[SALAH] Minum Air Es Setelah Cuaca Panas Dapat Membuat Pembuluh Darah Pecah
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 22/10/2021
Berita
Beredar narasi melalui media sosial Whatsapp yang menginformasikan bahwa Indonesia tengah mengalami fenomena gelombang panas. Untuk itu imbauan agar tidak mengonsumsi air es sesaat setelah beraktivitas di cuaca panas karena dapat memecah pembuluh darah mikro manusia.
Hasil Cek Fakta
Namun faktanya, dari hasil penelusuran, informasi ini merupakan hoaks karena mengandung 2 kejanggalan utama.
Indonesia Sedang Mengalami Gelombang Panas
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan dalam konfirmasi melalui website resminya bahwa gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.
Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat suhu > 36 °C terjadi di Medan, Deli Serdang, Jatiwangi dan Semarang pada catatan meteorologis tanggal 14 Oktober 2021. Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I, Medan yaitu 37,0 °C. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan Oktober.
Mengonsumsi Air Es Setelah Beraktivitas Di Cuaca Panas Dapat Memecahkan Pembuluh Darah
Melansir dari artikel Kompas.com, Dr. Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH, MMB mengungkapkan, informasi mengenai pecahnya pembuluh darah akibat langsung minum air es adalah tidak benar. Ia menjelaskan, gangguan kesehatan yang umum terjadi dengan perbedaan suhu dan kelembapan udara adalah dehidrasi.
“Jika dehidrasi terus berlanjut disertai terpapar panas yang terus menerus, maka akan berlanjut menjadi heat stroke, suatu gangguan kesehatan yang bisa berakibat kematian”.
Senada dengan itu, Spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah – Puri Indah dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci., Sp.PD, FINASIM mengatakan hal tersebut tidak benar.
“Minum air dingin kan lewat tenggorokan sementara heat stroke terjadi pada permukaan kulit, tidak nyaman iya, tapi apa berbahaya secara langsung? untuk mencegah heat stroke justru harus terdehidrasi,” kata Ikhsan pada ANTARA di jakarta.
Adapun gejala awal seseorang terkena heat stroke, di antaranya mengalami keram otot, sakit kepala, rasa haus yang sangat, lelah tidak bersemangat, keringat berlebih, serta air seni yang berwarna keruh dan kuning.
Heat stroke merupakan faktor penyebab utama seseorang meninggal saat terpapar dengan suhu panas tinggi dalam rentan waktu yang cukup lama. Orang tua atau lanjut usia dan orang dengan riwayat penyakit kronis, seperti kencing manis, jantung, dan paru menjadi yang paling berisiko mengidap penyakit ini.
Jadi dapat disimpulkan, informasi yang menyatakan bahwa Indonesia tengah mengalami gelombang panas, serta larangan minum air es setelah beraktivitas di cuaca panas karena dapat menyebabkan pembuluh darah pecah merupakan informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Indonesia Sedang Mengalami Gelombang Panas
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan dalam konfirmasi melalui website resminya bahwa gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.
Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat suhu > 36 °C terjadi di Medan, Deli Serdang, Jatiwangi dan Semarang pada catatan meteorologis tanggal 14 Oktober 2021. Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I, Medan yaitu 37,0 °C. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan Oktober.
Mengonsumsi Air Es Setelah Beraktivitas Di Cuaca Panas Dapat Memecahkan Pembuluh Darah
Melansir dari artikel Kompas.com, Dr. Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH, MMB mengungkapkan, informasi mengenai pecahnya pembuluh darah akibat langsung minum air es adalah tidak benar. Ia menjelaskan, gangguan kesehatan yang umum terjadi dengan perbedaan suhu dan kelembapan udara adalah dehidrasi.
“Jika dehidrasi terus berlanjut disertai terpapar panas yang terus menerus, maka akan berlanjut menjadi heat stroke, suatu gangguan kesehatan yang bisa berakibat kematian”.
Senada dengan itu, Spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah – Puri Indah dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci., Sp.PD, FINASIM mengatakan hal tersebut tidak benar.
“Minum air dingin kan lewat tenggorokan sementara heat stroke terjadi pada permukaan kulit, tidak nyaman iya, tapi apa berbahaya secara langsung? untuk mencegah heat stroke justru harus terdehidrasi,” kata Ikhsan pada ANTARA di jakarta.
Adapun gejala awal seseorang terkena heat stroke, di antaranya mengalami keram otot, sakit kepala, rasa haus yang sangat, lelah tidak bersemangat, keringat berlebih, serta air seni yang berwarna keruh dan kuning.
Heat stroke merupakan faktor penyebab utama seseorang meninggal saat terpapar dengan suhu panas tinggi dalam rentan waktu yang cukup lama. Orang tua atau lanjut usia dan orang dengan riwayat penyakit kronis, seperti kencing manis, jantung, dan paru menjadi yang paling berisiko mengidap penyakit ini.
Jadi dapat disimpulkan, informasi yang menyatakan bahwa Indonesia tengah mengalami gelombang panas, serta larangan minum air es setelah beraktivitas di cuaca panas karena dapat menyebabkan pembuluh darah pecah merupakan informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, ahli menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Indonesia tidak sedang dilanda gelombang panas. Sementara itu, mengonsumsi air es sesaat setelah beraktivitas di luar ruangan tidak memecahkan pembuluh darah, melainkan memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan yang umum seperti dehidrasi. Jika dehidrasi terus berlanjut, maka akan mengalami heat stroke.
Faktanya, ahli menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Indonesia tidak sedang dilanda gelombang panas. Sementara itu, mengonsumsi air es sesaat setelah beraktivitas di luar ruangan tidak memecahkan pembuluh darah, melainkan memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan yang umum seperti dehidrasi. Jika dehidrasi terus berlanjut, maka akan mengalami heat stroke.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/26/074250665/hoaks-minum-air-es-saat-cuaca-panas-bikin-pecah-pembuluh-darah?page=all
- https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=tidak-benar-gelombang-panas-sedang-terjadi-di-indonesia-bmkg-meminta-masyarakat-tidak-panik-dan-tetap-waspada&tag=press-release&lang=ID
[SALAH] Hadiah Rp2 Juta Dalam Rangka Ulang Tahun BRI Ke-120
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 22/10/2021
Berita
Beredar sebuah tautan dari media sosial Whatsapp dengan klaim kejutan hadiah Rp2 juta dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangka ulang tahun BRI yang ke-120. Di dalam tautan tersebut, penerima pesan diminta untuk mengisi sebuah kuisioner tentang BRI. Lalu sebagai syarat untuk dapat memenangkan hadiah, penerima pesan diminta untuk meneruskan pesan tersebut ke grup-grup lainnya.
Kuisioner Ulang tahun BRI
kuesioner HUT BRI
Hoax BRI
*Bank Rakyat Indonesia 120th Anniversary!*
🎉Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia ke 120!🎊
Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp5000.000👇
https://jvipvkk.top/i/bankinfo/?g=1
tenggat waktu:2021-12-3
Through the questionnaire, you will have a chance to get Rp5000.000 👇
https://jvipixr.top/i/brid/?g=1
deadline:2021-11-25
*Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia ke 120!*
Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp5000.000👇
https://jvip7mp.top/i/brid/?g=1
tenggat waktu:2021-11-22
Hari jadi BRI ke 130
Kuisioner Ulang tahun BRI
kuesioner HUT BRI
Hoax BRI
*Bank Rakyat Indonesia 120th Anniversary!*
🎉Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia ke 120!🎊
Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp5000.000👇
https://jvipvkk.top/i/bankinfo/?g=1
tenggat waktu:2021-12-3
Through the questionnaire, you will have a chance to get Rp5000.000 👇
https://jvipixr.top/i/brid/?g=1
deadline:2021-11-25
*Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia ke 120!*
Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp5000.000👇
https://jvip7mp.top/i/brid/?g=1
tenggat waktu:2021-11-22
Hari jadi BRI ke 130
Hasil Cek Fakta
Setelah melakukan pengecekan mengenai tautan berhadiah dari BRI ini, ditemukan fakta bahwa tautan yang beredar tersebut merupakan hoaks. Melansir dari berbagai artikel, ternyata tautan hadiah dari BRI ini merupakan hoaks lama yang kembali berulang dengan jumlah hadiah yang diubah-ubah.
BRI diketahui akan berusia 126 tahun pada 2021, bukan 120 tahun sebagaimana narasi yang tersebar. Namun saat ini, BRI diketahui tidak sedang melakukan undian berhadiah apapun, dan diketahui tidak sedang melakukan rangkaian peringatan hari jadi sebagaimana yang diklaim dalam tautan.
Dari akun Twitter resminya, @kontakBRI, dijelaskan bahwa pesan tentang hadiah ulang tahun BRI ke-120 itu merupakan informasi palsu. Diterangkan lebih lanjut, situs pemberitahuan tentang hadiah tersebut bukanlah situs resmi BRI.
“Situs resmi BRI, bri.co.id,” demikian keterangan dalam unggahan @kontakBRI.
Tautan yang beredar ini pun setidaknya patut untuk dicurigai sebagai tautan palsu atau tidak resmi. Tautan ini menggunakan tata bahasa yang buruk, yang menjadi penanda bahwa tautan ini tidak kredibel. Selain itu, jika melakukan pengecekan melalui Google Tranparency Report, tautan ini terdeteksi sebagai tautan yang tidak aman.
Jadi dapat disimpulkan bahwa tautan berhadiah dalam rangka ulang tahun BRI yang ke-120 merupakak hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.
BRI diketahui akan berusia 126 tahun pada 2021, bukan 120 tahun sebagaimana narasi yang tersebar. Namun saat ini, BRI diketahui tidak sedang melakukan undian berhadiah apapun, dan diketahui tidak sedang melakukan rangkaian peringatan hari jadi sebagaimana yang diklaim dalam tautan.
Dari akun Twitter resminya, @kontakBRI, dijelaskan bahwa pesan tentang hadiah ulang tahun BRI ke-120 itu merupakan informasi palsu. Diterangkan lebih lanjut, situs pemberitahuan tentang hadiah tersebut bukanlah situs resmi BRI.
“Situs resmi BRI, bri.co.id,” demikian keterangan dalam unggahan @kontakBRI.
Tautan yang beredar ini pun setidaknya patut untuk dicurigai sebagai tautan palsu atau tidak resmi. Tautan ini menggunakan tata bahasa yang buruk, yang menjadi penanda bahwa tautan ini tidak kredibel. Selain itu, jika melakukan pengecekan melalui Google Tranparency Report, tautan ini terdeteksi sebagai tautan yang tidak aman.
Jadi dapat disimpulkan bahwa tautan berhadiah dalam rangka ulang tahun BRI yang ke-120 merupakak hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, tautan tersebut merupakan hoaks. BRI saat ini tidak sedang melakukan undian apapun dan tidak sedang melakukan rangkaian peringatan hari jadi sebagaimana yang dimaksud dalam tautan.
Faktanya, tautan tersebut merupakan hoaks. BRI saat ini tidak sedang melakukan undian apapun dan tidak sedang melakukan rangkaian peringatan hari jadi sebagaimana yang dimaksud dalam tautan.
Rujukan
Keliru, Narasi Tentang Kenaikan Prevalensi Merokok Anak Tidak Terkait dengan Iklan Rokok
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/10/2021
Berita
Sebuah poster berisi klaim terkait kenaikan prevalensi merokok anak tidak terkait dengan iklan rokok dan jumlah perokok anak turun, beredar di Twitter, 16 Oktober 2021. Salah satu akun mengunggah klaim itu setelah Pemprov DKI Jakarta menutup display penjualan rokok di minimarket.
“Nah lo. Kalo emang datanya udah turun, terus kemarin pada nutupin warung rokok pake tirai berarti bukan karena alasan biar anak2 gak merokok kali, ya. Tapi buat laporan sama ndoro funding kali, ya,” tulis akun itu menyertai poster yang diunggah.
Poster itu berisi dua teks: “Kenaikan prevalensi perokok anak tidak disebabkan oleh iklan rokok, namun minimnya edukasi pemerintah.”
Teks kedua memuat data tentang jumlah perokok anak mencapai 9,76 persen tahun 2018. Tahun 2019 menurun menjadi 3,87 persen dan jumlah 2020 menurun lagi menjadi 3,81 persen.
Tangkapan layar unggahan poster berisi klaim terkait kenaikan prevalensi merokok anak dikaitkan dengan iklan rokok dan jumlah perokok anak turun
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, ada kaitan yang erat antara kenaikan iklan rokok dengan prevalensi merokok anak. Gencarnya iklan, promosi, dan sponsor rokok berdampak pada semakin meningkatnya prevalensi merokok pada anak-anak dan remaja. Dua penelitian berikut menunjukkan bahwa iklan, promosi, dan sponsor rokok menimbulkan keinginan anak dan remaja untuk merokok.
Pertama, penelitian Tobacco Control Support Centre - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TSCC-IAKMI), menunjukkan ada kaitan erat antara iklan rokok dan prevalensi perokok anak. Penelitian berjudul Paparan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok di Indonesia (2018), tersebut menemukan hubungan yang signifikan antara paparan iklan rokok di TV, radio, billboard, poster, dan internet dengan status merokok pada anak dan remaja usia dibawah 18 tahun.
Anak dan remaja usia dibawah 18 tahun lebih banyak terpapar iklan rokok melalui TV (85%), banner (76,3%), billboard (70,9%), poster (67,7%), tembok publik (57,4%), kendaraan umum (47,3%), internet (45,7%), koran/majalah (23,6%), radio (17,4%), dan bioskop (12,4%).
Sumber: Tobacco Control Support Centre - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TSCC-IAKMI) dalam studi Paparan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok di Indonesia (2018).
Sumber: Tobacco Control Support Centre - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TSCC-IAKMI) dalam studi Paparan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok di Indonesia (2018).
Selain itu, didapatkan pula hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian sampel rokok gratis, sponsor rokok di acara olahraga, logo pada merchandise, sponsor rokok di acara musik, dan harga diskon dengan status merokok pada anak dan remaja usia dibawah 18 tahun.
Selain dari iklan, anak dan remaja usia dibawah 18 tahun pun lebih banyak terpapar promosi dan sponsor rokok di toko yang menjual rokok (74,2%), acara olahraga (46,6%), logo pada merchandise (39,1%), acara musik (39%), pembagian sampel rokok gratis (14,7%), harga diskon (12,3%), hadiah gratis atau diskon spesial (8,7%), kupon/voucher rokok (5,4%), dan surat (6,5%).
Penelitian tersebut menggunakan desain potong lintang dengan metode pengambilan sampel dilakukan dengan Multistage Cluster Sampling. Studi dilakukan terhadap 5.234 responden atau 97,8% dari total sample yang berasal dari 16 kota/kabupaten, 139 kecamatan dan 279 desa/kelurahan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner.
Kedua, penelitian oleh Yayasan Lentera Anak, Ruandu Foundation, Gagas, dan Komunitas Peduli Udara Bersih tahun 2021, juga memperkuat temuan dari TSCC-IAKMI.
Penelitian berjudul Survei Keterpaparan Iklan Rokok Elektrik pada Perokok Anak dan Hubungan Iklan Rokok Konvensional terhadap Preferensi Rokok yang Disukai Anak, itu melibatkan 180 anak yang merokok (laki-laki dan perempuan) di rentang usia 10-18 tahun di Jakarta, Solo, Jember, Padang dan Mataram.
Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari, mengatakan, hasil penelitian menunjukkan sebanyak 99,4 persen anak mengaku pernah melihat iklan rokok dan 76,7 persen anak mengaku banyak terpapar iklan rokok. Disebut banyak karena diasumsikan anak terpapar oleh iklan rokok lebih dari satu kali dalam sehari.
Selain itu 60,6 persen anak mengaku bahwa mereka terpapar oleh iklan rokok elektrik. Anak-anak paling banyak melihat iklan rokok elektrik di media sosial sebesar 88,1%. Sedangkan untuk yang lainnya melihat di berita online sebesar 3,7%.
Paparan iklan rokok tersebut juga mempengaruhi perilaku merokok anak. Menurut Lisda, setelah dilakukan analisis hubungan antara iklan rokok yang diingat anak dengan merek rokok yang paling disukai, nilai signifikansinya sebesar 0,003. Artinya terdapat hubungan yang besar antara iklan rokok dengan merek rokok yang paling disukai anak
Klaim 2: jumlah perokok anak turun
Sumber data yang tertulis dalam poster digital tersebut merujuk data Persentase Merokok Pada Penduduk Usia ≤ 18 Tahun, Menurut Jenis Kelamin (Persen), 2018-2020 oleh Badan Pusat Statistik. Menurut data tersebut, jumlah persentase merokok penduduk usia di bawah 18 tahun pada 2018 secara nasional, mencapai 9,65 persen. Sedangkan pada 2019 mencapai 3,87 persen dan 3,81 persen pada 2020.
Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik, Ahmad Avenzora, menjelaskan data persentase merokok penduduk usia di bawah 18 tahun pada 2018 dan 2019-2020, menggunakan sumber data yang berbeda. Tahun 2018 menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan. Sementara tahun 2019 dan 2020 dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
“Ada perbedaan pendekatan antara Riskesdas dan Susenas. Sebenarnya tidak apple to apple untuk membandingkan yang 2018 dengan 2019 dan 2020,” kata Ahmad kepada Tempo, 19 Oktober 2021.
Salah satu perbedaan pendekatan antara Riskesdas dan Susenas, kata Ahmad Avenzora, terkait jenis rokok. Di Riskesdas, mencakup jenis rokok elektrik. Sedangkan pada Susenas, tidak memasukkan rokok elektrik.
Menurut Ahmad, dengan perbedaan sumber data tersebut, tidak bisa disimpulkan bahwa jumlah perokok anak menurun signifikan dari tahun 2018 ke tahun 2019-2020.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim terkait kenaikan prevalensi merokok anak tidak terkait dengan iklan rokok dan jumlah perokok anak turun, adalah keliru. Berdasarkan sejumlah penelitian, iklan rokok mempengaruhi prevalensi perokok anak, baik yang mengkonsumsi rokok konvensional maupun rokok elektrik. Kedua, terkait klaim jumlah perokok anak turun dari tahun 2018 ke tahun 2019 dan 2020 juga keliru. BPS telah menyatakan bahwa sumber data yang digunakan pada 2018 berbeda dengan 2019 dan 2020 sehingga tidak dapat digunakan sebagai perbandingan.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://twitter.com/GoberSindhik/status/1449322803170213889/photo/1
- http://www.tcsc-indonesia.org/wp-content/uploads/2018/10/Hasil-Studi-Paparan-Iklan-Promosi-dan-Sponsor-Rokok-di-Indonesia_TCSC-IAKMI.pdf
- https://www.bps.go.id/indicator/30/1533/1/persentase-merokok-pada-penduduk-usia-18-tahun-menurut-jenis-kelamin.html
[SALAH] Supporter Sepakbola Liga Jerman Membentuk Formasi Tulisan Rasulullah Untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/10/2021
Berita
Sebuah akun facebook bernama Essy mengunggah video yang memperlihatkan supporter sepakbola yang mengenakan jersey berwarna kuning di bagian tribun penonton membentuk tulisan ya habibi Ya Rasulallah untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam narasinya, kejadian tersebut dilakukan oleh supporter tim liga Jerman.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan konten keliru yang kembali beredar. FAKTANYA, video tersebut memang benar dilakukan oleh supporter sepak bola namun bukan tim liga Jerman melainkan tim liga Arab Saudi bernama Al Ittihad FC.
Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube, terlihat puluhan ribu suporter Al Ittihad meneriakkan pujian kepada Nabi Muhammad. Mereka kompak menyanyikan lagu terkenal ‘Tala Al Badru’ Alayna’ yang konon dinyanyikan Sahabat Nabi saat kedatangan Nabi Muhammad ke Madinah dari Makkah.
Selain itu para fans juga melakukan koreografi membentuk tulisan حبيبي يا رسول الله yang berarti ‘Oh Rasulullah, kekasihku’ dengan warna kuning dan hitam sesuai dengan warna klub kesayangan mereka.
Fans Al Ittihad melakukan aksi ini di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, 20 Februari 2015 lalu. Saat itu Al Ittihad tengah menghadapi Al Shoalah pada laga lanjutan Liga Arab Saudi. Pada laga tersebut, Al Ittihad berhasil menang 3-2 meski sempat tertinggal lebih dulu.
Informasi salah ini juga sudah pernah diverifikasi sebelumnya oleh website turnbackhoax.id pada 8 september 2019 dengan judul “[SALAH] “penonton Liga Jerman membuat ‘konfigurasi menghormati Rasulullah”.
Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube, terlihat puluhan ribu suporter Al Ittihad meneriakkan pujian kepada Nabi Muhammad. Mereka kompak menyanyikan lagu terkenal ‘Tala Al Badru’ Alayna’ yang konon dinyanyikan Sahabat Nabi saat kedatangan Nabi Muhammad ke Madinah dari Makkah.
Selain itu para fans juga melakukan koreografi membentuk tulisan حبيبي يا رسول الله yang berarti ‘Oh Rasulullah, kekasihku’ dengan warna kuning dan hitam sesuai dengan warna klub kesayangan mereka.
Fans Al Ittihad melakukan aksi ini di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, 20 Februari 2015 lalu. Saat itu Al Ittihad tengah menghadapi Al Shoalah pada laga lanjutan Liga Arab Saudi. Pada laga tersebut, Al Ittihad berhasil menang 3-2 meski sempat tertinggal lebih dulu.
Informasi salah ini juga sudah pernah diverifikasi sebelumnya oleh website turnbackhoax.id pada 8 september 2019 dengan judul “[SALAH] “penonton Liga Jerman membuat ‘konfigurasi menghormati Rasulullah”.
Kesimpulan
Klaim yang salah. Faktanya, barisan penonton yang membentuk konfigurasi tulisan Nabi Muhammad itu bukanlah supporter sepakbola liga Jerman melainkan supprter sepakbola klub liga Arab Saudi, Al Ittihad FC pada februari 2015.
Rujukan
Halaman: 6585/8694




