[SALAH] SMS Sido Muncul Bagikan Hadiah Uang Tunai Rp75 Juta
Sumber: Pesan Singkat SMSTanggal publish: 27/08/2021
Berita
Telah beredar sebuah pesan singkat (SMS) yang berisikan pengumuman pembagian hadiah sebesar Rp75 Juta mengatasnamakan Sido Muncul. Dalam pesan tersebut terdapat link dan juga pin pemenang.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, link yang disematkan dalam pesan tersebut ternyata palsu, bukan situs resmi Sido Muncul, yakni www.sidomuncul.com.
Dilansir dari laman resminya, Pihak Sido Muncul memberikan keterangan bahwa Sido Muncul tidak pernah membagikan informasi terkait undian berhadiah atau lowongan kerja selain melalui web resminya www.sidomuncul.com. Selain itu, melalui instagram resminya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. mengonfirmasi bahwa tidak pernah melakukan pengumuman berhadiah melalui SMS maupun aplikasi chat lainnya dan menghimbau untuk berhati-hati terhadap bentuk penipuan lainnya yang mengatasnamakan Sido Muncul.
Hoaks serupa sempat beredar dan sempat diulas dalam artikel periksa fakta Turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] PT Sido Muncul Bagikan Dana Bantuan Rp175 Juta”
Dengan demikian, klaim Sido Muncul bagikan hadiah uang tunai merupakan hoaks dengan kategori konten palsu.
Dilansir dari laman resminya, Pihak Sido Muncul memberikan keterangan bahwa Sido Muncul tidak pernah membagikan informasi terkait undian berhadiah atau lowongan kerja selain melalui web resminya www.sidomuncul.com. Selain itu, melalui instagram resminya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. mengonfirmasi bahwa tidak pernah melakukan pengumuman berhadiah melalui SMS maupun aplikasi chat lainnya dan menghimbau untuk berhati-hati terhadap bentuk penipuan lainnya yang mengatasnamakan Sido Muncul.
Hoaks serupa sempat beredar dan sempat diulas dalam artikel periksa fakta Turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] PT Sido Muncul Bagikan Dana Bantuan Rp175 Juta”
Dengan demikian, klaim Sido Muncul bagikan hadiah uang tunai merupakan hoaks dengan kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia)
Klaim tersebut salah, faktanya tidak ada sumber pemberitaan yang kredibel terkait informasi tersebut. Melalui beranda laman resminya, Sido Muncul menginformasikan bahwa tidak pernah mengadakan undian berhadiah selain dari web resminya www.sidomuncul.com.
Klaim tersebut salah, faktanya tidak ada sumber pemberitaan yang kredibel terkait informasi tersebut. Melalui beranda laman resminya, Sido Muncul menginformasikan bahwa tidak pernah mengadakan undian berhadiah selain dari web resminya www.sidomuncul.com.
Rujukan
[SALAH] Foto Perempuan Afghanistan di Tahun 1970
Sumber: twitter.comTanggal publish: 27/08/2021
Berita
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang menunjukkan foto sekumpulan perempuan sedang membaca buku di luar ruangan, foto tersebut diklaim berada di Afghanistan pada 1970.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Foto tersebut merupakan foto yang menggambarkan suasana di Tehran University, Iran pada tahun 1971. Foto tersebut pernah dipublikasi dalam laman foreignpolicy.com dengan judul artikel “Once Upon a Time in Tehran”, dalam keterangannya Tehran University telah terbuka bagi wanita sejak universitas tersebut didirikan pada tahun 1934. Sehingga foto tersebut tidak ada kaitannya dengan Afghanistan atau Taliban seperti yang disematkan pada caption foto tersebut.
Selain itu, dilansir dari afp.com, foto tersebut merupakan milik Kaveh Farrokh yang merupakan sejarawan Iran Kuno dan dipublish dalam situs pribadinya dengan judul “Old Tehran 1960s and 1970s”
Dengan demikian klaim Foto Perempuan Afghanistan di Tahun 1970 merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Selain itu, dilansir dari afp.com, foto tersebut merupakan milik Kaveh Farrokh yang merupakan sejarawan Iran Kuno dan dipublish dalam situs pribadinya dengan judul “Old Tehran 1960s and 1970s”
Dengan demikian klaim Foto Perempuan Afghanistan di Tahun 1970 merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia)
Klaim tersebut salah, faktanya setelah ditelusuri foto tersebut telah beredar pada 16 Februari 2012 pada artikel yang dipublikasikan foreignpolicy.com dengan judul “Once Upon a Time in Tehran”. Pada penjelasannya, foto tersebut menggambarkan suasana di Tehran University, Iran pada tahun 1971.
Klaim tersebut salah, faktanya setelah ditelusuri foto tersebut telah beredar pada 16 Februari 2012 pada artikel yang dipublikasikan foreignpolicy.com dengan judul “Once Upon a Time in Tehran”. Pada penjelasannya, foto tersebut menggambarkan suasana di Tehran University, Iran pada tahun 1971.
Rujukan
[SALAH] Video Kota Prabumulih tanpa Korona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/08/2021
Berita
Beredar informasi dari akun Facebook POST Nusantara berupa video dengan klaim bahwa Kota Prabumulih tidak ada korona. Postingan ini disukai sebanyak 75 kali, dikomentari 18 kali, dan disebarkan kembali 12 kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan artikel dari merdeka.com, Jerri Zahri Desta selaku Kabag Humas dan Protokol Setda Prabumulih menjelaskan bahwa video tersebut diambil pada waktu sebelum adanya kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan atau Prabumulih di sebuah rumah makan di Kelurahan Gunung Ibul pada 16 Maret 2020. Ia menjelaskan perihal pernyataan Walikota Prabumulih tersebut tidak menentang kebijakan pemerintah pusat melainkan agar warga tidak panik berlebihan yang dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk. Kota Prabumulih sendiri pada saat ini berdasarkan data per 22 Agustus 2021, Kota Prabumulih masih dalam status risiko sedang atau zona oranye pada peta risiko dari website covid19.go.id.
Melihat dari penjelasan tersebut, video Kota Prabumulih tidak ada kasus Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Koneksi yang Salah/False Connection.
Melihat dari penjelasan tersebut, video Kota Prabumulih tidak ada kasus Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Koneksi yang Salah/False Connection.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Video tersebut adalah video lama yang diambil pada 16 Maret 2020 di sebuah rumah makan Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur sebelum adanya kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan atau Prabumulih.
Informasi yang salah. Video tersebut adalah video lama yang diambil pada 16 Maret 2020 di sebuah rumah makan Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur sebelum adanya kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan atau Prabumulih.
Rujukan
Keliru, Video Senator Amerika Mengumumkan Corona Adalah Penipuan
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 26/08/2021
Berita
Potongan video yang merupakan unggahan dari platform SnackVideo memperlihatkan senator Amerika Serikat menggelar konferensi pers diklaim sebagai pernyataan terbuka yang menyatakan corona adalah penipuan beredar di aplikasi pengiriman pesan.
Video tersebut diberikan narasi “Senator Amerika Mengumumkan Corona adalah penipuan. Mereka telah menutupi kebenaran Big Phanama (pengelola obat) Big Tach (facebook, Microsoft, dan lain lain), Big Media (CNN, BBC, ECT) WHO dan lain-lain adalah pengkhianat yang bertanggung jawab atas perkara ini”
Apakah benar video tersebut merupakan pernyataan terbuka senator Amerika Serikat tentang corona adalah penipuan?
Tangkapan layar video dengan klaim pengumuman penipuan corona oleh senat USA
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video diatas menjadi beberapa bagian foto dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya foto hasil fragmentasi ditelusuri dengan menggunakan tools seperti reverse image tools Google, TinEye Reverse Image Search dan Yandex.
Hasilnya, video tersebut merupakan konferensi pers senator Amerika Serikat, Marsha Blackburn pada 11 Juni 2021. Video itu pernah diunggah Senator Marsha Blackburn di akun youtube nya pada 11 Juni 2021 dengan menambahkan keterangan dalam bahasa Inggris jika diterjemahkan berarti Senator Blackburn bergabung dengan konferensi pers untuk membahas asal-usul dan kebenaran tentang COVID-19.
Video serupa juga muncul pada platform Vimeo pada 14 Juni 2021. dengan keterangan dalam bahasa jerman yang jika diterjemahkan berarti Konferensi Pers Senator Marsha Blackburn, Senat AS, 11 Juni 2021.
Konferensi pers Senator Marsha Blackburn bahkan disiarkan secara langsung Fox News pada kanalnya di facebook 11 Juni 2021 dengan menambahkan keterangan yang berarti Senator Marsha Blackburn dan Senator GOP mengadakan konferensi pers tentang sensor Big Tech asal COVID-19.
Dikutip dari laman resmi senator AS Marsha Blackburn, konferensi pers yang dilakukannya merupakan pernyataan terbuka yang mempertanyakan bagaimana big tech melakukan sensor terhadap informasi asal-usul COVID-19. Dalam konferensi pers Senator Blackburn bergabung Senator Roger Marshall, Mike Braun, Ron Johnson, dan Roger Wicker.
Marsha Blackburn mengatakan, teknologi besar seperti facebook dan youtube benar-benar telah melampaui batas dengan melakukan sensor terhadap informasi terkait asal-usul COVID-19. Facebook baru-baru ini mengubah keputusan untuk menghapus segala jenis informasi yang mengatakan COVID-19 berasal dari laboratorium di Wuhan, YouTube sebelumnya juga telah mengumumkan akan melarang konten apapun yang bertentangan dengan Organisasi Kesehatan Dunia yang dikelola Beijing dan didanai China. YouTube bahkan menghapus video dari beberapa dokter medis yang mempertanyakan nilai penguncian ini.”
Dalam konferensi persnya Marsha Blackburn juga mendesak Dr. Anthony Fauci untuk mengundurkan diri dan menyingkir dari tanggung jawabnya di National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) dan menghadap Kongres untuk memberikan penjelasan terkait Informasi terkait COVID-19.
“Saya pikir sudah sepatutnya Dr. Fauci menyingkir dari tanggung jawabnya di NIAID dan dia membuat dirinya tersedia untuk Kongres untuk mencari tahu persis bagaimana dia bersekongkol dengan Mark Zuckerberg dan teknologi besar. Apa yang terjadi di sana? Apakah orang Amerika mendengar beberapa kebenaran tetapi tidak seluruh kebenaran?”
Dilansir dari Y'all Politics, media berita politik berkedudukan di Mississippi, Amerika Serikat, konferensi pers Marsha Blackburn mempertanyakan keputusan teknologi besar yang melakukan sensor terhadap informasi COVID-19 secara sepihak. Facebook bahkan menangguhkan akun mantan Presiden Donald Trump. Twitter juga bergerak untuk menyensor liputan apapun yang mereka pikir dapat menyebabkan kepanikan yang meluas.
“Bagaimana platform internet multi-kaya yang kuat bisa membuat keputusan itu,” kata Senator Wicker.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta TEMPO, Potongan video yang memperlihatkan sekelompok senator Amerika Serikat menggelar konferensi pers diklaim sebagai pernyataan terbuka yang menyatakan corona adalah penipuan, keliru. Video tersebut diketahui merupakan konferensi pers senator Marsha Blackburn dari republik pada 11 Juni 2021 yang mempertanyakan keputusan perusahaan teknologi besar seperti Facebook, Youtube melakukan sensor sepihak terhadap informasi terkait asal usul COVID-19. Dalam konferensi pers Senator Blackburn bergabung Senator Roger Marshall, Mike Braun, Ron Johnson, dan Roger Wicker.
TIM CEKFAKTA TEMPO
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=zYDN8gwVfdM&t=1s
- https://vimeo.com/562991324
- https://www.facebook.com/FoxNews/videos/956541515112132 %20
- https:/www.blackburn.senate.gov/2021/6/blackburn-leads-press-conference-demanding-answers-from-big-tech
- https://yallpolitics.com/2021/06/10/wicker-joins-press-conference-on-big-tech-censorship-of-covid-19-origins/
Halaman: 6646/8684



