• [SALAH] Foto “Best elephant photo ever! Fly, little guy!”

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 16/12/2021

    Berita

    “Best elephant photo ever! Fly, little guy!”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Untold Universe (@UniverseUntold) mengunggah cuitan berupa foto gajah terbang dengan narasi “best elephant photo ever! Fly, little guy!”. Cuitan yang diunggah pada 5 Desember 2021 mendapat atensi berupa 29 retweet dan 191 suka.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto cuitan itu telah melalui proses penyuntingan. Foto tersebut dibuat oleh seniman asal Swiss bernama Polynic menggunakan Photoshop pada 11 Januari 2008 untuk projek bernama “Levitations 7”. Karya itu ditemukan di sebuah situs bernama DesignCrowd yang merupakan suatu bisnis berbasis kontes komunitas di Australia.

    Dari fakta di atas, cuitan akun Twitter Untold Universe (@UniverseUntold) dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, foto tersebut bukan foto gajah kecil yang sedang lompat seperti terbang. Foto itu adalah hasil karya dari seniman asal Swiss bernama Polynic untuk projek “Levitations 7” tahun 2008.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Pohon Natal di Masjid

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 16/12/2021

    Berita

    “Islam itu indah
    Islam itu damai
    Islam itu Rahmatan Lil Alamin
    Selamat hari natal saudara ku umat kristiani”

    Narasi dalam foto:

    “Praise the Lord Our God
    Christmas tree 🎄 in mosque. This should be started from Saudi Arabia.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Sriana Devi (@devi_sriana) mengunggah cuitan berupa foto tangkapan layar yang di dalamnya terdapat narasi adanya pohon natal di masjid. Cuitan tersebut mendapat atensi berupa 51 retweet dan 243 suka.

    Berdasarkan hasil penelusuran, cuitan tersebut merupakan hoaks lama yang telah beredar sejak tahun 2018. Mengutip dari IlmFeed, menurut pernyataan warga lokal, pohon Natal itu berada di sebuah aula di Inggris Selatan bernama Selsdon Community Centre. Aula tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk salat Jumat dan Tarawih berjamaah.

    “This is Selsdon Community centre in South London, the hall is hired for Friday prayers and Alhamdulillah now we are able to do taraweeh during Ramadan as well. It is a multi cultural hall, we even invite local non Muslims to come and observe on Fridays to raise awareness and spread love,” ujar Imran Sheikh pada sebuah unggahan Facebook pada 25 November 2018.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Sriana Devi (@devi_sriana) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, foto pohon Natal itu bukan berada di masjid, melainkan di suatu aula multi budaya bernama Selsdon Community Centre di Inggris Selatan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Warga Austria Menentang Lockdown

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 16/12/2021

    Berita

    “Austrians out in full force resisting and defying the illegal lockdown of non-inoculated people. Last time free people in Austria had to show papers to the police was during the world war when it was under Nazi ocupation. As the Light increases, so to does the dark.”

    “Orang-orang Austria dengan kekuatan penuh melawan dan menentang penguncian ilegal orang-orang yang tidak disuntik. Terakhir kali orang-orang bebas di Austria harus menunjukkan surat-surat kepada polisi adalah selama perang dunia ketika berada di bawah pendudukan Nazi. Saat Terang bertambah, begitu pula kegelapan.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Rodney Sullivan (@RSulliv15348672) mengunggah cuitan berupa video dengan klaim video tersebut adalah aksi protes warga Austria menentang lockdown bagi mereka yang tidak disuntik. Video yang diunggah pada 24 November 2021 itu telah ditonton sebanyak 53 kali.

    Berdasarkan hasik penelusuran, klaim video cuitan tersebut tidak tepat. Ditemukan akun YouTube PR Online – WIR SIND SPORT yang mengunggah video cuitan itu dengan judul “Borussia Mönchengladbach: Fanmarsch durch Graz” “Borussia Mönchengladbach: Fan berbaris melalui Graz” pada 29 November 2019 dengan narasi sebagai berikut.

    “Lebih dari 6.000 penggemar menghadiri pertandingan Liga Europa Borussia Mönchengladbach melawan Wolfsberger AC di Merkur Arena di Graz. Banyak dari mereka sebelumnya mengikuti pawai penggemar dari pusat kota ke tempat pertandingan.”

    PR Online atau Rheinische Post yang merupakan portal berita asal Jerman turut memberitakan peristiwa tersebut dalam berita berjudul “Video zeigt riesigen Fanmarsch von Borussia-Fans in Graz” “Video shows a huge fan march by Borussia fans in Graz” terbit pada 29 November 2019.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Rodney Sullivan (@RSulliv15348672) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, video tersebut adalah para penggemar klub sepak bola Borussia Mönchengladbach pada pertandingan Liga Eropa melawan Wolfsberger AC di Merkur Arena, Graz, Austria pada November 2019.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Cuitan “Detik detik gempa mengguncang NTT”

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 15/12/2021

    Berita

    Detik detik gempa mengguncang NTT.

    Semoga tdk ada korban jiwa.”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video rekaman peristiwa Gempa Padang pada tahun 2009 dengan narasi yang TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menimbulkan kesimpulan yang SALAH.
    Salah satu video yang identik, Yusuf Adni di YouTube pada 9 Oktober 2009: “Video Amatir Saat Terjadinya Gempa Padang Sumatera Barat 2009”. Salah satu sumber video lainnya yang identik, save green di YouTube pada 4 Juli 2018: “bencana gempa bumi di padang yg menyedihkan tahun 2009”

    VOI: “Pada 30 September 2009, gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang Sumatera Barat. Kota Padang menjadi daerah yang paling berdampak. Gempa juga bahkan terasa sampai Jabodetabek, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.”

    Kesimpulan

    BUKAN peristiwa gempa di NTT. FAKTANYA, video yang dibagikan adalah rekaman peristiwa Gempa Padang pada tahun 2009 lalu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini