Keliru, CEO Pfizer Albert Vorla Menyatakan tanpa Vaksin, Seseorang Bisa Mengimunisasi Dirinya Sendiri
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/10/2021
Berita
Sebuah fotoflyer memperlihat pernyataan CEO Pfizer Albert Borla yang mengklaim orang tak divaksin akan dapat mengimunisasi dirinya sendiri beredar di instagram. Pada flayer tersebut bahkan ikut dicantumkan pula kutipan pernyataan penemu vaksin Astra Zeneca, Dame Sarah Gilbert, dengan narasi “tidak ada alasan untuk berpikir kita akan memiliki COVID-19 versi 2 lebih ganas, pada akhirnya virus ini akan menjadi virus biasa yang menyebabkan flu”.
Unggahan itu dibagikan akun _teluuur pada 10 Oktober 2021. Hingga artikel ini ditulis unggahannya telah mendapatkan respons 6.482 disukai.
Lantas benarkah CEO Pfizer Albert Borla dan Dame Sarah Gilbert membuat pernyataan demikian? Dan benarkah orang yang tidak divaksin akan mengimunisasi dirinya sendiri dan Covid-19 akan menjadi virus biasa yang hanya akan menjadi virus flu biasa?
Tangkapan layar unggahan dengan klaim tanpa vaksin, seseorang dapat mengimunisasi dirinya sendiri dari Covid-19
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek FaktaTempomula-mula menelusuri terlebih dahulu informasi melalui sejumlah sumber kredibel terkait pernyataan dua tokoh tersebut dan cara kerja vaksin serta sistem imun manusia.
Klaim 1 : Pernyataan CEO Pfizer Albert Borla “orang tak divaksin akan dapat mengimunisasi dirinya sendiri”
Fakta:Tempotidak menemukan pernyataan CEO Pfizer Albert Borla tentang orang yang tidak divaksin akan mengimunisasi dirinya sendiri. Pernyataan ini justru berkebalikan dengan pernyataan Borla pada 8 September 2020, seperti yang dimuat oleh CNBC. Saat itu Bourla memperingatkan bahwa orang yang tidak divaksin, akan menjadi kelompok rentan terkena virus dan membuat virus terus menyebar.
Selain itu, orang-orang yang memutuskan untuk tidak divaksin tidak hanya berdampak pada hidup mereka sendiri, tetapi juga memberi dampak pada kehidupan orang lain.
Borla sendiri sudah mendapatkan dosis penuh vaksin Covid-19 pada 10 Maret 2021. Sebelumnya dia juga diserang informasi palsu berupa video dengan klaim “CEO Pfizer Menolak Vaksin” Dilansir dari apnews, sebelum suntikan vaksin kedua pada Borla, muncul video yang menyertakan spanduk palsu, "CEO PFIZER MENOLAK VAKSIN," telah dibagikan ribuan kali di Facebook. Beberapa huruf dalam kata "vaksin" telah diganti dengan gambar partikel virus corona dan jarum suntik.
Emily R. Smith, seorang ahli epidemiologi dan asisten profesor di Milken Institute School of Public Health di The George Washington University seperti dilansir USA Today mengatakan, orang yang telah mengikuti vaksinasi akan mengurangi risiko individu terkena kembali Covid-19 dan memberikan perlindungan kepada orang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi, 800 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan Covid-19 daripada orang yang tidak divaksinasi.
Susan Hassig, seorang ahli epidemiologi di Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine, ikut menegaskan bahwa vaksin melindungi individu yang divaksinasi dengan sangat mengurangi risiko infeksi, penyakit, dan kematian. Vaksinasi individu itu kemudian melindungi komunitas yang lebih luas dengan membuat orang yang divaksinasi cenderung menjadi tuan rumah.
Klaim 2 : Pernyataan Demi Sara Gilbert “tidak ada alasan untuk berpikir kita akan memiliki COVID-19 versi 2 lebih ganas, pada akhirnya virus ini akan menjadi virus biasa yang menyebabkan flu”
Fakta: Pernyataan Sarah Gilbert ini pernah disampaikan saat seminar Royal Society of Medicine pada 21 September 2021. Pernyataan lengkap Sara Gilbert seperti dilansir dari The Times, viruscorona biasanya tidak bermutasi ke varian yang bisa menlawan vaksin. Sebab, tak ada lagi tempat untuk menyebar dan berkembang. Sehingga bisa dikatakan varian Covid-19 yang lebih ganas tidak akan ada lagi jika semua sudah divaksin.
Dari pemberitaan Times itu diketahui bahwa konteks pernyataan Sarah Gilbert, bahwa, virus corona tidak mungkin bermutasi menjadi varian ganas pada seseorang yang telah divaksin. Artinya Sarah menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta olehTempo, klaim CEO Pfizer Albert Borla yang mengatakan orang tak divaksin akan dapat mengimunisasi dirinya sendiri dan pernyataan Dame Sarah Gilbert bahwa virus Covid-19 akan menjadi virus flu biasa,menyesatkan.
Pernyataan Borla tentang orang yang tidak divaksin akan mengimunisasi dirinya sendiri ramai menjadi diperbincangkan setelah muncul video yang menyertakan spanduk palsu CEO Pfizer menolak vaksin. Video tersebut mengutip wawancara stasiun TVCNBCpada 14 Desember 2020. Borla sendiri diketahui mendapatkan suntikan vaksin kedua pada 10 Maret 2021.
Sedangkan, pernyataan Sarah Gilbert ini ramai setelah ia menjadi pembicara di seminar Royal Society of Medicine pada 21 September 2021. Sarah mengatakan, viruscorona biasanya tidak bermutasi ke varian yang bisa menlawan vaksin. Sebab, tak ada lagi tempat untuk menyebar dan berkembang. Sehingga bisa dikatakan varian Covid-19 yang lebih ganas tidak akan ada lagi jika semua sudah divaksin.
TIM CEKFAKTA TEM
Rujukan
Keliru, KPK Berhasil Temukan Duit Suap Rp 5 Miliar di Kediaman Novel Baswedan
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/10/2021
Berita
Video berdurasi 8 menit dengan judulNovel keringat dingin, KPK berhasil temukan dana suap 5 miliar dari kediamannyadibagikan di grup "Dukung NKRI Harga Mati" di Facebook pada 12 Oktober 2021.
Video ini berisi gabungan video lainnya yang terkait dengan kasus korupsi eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin yang ditangani KPK.
Sejak dibagikan, video ini telah ditonton empat ribu kali.
Tangkapan layar unggahan video dengan klaim KPK berhasil temukan duit suap Rp 5 miliar dari kediaman Novel Baswedan
Hasil Cek Fakta
Setelah Tempo menonton video tersebut, tidak ada keterangan bahwa KPK menemukan duit suap Rp 5 miliar di kediaman rumah mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, dalam kasus Azis Syamsudin. Novel dan timnya justru melaporkan delapan pegawai KPK lainnya yang diduga dekat dengan bekas Wakil Ketua DPR itu.
Video tersebut memuat potongan rekaman dari banyak peristiwa, namun narasi di dalamnya menyebutkan tentang informasi delapan penyidik KPK yang menjadi orang dalam bagi Azis Syamsudin. Salah satu dari delapan penyidik KPK itu adalah AKP Stepanus Robin Pattuju.
Informasi itu berdasarkan keterangan Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai Yusmada saat menjadi saksi dalam persidangan terdakwa Stepanus Robin Pattuju, pada Senin, 4 Oktober 2021. Yusmada adalah tersangka pemberi suap untuk Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M. Syahrial.
Dalam berbagai pemberitaan juga tidak ada peristiwa KPK menemukan duit suap Rp 5 miliar dari kediaman Novel Baswedan. Dalam kasus itu, suap diberikan oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin kepada Stepanus Robin Pattuju senilai Rp 3.099.887.000 dan US$ 36 ribu .
KPK telah menetapkan Azis sebagai tersangka pemberi suap kepada Robin Pattuju. Suap diduga diberikan agar Robin mengurus perkara korupsi dana alokasi khusus Lampung Tengah yang menyeret nama Azis.
Novel tidak terkait dengan kasus ini. Dia dan timnya malah melaporkan ihwal delapan penyidik tersebut ke Dewan Pengawas KPK.
Novel pernah menjelaskan melalui akun T witternya : “Yang ungkap kasus ini adalah tim saya bersama dengan tim lain yang semuanya disingkirkan dengan tes wawasan kebangsaan (TWK). Saya juga sudah laporkan masalah tersebut ke Dewas tapi tidak jalan. Justru KPK seperti takut itu diungkap dan melarang tim kami untuk sidik kasus tersebut dengan menunjuk tim lain untuk penyidikannya.”
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta tersebut, Tempo menyimpulkan judul video "Novel keringat dingin, KPK berhasil temukan dana suap 5 miliar dari kediamannya" adalah keliru. Dugaan suap dari Azis Syamsudin bukanlah untuk Novel Baswedan, melainkan Stepanus Robin Pattuju.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
[SALAH] Darah Orang yang Divaksin Covid-19 Menjadi Tidak Normal dan Tidak Bisa Donor Darah
Sumber: facebook.comTanggal publish: 14/10/2021
Berita
Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Abdul Haris As di grup “Penipuan CORONA Yg Menyesatkan”. Dalam postingannya Abdul menarasikan bahwa vaksin Covid-19 dapat merusak sel darah merah, darah akan terjadi penggumpalan dan tidak bisa didonorkan. Selain itu, dalam narasinya juga diungkapkan bahwa orang yang sudah divaksin tidaklah kebal (tidak ada perubahan imunitas) maka dari itu tidak ada gunanya jika divaksin.
Abdul Haris juga menyertakan video yang berisi penjelasan dari seseorang yang diklaim sebagai ahli Taksologi bernama Armin Koroknay. Armin menjelaskan bahwa efek dari vaksin Covid-19 akan mengakibatkan perubahan struktur yang tidak normal pada sel darah merah manusia, hal itu disebabkan karena adanya medan listrik yang masuk dan darah kekurangan mineral. Ketidaknormalan sel darah merah tersebut berujung penyakit penggumpalan darah merah pasca-vaksinasi.
Abdul Haris juga menyertakan video yang berisi penjelasan dari seseorang yang diklaim sebagai ahli Taksologi bernama Armin Koroknay. Armin menjelaskan bahwa efek dari vaksin Covid-19 akan mengakibatkan perubahan struktur yang tidak normal pada sel darah merah manusia, hal itu disebabkan karena adanya medan listrik yang masuk dan darah kekurangan mineral. Ketidaknormalan sel darah merah tersebut berujung penyakit penggumpalan darah merah pasca-vaksinasi.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim Abdul Haris As adalah Hoaks. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa orang yang sudah divaksin masih bisa mendonorkan darahnya.
Dilansir dari website kesehatan, alomedika.com, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Hendra Gunawan SpPD menjelaskan bahwa memang ada vaksin Covid-19 jenis tertentu yang mengakibatkan penggumpalan darah. Namun kasus tersebut sangat jarang terjadi dan biasanya terjadi pada orang yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit penggumpalan darah (trombosis) dan yang sedang mengonsumsi antikoagulan/antiplatelet. Lebih lanjut, Dokter Hendra mengungkapkan, vaksin Covid-19 tergolong aman digunakan karena manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan efek komplikasinya.
Adapun klaim adanya medan listrik juga tidak benar, hoax serupa berkali-kali beredar di media sosial soal vaksin yang mengandung zat magnetik ataupun listrik, hoaks tersebut juga telah dibantah berkali-kali oleh para ahli bahwa vaksin Covid-19 tidak mengandung bahan magnetik ataupun listrik. Lebih jelasnya, artikel bantahan untuk ini dapat dibaca di website turnbackhoax.id, dengan judul artikel “[SALAH] Vaksin Covid-19 Mengandung Microchip Magnetik”.
Persoalan mengenai kekebalan tubuh, berdasarkan penjelasan Kementrian Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, vaksin Covid-19 tidak membuat seseorang kebal 100 persen dari virus corona. Orang yang sudah divaksin masih mungkin tertular dan menularkan Covid-19. Meski begitu, orang yang sudah divaksin akan mengalami gejala yang ringan dan asimtomatik, karena kekebalan tubuh meningkat. Selain itu, negara yang penduduknya sebagian besar sudah divaksin menunjukkan pemulihan yang lebih cepat, angka positif dan kematian juga menurun. Dengan begitu, selesai divaksin masyarakat masih harus menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, mencuci tangan, dan hidup sehat.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim Abdul Haris As adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Dilansir dari website kesehatan, alomedika.com, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Hendra Gunawan SpPD menjelaskan bahwa memang ada vaksin Covid-19 jenis tertentu yang mengakibatkan penggumpalan darah. Namun kasus tersebut sangat jarang terjadi dan biasanya terjadi pada orang yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit penggumpalan darah (trombosis) dan yang sedang mengonsumsi antikoagulan/antiplatelet. Lebih lanjut, Dokter Hendra mengungkapkan, vaksin Covid-19 tergolong aman digunakan karena manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan efek komplikasinya.
Adapun klaim adanya medan listrik juga tidak benar, hoax serupa berkali-kali beredar di media sosial soal vaksin yang mengandung zat magnetik ataupun listrik, hoaks tersebut juga telah dibantah berkali-kali oleh para ahli bahwa vaksin Covid-19 tidak mengandung bahan magnetik ataupun listrik. Lebih jelasnya, artikel bantahan untuk ini dapat dibaca di website turnbackhoax.id, dengan judul artikel “[SALAH] Vaksin Covid-19 Mengandung Microchip Magnetik”.
Persoalan mengenai kekebalan tubuh, berdasarkan penjelasan Kementrian Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, vaksin Covid-19 tidak membuat seseorang kebal 100 persen dari virus corona. Orang yang sudah divaksin masih mungkin tertular dan menularkan Covid-19. Meski begitu, orang yang sudah divaksin akan mengalami gejala yang ringan dan asimtomatik, karena kekebalan tubuh meningkat. Selain itu, negara yang penduduknya sebagian besar sudah divaksin menunjukkan pemulihan yang lebih cepat, angka positif dan kematian juga menurun. Dengan begitu, selesai divaksin masyarakat masih harus menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, mencuci tangan, dan hidup sehat.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim Abdul Haris As adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Informasi Palsu. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa orang yang sudah divaksin masih dapat mendonorkan darahnya. Lebih lanjut vaksin tidak mengandung bahan magnetik ataupun mengandung listrik. Adapun soal penggumpalan darah, kasusnya sangat jarang terjadi dan biasanya diderita pasien komorbid.
Informasi Palsu. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa orang yang sudah divaksin masih dapat mendonorkan darahnya. Lebih lanjut vaksin tidak mengandung bahan magnetik ataupun mengandung listrik. Adapun soal penggumpalan darah, kasusnya sangat jarang terjadi dan biasanya diderita pasien komorbid.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/10/04/183000265/-hoaks-vaksin-covid-19-ubah-warna-darah-dan-tidak-bisa-didonorkan?page=all#page2
- https://www.alomedika.com/gangguan-fungsi-pembekuan-darah-pasca-vaksinasi-covid-19
- https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/nasional/read/2021/06/30/14253561/menkes-vaksin-covid-19-tak-membuat-kita-100-persen-kebal-seperti-superman
- https://turnbackhoax.id/2021/05/21/salah-vaksin-covid-19-mengandung-microchip-magnetik-2/
[SALAH] Video “Berita Terkini ~ Amien Rais Dikeroyok Oleh OTK, Keluarga Histeris Saat Mengetahui Kondisi Si Mbah!!”
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 14/10/2021
Berita
Kanal Youtube Pakde TV mengungga video dengan judul “Berita Terkini ~ Amien Rais Dikeroyok Oleh OTK, Keluarga Histeris Saat Mengetahui Kondisi Si Mbah!!” Selain itu, pada bagian thumbnail tertulis narasi “BREAKING NEWS!!! AMIEN RAIS DIKEROYOK ! KELUARGA HISTERIS SAAT TAHU KONDISINYA.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa video hasil suntingan sejumlah video dan pembacaan beberapa artikel yang tidak sesuai dengan klaim pada judul dan narasi thumbnail. Video pertama dicuplik ialah video berjudul “Alasan Loyalis Amien Rais, Agung Mozin Mundur dari Partai Ummat” yang tayang di kanal Youtube voitid pada 27 Agustus 2021. Isi video merupakan penjelasan alasan Agung Mozin keluar dari Partai Ummat.
Video kedua yang dicuplik dalam video di Pakde TV ialah video berjudul “LAWAN KEZALIMAN TEGAKKAN KEADILAN, AMIEN RAIS RESMI DEKLARASI PARTAI UMMAT” yang tayang di kanal Youtube NEWS ADiTV pada 29 April 2021. Isi video membahas mengenai deklarasi Partai Ummat.
Dan, video ketiga yang dicuplik ialah video berjudul “Eko Kuntadhi & Mazdjo Pray: DITINGGAL NENO, AMIEN BAKAL JADI GELANDANGAN POLITIK? (Pra Kontro #117)” yang tayang di kanal Youtube 2045 TV pada 5 Oktober 2021. Isi video merupakan pembahasan Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray terkait dinamika yang terjadi di Partai Ummat.
Adapun, ada tiga artikel yang dibacakan atau dinarasikan melalui voice over dalam video yang terdapat di kanal Youtube Pakde TV. Artikel pertama berjudul “’Saya Dikeroyok’, Amien Rais Ungkit Masa Lalu di PAN, Usai Ditinggal Pengurus Partai Ummat” yang tayang di palembang.tribunnews.com pada 11 Oktober 2021. Isi artikel membahas pandangan Amien Rais terhadap dinamika mundurnya sejumlah anggota Partai Ummat dan alasan Amien keluar dari Partai Amanat Nasional (PAN). Adapun, konteks ‘keroyok’ dalam judul artikel bukan mengarah kepada pengeroyokan kepada Amien Rais secara fisik, melainkan analogi yang digunakan Amien saat menceritakan alasan dirinya keluar dari PAN.
Artikel kedua yang dibacakan ialah artikel berjudul “Jawaban Amien Rais soal Banyaknya Pengurus Partai Ummat yang Tiba-tiba Mundur, Termasuk Neno” yang tayang di jabar.tribunnews.com pada 11 Oktober 2021. Sama halnya dengan artikel pertama, artikel tersebut membahas tanggapan Amien Rais perihal dinamika keluarnya sejumlah anggota Partai Ummat.
Artikel ketiga yang dibacakan dalam video di kanal Pakde TV ialah artikel berjudul “Amien Rais Tanggapi Mundurnya Pengurus Partai Ummat, Pengamat: Mereka Harus Kerja Sangat Keras” yang tayang di aceh.tribunnews.com pada 10 Oktober 2021. Isi artikel membahas pandangan Amien Rais, Humas DPP Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya, dan Pengamat Politik Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio atas dinamika di Partai Ummat.
Pembahasan ketiga artikel tersebut tidak sesuai dengan klaim pada judul dan narasi thumbnail video di kanal Pakde TV. Oleh sebab itu, konten video di Pakde TV masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.
Video kedua yang dicuplik dalam video di Pakde TV ialah video berjudul “LAWAN KEZALIMAN TEGAKKAN KEADILAN, AMIEN RAIS RESMI DEKLARASI PARTAI UMMAT” yang tayang di kanal Youtube NEWS ADiTV pada 29 April 2021. Isi video membahas mengenai deklarasi Partai Ummat.
Dan, video ketiga yang dicuplik ialah video berjudul “Eko Kuntadhi & Mazdjo Pray: DITINGGAL NENO, AMIEN BAKAL JADI GELANDANGAN POLITIK? (Pra Kontro #117)” yang tayang di kanal Youtube 2045 TV pada 5 Oktober 2021. Isi video merupakan pembahasan Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray terkait dinamika yang terjadi di Partai Ummat.
Adapun, ada tiga artikel yang dibacakan atau dinarasikan melalui voice over dalam video yang terdapat di kanal Youtube Pakde TV. Artikel pertama berjudul “’Saya Dikeroyok’, Amien Rais Ungkit Masa Lalu di PAN, Usai Ditinggal Pengurus Partai Ummat” yang tayang di palembang.tribunnews.com pada 11 Oktober 2021. Isi artikel membahas pandangan Amien Rais terhadap dinamika mundurnya sejumlah anggota Partai Ummat dan alasan Amien keluar dari Partai Amanat Nasional (PAN). Adapun, konteks ‘keroyok’ dalam judul artikel bukan mengarah kepada pengeroyokan kepada Amien Rais secara fisik, melainkan analogi yang digunakan Amien saat menceritakan alasan dirinya keluar dari PAN.
Artikel kedua yang dibacakan ialah artikel berjudul “Jawaban Amien Rais soal Banyaknya Pengurus Partai Ummat yang Tiba-tiba Mundur, Termasuk Neno” yang tayang di jabar.tribunnews.com pada 11 Oktober 2021. Sama halnya dengan artikel pertama, artikel tersebut membahas tanggapan Amien Rais perihal dinamika keluarnya sejumlah anggota Partai Ummat.
Artikel ketiga yang dibacakan dalam video di kanal Pakde TV ialah artikel berjudul “Amien Rais Tanggapi Mundurnya Pengurus Partai Ummat, Pengamat: Mereka Harus Kerja Sangat Keras” yang tayang di aceh.tribunnews.com pada 10 Oktober 2021. Isi artikel membahas pandangan Amien Rais, Humas DPP Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya, dan Pengamat Politik Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio atas dinamika di Partai Ummat.
Pembahasan ketiga artikel tersebut tidak sesuai dengan klaim pada judul dan narasi thumbnail video di kanal Pakde TV. Oleh sebab itu, konten video di Pakde TV masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Isi video tidak sesuai dengan judul dan narasi pada thumbnail. Isi video merupakan hasil suntingan sejumlah video dan pembacaan beberapa artikel yang membahas dinamika di Partai Ummat.
Rujukan
- https://palembang.tribunnews.com/2021/10/11/saya-dikeroyok-amien-rais-ungkit-masa-lalu-di-pan-usai-ditinggal-pengurus-partai-ummat?page=all
- https://jabar.tribunnews.com/2021/10/11/jawaban-amien-rais-soal-banyaknya-pengurus-partai-ummat-yang-tiba-tiba-mundur-termasuk-neno?page=all
- https://aceh.tribunnews.com/2021/10/10/amien-rais-tanggapi-mundurnya-pengurus-partai-ummat-pengamat-mereka-harus-kerja-sangat-keras?page=all
Halaman: 6594/8694



