Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai terkait ustaz Zacky Mirza meninggal dunia. Pesan berantai tersebut ramai dibagikan sejak Senin (19/4/2021) malam.
Dalam pesan berantai tersebut berisi narasi sebagai berikut:
"Innalillahi Wainna Ilaihi Ra'jun.. Barusan TV one menyiarkan telah berpulang kerahmatullah Ustadz Zacky Mirza."
[SALAH] Pesan Berantai Sebut Ustaz Zacky Mirza Meninggal Dunia pada 19 April 2021
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 20/04/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi akun Instagram Zacky Mirza, @zackymirza_ yang bercentang biru atau terverifikasi. Di sana ustaz Zacky Mirza mengunggah postingan video terkait kondisi dirinya:
Berikut penjelasan dalam videonya:
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Zacky Mirza. Ayahanda ibunda, saudara-saudaraku semuanya, keluarga, para jemaah. Alhamdulillah malam hari ini, Senin 19 April 2021, saya dalam keadaan yang lebih baik setelah semalam di keadaan yang belum sadar, sudah membaik Alhamdulillah.
"Adapun terkait dengan berita yang tersebar, saya meninggal dunia dan lain sebagainya, itu semua berita hoaks. Saya dalam keadaan sehat walafiat. (Mohon) doanya dari semua mudah-mudahan dakwah saya tetap dilancarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Disehatkan walafiat kita semua. Terima kasih."
Selain itu dalam postingan juga terdapat narasi: "Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulilah malam ini (Senin, 19 April 2021) kondisi saya sudah membaik."
Selain itu Cek Fakta Liputan6.com juga mengunjungi akun Instagram istri uztaz Zacky Mirza, Shinta Tanjung, @chintatanjung yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Di sana terdapat unggahan video yang diposting 19 April 2021.
Berikut isi postingannya:
"alhamdulillah abi @zackymirza_ masa pemulihan. Alhamdulillah terimakasih perhatian dn doanya. Saat ini ustadz @zackymirza Udh sehat ya lg masa pemulihan.Berita diluar tentang kabar duka itu tidak benar ya. Maaf blm bisa bales satu persatu dm dn chat yg masuk in syaa Allah nnt sy bales ya. Jazzakumullah khayran atas perhatian & kasih syngnya buat kami. Smoga Allah berikan sehat, ta'at dn sll dlm lindungan Allah SWT buat qt smua. Ustadz masih dirawat di salah satu rs di Kerinci riau. Dna dlm kondisi lebih baik yaDelete soon"
Berikut penjelasan dalam videonya:
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Zacky Mirza. Ayahanda ibunda, saudara-saudaraku semuanya, keluarga, para jemaah. Alhamdulillah malam hari ini, Senin 19 April 2021, saya dalam keadaan yang lebih baik setelah semalam di keadaan yang belum sadar, sudah membaik Alhamdulillah.
"Adapun terkait dengan berita yang tersebar, saya meninggal dunia dan lain sebagainya, itu semua berita hoaks. Saya dalam keadaan sehat walafiat. (Mohon) doanya dari semua mudah-mudahan dakwah saya tetap dilancarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Disehatkan walafiat kita semua. Terima kasih."
Selain itu dalam postingan juga terdapat narasi: "Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulilah malam ini (Senin, 19 April 2021) kondisi saya sudah membaik."
Selain itu Cek Fakta Liputan6.com juga mengunjungi akun Instagram istri uztaz Zacky Mirza, Shinta Tanjung, @chintatanjung yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Di sana terdapat unggahan video yang diposting 19 April 2021.
Berikut isi postingannya:
"alhamdulillah abi @zackymirza_ masa pemulihan. Alhamdulillah terimakasih perhatian dn doanya. Saat ini ustadz @zackymirza Udh sehat ya lg masa pemulihan.Berita diluar tentang kabar duka itu tidak benar ya. Maaf blm bisa bales satu persatu dm dn chat yg masuk in syaa Allah nnt sy bales ya. Jazzakumullah khayran atas perhatian & kasih syngnya buat kami. Smoga Allah berikan sehat, ta'at dn sll dlm lindungan Allah SWT buat qt smua. Ustadz masih dirawat di salah satu rs di Kerinci riau. Dna dlm kondisi lebih baik yaDelete soon"
Kesimpulan
Pesan berantai yang berisi informasi ustaz Zacky Mirza meninggal dunia adalah hoaks.
Rujukan
Keliru, Klaim Bill Gates Tak Pernah Pakai Masker
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 20/04/2021
Berita
Klaim yang menyebut bahwa pendiri raksasa teknologi Microsoft, Bill Gates, tidak pernah mengenakan masker beredar di Instagram baru-baru ini. Klaim itu terdapat dalam sebuah poster berwarna putih-hitam yang dilengkapi dengan foto Gates.
Narasi dalam poster itu berbunyi: "Mengapa Bill Gates tidak pernah mengenakan masker? Inilah fakta yang patut dicek..... Apakah Bill Gates pernah memakai masker ? Jika ya, di mana buktinya? Dan jika tidak, mengapa dia memberi tahu semua orang di dunia bahwa mereka harus memakainya sampai vaksin yang dia investasikan banyak itu tersedia?"
Akun ini membagikan poster tersebut pada 16 April 2021. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah disukai lebih dari 900 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan di Instagram yang berisi klaim keliru terkait pendiri perusahaan teknologi Microsoft, Bill Gates.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula melakukan pencarian foto Bill Gates yang memakai masker dengan memasukkan kata kunci “Bill Gates wears mask” di mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan foto Gates yang sedang mengenakan masker yang telah beredar di internet sejak Januari 2021.
Pada 23 Januari 2021, di akun Instagram terverifikasi miliknya, @thisisbillgates, Gates pernah mengunggah foto dirinya yang mengenakan masker saat menerima suntikan vaksin Covid-19. Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:
"One of the benefits of being 65 is that I’m eligible for the Covid-19 vaccine. I got my first dose this week, and I feel great. Thank you to all of the scientists, trial participants, regulators, and frontline healthcare workers who got us to this point."
Foto itu juga diunggah oleh Gates di akun Twitter terverifikasi miliknya, @BillGates, pada tanggal yang sama. Keterangan yang dicantumkan pun sama.
Gambar tangkapan layar unggahan Bill Gates di Instagram pada 23 Januari 2021 yang berisi foto dirinya ketika menerima vaksin Covid-19.
Hal ini diberitakan oleh Tempo pada 23 Januari 2021. Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengumumkan telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama pada pekan ini. Dalam cuitannya di Twitter, Gates mengunggah foto ketika menjalani vaksinasi pada 23 Januari waktu Indonesia. Gates memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin di usianya yang ke-65.
"Salah satu keuntungan di usia 65 tahun adalah saya diizinkan untuk menerima vaksin Covid-19. Saya telah mendapatkan dosis pertama minggu ini dan saya merasa baik," kata Gates dalam cuitannya itu.
Gates pun mengucapkan terima kasih untuk semua ilmuwan, partisipan dalam uji coba, regulator, serta tenaga kesehatan di garis depan yang terlibat dalam vaksinasi Covid-19. Meski begitu, Gates tidak merinci vaksin apa yang ia terima. Adapun vaksin Covid-19 yang telah disetujui penggunaannya di Amerika Serikat adalah vaksin buatan Pfizer dan Moderna.
Tempo juga menemukan pemberitaan di India Times yang berisi wawancara dengan Bill Gates terkait jenis masker yang ia kenakan. Dalam sebuah wawancara dengan Wired, Gates mengatakan bahwa dia menggunakan "masker normal yang cukup jelek".
Gates juga mengatakan bahwa ia mengganti maskernya setiap hari, dan masker yang ia pakai setiap hari tersebut adalah "masker bedah" biasa. "Mungkin saya harus menemukan desainer masker atau sesuatu yang kreatif," ujar Gates.
Pada Mei 2020, sempat beredar klaim bahwa Bill Gates mengabaikan protokol kesehatan. Saat itu, beredar foto yang memperlihatkan Gates tengah berjalan dengan penasihat Covid-19 Gedung Putih, Anthony Fauci. Foto tersebut diedarkan dengan narasi bahwa Gates dan Fauci melanggar aturan jarak sosial.
Menurut hasil pemeriksaan fakta India Today, klaim itu menyesatkan. Faktanya, foto tersebut diambil pada Desember 2018 dan tidak ada hubungannya dengan pandemi Covid-19. Foto yang beredar itu merupakan potongan dari foto yang pernah dimuat oleh situs resmi Institut Kesehatan Nasional (NIH) AS.
Menurut keterangan NIH, foto itu diambil pada 11 Desember 2018, ketika Gates mengunjungi NIH di Bethesda, Maryland, untuk lokakarya. Foto ini juga pernah diunggah ke Flicker oleh akun NIH dengan keterangan: "NIH bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk mengadakan lokakarya konsultatif tahunan kelima mereka tentang kesehatan global. Lokakarya tersebut berlangsung pada 11 Desember 2018, di Bethesda, Maryland."
Dalam foto tersebut, tidak hanya terlihat Gates dan Fauci, yang merupakan Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular NIH, tapi juga Francis Collins, Direktur NIH.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa pendiri Microsoft, Bill Gates, tidak pernah memakai masker, keliru. Salah satu foto Gates yang mengenakan masker telah beredar di internet sejak Januari 2021, saat ia menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Sebelumnya, pernah beredar foto Gates bersama Anthony Fauci, penasihat Covid-19 Gedung Putih, yang dilengkapi dengan narasi bahwa keduanya melanggar protokol kesehatan. Namun, foto itu sebenarnya diambil pada 11 Desember 2018, jauh sebelum munculnya pandemi Covid-19.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/bill-gates
- https://www.tempo.co/tag/masker
- https://www.instagram.com/p/CNuB7JHn0Lu/
- https://www.instagram.com/p/CKW1c2PLbq2/
- https://twitter.com/BillGates/status/1352662770416664577/photo/1
- https://bisnis.tempo.co/read/1426001/umumkan-disuntik-vaksin-covid-19-bill-gates-keuntungan-di-umur-65-tahun/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://timesofindia.indiatimes.com/gadgets-news/this-is-the-mask-that-bill-gates-wears/articleshow/77496953.cms
- https://www.tempo.co/tag/anthony-fauci
- https://www.indiatoday.in/fact-check/story/fact-check-viral-post-saying-bill-gates-violated-social-distancing-norms-is-misleading-1678522-2020-05-15
- https://www.tempo.co/tag/microsoft
Keliru, Pejabat Denmark Meninggal karena Diracun saat Umumkan Larangan Vaksin AstraZeneca
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 20/04/2021
Berita
Klaim bahwa pejabat pemerintah Denmark meninggal karena diracun saat mengumumkan larangan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca beredar di Facebook. Klaim itu terdapat dalam video berdurasi 15 detik yang menunjukkan momen saat seorang perempuan terjatuh di hadapan peserta sebuah forum.
Video itu memuat teks yang berbunyi: "Denmark melarang vaksin AstraZeneca dan selama pengumuman berlangsung salah satu pejabat pemerintah pingsan dan meninggal." Akun ini membagikan video itu pada 16 April 2021 dengan narasi sebagai berikut:
"Ini risikonya kalau berani melawanndoroglobe. Kemarin presiden Tanzaniaygsempat 1 minggu menghilang dan dinyatakan meninggal akibat serangan jantung. Sekarang salah satu pejabat pemerintah Denmark meregang nyawa saat mengumumkan pelaranganvaxastrazeneca. Mungkin di racun."
Video yang diunggah di Facebook yang memperlihatkan jatuhnya seorang pejabat Denmark saat mengumumkan penghentian penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Video ini disebarkan dengan klaim keliru, bahwa pejabat tersebut meninggal karena diracun.
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menemukan bahwa perempuan yang terjatuh dalam video tersebut adalah Kepala Badan Obat-obatan Denmark, Tanja Erichsen. Namun, ketika itu, Erichsen hanya pingsan, tidak meninggal karena diracun. Kondisinya pun telah membaik setelah menjalani perawatan.
Video tumbangnya Erichsen ini pernah dipublikasikan oleh sejumlah media. Media Inggris, The Sun, memuat video itu dalam artikelnya yang berjudul "Dramatic moment Danish vaccine chief FAINTS during a Covid conference announcing the permanent ban of AstraZeneca jab" pada 15 April 2021.
Erichsen pingsan dalam sebuah konferensi pers yang mengumumkan larangan permanen Denmark terhadap vaksin Covid-19 AstraZeneca. Namun, menurut The Sun, pemerintah Denmark mengumumkan bahwa Erichsen sudah sadar dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Klaim-klaim palsu terkait pingsannya Tanja Erichsen itu tidak hanya beredar di Indonesia, tapi juga di Eropa. Di sana, menyebar klaim yang menyebut bahwa dia pingsan setelah menerima vaksin Astrazeneca.
Dilansir dari Associated Press, Direktur Jenderal Otoritas Kesehatan Denmark Soren Brostrom mengatakan bahwa Erichsen baik-baik saja. Brostrom menjelaskan bahwa Erichsen pingsan karena terlalu banyak bekerja dan berdiri terlalu lama. Juru bicara Badan Obat-obatan Denmark Kim Voigt Ostrom juga mengatakan bahwa Erichsen belum menerima vaksin Covid-19.
Lewat akun pribadinya di Twitter, pada 19 April 2021, Tanja Erichsen pun menyatakan bahwa pemulihannya berjalan dengan baik.
"Terima kasih banyak atas perhatian dan salam Anda. Ini adalah pukulan keras yang harus saya terima, tapi untungnya saya dalam pemulihan yang baik sekarang. Ini sangat berarti bagi saya, dengan dukungan besar yang saya terima, baik di sini di Twitter maupun di platform lain. Terima kasih banyak," kata Erichsen dalam bahasa Denmark.
Dikutip dari BBC, pemerintah Denmark menjadi negara pertama yang melarang sepenuhnya penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca pada 15 April 2021. Upaya ini diambil menyusul terbitnya hasil penelitian Otoritas Kesehatan Denmark, yang menunjukkan frekuensi pembekuan darah yang lebih tinggi dari yang diharapkan, dengan perbandingan sekitar satu dari 40 ribu orang.
Sebelumnya, terjadi dua kasus trombosis di Denmark yang dikaitkan dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Satu kasus di antaranya terjadi pada seorang wanita berusia 60 tahun dan berakibat fatal. Direktur Jenderal Otoritas Kesehatan Denmark Soren Brostrom mengatakan bahwa ini adalah keputusan yang sulit, tapi Denmark memiliki vaksin lain dan pandemi di sana saat ini terkendali.
Meskipun begitu, dia mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan vaksin AstraZeneca akan digunakan di masa mendatang. Selain Denmark, beberapa negara di Eropa sempat menangguhkan vaksin itu. Saat ini, sebagian besar di antaranya telah melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca, meski dengan batasan tertentu bagi kelompok usia yang lebih tua.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa seorang pejabat pemerintah Denmark, Tanja Erichsen, meninggal karena diracun saat mengumumkan larangan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca, keliru. Dalam video yang digunakan untuk menyebarkan klaim itu, Erichsen yang merupakan Kepala Badan Obat-obatan Denmark hanya pingsan karena kelelahan, bukan meninggal karena diracun. Kini, Erichsen telah pulih, seperti yang ia nyatakan dalam cuitannya di Twitter.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/denmark
- https://archive.is/0G3Y9
- https://www.thesun.co.uk/news/worldnews/14659397/dramatic-moment-danish-chief-faints-covid-conference-astrazeneca-jab/
- https://apnews.com/article/fact-checking-afs:Content:10065241940
- https://twitter.com/LMSTErichsen/status/1384152251510378510
- https://www.bbc.com/news/world-europe-56744474
- https://www.tempo.co/tag/pembekuan-darah
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-astrazeneca
- https://www.tempo.co/tag/astrazeneca
[SALAH] Bantuan Kuota 95Gb dan Pulsa Gratis dari Kemendikbud
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 19/04/2021
Berita
“https://kuotasubsidi. online/?v=95 GigaBytes
*KEMENDIKBUD*
*Program kuota belajar pulsa 200RB dan kuota 95GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode bulan maret-april!*”
*KEMENDIKBUD*
*Program kuota belajar pulsa 200RB dan kuota 95GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode bulan maret-april!*”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah pesan berantai dari Whatsapp yang berisi tautan bantuan kuota 95GB dan pulsa 200 ribu untuk mahasiswa dan pelajar. Tautan ini mengklaim bahwa bantuan ini berasal dari Kemendikbud.
Namun setelah ditelusuri, tautan yang mengklaim bahwa Kemendikbud akan membagikan kuota dan pulsa gratis kepada pelajar dan mahasiswa, ternyata adalah hoaks.
Mengutip dari artikel turnbackhoax.id pada Maret lalu, pihak dari Kominfo menyatakan bahwa kabar tersebut adalah berita bohong, dan merupakan hoaks lama yang dimodifikasi kembali. Pasalnya, pernah ada hoaks yang sempat beredar pada Februari lalu tentang bantuan kuota 75GB dan pulsa 200 ribu.
Kemendikbud sendiri memang memiliki program bantuan kuota gratis untuk pelajar, mahasiswa, sampai tenaga pengajar (dosen). Namun bantuan itu sudah diprogram sejak tahub 2020 melalui lembaga terkait seperti sekolah dan kampus. Bantuan ini pun secara berkala dibagikan per tanggal 10-15 setiap bulannya secara otomatis.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pesan yang berisi tautan bantuan kuota gratis dari Kemendikbud merupakan hoaks kategori fabricated content atau konten palsu dan merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Namun setelah ditelusuri, tautan yang mengklaim bahwa Kemendikbud akan membagikan kuota dan pulsa gratis kepada pelajar dan mahasiswa, ternyata adalah hoaks.
Mengutip dari artikel turnbackhoax.id pada Maret lalu, pihak dari Kominfo menyatakan bahwa kabar tersebut adalah berita bohong, dan merupakan hoaks lama yang dimodifikasi kembali. Pasalnya, pernah ada hoaks yang sempat beredar pada Februari lalu tentang bantuan kuota 75GB dan pulsa 200 ribu.
Kemendikbud sendiri memang memiliki program bantuan kuota gratis untuk pelajar, mahasiswa, sampai tenaga pengajar (dosen). Namun bantuan itu sudah diprogram sejak tahub 2020 melalui lembaga terkait seperti sekolah dan kampus. Bantuan ini pun secara berkala dibagikan per tanggal 10-15 setiap bulannya secara otomatis.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pesan yang berisi tautan bantuan kuota gratis dari Kemendikbud merupakan hoaks kategori fabricated content atau konten palsu dan merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, ini merupakan hoaks lama yang beredar kembali. Kemendikbud tidak pernah membagikan tautan bantuan kuota atau pulsa gratis dari Whatsapp.
Faktanya, ini merupakan hoaks lama yang beredar kembali. Kemendikbud tidak pernah membagikan tautan bantuan kuota atau pulsa gratis dari Whatsapp.
Rujukan
Halaman: 6749/8568
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3434008/original/016829200_1618892364-cek_fakta_zacky_mirza.jpg)



