• Sesat, Video Cara Tentara Korea Selatan Berterimakasih pada Veteran Turki

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 01/09/2021

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan seorang pejabat militer mencium tangan beberapa veteran beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa beginilah cara tentara Korea Selatan berterima kasih kepada para veteran Turki yang telah membantu mereka selama Perang Korea pada 1950.
    Di Instagram, video tersebut dibagikan akun ini pada 28 Agustus 2021. Akun inipun menuliskan narasi, “sepertinya di sana veteran sangat dihargai.”
    Selain video, juga terdapat sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah tentara Turki yang dilengkapi senjata disertai narasi bahwa Korea Selatan tidak akan pernah melupakan kebaikan Turki. Ketika perang Korea meletus tahun 1950, Turki mengirimkan 5.000 pasukannya untuk membantu Korea Selatan. 774 tentara Turki gugur dalam misi ini.
    Apa benar ini video cara tentara Korea Selatan berterima kasih kepada veteran Turki?
    Tangkapan layar unggahan yang diklaim sebagai video cara tentara Korea Selatan berterimakasih pada veteran Turki

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya gambar-gambar hasil fragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, video tersebut merupakan acara kunjungan perpisahan pejabat Atase Pertahanan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Turki, Kolonel Joosenog Han pada 2016.
    Video yang identik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Zaman TV pada 17 Februari 2016 dengan judul dalam bahasa Turki yang berarti, “Atase Korea yang tugasnya berakhir, mencium tangan para veteran, tidak bisa menahan air matanya.”
    Menurut Zaman TV, staf Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Korea di Ankara, Kolonel Joosenog Han, yang tugasnya di Turki berakhir, mencium tangan para veteran satu per satu dan berpamitan, serta mengunjungi makam Necati Dalgıç, seorang veteran Korea yang meninggal 2 tahun lalu di usia 87 tahun.
    Video identik lainnya juga pernah diunggah ke Youtube oleh kanal TurkBilimi.Com pada 18 Februari 2016 dengan judul, “Kunjungan perpisahan menyedihkan Staf ATASE KOREA Kolonel Joosenog Han ke veteran Korea.”
    Menurut kanal tersebut, Korea Selatan selalu menjaga persahabatannya dengan Turki pada tingkat yang lebih tinggi. Korea sangat menghargai para veterannya. Staf Kolonel Joosenog Han bersama isterinya melanjutkan tradisi persahabatan di Taman Jeonga, mengunjungi Cabang Karabük dari Asosiasi Veteran Tempur Turki, mencium tangan para veteran satu per satu, dan mempersembahkan patung militer Turki kepada para veteran Han kemudian mengunjungi makam Necati Dalg di Pemakaman Keluarga Safranbolu. Atase Militer Korea Kolonel Han membawa Atatürk di dadanya.
    Dikutip dari Istiklal.com, Staf Atase Pertahanan Kedutaan Korea Selatan Kolonel Joosenog Han, yang tugasnya di Turki berakhir, tidak bisa menahan air matanya selama kunjungannya ke para veteran di Karabuk.
    Staf Kolonel Joosenog Han mengunjungi Asosiasi Veteran Tempur Turki Cabang Karabük bersama istrinya Jeonga Park dan mencium tangan para veteran satu per satu.
    Han mengatakan bahwa Serhat Dalgıç, putra veteran Korea Necati Dalg, selama kunjungannya ke Karabük pada Maret 2014, memberinya foto ayahnya, mengatakan, "Ayahku menunggumu lama, tetapi dia meninggal 2 hari yang lalu."
    Dilansir dari Haberler.com, tidak dapat menahan air matanya, Kolonel Joosenog Han berkata:
    "Saya telah melihat foto ini di meja saya selama 2 tahun. Saya memutuskan bahwa saya harus menunjukkan rasa hormat kepada mereka dengan mengunjungi. Saya sering bepergian selama 3 tahun. Terkadang saya berkendara 2-3-7 jam untuk mengunjungi seseorang di desa. Mereka juga senang. Saya pergi ke Korea. "Saya ingin mengunjungi makam Necati Dalg sebelum saya kembali. Ini bukan kunjungan resmi. Saya ingin datang dari hati saya."
    Presiden Asosiasi Veteran Tempur Turki Cabang Karabük Sebahattin Chorbaci juga menyatakan bahwa kunjungan tersebut membuat mereka merasa emosional, dengan mengatakan, "Jika mereka dapat datang dari Korea dan mengunjungi makam para veteran kami, kami turut berbahagia untuk para veteran itu, tentara Turki. Orang-orang Korea , militer dan atase mereka selalu memahkotai tentara Turki di kepala mereka. terus dimahkotai, "katanya.
    Han, yang mempersembahkan patung tentara Turki kepada para veteran, kemudian mengunjungi makam Necati Dalg di Pemakaman Keluarga Safranbolu. Khan menuangkan air ke makam dan berdoa. Bersama para veteran, dia berdiri diam di sisi kuburan.
    Han memberikan berbagai hadiah kepada istri Necati Dalg, Rezan Dalg, dan kerabatnya. Nevzat ahin, menantu Necati Dalg, mantan Presiden Kardemir Karabükspor, juga berterima kasih kepada Han dengan mengatakan, "Tidak jelas apakah kami Muslim atau bukan." Mengatakan bahwa dia akan kembali ke Korea dengan tenang, Han mencium tangan Rezzan Dalg dan meninggalkan kota.
    Duta besar Korea Selatan untuk Turki memuji bangsa Turki selama kunjungan ke provinsi Artvin, Senin.
    “Saya sebagai duta besar datang untuk mengucapkan terima kasih kepada bangsa Turki. Anda telah berjuang untuk demokrasi Korea Selatan. Warga Korea tidak akan pernah melupakan Turki,” kata Choi Hong-ghi saat bertemu dengan Gubernur Artvin Omer Doganay di kantornya.
    Turki adalah negara pertama setelah Amerika Serikat (AS) yang menjawab panggilan PBB untuk bantuan militer ke Korea Selatan setelah Korea Utara menyerang pada 1950. Pasukan Turki bertugas di bawah Komando PBB selama Perang Korea antara 1950 dan 1953, 774 tentara Turki gugur dalam misi tersebut.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan cara tentara Korea Selatan berterima kasih kepada para veteran Turki menyesatkan. Video tersebut merupakan kegiatan kunjungan perpisahan Staf Atase Pertahanan Kedubes Korea Selatan untuk Turki, Kolonel Joosenog Han yang berakhir masa tugasnya pada 2016.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “2 gambar wanita Kabul 1970 – 2021”

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 01/09/2021

    Berita

    Akun Twitter Adv.Vivekanand Gupta (twitter.com/vivekanandg) pada 16 Agustus 2021 mengunggah dua foto dengan narasi sebagai berikut:

    “2 pictures of women of Kabul & their 2 realities 1970 – 2021 Women of Afghanistan made to travel back in time and only God knows what misery is to unfold ahead on them … #Afghanistan #TalibanDestroyingAfghanistan” atau yang jika diterjemahkan:

    “2 gambar wanita Kabul & 2 realitas mereka 1970 – 2021 Wanita Afghanistan melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dan hanya Tuhan yang tahu kesengsaraan apa yang akan terbentang di depan mereka … #Afghanistan #TalibanMenghancurkanAfghanistan”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya 2 foto yang diklaim merupakan kondisi dan penampilan perempuan Afganistan pada tahun 1970 dan 2021 adalah konten yang menyesatkan.

    Faktanya, foto pertama bukan foto wanita Kabul melainkan foto mahasiswa perempuan dari Universitas Teheran, Iran pada tahun 1971. Sementara foto kedua adalah foto wanita Afghanistan yang diambil pada 19 Juni 2012 sehingga tidak terkait dengan kondisi perempuan Afganistan saat pendudukan ibukota Kabul oleh milisi Taliban pada Agustus 2021.

    Dilansir dari artikel berjudul [SALAH] Foto Perempuan Afghanistan di Tahun 1970 yang terbit turnbackhoax.idpada 27 Agustus 2021 , foto yang memperlihatkan sekelompok wanita dengan rok pendek terlihat memegang buku dan sambil membaca di sebuah bangku itu diberi judul : Ruang tunggu mahasiswa Universitas Teheran pada tahun 1971. Foto tersebut merupakan foto yang menggambarkan suasana di Tehran University, Iran pada tahun 1971. Foto tersebut pernah dipublikasi dalam laman foreignpolicy.com dengan judul artikel “Once Upon a Time in Tehran.”

    Sementara itu dilansir dari Tempo, foto kedua yang memperlihatkan sekelompok wanita yang menggunakan burkak biru duduk sambil mengasuh anak merupakan foto jepretan fotografer AFP, A. Majeed. Foto itu diambil pada 19 Juni 2012 dan tidak terkait dengan kondisi perempuan Afganistan saat pendudukan ibukota kabul oleh milisi Taliban pada Agustus 2021.

    Foto karya A.Majeed ini diberi judul, ‘Wanita Afghanistan dan Anak-anak Mereka’ ini diambil di pusat pendaftaran Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di pinggiran Peshawar pada 19 Juni 2012, saat mereka bersiap untuk kembali ke negara asal mereka setelah melarikan diri dari perang saudara dan pemerintahan Taliban.

    Kesimpulan

    Foto pertama bukan foto wanita Kabul melainkan foto mahasiswa perempuan dari Universitas Teheran, Iran pada tahun 1971. Sementara foto kedua adalah foto wanita Afghanistan yang diambil pada 19 Juni 2012 sehingga tidak terkait dengan kondisi perempuan Afganistan saat pendudukan ibukota Kabul oleh milisi Taliban pada Agustus 2021.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pesan Berantai Gojek Bagikan Rp 2 Juta Rayakan HUT ke-10

    Sumber: WhatsApp
    Tanggal publish: 01/09/2021

    Berita

    Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai berisi survei berhadiah dari Gojek. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

    Dalam pesan berantai yang beredar terdapat link yang mengarahkan pada website tertentu. Di dalam website terdapat narasi:

    Congratulations! Gojek 10th Anniversary! Through the questionnaire, you will have a chance to get 2000000 Rupiah"

    atau dalam Bahasa Indonesia:

    "Selamat!Hari Jadi ke-10 Gojek!

    Melalui kuisioner anda berkesempatan mendapatkan 2000000 Rupiah"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menghubungi pihak Gojek Indonesia. Mereka menyebut pesan berantai itu tidak benar.

    "Informasi undian dengan mengatasnamakan Gojek yang disampaikan melalui WhatsApp, SMS, email, maupun sosial media tidak benar. Perlu kami tegaskan bahwa informasi resmi terkait program promosi Gojek hanya terdapat di aplikasi, akun sosial media, dan website resmi Gojek," ujar Audrey Petriny, VP Corporate Communications Gojek saat dihubungi Rabu (1/9/2021).

    Gojek pun meminta masyarakat melapor jika mendapat pesan berantai serupa.

    "Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap segala bentuk hoaks maupun penipuan yang mengatasnamakan Group Gojek. Jika pengguna memiliki pertanyaan atau keluhan, silakan kunjungi halaman Bantuan di aplikasi Gojek," ujarnya menambahkan.

    Kesimpulan

    Pesan berantai yang menyebut Gojek membagikan hadiah sebesar Rp 2 juta dengan isi kuisioner adalah hoaks.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Kartu Nikah dengan Empat Kolom Foto Istri

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 01/09/2021

    Berita

    Sebuah foto yang diklaim kartu nikah dengan empat kolom foto istri beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 26 Agustus 2021.

    Foto kartu nikah itu berwarna biru. Pada tampak depan terdapat tulisan Kartu Nikah Kementerian Agama. Kemudian terdapat kolom nama, nomor KTP, dan alamat dari suami.

    Pada tampilan belakangnya terdapat tulisan Foto Istri dengan empat kolom foto. Di bawah kolom foto terdapat kolom yang harus diisi yakni nama dan tanggal nikah.

    "Dari hasil survei kepada 1 lingkungan suami ada 99% mau poligami hanya 1% menolak karena sudah usur 😂😂😂," tulis salah satu akun Facebook.

    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut lah 93 kali direspons dan mendapat 107 komentar warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim kartu nikah dengan empat kolom foto istri. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "kartu nikah kementerian agama" di kolom pencarian Google Search.

    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah adanya kartu nikah dengan empat kolom foto istri. Satu di antaranya artikel berjudul "Waspada, Kartu Nikah Palsu Mencatut Kementerian Agama" yang dimuat situs Liputan6.com pada 25 Agustus 2021.

    Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan tidak lagi mengeluarkan kartu nikah dalam bentuk fisik. Hal ini sekaligus membantah adanya gambar kartu nikah yang beredar di media sosial.

    Kartu nikah tersebut menyantumkan foto suami pada tampilan depan dengan tulisan nama Kementrian Agama. Sementara pada tampilan belakang, terdapat empat kolom untuk foto istri.

    Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin memastikan bahwa kartu itu bukan format resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, alias hoaks.

    "Kartu dengan foto suami dan empat kolom foto istri itu bukan kartu resmi yang diterbitkan Kementerian Agama. Itu masuk kategori hoaks karena mengatasnamakan dan menggunakan logo Kementerian Agama," tegas Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

    Menurut Kamaruddin, mulai Agustus 2021, Kementerian Agama memang tidak lagi menerbitkan kartu nikah secara fisik. Pasangan pengantin yang menikah di bulan ini akan mendapatkan kartu nikah digital.

    "Kartu Nikah Digital terbitan Kemenag menampilkan foto pasangan suami dan istri pada halaman depan, disertai keterangan nama suami, nama istri, serta tanggal akad nikah," jelas Kamaruddin.

    "Bagian atas kartu tertulis lengkap nama Kementerian Agama Republik Indonesia yang diapit gambar Garuda dan Logo Kementerian Agama. Sementara pada bagian bawah, ada keterangan KUA tempat menikah, nomor akta, serta barcode yang akan terhubung dengan data server Bimas Islam. Data lengkap pasangan pengantin ini bisa dibaca melalui scan barcode," sambungnya.

    Kamaruddin Amin menambahkan, layanan kartu nikah digital ini bisa diakses di semua Kantor Urusan Agama (KUA) yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah Web).

    Saat ini, tercatat sudah ada 5.819 KUA yang sudah bisa mengakses Simkah Web. Jumlah tersebut masih terus bertambah seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan di KUA.

    Cara mendapatkan kartu nikah digital cukup mudah. Pasangan calon pengantin mengisi formulir pendaftaran nikah melalui Simkah Web di https://simkah.kemenag.go.id/ atau klik SimkahWeb.

    Pasangan calon pengatin harus mengisi data-data dengan lengkap, termasuk nomor telepon, dan alamat email yang masih aktif.

    Setelah pasangan pengantin melaksanakan akad nikah, kartu nikah digital akan dikirim melalui email dan nomor WhatsApp yang telah didaftarkan melalui Simkah Web (sementara masih melalui email) dalam bentuk tautan atau link.

    "Kartu nikah bukan pengganti buku nikah, sehingga pasangan pengantin tetap akan menerima buku nikah fisik. Sementara kartu nikah akan diberikan secara digital melalui nomor WhatsApp maupun email yang didaftarkan. Tetapi bagi pasangan pengantin yang menghendaki kartu nikah fisik, bisa mengajukan permohonan kepada Kepala KUA selama persediaan kartu nikah di KUA tersebut masih ada," tutup Kamaruddin.

    Kesimpulan

    Foto yang diklaim kartu nikah dengan empat kolom foto istri ternyata tidak benar. Faktanya, kartu tersebut bukan berasal dari Kementerian Agama.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini