperkuat temuan tersebut, Tirto turut menganalisis video menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas sebagai konten buatan AI sebesar 76,2 persen.

    Tim periksa fakta Tirto kemudian menelusuri dokumentasi asli aksi demonstrasi di Iran yang diduga menjadi sumber inspirasi pembuatan video tersebut.

    Dengan menggunakan kata kunci “aksi protes Iran dengan menyalakan lampu ponsel”, ditemukan sejumlah video yang menunjukkan massa demonstran di Iran menyalakan lampu ponsel mereka saat berunjuk rasa.

    Salah satu contohnya adalah unggahan dari akun X @PopularFront_ pada 11 Januari 2026. Unggahan tersebut menampilkan beberapa video aksi demonstrasi di malam hari di wilayah Punak dan Teheran, Iran, dengan massa yang mengangkat dan menggerakkan ponsel mereka dengan lampu menyala ke udara.

    Meski demikian, video tersebut kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah pihak tanpa keterangan bahwa konten tersebut merupakan buatan AI, sehingga berpotensi menyesatkan. Perlu ditegaskan bahwa meskipun aksi menyalakan lampu ponsel memang benar terjadi dalam beberapa dokumentasi asli, video yang viral bukanlah rekaman kejadian sebenarnya, melainkan hasil rekayasa visual berbasis AI.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar bukan rekaman asli demonstrasi di Iran, melainkan visual buatan Artificial Intelligence (AI). Klaim yang menyebut video tersebut sebagai dokumentasi langsung peristiwa demonstrasi salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Meski aksi menyalakan lampu ponsel memang terjadi dalam beberapa dokumentasi asli, video viral tersebut dibuat sebagai karya seni berbasis AI dan kerap dibagikan ulang tanpa keterangan yang memadai.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Video dari Kerumunan Demonstran Iran Menyalakan Senter Buatan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    tirto.id - Gelombang demonstrasi besar di Iran telah berlangsung lebih dari dua pekan dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah signifikan. Laporan terbaru Tirto.id, berdasar data Iran Human Rights (IHRNGO) per 12 Januari 2026, jumlah korban tewas dalam gelombang protes anti pemerintah itu adalah setidaknya 648 pengunjuk rasa, termasuk sembilan anak di bawah usia 18 tahun, dan ribuan lainnya luka-luka.

    ADVERTISEMENT

    Di tengah derasnya arus informasi terkait kejadian tersebut, beredar sebuah video dengan narasi demonstran warga Iran dengan meramaikan jalanan sambil menyalakan ponsel di tengah kondi kegelapan. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Calon Ilmuan (arsip) pada Senin (12/01/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Internet diputus dan lampu jalan padam, warga Iran nyalakan lampu ponsel,” tulis narasi dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video tersebut terlihat ramainya massa yang berbaris memenuhi jalan yang gelap sambil menyalakan lampu di ponselnya. Terdapat juga sudut pandang video di tengah kerumunan yang memperlihatkan lebih dekat massa tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Dalam keterangan video diberikan konteks kejadian. Disebutkan kalau otoritas di Iran memutus akses internet dan jaringan telepon serta mematikan lampu di beberapa ruas jalan untuk membatasi informasi dan memendam unjuk ras.

    Hal ini yang memacu demonstran di Iran menyalakan ponsel mereka sebagai sumber cahaya. "Meski demikian, warga tetap terlihat berjaga diluar ruangan dengan cahaya ponsel yang menyala, menjadi simbol nyata bahwa mereka ada dan tetap menyuarakan kehadiran mereka, meski dalam kondisi terbatas," tulis narasi penyerta video.

    Aksi tersebut digambarkan sebagai simbol keberadaan dan bentuk ekspresi bahwa mereka tetap hadir serta menyuarakan aspirasi.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Demonstran Iran protes dalam gelap. foto/Hotline periksa Fakta tirto

    Hingga Senin (19/01/2026), video tersebut sudah ditonton sekitar 2,1 ribu kali serta mendapatkan 16 tanda reaksi, dua komentar, dan dua kali dibagikan. Tirto menemukan Video serupa dari unggahan sejumlah akun di Instagram. (tautan 1, tautan 2, tautan 3)

    Lalu bagaimana faktanya, benarkah video yang tersebar di media sosial menunjukkan kondisi demonstrasi di Iran?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran dengan melakuan pencarian gambar terbalik (reverse image search) menggunakan Google Lens, untuk mencari sumber video yang beredar. Hasil penelusuran mengarahkan ke video identik berikut dari akun Instagram @elnaz555 pada 11 Januari 2026.

    Hingga penelusuran ini dilakukan, video tersebut sudah ditonton hingga sekitar 84,6 juta kali. Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menjelaskan meski unggahan tersebut memang terkait konteks kondisi di Iran, konten yang dibagikan bukan rekaman asli. Video kurang dari 15 detik itu adalah karya visual yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

    Video tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan digital bagi para demonstran di Iran.

    "Karya ini bukanlah pengganti realitas! Ini adalah refleksi dari realitas, sebuah cara untuk membantu lebih banyak orang melihat apa yang terjadi, terutama karena seluruh negeri mengalami pemadaman digital selama 4 hari terakhir," tulis pengunggah video.

    Pengunggah menjelaskan bahwa visual itu terinspirasi dari sebuah video yang beredar sebelumnya, yang memperlihatkan massa demonstran di jalanan gelap Iran menyalakan lampu ponsel mereka setelah pemerintah disebut mematikan lampu jalan. Adegan tersebut kemudian direka ulang melalui seni berbasis AI dengan tujuan membantu menggambarkan situasi protes kepada publik luas, terutama di tengah pemadaman akses digital yang dilaporkan terjadi selama beberapa hari terakhir.

    Untuk memperkuat temuan tersebut, Tirto turut menganalisis video menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas sebagai konten buatan AI sebesar 76,2 persen.

    Tim periksa fakta Tirto kemudian menelusuri dokumentasi asli aksi demonstrasi di Iran yang diduga menjadi sumber inspirasi pembuatan video tersebut.

    Dengan menggunakan kata kunci “aksi protes Iran dengan menyalakan lampu ponsel”, ditemukan sejumlah video yang menunjukkan massa demonstran di Iran menyalakan lampu ponsel mereka saat berunjuk rasa.

    Salah satu contohnya adalah unggahan dari akun X @PopularFront_ pada 11 Januari 2026. Unggahan tersebut menampilkan beberapa video aksi demonstrasi di malam hari di wilayah Punak dan Teheran, Iran, dengan massa yang mengangkat dan menggerakkan ponsel mereka dengan lampu menyala ke udara.

    Meski demikian, video tersebut kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah pihak tanpa keterangan bahwa konten tersebut merupakan buatan AI, sehingga berpotensi menyesatkan. Perlu ditegaskan bahwa meskipun aksi menyalakan lampu ponsel memang benar terjadi dalam beberapa dokumentasi asli, video yang viral bukanlah rekaman kejadian sebenarnya, melainkan hasil rekayasa visual berbasis AI.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar bukan rekaman asli demonstrasi di Iran, melainkan visual buatan Artificial Intelligence (AI). Klaim yang menyebut video tersebut sebagai dokumentasi langsung peristiwa demonstrasi salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Meski aksi menyalakan lampu ponsel memang terjadi dalam beberapa dokumentasi asli, video viral tersebut dibuat sebagai karya seni berbasis AI dan kerap dibagikan ulang tanpa keterangan yang memadai.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Video dari Kerumunan Demonstran Iran Menyalakan Senter Buatan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    tirto.id - Gelombang demonstrasi besar di Iran telah berlangsung lebih dari dua pekan dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah signifikan. Laporan terbaru Tirto.id, berdasar data Iran Human Rights (IHRNGO) per 12 Januari 2026, jumlah korban tewas dalam gelombang protes anti pemerintah itu adalah setidaknya 648 pengunjuk rasa, termasuk sembilan anak di bawah usia 18 tahun, dan ribuan lainnya luka-luka.

    ADVERTISEMENT

    Di tengah derasnya arus informasi terkait kejadian tersebut, beredar sebuah video dengan narasi demonstran warga Iran dengan meramaikan jalanan sambil menyalakan ponsel di tengah kondi kegelapan. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Calon Ilmuan (arsip) pada Senin (12/01/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Internet diputus dan lampu jalan padam, warga Iran nyalakan lampu ponsel,” tulis narasi dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video tersebut terlihat ramainya massa yang berbaris memenuhi jalan yang gelap sambil menyalakan lampu di ponselnya. Terdapat juga sudut pandang video di tengah kerumunan yang memperlihatkan lebih dekat massa tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Dalam keterangan video diberikan konteks kejadian. Disebutkan kalau otoritas di Iran memutus akses internet dan jaringan telepon serta mematikan lampu di beberapa ruas jalan untuk membatasi informasi dan memendam unjuk ras.

    Hal ini yang memacu demonstran di Iran menyalakan ponsel mereka sebagai sumber cahaya. "Meski demikian, warga tetap terlihat berjaga diluar ruangan dengan cahaya ponsel yang menyala, menjadi simbol nyata bahwa mereka ada dan tetap menyuarakan kehadiran mereka, meski dalam kondisi terbatas," tulis narasi penyerta video.

    Aksi tersebut digambarkan sebagai simbol keberadaan dan bentuk ekspresi bahwa mereka tetap hadir serta menyuarakan aspirasi.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Demonstran Iran protes dalam gelap. foto/Hotline periksa Fakta tirto

    Hingga Senin (19/01/2026), video tersebut sudah ditonton sekitar 2,1 ribu kali serta mendapatkan 16 tanda reaksi, dua komentar, dan dua kali dibagikan. Tirto menemukan Video serupa dari unggahan sejumlah akun di Instagram. (tautan 1, tautan 2, tautan 3)

    Lalu bagaimana faktanya, benarkah video yang tersebar di media sosial menunjukkan kondisi demonstrasi di Iran?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran dengan melakuan pencarian gambar terbalik (reverse image search) menggunakan Google Lens, untuk mencari sumber video yang beredar. Hasil penelusuran mengarahkan ke video identik berikut dari akun Instagram @elnaz555 pada 11 Januari 2026.

    Hingga penelusuran ini dilakukan, video tersebut sudah ditonton hingga sekitar 84,6 juta kali. Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menjelaskan meski unggahan tersebut memang terkait konteks kondisi di Iran, konten yang dibagikan bukan rekaman asli. Video kurang dari 15 detik itu adalah karya visual yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

    Video tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan digital bagi para demonstran di Iran.

    "Karya ini bukanlah pengganti realitas! Ini adalah refleksi dari realitas, sebuah cara untuk membantu lebih banyak orang melihat apa yang terjadi, terutama karena seluruh negeri mengalami pemadaman digital selama 4 hari terakhir," tulis pengunggah video.

    Pengunggah menjelaskan bahwa visual itu terinspirasi dari sebuah video yang beredar sebelumnya, yang memperlihatkan massa demonstran di jalanan gelap Iran menyalakan lampu ponsel mereka setelah pemerintah disebut mematikan lampu jalan. Adegan tersebut kemudian direka ulang melalui seni berbasis AI dengan tujuan membantu menggambarkan situasi protes kepada publik luas, terutama di tengah pemadaman akses digital yang dilaporkan terjadi selama beberapa hari terakhir.

    Untuk memperkuat temuan tersebut, Tirto turut menganalisis video menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas sebagai konten buatan AI sebesar 76,2 persen.

    Tim periksa fakta Tirto kemudian menelusuri dokumentasi asli aksi demonstrasi di Iran yang diduga menjadi sumber inspirasi pembuatan video tersebut.

    Dengan menggunakan kata kunci “aksi protes Iran dengan menyalakan lampu ponsel”, ditemukan sejumlah video yang menunjukkan massa demonstran di Iran menyalakan lampu ponsel mereka saat berunjuk rasa.

    Salah satu contohnya adalah unggahan dari akun X @PopularFront_ pada 11 Januari 2026. Unggahan tersebut menampilkan beberapa video aksi demonstrasi di malam hari di wilayah Punak dan Teheran, Iran, dengan massa yang mengangkat dan menggerakkan ponsel mereka dengan lampu menyala ke udara.

    Meski demikian, video tersebut kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah pihak tanpa keterangan bahwa konten tersebut merupakan buatan AI, sehingga berpotensi menyesatkan. Perlu ditegaskan bahwa meskipun aksi menyalakan lampu ponsel memang benar terjadi dalam beberapa dokumentasi asli, video yang viral bukanlah rekaman kejadian sebenarnya, melainkan hasil rekayasa visual berbasis AI.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar bukan rekaman asli demonstrasi di Iran, melainkan visual buatan Artificial Intelligence (AI). Klaim yang menyebut video tersebut sebagai dokumentasi langsung peristiwa demonstrasi salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Meski aksi menyalakan lampu ponsel memang terjadi dalam beberapa dokumentasi asli, video viral tersebut dibuat sebagai karya seni berbasis AI dan kerap dibagikan ulang tanpa keterangan yang memadai.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran CPNS Kemendagri pada 11 Januari-7 Februari 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran CPNS di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 11 Januari - 7 Februari 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 15 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "BUKA ! PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN DALAM NEGRI 2026
    Bergabung lah dalam pasukan pembina keamanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia
    Pendaftaran 11 Januari s/d 7 February Info Pendaftaran 👇 https://cpnsp3k.rhbapk.com/" 
    Unggahan disertai poster dengan tulisan: 
    "PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN DALAM Negeri
    11 JANUARI-7 FEBRUARI 2026
    LULUSAN SMA/SEDERAJAT, D3 & S1 PENEMPATAN SELURUH WILAYAH INDONESIA"
    Jika tautan pendaftaran diklik, akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 11 Januari - 7 Februari 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS di Kementerian Dalam Negeri pada 11 Januari - 7 Februari 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Bocoran Terbaru Rekrutmen CPNS 2026, Siap-Siap Daftar" yang tayang pada 7 Januari 2026.
    Artikel ini menerangkan, seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) atau CPNS 2026 sedang dipersiapkan. Proses pengadaannya bakal diinisiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), didukung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi terkait lainnya.
    Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pembahasan terkait CASN 2026 sudah digulirkan. Namun pengadaannya masih menunggu kebutuhan formasi dari masing-masing instansi.
    "Itu sering kita bahas dalam berbagai forum. Masih menunggu permintaan formasi dari kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ujar Zudan Arif kepada Liputan6.com, Rabu 7 Januari 2026.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Viral Pendaftaran Seleksi CPNS 2026, Simak Panduan Pendaftarannya" yang tayang pada 17 November 2025.
    Dalam artikel ini ditegaskan, seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS 2026 hanya akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN yakni https://sscasn.bkn.go.id.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran CPNS di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 11 Januari - 7 Februari 2026, tidak benar.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini