• [SALAH] Email Surat Panggilan Tes Calon Karyawan PT Angkasapura 2

    Sumber: Email
    Tanggal publish: 23/09/2021

    Berita

    Beredar email atau surel yang berisikan undangan panggilan tes calon karyawan PT Angkasa Pura 2 dari email beralamat recruitment@ptangkasapura2[dot]com. Dalam surel tersebut disertakan file pdf dengan tampilan kop surat PT Angkasa Pura 2.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, surat tersebut bukan berasal dari pihak PT Angkasa Pura 2. Sebab, alamat website resmi milik PT Angkasa Pura 2 beralamat di angkasapura2.co.id. Selain itu, untuk laman resmi lowongan karyawan PT Angkasa Pura 2 beralamat di https://recruitment.angkasapura2.co.id/.

    Adapun, nama Edy Gunawan S.Kom yang tertera pada file PDF dalam email diketahui sudah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak Juli 2016 sebagai penipuan berkedok lowongan kerja atau panggilan kerja yang mencatut PT Angkasa Pura 2. Hal itu dibahas dalam artikel berjudul “Hati-hati Penipuan Lowongan Pekerjaan Online, Sebulan 20 Laporan Masuk Polda Sulut” yang tayang di tribunnews.com pada 22 Juli 2016.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten surel panggilan tes calon karyawan PT Angkasa Pura 2 masuk ke dalam kategori Konten Tiruan.

    Kesimpulan

    Email tersebut bukan berasal dari Angkasapura 2. Untuk lowongan kerja dari Angkasapura 2 akan ditayangkan di laman resminya yakni angkasapura2.co.id.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH]: Lingkaran Merah di Tabung Gas LPG Penanda Jika Terdapat Kebocoran

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 23/09/2021

    Berita

    Sebuah akun instagram bernama @/infodenpasarbali_ mengunggah gambar tabung LPG dengan narasi klaim bahwa tanda lingkaran merah pada bagian atas tabung adalah sebagai penanda tabung masih aman atau tidak. Jika lingkaran berwarna menjadi hitam maka segera menyelamatkan diri karena tabung bisa meledak.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, ini merupakan info menyesatkan yang sudah cukup lama beredar. FAKTANYA, Senior Spv Comm & Rel Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra, menjelaskan bahwa lingkaran merah pada tabung gas itu merupakan penanda kebocoran adalah tidak benar alias hoaks. Lingkaran merah tersebut penanda bahwa elpiji barang berbahaya, jadi penggunaannya harus secara hati-hati.

    “Lingkaran merah adalah tanda yang digunakan sebagai identifikasi bahan berbahaya yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” kata Arya, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/12/2019).

    Adapun, indikator kebocoran tabung elpiji adalah bau merkaptan (bau khas zat pembau elpiji) yang menyengat. Penggolongan warna merah sebagai indikator bahan berbahaya mudah terbakar sesuai dengan ketentuan American National Standards Institute (ANSI) atau National Fire Protection Association (NFPA).

    Kemudian untuk ciri-ciri tabung LPG mengalami disfungsi adalah seperti tercium bau gas menyengat, terdapat bunga es pada titik kebocoran di tabung LPG, terdengar bunyi mendesis pada regulator, dan muncul gelombang udara dari titik kebocoran jika diusap dengan air sabun.

    Hoaks serupa sudah pernah diverifikasi pada laman turnbackhoax.id pada desember 2018, desember 2019, dan oktober 2020.

    Kesimpulan

    Bukan penanda kebocoran jika lingkaran merah menjadi hitam. FAKTANYA, lingkaran merah di tabung gas LPG merupakan sebuah standar SNI melambangkan bahwa benda tersebut mudah terbakar.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Vaksin SInovac dan Astrazeneca Mengandung DNA Babi

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 22/09/2021

    Berita


    Unggahan berisi klaim bahwa vaksin Sinovac dan Astrazeneca mengandung DNA babi, dibagikan di Facebook 19 September 2021. Unggahan itu memuat tangkapan layar percakapan Whatsapp yang di antaranya tertulis:
    “saya dan keluarga besar ogah divaksin Corona.”
    “Vaksin Sinovac buatan Cina dan vaksin Astrazeneca buatan Inggris, yang sama-sama mengandung DNA babi, wapres Ma’ruf Amin, tidak jadi persoalan?”
    Tangkapan layar unggahan dengan klaim vaksin sinovac dan AZ mengandung babi

    Hasil Cek Fakta


    Vaksin Sinovac maupun Astrazeneca tidak mengandung DNA babi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menerbitkan sertifikat halal pada vaksin Sinovac.  Sedangkan BPOM RI sudah menyatakan bahwa vaksin Astrazeneca tidak mengandung babi.
    MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 2 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science CO.LTD China dan PT Bio Farma (Persero). Fatwa tersebut berisi keterangan bahwa Sinovac hukumnya suci dan halal, sehingga bisa digunakan oleh umat Islam.
    Keputusan hukum itu ditetapkan setelah audit tim auditor LPPOM MUI bersama Komisi Fatwa MUI tidak menemukan kandungan babi. Dalam surat fatwa MUI tertulis, tidak ada produk turunan babi dan bahan yang berasal dari bagian tubuh manusia pada seluruh tahapan produksi. Selain itu dalam proses produksi, vaksin Sinovac tidak memanfaatkan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya. 
    Lalu benarkah vaksin Astrazeneca mengandung DNA babi? 
    Vaksin Astrazeneca sempat dipertanyakan soal status halalnya karena diduga mengandung tripsin babi. Namun dosen Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Aluicia Anita Artarini, dikutip dari Tempo, sesuai dokumen AstraZeneca dan tim University of Oxford yang melakukan uji klinis, AstraZeneca ternyata menggunakan enzim tripsin yang berasal dari jamur, bukan babi.
    "AstraZeneca tidak menggunakan tripsin hewan pada proses produksinya dan di proses akhir pun tripsin itu tidak ada," kata Anita yang juga seorang virolog itu dalam bincang-bincang virtual pada  akhir Maret 2021.
    Dia menerangkan, enzim tripsin tersebut tidak dimasukkan ke dalam formula vaksin, melainkan hanya digunakan sebagai pemotong sel mamalia yang dibeli AstraZeneca dari Bank Sel, Thermo Fisher. "Itu adalah enzim yang mirip dengan aktivitas tripsin yang dibuat dari jamur dengan cara rekombinan," ujarnya.
    Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ) RI juga mengatakan bahwa vaksin Astrazeneca tidak mengandung babi.

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa vaksin Sinovac dan Astrazeneca mengandung DNA babi adalah keliru.  MUI dan BPOM sudah menyatakan bahwa vaksin Sinovac dan AstraZeneca tidak mengandung babi.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Instagram @bahana_investment

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 22/09/2021

    Berita

    Beredar di media sosial akun Instagram dan aplikasi perpesanan Telegram yang mengatasnamakan perusahaan manajemen investasi PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW).

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial akun Instagram dan aplikasi perpesanan Telegram yang mengatasnamakan perusahaan manajemen investasi PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW). Akun-akun tersebut memakai nama perusahaan dan logo perusahaan. Dalam profil akun-akun tersebut menawarkan investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi melalui aplikasi perpesanan dan menyebarkan testimoni.

    Setelah ditelusuri, pihak Bahana TCW mengklarifikasi bahwa akun-akun yang beredar adalah palsu. Akun Instagram resmi Bahana TCW hanya @bahana_tcw, serta website resmi perusahaan yaitu https://link.bahanatcw.com/.
    “Ingat, akun Instagram resmi Bahana TCW hanya yang ini, yaitu @bahana_tcw.

    Jadi jika mendapat penawaran investasi yang mencurigakan dan mengatasnamakan Bahana TCW, segera hubungi nomor kontak yange tertera di atas agar kamu nggak jadi korban penipuan. ReksaDanaAja #CermatPangkalHemat” tulis akun @bahana_tcw.

    Bahana TCW juga tidak pernah membuat grup melalui aplikasi perpesanan seperti Whatsapp atau Telegram. Direktur Bahana TCW, Danica Adhitama berharap akan ada tindakan tegas dari pihak berwajib, agar tidak ada lagi korban atas modus penipuan ini. Untuk meminimalisir terulangnya kejadian serupa, terus digalakkan upaya literasi keuangan.

    Berikut akun media sosial resmi Bahana TCW:
    Instagram: @bahana_tcw (https://www.instagram.com/bahana_tcw)
    Linkedin: Bahana TCW Investment Management
    Facebook: SiNar @bahanaTCW (https://www.facebook.com/bahanaTCW/)
    Twitter: bahana_TCW
    Youtube: Bahana TCW
    Berdasarkan hal tersebut, maka akun-akun mengatasnamakan Bahana TCW tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content atau Konten Tiruan.

    Kesimpulan

    hasil periksa fakta Rahmah A N (UIN Sunan Ampel Surabaya).

    Faktanya akun media sosial Instagram resmi Bahana TCW hanya @bahana_tcw dan website perusahaan (https://link.bahanatcw.com/), serta tidak pernah membuat grup melalui aplikasi perpesanan Whatsapp atau Telegram.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini