• [SALAH] Campuran Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, Garam, dan Madu dapat Mengobati Covid-19

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 30/08/2021

    Berita

    “Tolong bantu dikasih tahu ke saudara² kita yg kena covid 19..
    Ini obat pemberian dari TUHAN yg mudah didapat yg sangat manjur..

    🥥 1 biji air kelapa muda
    🍈 1 biji jeruk nipis diperas
    🥄1/2 sendok teh garam
    🥃 2 sendok madu
    Semuanya diaduk dan diminum airnya… dijamin 1 jam kemudian virusnya akan hilang….
    Mudah mudahan semua dalam keadaan sehat walafiat..

    Info dari teman yg kakaknya di kota Bau Bau Sulawesi Tenggara.. obat herbal ini sangat manjur…..
    Bisa di infokan ke saudara,teman atau keluarga kita terima kasih…..

    Indahnya Berbagi.
    👍🏼”
    Air kelapa obat korona
    Apakah kelapa dapat meredakan covid-19
    Jeruk nipis sembuhkan covid
    Degan ijo obat covid

    Jeruk panas

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah pesan berantai melalui WhatsApp yang menyatakan bahwa campuran air kelapa muda, jeruk nipis, garam, dan madu dapat mengobati Covid-19. Pesan tersebut juga menyatakan bahwa satu jam setelah meminum campuran tersebut, virus Corona akan hilang.

    Melansir dari detikHealth, Guru Besar Departemen Penyakit Dalam FKUI, Ari Fahrial Syam menegaskan bahwa belum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa campuran air kelapa muda, jeruk nipis, garam, dan madu dapat mengobati Covid-19. Ari juga menjelaskan bahwa campuran tersebut berpotensi meningkatkan asam lambung dan menyebabkan maag.

    Narasi dengan topik serupa sudah pernah beredar pada Desember 2020 dan Juli 2021 yang lalu. Artikel dengan topik tersebut juga telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] Konsumsi Campuran Air Kelapa, Jeruk Nipis, Garam dan Madu Dapat Menyembuhkan Covid-19” yang diunggah pada 13 Desember 2020, serta artikel dengan judul “[SALAH] Racikan Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, Garam, dan Madu dapat Membunuh Virus Covid-19” yang diunggah pada 12 Juli 2021 lalu.

    Dengan demikian, pesan berantai yang beredar melalui WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Faktanya, narasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Belum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa campuran air kelapa muda, jeruk nipis, garam, dan madu dapat mengobati Covid-19.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Menjual Mobil Lelangan Melalui Whatsapp

    Sumber: Tangkapan Layar Whatsapp
    Tanggal publish: 30/08/2021

    Berita

    Oknum: Niki ada sedikit info baik yang mau tyang sampaikan nggih gus aji
    Siapa tau rezeki buat keluarga gus aji 🙏🙏
    Penerima pesan: Sampaikan saja pak
    Oknum: Info mengenai lelang kendaraan gus aji

    Hasil Cek Fakta

    Terdapat sebuah gambar hasil tangkapan layar yang menunjukkan bahwa Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda menawarkan kendaraan lelangan. Gambar tangkapan layar tersebut diambil melalui sebuah percakapan di akun Whatsapp.

    Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melalui akun Facebook pribadinya, I Gede Putu Weda mengatakan bahwa foto yang diambil dari akun Facebooknya digunakan oleh penipu untuk melakukan penipuan. Modus ini dilakukan oleh penipu dengan mengirimkan pesan melalui Whatsapp dan menawarkan mobil lelangan. Penipu kemudian akan meminta sejumlah uang sebagai uang muka atau harga untuk pembelian mobil lelangan.

    Dengan demikian, pesan yang dikirimkan melalui nomor Whatsapp oleh I Gede Putu Weda dan menawarkan mobil lelangan tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori imposter content atau konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila (Universitas Diponegoro)

    Hal tersebut tidak benar. Melansir dari akun Facebook pribadi I Gede Putu Weda, ia mengatakan bahwa fotonya digunakan oleh penipu untuk melakukan penipuan melalui Whatsapp.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “Taliban akan memberikan kebebasan kepada wanita”

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 29/08/2021

    Berita

    “Taliban will “give” Freedom to women.
    Yes, they can occasionally breath.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter shweta (@CandidShweta) mengunggah cuitan berupa foto wanita bercadar diborgol oleh seorang pria dengan narasi yang menyebutkan “Taliban”. Cuitan yang diunggah pada 18 Agustus 2021 itu mendapatkan atensi berupa 86 retweet, 225 suka, dan 85 balasan.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto cuitan itu merupakan ilustrasi pelelangan wanita untuk dijadikan budak seks oleh ISIS yang dilakukan saat aksi protes kelompok Kurdi di Westminster Square, London, Inggris pada 15 Oktober 2014. Mengutip dari Newsweek, salah satu pengunjuk rasa menyebutkan pelelangan tersebut terjadi setiap hari di Irak dan Suriah.

    “Ini terjadi setiap hari di Irak dan Suriah. Kami membawanya kepada Anda,” teriaknya saat memimpin empat wanita yang dirantai dan bercadar, diikuti oleh 20 pengunjuk rasa yang meneriakkan “ISIS, ISIS, teroris!”.

    Selain itu, sang fotografer, Ari Murad mengonfirmasi bahwa foto yang diambilnya itu bertujuan untuk menyoroti penculikan wanita Kurdi Yazidi oleh Isis melalui akun Twitter pribadinya (@arimuradd) pada 20 Agustus 2021. Ia juga pernah mengunggah video aksi demo itu di laman Facebook pribadinya (Ari Murad) pada 2 Maret 2016.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter shweta (@CandidShweta) dikategorikan sebagai Konten yang Salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, foto tersebut diambil oleh seorang fotografer bernama Ari Murad saat aksi protes kelompok Kurdi menentang pelelangan wanita untuk dijadikan budak seks oleh ISIS di Westminster Square, London, Inggris pada 15 Oktober 2014.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Kartu Nikah Versi Baru dengan Empat Kolom Foto Istri

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 29/08/2021

    Berita

    “Kartu nikah buat yg poligami?
    Terus buat yg poliandri gimanaaa”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Atika Nurkoestanti (@tikabanget) mengunggah cuitan berupa foto kartu nikah dengan tulisan nama “KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” pada bagian depan dan empat kolom untuk foto istri pada bagian belakang kartu. Cuitan itu diunggahnya pada 25 Agustus 2021.

    Berdasarkan hasil penelusuran, kartu nikah itu adalah kartu palsu yang telah dikonformasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui situs resmi Kemenag (kemenag.go.id), Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin memastikan bahwa kartu itu bukan format resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

    “Kartu dengan foto suami dan empat kolom foto istri itu bukan kartu resmi yang diterbitkan Kementerian Agama. Itu masuk kategori hoaks karena mengatasnamakan dan menggunakan logo Kementerian Agama,” tegasnya di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

    Kamaruddin menambahkan, mulai Agustus 2021, Kemenag RI sudah tidak lagi menerbitkan kartu nikah secara fisik dan digantikan dengan kartu nikah digital. Selain itu, kartu nikah ini bukan pengganti buku nikah, sehingga pasangan pengantin tetap akan menerima buku nikah fisik.

    “Kartu Nikah Digital terbitan Kemenag menampilkan foto pasangan suami dan istri pada halaman depan, disertai keterangan nama suami, nama istri, serta tanggal akad nikah. Bagian atas kartu tertulis lengkap nama Kementerian Agama Republik Indonesia yang diapit gambar Garuda dan Logo Kementerian Agama. Sementara pada bagian bawah, ada keterangan KUA tempat menikah, nomor akta, serta barcode yang akan terhubung dengan data server Bimas Islam. Data lengkap pasangan pengantin ini bisa dibaca melalui scan barcode,” jelas Kamaruddin.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Atika Norkoestanti (@tikabanget) dikategorikan sebagai Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, kartu nikah versi baru dengan empat kolom untuk foto istri pada bagian belakang yang tengah viral di media sosial adalah hoaks yang telah dikonfirmasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini