• [SALAH] Situs Bank BJB Melayani Penukaran Poin Undian Berhadiah

    Sumber: Portal Daring
    Tanggal publish: 13/12/2021

    Berita

    “SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI BANK BJB”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah situs Bank BJB dengan alamat my[dot]forms[dot]app/slikons/tukarpoinbjb. Situs tersebut melayani penukaran poin undian berhadiah dengan beberapa produk elektronik berupa laptop, ponsel, televisi, kulkas, dan mesin cuci. Untuk dapat menukarkan poin, nasabah diminta untuk memberikan nomor PIN serta kode akses.

    Berdasarkan hasil penelusuran, situs resmi milik Bank BJB. Pihak Bank BJB melalui akun Twitter resminya menegaskan bahwa situs resmi milik Bank BJB hanya bankbjb.co.id, dan bahwa pihaknya tidak pernah meminta informasi berupa data pribadi yang bersifat rahasia, seperti nomor PIN, kode OTP, kode akses, atau nomor kartu. Lebih lanjut, Bank BJB juga mengimbau nasabah untuk tidak membagikan data pribadi tersebut kepada pihak manapun.

    Dengan demikian, situs penukaran poin undian berhadiah yang mengatasnamakan Bank BJB tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.

    Bukan situs resmi milik Bank BJB. Pihak Bank BJB menegaskan bahwa situs resmi milik Bank BJB hanya bankbjb.co.id.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “viralkan penculik anak bkan hoax tapi nyata”

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 13/12/2021

    Berita

    Narasi pada judul: “viralkan penculik anak bkan hoax tapi nyata”

    Hasil Cek Fakta

    Kanal Youtube putra jaya id mengunggah video dengan judul “viralkan penculik anak bkan hoax tapi nyata” pada 7 Desember 2021. Di dalam video itu tampak seorang pria ditangkap sejumlah anggota polisi dan mengamankan seorang anak kecil menangis.

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video tersebut merupakan penculikan anak keliru. Sebab, ditemukan video yang serupa dengan judul “Viral, Tangis Anak Lampung Tengah Minta Pulang” yang tayang di kanal Youtube Lampung TV pada 2 Maret 2020. Pada bagian deskripsi video itu terdapat keterangan bahwa pihak kepolisian mengamankan seorang pria lantaran ada laporan dari warga mengenai seorang pria memegang anak kecil berusia 5 tahun di pinggir Jalan Lintas Tengah Sumatera, batas Kalibalangan dan Kembang Tanjung, dekat RM Taruko, Lampung Utara.

    Diketahui bahwa pria tersebut merupakan ayah dari si anak. Kepada petugas Polsek Abung Selatan, Sal, ibu sang anak, menyatakan suaminya dalam status berobat karena sakit jiwa sejak Tahun 2008 di Kurungan Nyawa, Pesawaran.

    Adapun, pihak Polsek Abung Selatan pun sudah memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut pada 2 Maret 2020. Kapolsek Abung Selatan AKP Sukimanto menyampaikan klarifikasi bahwa pengamanan dilakukan lantaran ada aduan dari warga dan kelakuan dari pria tersebut berkelakuan aneh. Setelah dilakukan interogasi di polsek ternyata pria tersebut bernama Oksa Adenan, warga Kampung Tanjung Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah.

    Pria itu merupakan orang tua kandung anak perempuan tersebut. Sementara dari hasil pemeriksaan ternyata pria tersebut mengidap penyakit jiwa. Dan saat ini Oksa Adenan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten video yang berasal dari kanal Youtube putra jaya id masuk ke dalam kategori Konteks yang Salah.

    Kesimpulan

    Pria dalam video bukan penculik anak, melainkan ayah dari si anak. Pria tersebut memiliki gangguan kejiwaan, bukan berniat untuk menculik si anak.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Video Angin Kencang di Merak, Banten

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 13/12/2021

    Berita


    Video yang diklaim video angin kencang di Merak, Banten, beredar di Facebook sejak 7 Desember 2021. Dalam video berdurasi 30 detik dalam posisi vertikal itu, tampak angin kencang yang berembus di sebuah ruas jalan. Terlihat juga atap rumah yang melayang dan ranting pepohonan yang terdampak. 
    “Detik² Angin Kencang di merak-banten,” tulis narasi akun yang mengunggah video itu. Teks Ini kejadian di Merak hari ini dalam warna merah disematkan di dalam video. 
    Pada detik ke-20, terdengar suara warga mengucapkan “Allahu akbar!”
    Tangkapan layar unggahan yang diklaim sebagai video angin kencang di Merak, Banten

    Hasil Cek Fakta


    Hasil pemeriksaan fakta Tempo menunjukkan, bahwa video angin kencang itu tidak terjadi di Merak, Banten. Melainkan di Dusun Mulyosari, Desa Wanutengah, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
    Tempo mendapatkan hasil tersebut setelah memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar. Dari gambar kemudian ditelusuri dengan alat reverse image milik Google dan Yandex. Melalui cara tersebut, Tempo mendapatkan petunjuk dari sejumlah akun yang mengunggah video yang sama. 
    Kanal Akatha Pongcing di Youtube misalnya, mengunggah video tersebut pada 3 Desember 2021, dengan keterangan Angin Ribut Ds. Mulyosari Parakan. Video yang diunggah kanal Akatha berdurasi lebih panjang, yakni 1:40 menit, dan tanpa muatan teks merah bertuliskan Ini kejadian di Merak hari ini. 
    Berdasarkan petunjuk lokasi tersebut, Tempo kemudian membandingkan dengan pemberitaan media. Tempo mendapatkan sejumlah media menerbitkan video yang identik tentang angin kencang di Dusun Mulyosari, Temanggung, Jawa Tengah.  
    Kanal Inews di Youtube mempublikasikan video dengan isi sama pada 3 Desember 2021 dengan judul Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Temanggung, Jawa Tengah, Belasan Rumah Rusak. 
    Tangkapan layar Kanal Inews di Youtube yang mempublikasikan video pada 3 Desember 2021 dengan judul Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Temanggung, Jawa Tengah, Belasan Rumah Rusak
    Video yang sama juga dimuat di akun Instagram BPBD Kabupaten Temanggung pada 2 Desember 2021. BPBD Temanggung memberikan penjelasan, video tersebut adalah bencana angin puting beliung di Kelurahan Parakan Wetan dan sekitarnya, yang terjadi pada 2 Desember 2021 sekitar pukul 16.00 WIB.

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan video yang diklaim angin kencang di Merak, Banten, pada 7 Desember 2021 adalah keliru. Faktanya, video tersebut bencana angin puting beliung di Kelurahan Parakan Wetan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada 2 Desember 2021, pukul 14.00 WIB.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Memasak Popcorn Menggunakan Ponsel

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 12/12/2021

    Berita

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “cara membuat popcorn di tahun 2077”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook dengan nama pengguna “Endorfin” (https://www.facebook.com/Endorfin.xp)
    mengunggah sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang berusaha memasak popcorn menggunakan ponsel. Dalam video tersebut, mereka meletakkan beberapa butir biji jagung di meja dan beberapa ponsel di dekat biji jagung tersebut. Kemudian, salah satu dari mereka menghubungi ponsel yang diletakkan di atas meja, dan beberapa saat kemudian biji jagung tersebut matang dan menjadi popcorn.

    Berdasarkan hasil penelusuran, memasak popcorn menggunakan ponsel adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Melansir dari Wired, Profesor Fisika dari Universitas Virginia, Louis Bloomfield menjelaskan bahwa radiasi elektromagnetik dan energi panas yang dipancarkan oleh ponsel sangatlah kecil, sehingga tidak akan dapat digunakan untuk memasak popcorn. Ponsel memang dapat menjadi panas jika digunakan terlalu lama, tetapi penelitian membuktikan bahwa energi panas yang dipancarkan tidak berbahaya dan tidak cukup kuat untuk memasak popcorn.

    Narasi dengan topik serupa sudah pernah beredar sebelumnya. Artikel dengan topik yang sama telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] Memasak Popcorn Dengan Ponsel ( Pop corn with cell phones )” yang diunggah pada 9 Februari 2019 lalu.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “Endorfin” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.

    Faktanya, hal tersebut tidak mungkin terjadi. Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel sangatlah kecil, sehingga tidak akan dapat digunakan untuk memasak popcorn.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini