[SALAH] “Mensos Beri Apresiasi Rina Kusumastuti Atas Penemuan Metode Penurunan Berat Badan 15 Kilogram dalam Seminggu”
Sumber: Media DaringTanggal publish: 24/09/2021
Berita
Beredar artikel dari media daring PERIANGANTIMURNEWS dengan judul “Mensos Beri Apresiasi Rina Kusumastuti Atas Penemuan Metode Penurunan Berat Badan 15 Kilogram dalam Seminggu” yang dipublikasi pada 7 Juni 2021 dengan klaim bahwa Mensos Tri Rismaharini memberikan apresiasi kepada Tina Kusumastuti atas penemuan metode penurunan berat badan.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan artikel dari tuturan.com. Foto pelajar tersebut ternyata sering digunakan untuk iklan-iklan pelangsing tubuh yang biasanya menampilkan berita tentang penghargaan tertinggi atas ditemukannya metode baru penurunan berat badan oleh Rina Kusumastuti. Faktanya, pelajar tersebut ternyata bernama Latifah Maratun Sholikhah yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Teras, Boyolali, pada artikel dari lipi.go.id menjelaskan bahwa Latifah mendapatkan juara I LKIR LIPI dalam kategori social sciences dan 4th Place Grand Awards on Category of Social and Behavioral Sciences melalui karya penelitian “Anak-Anak yang Terabaikan: Studi Kasus Sikap Masyarakat terhadap Anak Penderita HIV/AIDS di Enam Kecamatan di Surakarta”. Ia juga memperoleh penghargaan sebagai Honorable Mentions dari American Physiological Association. Akun Instagram Mensos Tri Rismaharini yang dirujuk pada artikel tersebut juga adalah akun palsu, akun pribadi Tri Rismaharini adalah @trirismaharini01 yang dikelola oleh staffnya.
Melihat dari penjelasan tersebut aplikasi PeduliLindungi dibuat dan semua data direkam oleh Singapura adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Melihat dari penjelasan tersebut aplikasi PeduliLindungi dibuat dan semua data direkam oleh Singapura adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Akun Instagram tersebut bukanlah akun milik Mensos Tri Risma Harini dan pelajar yang disebut bernama Rina Kusumastuti memperoleh penghargaan nasional karena menemukan metode penurun berat badan adalah tidak benar.
Informasi yang salah. Akun Instagram tersebut bukanlah akun milik Mensos Tri Risma Harini dan pelajar yang disebut bernama Rina Kusumastuti memperoleh penghargaan nasional karena menemukan metode penurun berat badan adalah tidak benar.
Rujukan
Keliru, Klaim Foto-foto Perbaikan Kabel Laut oleh PT Telkom Indonesia
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 23/09/2021
Berita
Sejumlah foto yang diklaim perbaikan sistem komunikasi kabel laut beredar di Facebook dalam empat hari terakhir. Foto-foto tersebut diunggah di tengah layanan internet IndiHome dan Telkomsel milik PT Telkom Indonesia (persero) Tbk yang mengalami gangguan.
Gangguan tersebut terjadi pada sistem komunikasi kabel laut JaSuka (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan) ras Batam-Pontianak pada Minggu 19 September 2021. Gangguan teridentifikasi berasal dari titik sekitar 1,5 km lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut.
Tempo menemukan sekitar empat foto yang menampilkan seorang penyelam yang memperbaiki kabel bawah laut. Foto-foto itu yang diklaim perbaikan sistem komunikasi kabel laut Jasuka.
Unggahan tersebut berada di sini dan sini.
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran Tempo menunjukkan bahwa empat foto yang beredar di media sosial bukan bagian dari perbaikan kabel laut Jawa, Sumatera dan Kalimantan ras Batam dan Pontianak. Keempat foto itu berasal dari sejumlah tempat dan waktu yang berbeda.
Foto 1: Teknisi penyelam terlihat membawa kabel laut. Sumber: Alamy
Foto 1
Fakta: Dikutip dari situs foto, Alamy, Pria dalam foto ini adalah Perwira 3 Bryan Myers yang mengikuti operasi penyelaman di Valparaiso, Chili, pada 29 Juni 2011. Operasi ini bagian dalam kerja sama Penyelam Angkatan Laut dengan Southern Partnership Station.
Foto 2: Penambakan kabel laut dan seorang teknisi penyelam. Sumber: El Puerto Existe
Foto 2
Fakta:
Foto ini dimuat pertama kali di situs berbahasa Spanyol, El Puerto Existe pada 19 Mei 2011. Situs ini memberi keterangan, foto tersebut adalah seorang penyelam perusahaan listrik Red Eléctrica de España yang menempatkan salah satu dari tiga kabel listrik interkoneksi di dasar laut. REE adalah badan usaha milik negara yang beroperasi di Spanyol dan memiliki aset di Peru, Chile hingga Brazil.
Foto 3: Seorang penyelam yang memeriksa perlindungan kabel bawah air. Sumber: Commons Wikimedia
Foto 3
Fakta:
Foto ini diambil pada 13 Agustus 2009 tentang seorang penyelam yang memeriksa perlindungan kabel bawah air di stasiun hidroakustik HA08 di British Indian Ocean Territory (BIOT), Inggris. Foto ini berasal dari Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization.
Foto 4: Tim Konstruksi Bawah Air Dua untuk memasang pelindung baja di sekitar kabel dasar laut. Sumber: Dvidshub
Foto 4
Fakta: Foto ini diambil pada 14 Agustus 2013 tentang Christopher Farmer dari Taylorsville, Utah, yang ditugaskan ke Tim Konstruksi Bawah Air Dua untuk memasang pelindung baja di sekitar kabel dasar laut di kedalaman 100 kaki air di Fasilitas Jangkauan Rudal Pasifik (PMRF) Barking Sands. Foto ini berasal dari CEC Adam Winters.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, foto-foto yang diklaim perbaikan kabel laut Jawa, Sumatera dan Kalimantan ras Batam dan Pontianak milik PT Telkom Indonesia (persero) Tbk.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/pt-telkom
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=372618241266415&set=a.104351361426439&type=3
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=372618241266415&set=a.104351361426439&type=3
- https://www.alamy.com/petty-officer-3rd-class-bryan-myers-assigned-to-mobile-diving-and-salvage-unit-2-leaps-from-rock-to-rock-along-the-ocean-floor-during-diving-operations-in-valparaiso-chile-on-june-29-2011-mobile-diving-and-salvage-unit-2-is-participating-in-navy-diver-southern-partnership-station-a-multinational-partnership-engagement-intended-to-increase-interoperability-and-partner-nation-capacity-through-diving-operations-image263292616.html?pv=1&stamp=2&imageid=3412511E-238A-4A66-8EF6-1CCF6889DDD0&p=860374&n=0&orientation=0&pn=1&searchtype=0&IsFromSearch=1&srch=foo%3dbar%26st%3d0%26pn%3d1%26ps%3d100%26sortby%3d2%26resultview%3dsortbyPopular%26npgs%3d0%26qt%3ddiver%2520welding%26qt_raw%3ddiver%2520welding%26lic%3d3%26mr%3d0%26pr%3d0%26ot%3d0%26creative%3d%26ag%3d0%26hc%3d0%26pc%3d%26blackwhite%3d%26cutout%3d%26tbar%3d1%26et%3d0x000000000000000000000%26vp%3d0%26loc%3d0%26imgt%3d0%26dtfr%3d%26dtto%3d%26size%3d0xFF%26archive%3d1%26groupid%3d%26pseudoid%3d%26a%3d%26cdid%3d%26cdsrt%3d%26name%3d%26qn%3d%26apalib%3d%26apalic%3d%26lightbox%3d%26gname%3d%26gtype%3d%26xstx%3d0%26simid%3d%26saveQry%3d%26editorial%3d1%26nu%3d%26t%3d%26edoptin%3d%26customgeoip%3d%26cap%3d1%26cbstore%3d1%26vd%3d0%26lb%3d%26fi%3d2%26edrf%3d%26ispremium%3d1%26flip%3d0%26pl%3d
- https://www.elpuertoexiste.es/2011/05/la-demanda-contra-ree-le-puede-costar-al-consistorio-cerca-de-un-millon-de-euros/
- https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Diver_Checking_Underwater_Protection_of_Cable_-_Flickr_-_The_Official_CTBTO_Photostream.jpg
- https://www.dvidshub.net/image/996298/cable-stabilization-pacific-missile-range-facility
[SALAH] Gangguan Jaringan Massal, Internet Indonesia Ternyata Di-hack
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 23/09/2021
Berita
Minggu 19 September kemarin, pengguna internet di Indonesia banyak mengeluhkan masalah terkait lambatnya jaringan sampai hilangnya sinyal sehingga tidak dapat mengakses internet dan beberapa situs lainnya. Hal ini memunculkan spekulasi masyarakat yang menduga telah terjadi masalah pada pusat operator internet yang mereka gunakan. Namun berbeda dengan salah satu akun Tiktok yang menyebutkan bahwa masalah jaringan, hingga hilangnya sinyal internet di Indonesia disebabkan karena operator layanan telekomunikasi di Indonesia telah di-hack.
Hasil Cek Fakta
Setelah menelusuri masalah jaringan/sinyal internet Indonesia yang hampir secara bersamaan terjadi, diketahui bahwa hal ini disebabkan oleh jaringan kabel fiber optic Jakarta-Singapura yang putus. Melansir dari artikel CNBCIndonesia, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza mengatakan sistem kabel yang terdampak adalah sistem Jakarta-Bangka-Bintan-Singapura (B2JS) milik PT Ketrosden Triasmitra.
Karena putusnya jaringan fiber optik ini, hampir semua traffic internasional mengalami gangguan. Dampaknya juga cukup luas karena sebagian besar penyelenggara telekomunikasi menggunakan sistem kabel ini. Namun Jamalul menyatakan bahwa masing-masing penyedia layanan sudah mulai melakukan reroute ke rute kabel lain sebagai alternatif penyelesaian masalah.
Masalah gangguan sinyal Telkomsel dan Indihome pun diketahui terjadi akibat adanya masalah teknis. SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengungkapkan gangguan yang terjadi pada Indihome dan Telkomsel terjadi akibat adanya problem sistem komunikasi kabel laut Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ruas Batam Pontianak sekitar pukul 17.33 WIB.
Jadi dapat disimpulkan bahwa gangguan jaringan/sinyal yang terjadi di hampir seluruh Indonesia dikarenakan adanya aktivitas hacking adalah informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Karena putusnya jaringan fiber optik ini, hampir semua traffic internasional mengalami gangguan. Dampaknya juga cukup luas karena sebagian besar penyelenggara telekomunikasi menggunakan sistem kabel ini. Namun Jamalul menyatakan bahwa masing-masing penyedia layanan sudah mulai melakukan reroute ke rute kabel lain sebagai alternatif penyelesaian masalah.
Masalah gangguan sinyal Telkomsel dan Indihome pun diketahui terjadi akibat adanya masalah teknis. SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengungkapkan gangguan yang terjadi pada Indihome dan Telkomsel terjadi akibat adanya problem sistem komunikasi kabel laut Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ruas Batam Pontianak sekitar pukul 17.33 WIB.
Jadi dapat disimpulkan bahwa gangguan jaringan/sinyal yang terjadi di hampir seluruh Indonesia dikarenakan adanya aktivitas hacking adalah informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya gangguan jaringan/sinyal yang terjadi bukan karena adanya aktivitas hacking, melainkan terjadi masalah teknis pada sistem komunikasi kabel.
Faktanya gangguan jaringan/sinyal yang terjadi bukan karena adanya aktivitas hacking, melainkan terjadi masalah teknis pada sistem komunikasi kabel.
Rujukan
[Cek Fakta] Internet akan Mati Total pada 24-30 September 2021 karena Perbaikan Kabel Bawah Laut? Ini Faktanya
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 23/09/2021
Berita
internet mati
jaringan internet mati
Mulai tanggal 24-30 jaringan internet akan mati total diseluruh indonesia
Internet mati
Internet tanggal 24-30 mati
Perbaikan kabel bawah laut
Perbaikan kabel internet bawah laut
Internet mati total
Jaringan internet akan mati total
Apakah tanggal 24 sampai 30 jaringan padam
INTERNET MATI SELURUH INDONESIA
Internet mati
Jaringan seluler bakal mati
24 september 2021
Internet mati total
Kabel dalam laut
"Internet mati total ditanggal 24-30 seeptember"
Jaringan internet mati total
Mulai tanggal 24-30 jaringan internet akan mati total di seluruh Indonesia
jaringan internet mati
Mulai tanggal 24-30 jaringan internet akan mati total diseluruh indonesia
Internet mati
Internet tanggal 24-30 mati
Perbaikan kabel bawah laut
Perbaikan kabel internet bawah laut
Internet mati total
Jaringan internet akan mati total
Apakah tanggal 24 sampai 30 jaringan padam
INTERNET MATI SELURUH INDONESIA
Internet mati
Jaringan seluler bakal mati
24 september 2021
Internet mati total
Kabel dalam laut
"Internet mati total ditanggal 24-30 seeptember"
Jaringan internet mati total
Mulai tanggal 24-30 jaringan internet akan mati total di seluruh Indonesia
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa layanan internet akan mati total pada 24 hingga 30 September 2021 karena ada perbaikan jaringan bawah laut adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sitaro, Jacson Baginda menepis kabat itu. Dia mengatakan informasi yang beredar hoaks.
Jacson menjelaskan bahwa benar Palapa Ring paket tengah akan mengalami perbaikan dalam waktu dekat. Perbaikan akan mengakibatkan penurunan kualitas jaringan. Namun ia menekankan bahwa pihaknya akan mengantisipasi untuk meminimalisir penurunan kualitas jaringan.
“Informasi mengenai jaringan internet mati total adalah Hoax atau tidak betul," kata Baginda seperti dilansir Kominfo.
Sebagai informasi bahwa belum lama ini telah terjadi gangguan jaringan internet di sejumlah daerah di Indonesia. Mereka yang mengalami gangguan jaringan internet adalah para pengguna layanan internet plat merah bernama Indihome. Bahkan tak sedikit dari warganet yang mengeluarkan keluh kesahnya terkait gangguan jaringan internet yang dialaminya lewat medsos.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sitaro, Jacson Baginda menepis kabat itu. Dia mengatakan informasi yang beredar hoaks.
Jacson menjelaskan bahwa benar Palapa Ring paket tengah akan mengalami perbaikan dalam waktu dekat. Perbaikan akan mengakibatkan penurunan kualitas jaringan. Namun ia menekankan bahwa pihaknya akan mengantisipasi untuk meminimalisir penurunan kualitas jaringan.
“Informasi mengenai jaringan internet mati total adalah Hoax atau tidak betul," kata Baginda seperti dilansir Kominfo.
Sebagai informasi bahwa belum lama ini telah terjadi gangguan jaringan internet di sejumlah daerah di Indonesia. Mereka yang mengalami gangguan jaringan internet adalah para pengguna layanan internet plat merah bernama Indihome. Bahkan tak sedikit dari warganet yang mengeluarkan keluh kesahnya terkait gangguan jaringan internet yang dialaminya lewat medsos.
Kesimpulan
klaim bahwa layanan internet akan mati total pada 24 hingga 30 September 2021 karena ada perbaikan jaringan bawah laut adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah pihak Kominfo.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
Rujukan
Halaman: 6614/8687




