• [SALAH] Cuitan dengan Foto Tangkapan Layar “Umur 10 Tahun Jokowi Sudah Hafal Alquran 40 juz”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 25/09/2021

    Berita

    Akun Twitter Kimberley (@Kimberley20101) mengunggah cuitan berupa narasi dengan foto tangkapan layar yang bertuliskan “Soal Tuduhan Jokowi Anti Islam, Luhut: Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz” pada 14 September 2021. Cuitan tersebut mendapat atensi berupa 107 balasan, 107 retweet, dan 312 suka.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelurusan, foto tangkapan layar cuitan itu adalah hoaks yang kembali beredar. Foto Luhut Binsar Pandjaitan dalam tangkapan layar itu pernah dimuat pada artikel CNBC Indonesia berjudul Luhut: Jokowi Pilih Ma’ruf itu Blessing untuk Ekonomi RI” yang tayang pada 14 agustus 2018. Sementara itu, dalam Quran terdapat 30 juz dengan nama yang berbeda, bukan 40 juz seperti yang disebutkan dalam foto tangkapan layar itu.

    Isu serupa sebelumnya pernah dibahas dalam dua artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] Soal Tuduhan Jokowi Anti Islam, Luhut: Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz terbit pada 31 Agustus 2020 dan [SALAH] Gambar artikel berjudul “Luhut Sebut Sejak Kecil Jokowi Sudah Hafal 40 Juz Alquran” terbit pada 8 April 2020.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Kimberley (@Kimberley20101) dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, foto tangkapan layar pada cuitan tersebut adalah hoaks lama yang pernah beredar tahun 2020. Foto Luhut Binsar Pandjaitan dalam tangkapan layar itu terlampir pada artikel CNBC Indonesia berjudul “Luhut: Jokowi Pilih Ma’ruf itu Blessing untuk Ekonomi RI”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Anak di Hiroshima pada 8 Agustus 1945

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 25/09/2021

    Berita

    Akun Twitter Historicaa (@Pirzada65247331) mengunggah cuitan berupa foto dengan narasi yang menyebutkan bahwa seorang anak dalam foto tersebut adalah saksi ledakan nuklir yang diambil pada 8 Agustus 1945. Cuitan itu diunggahnya pada 5 September 1945.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan diambil di tahun 1945, melainkan tahun 1963. Foto itu ditemukan di laman VU’ l’agence seri Japon, 1963. Sang fotografer asal Swedia, Christer Strömholm, mengambil foto anak perempuan itu dalam perjalanannya menelusuri korban ledakan bom atom Hiroshima, Jepang di tahun 1963.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Historicaa (@Pirzada65247331) dikategorikan sebagai Konten yang Salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, foto tersebut diambil oleh seorang fotografer Swedia bernama Christer Strömholm di Hiroshima, Jepang tahun 1963, bukan di tahun 1945.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pendaftaran Vaksin Nusantara melalui WhatsApp

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/09/2021

    Berita

    Beredar di Facebook informasi tentang pendaftaran vaksin Nusantara dengan cara mengirimkan data diri orang yang akan divaksin dan menggirimkannya ke nomor WA +62 811 372 683 atas nama Prof. Nidom.

    Cek vaksin nusantara
    vaksin nusantara
    Vaksin Nusantara Prof. Nidom

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci “pendaftaran vaksin nusantara” ditemukan beberapa artikel, salah satunya artikel milik Liputan6.com berjudul “Cek Fakta: Tidak Benar Informasi Pendaftaran Penerima Vaksin Nusantara” 15 September 2021. Dalam artikel tersebut dr. Terawan Agus Putranto sebagai mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menggagas vaksin Nusantara mengatakan informasi pendaftaran vaksin Nusantara tersebut tidak benar dan belum melakukan pembukaan program penyuntikan vaksin Nusantara.

    “Saya belum membuka pendaftaran,” kata Terawan melansir dari Liputan6.com.

    Dalam salah satu artikel yang dimuat oleh Kumparan.com hoaks mengenai pendaftaran vaksin Nusantara juga beredar dengan mencatut nama RSPAD dan informasi hoaks tersebut sudah diklarifikasi oleh Kolonel Jonny.

    Dengan demikian informasi terkait pendaftaran vaksin Nusantara adalah hoaks, hal tersebut sudah ditegaskan oleh dr. Terawan penggagas vaksin Nusantara sehingga masuk dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (UIN Raden Mas Said Surakarta).

    Infomasi tersebut adalah hoaks dan sudah dibantah oleh dr. Terawan selaku pengagas vaksin Nusantara.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Bill Gates Menyarankan Melakukan Depopulasi Dengan Vaksinasi Untuk Solusi Nol Karbon

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 24/09/2021

    Berita

    Beredar sebuah informasi melalui Twitter yang menampilkan seorang perempuan memegang sebuah surat kabar yang mengklaim Bill Gates mengatakan bahwa solusi dari Nol-Karbon adalah dengan melakukan depopulasi melalui vaksinasi wajib. Klaim tersebut pernah tersebar melalui surat kabar yang terbit pada 2011.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, faktanya surat kabar tersebut telah salah mengartikan perkataan Bill Gates sehingga menimbulkan kesalahan informasi bagi pembaca. Mengutip dari AFP, pidato asli Bill Gates berbicara mengenai menekankan pertumbuhan populasi sekitar 10-15 persen untuk mengurangi emisi karbon, daripada harus mengurangi populasi yang sudah ada. Pada tahun 2009, Bill Gates pernah merekomendasikan untuk mengurangi angka kematian anak, hal ini berkontra-diksi dengan klaim pada hoaks tersebut. Selain itu, The Gates Foundation telah berulang kali menolak tuduhan mendukung depopulasi.

    Dengan demikian klaim Bill Gates menyarankan melakukan depopulasi dengan vaksinasi untuk solusi nol karbon merupakan hoaks, dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul (Universitas Pendidikan Indonesia)

    Klaim tersebut salah. Faktanya koran yang terbit pada 2011 dan menjadi sumber dari saran Bill Gates tersebut telah diklaim salah dalam mengartikan perkataan Bill Gates.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini