[SALAH] Video “Pesawat Tempur Zionis Berjatuhan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/05/2021
Berita
Beredar sebuah unggahan oleh akun Facebook Bekam Totok Kiropraksi Paz yang menunjukkan pesawat Zionis yang berjatuhan. Hal tersebut dibuktikan melalui video berdurasi lima menit dan sebelas detik yang menunjukkan adanya penembakkan terhadap pesawat tempur yang diklaim merupakan pesawat tempur milik Zionis.
Hasil Cek Fakta
Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Video tersebut merupakan video simulasi game perang. Video tersebut dapat ditemukan pada laman Youtube akun Compared Comparison. Video komparasi yang menunjukkan bahwa video tersebut merupakan video simulasi game peperangan juga diunggah oleh akun Twitter @TretanMuslim.
Senjata yang ada dalam video tersebut merupakan Counter-Rocket Artillery Mortar (C-RAM) dan Close in Weapon System (CIWS). Yang mana, baik Israel maupun Hamas tidak memiliki dua senjata tersebut. Melansir dari laman berita Tempo, senjata militer yang digunakan oleh Israel adalah Iron Dome, Pesawat Tempur F-35, serta Helikopter dan Artileri. Sedangkan senjata militer yang digunakan oleh Hamas adalah Roket A-120, Rudal S-40, Sistem Roket Multi-Layer (MLRS), Rudal BM-21 Grad, ATGM, Mortir dan Rudal, serta Drone Kamikaze.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook Bekam Totok Kiropraksi Paz tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Senjata yang ada dalam video tersebut merupakan Counter-Rocket Artillery Mortar (C-RAM) dan Close in Weapon System (CIWS). Yang mana, baik Israel maupun Hamas tidak memiliki dua senjata tersebut. Melansir dari laman berita Tempo, senjata militer yang digunakan oleh Israel adalah Iron Dome, Pesawat Tempur F-35, serta Helikopter dan Artileri. Sedangkan senjata militer yang digunakan oleh Hamas adalah Roket A-120, Rudal S-40, Sistem Roket Multi-Layer (MLRS), Rudal BM-21 Grad, ATGM, Mortir dan Rudal, serta Drone Kamikaze.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook Bekam Totok Kiropraksi Paz tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro)
Klaim tersebut tidak benar. Video tersebut merupakan simulasi game perang.
Klaim tersebut tidak benar. Video tersebut merupakan simulasi game perang.
Rujukan
[SALAH] Foto Jokowi Dengan Background Tulisan “Karya Terbaik Pemerintah Adalah Hutang”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/05/2021
Berita
Sebuah akun facebook bernama Dawud Basaridua mengunggah foto Presiden Jokowi yang tengah berdiri dengan latar belakang tembok bertuliskan “Karya Terbaik Pemerintah Adalah Hutang”.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, foto tersebut merupakan hasil suntingan atau editan dari dua foto yang berbeda. dari pencarian menggunakan google reverse image, ditemukan foto identik saat Presiden Joko Widodo meninjau kebakaran hutan di Riau, 17 September 2019.
Dilansir dari Liputan6.com, Jokowi saat itu ikut melaksanakan salat minta hujan atau Istisqa di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI AU, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau bersama sejumlah menteri, kepala daerah, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajaran di Riau.
Konten manipulasi ini sebelumnya sudah pernah diperiksa faktanya oleh mafindo pada 27 juli 2020 berjudul [SALAH] Foto Jokowi dengan Tulisan “KARYA TERBAIK PEMERINTAH ADALAH HUTANG!”.
Dilansir dari Liputan6.com, Jokowi saat itu ikut melaksanakan salat minta hujan atau Istisqa di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI AU, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau bersama sejumlah menteri, kepala daerah, Panglima TNI, dan Kapolri beserta jajaran di Riau.
Konten manipulasi ini sebelumnya sudah pernah diperiksa faktanya oleh mafindo pada 27 juli 2020 berjudul [SALAH] Foto Jokowi dengan Tulisan “KARYA TERBAIK PEMERINTAH ADALAH HUTANG!”.
Kesimpulan
Gambar suntingan atau editan dengan menggabungkan dua buah foto. Fato asli dari Presiden Jokowi ditemukan pada galeri foto liputan6.com saat Presiden Jokowi meninjau kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau pada tahun 2019 lalu.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/news/read/4064803/foto-tanpa-masker-jokowi-tinjau-lokasi-kebakaran-hutan-di-pekanbaru?page=3&fbclid=IwAR34fLIMbq2bTmodUNAQDSqYkt_WjdCufffrCaEt6HYQoKmPZM8D2eOfmxA
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GNl4y95N-cek-fakta-foto-jokowi-dengan-latar-belakang-tulisan-karya-terbaik-pemeri?fbclid=IwAR16BLcd3HTdGe4_2s3BdNDnG59qdN6buEkoN9ZYHas6NleMcAXXvu5DqtE
Keliru, Klaim Ini Foto Anies Baswedan saat Donasikan Gajinya untuk Palestina
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 21/05/2021
Berita
Foto yang memperlihatkan momen ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, beredar di Twitter. Foto itu diklaim sebagai foto Anies ketika mendonasikan gajinya untuk Palestina.
Klaim tersebut beredar di tengah memanasnya konflik antara Palestina dan Israel sejak awal Mei 2021 lalu. Ketegangan bermula dari rencana penggusuran warga di Sheikh Jarrah, yang memicu protes di kompleks Masjid Al Aqsa. Namun, aparat Israel justru menyerang demonstran. Merespons hal ini, Hamas meluncurkan roketnya. Israel pun membalas lewat serangan udara ke perbatasan Gaza.
Akun ini membagikan foto beserta klaim itu pada 18 Mei 2021. Akun itu menulis, "Sunyi senyap dari media. Goodbener anies langsung donasikan dana untuk palestine dari gaji pribadi uang pribadi dan patungan karyawan pemda dki. Donasi langsung serahkan ke tangan Dubes Palestine Zuhair Shurn."
Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter yang berisi klaim keliru terkait foto yang diunggahnya. Foto yang menunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, ini adalah foto lama, diambil pada 2019.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu adalah foto lama, ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Dubes Palestina Zuhair al-Shun pada 3 Juli 2019 di Balai Kota Jakarta untuk membahas sejumlah potensi kerja sama.
Foto tersebut dimuat oleh situs resmi Ensiklopedia Jakarta dalam artikelnya pada 19 Mei 2019 yang berjudul "Gubernur Anies Menerima Kunjungan Duta Besar Palestina Untuk Indonesia, Peristiwa". Dalam foto ini, terlihat Zuhair membawagoodie bagyang sama dengan yang terlihat dalam foto yang beredar di Twitter. Jas dan dasi yang dikenakan oleh Zuhair pun identik.
Dalam artikel ini, disebutkan bahwa Anies menerima kunjungan kehormatan Zuhair pada 3 Juli 2019 di Balai Kota Jakarta. Menurut Anies, Jakarta dan Palestina sudah menjalin hubungan kerja sama Sister City sejak Oktober 2007. Kunjungan ini dimaksudkan untuk menghangatkan kembali hubungan keduanya sekaligus membahas sejumlah potensi kerja sama.
Beberapa kerja sama yang berpotensi diimplementasikan bersama adalah dalam hal peningkatan kapasitas penyelamatan, pemadam kebakaran, bantuan kemanusiaan, dan seni-budaya. Anies pun menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan selalu konsisten mendukung komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Foto yang sama juga diunggah oleh Anies di akun Instagram pribadinya pada 3 Juli 2019. Selain foto itu, terdapat foto-foto lain yang diambil dari peristiwa yang sama. Keterangan yang ditulis oleh Anies pun sama dengan yang dimuat dalam artikel di situs Ensiklopedia Jakarta di atas.
Donasi untuk Palestina
Dilansir dari Voice of Indonesia, dalam wawancaranya dengan politikus Diaz Hendropriyono di YouTube pada 18 Mei 2021 lalu, Dubes Palestina Zuhair al-Shun mengatakan bahwa, di Indonesia, Palestina hanya memiliki satu kantor resmi, yakni kantor kedutaan. Menurut dia, bila ingin memberikan donasi untuk Palestina, masyarakat bisa datang ke Kedutaan Besar Palestina di Indonesia dan menyerahkan bantuan tersebut di sana.
"Palestina memiliki satu misi, satu kedutaan, satu kantor resmi. Jika Anda datang kepada saya untuk mengirimkan (bantuan) ke Menteri Kesehatan (Palestina), Menteri Pendidikan, atau masyarakat Palestina, hal tersebut pasti akan disampaikan, dan tertulis. Bukan hal seperti diambil uangnya kemudian pergi, tidak. Segala sesuatu akan didaftarkan, bukti akan diberikan, pemberitahuan akan dikirimkan kepada otoritas kami, uang akan didepositokan ke bank sehingga semuanya jelas dikirimkan melalui jalur yang benar," katanya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas adalah foto saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendonasikan gajinya untuk Palestina lewat Dubes Palestina Zuhair al-Shun, keliru. Foto itu merupakan foto lama, ketika Anies bertemu dengan Zuhair pada 3 Juli 2019 di Balai Kota Jakarta untuk membahas sejumlah potensi kerja sama.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan
- https://www.tempo.co/tag/israel
- https://twitter.com/yashudha_naka/status/1394517750530207746
- https://www.tempo.co/tag/anies
- http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/post/gubernur-anies-menerima-kunjungan-duta-besar-palestina-untuk-indonesia--peristiwa-?lang=id
- https://www.tempo.co/tag/palestina
- https://www.instagram.com/p/BzcoEXsgeZI/
- https://voi.id/berita/52296/yakin-donasi-anda-sampai-ke-palestina-nah-simak-jawaban-dubes-zuhair-al-shun-biar-i-enggak-i-penasaran
- https://www.tempo.co/tag/gubernur-dki-jakarta
[SALAH] Magnet Bisa Menempel pada Lengan Orang yang Sudah Divaksin Covid-19
Sumber: FacebookTanggal publish: 20/05/2021
Berita
Beredar di media sosial postingan terkait magnet yang menempel pada lengan orang yang sudah divaksin covid-19. Postingan ini ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Adiba Yasmi II. Ia mempostingnya di Facebook pada 16 Mei 2021.
Dalam postingannya terdapat video berdurasi 25 detik. Video itu menunjukkan sebuah magnet yang tertempel pada lengan seseorang yang diklaim sudah divaksin covid-19.
Selain itu akun tersebut juga menambahkan narasi: "TRUE OR FALSE, YOU CAN TRY IT WITH THAT MAGNET..I KNOW THIS MAGNET IS ALWAYS ATTACHED TO METAL AND STEEL IRON KPD .. BG ANYONE WHO HAS TAKEN THE COVID19 VACCINE INJECTION, CAN TRY THIS METHOD FOR THE PATIENT ... THE CONTENT OF THE VACCINE TAKEN BY THE PEOPLE SHOULD BE INVESTIGATED ... IT ALSO DEPENDS ON KPD KJ ... THE PEOPLE ARE GROWING INTELLIGENT ..."
atau dalam Bahasa Indonesia : "BENAR ATAU SALAH, ANDA BISA MENCOBA DENGAN MAGNET ITU .. SAYA TAHU MAGNET INI SELALU TERLAMPIR PADA KPD BESI LOGAM DAN BAJA .. BG SIAPA PUN YANG TELAH MENGAMBIL INJEKSI VAKSIN COVID19, DAPAT MENCOBA METODE INI UNTUK PASIEN ... ISI VAKSIN YANG DIAMBIL ORANG HARUS DILINDUNGI ... JUGA TERGANTUNG KPD KJ ... ORANG YANG TUMBUH CERDAS"
Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Adiba Yasmi II. Ia mempostingnya di Facebook pada 16 Mei 2021.
Dalam postingannya terdapat video berdurasi 25 detik. Video itu menunjukkan sebuah magnet yang tertempel pada lengan seseorang yang diklaim sudah divaksin covid-19.
Selain itu akun tersebut juga menambahkan narasi: "TRUE OR FALSE, YOU CAN TRY IT WITH THAT MAGNET..I KNOW THIS MAGNET IS ALWAYS ATTACHED TO METAL AND STEEL IRON KPD .. BG ANYONE WHO HAS TAKEN THE COVID19 VACCINE INJECTION, CAN TRY THIS METHOD FOR THE PATIENT ... THE CONTENT OF THE VACCINE TAKEN BY THE PEOPLE SHOULD BE INVESTIGATED ... IT ALSO DEPENDS ON KPD KJ ... THE PEOPLE ARE GROWING INTELLIGENT ..."
atau dalam Bahasa Indonesia : "BENAR ATAU SALAH, ANDA BISA MENCOBA DENGAN MAGNET ITU .. SAYA TAHU MAGNET INI SELALU TERLAMPIR PADA KPD BESI LOGAM DAN BAJA .. BG SIAPA PUN YANG TELAH MENGAMBIL INJEKSI VAKSIN COVID19, DAPAT MENCOBA METODE INI UNTUK PASIEN ... ISI VAKSIN YANG DIAMBIL ORANG HARUS DILINDUNGI ... JUGA TERGANTUNG KPD KJ ... ORANG YANG TUMBUH CERDAS"
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengetik "Fact Check Magnet Vaccines" di mesin pencarian Google. Hasilnya ada beberapa artikel yang berkaitan dengan kata kunci.
Salah satunya dari AFP Fact Check berjudul "Covid-19 vaccines do not contain magnetic microchips" yang tayang 14 Mei 2021.
Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Dr Stephen Schrantz, spesialis penyakit menular di University of Chicago Medicine.
"Divaksin Covid-19 tidak dapat menyebabkan lengan Anda menjadi magnet. Ini tipuan, jelas dan sederhana. Sama sekali tidak mungkin vaksin dapat menyebabkan reaksi yang ditunjukkan dalam video yang diposting ke Instagram dan / atau YouTube ini," ujar Dr Stephen.
Selain itu terdapat juga penjelasan dari Dr Thomas Hope, peneliti vaksin dan profesor biologi sel dan perkembangan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg.
"Hal seperti ini tidak mungkin terjadi. Bahan dalam vaksin isinya protein dan lipid, garam, air, dan bahan kimia yang menjaga pH dan semuanya tidak bisa berinteraksi dengan magnet," ujar Hope.
Selain itu ada juga artikel dari USAtoday.com berjudul "Fact check: COVID-19 vaccines don't cause magnetic reactions or contain tracking devices" yang tayang 12 Mei 2021.
Dalam artikel itu terdapat penjelasan dari virologis Angela Rasmussen. "Video itu sangat konyol, vaksin tidak bisa membuat lengan Anda menarik magnet. Sepertinya orang dalam video itu menempelkan sesuatu pada lengannya dengan keringat atau lainnya," ucapnya.
Salah satunya dari AFP Fact Check berjudul "Covid-19 vaccines do not contain magnetic microchips" yang tayang 14 Mei 2021.
Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Dr Stephen Schrantz, spesialis penyakit menular di University of Chicago Medicine.
"Divaksin Covid-19 tidak dapat menyebabkan lengan Anda menjadi magnet. Ini tipuan, jelas dan sederhana. Sama sekali tidak mungkin vaksin dapat menyebabkan reaksi yang ditunjukkan dalam video yang diposting ke Instagram dan / atau YouTube ini," ujar Dr Stephen.
Selain itu terdapat juga penjelasan dari Dr Thomas Hope, peneliti vaksin dan profesor biologi sel dan perkembangan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg.
"Hal seperti ini tidak mungkin terjadi. Bahan dalam vaksin isinya protein dan lipid, garam, air, dan bahan kimia yang menjaga pH dan semuanya tidak bisa berinteraksi dengan magnet," ujar Hope.
Selain itu ada juga artikel dari USAtoday.com berjudul "Fact check: COVID-19 vaccines don't cause magnetic reactions or contain tracking devices" yang tayang 12 Mei 2021.
Dalam artikel itu terdapat penjelasan dari virologis Angela Rasmussen. "Video itu sangat konyol, vaksin tidak bisa membuat lengan Anda menarik magnet. Sepertinya orang dalam video itu menempelkan sesuatu pada lengannya dengan keringat atau lainnya," ucapnya.
Kesimpulan
Postingan video yang mengklaim magnet bisa menempel pada lengan orang yang sudah divaksin covid-19 adalah hoaks.
Rujukan
- https://factcheck.afp.com/covid-19-vaccines-do-not-contain-magnetic-microchips
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/05/12/fact-check-covid-19-vaccines-dont-contain-tracking-devices/5037132001/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4562092/cek-fakta-hoaks-magnet-bisa-menempel-pada-lengan-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19
Halaman: 6692/8574



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3460419/original/050067300_1621486135-cek_fakta_magnet.jpg)