[SALAH] Akun Facebook Istri Bupati Karanganyar
Sumber: facebook.comTanggal publish: 06/04/2021
Berita
“Siti Khomsiyah”
Hasil Cek Fakta
Beredar Akun Facebook Siti Khomsiyah, istri Bupati Karanganyar, dengan menggunakan nama pengguna, foto profil, dan foto dinding yang bersangkutan. Akun tersebut melakukan aksi kejahatan di media sosial dengan meminta sejumlah uang dan pulsa kepada kerabat dekat.
Berdasarkan hasil penelusuran akun tersebut merupakan akun palsu karena terdapat perbedaan waktu dalam mengunggah foto. Akun palsu hanya mengunggah dua foto yang hanya digunakan sebagai foto profil dan foto sampul yang mirip akun asli. Akun asli Siti Khomsiyah aktif mengunggah fotonya secara berkala dalam beberapa kegiatan.
Bukti selanjutnya adalah jarak unggah foto yang cukup lama antara akun asli dengan akun yang palsu. Akun palsu mengunggah foto di atas pada tanggal 24 Maret 2021, sedangkan foto yang sama diunggah pertama kali oleh akun asli pada tanggal 5 November 2017.
Menanggapi hal tersebut, saat dikonfirmasi oleh MNC Portal Indonesia Rabu (24/3/2021), Siti Khomsiyah menjelaskan kronologi terkuaknya akun palsu tersebut saat seorang pengacara, Kadi Sukarna, mengirimkan pesan elektronik kepadanya untuk mengonfirmasi apakah Siti memiliki akun baru atau tidak. Merasa tidak punya, Siti pun mengonfirmasi bahwa Ia hanya memiliki satu akun.
Menurut Siti, akun palsu tersebut meminta pertemanan pada siapa saja yang dikenalnya. Kemudian, setelah permintaan pertemanan diterima, akun tersebut meminta sejumlah uang dan pulsa.
Jika mengacu kepada seluruh referensi, dapat dikatakan bahwa akun Facebook atas nama “Siti Khomsiyah” yang beredar itu bukan milik istri Bupati Karanganyar, sehingga akun tersebut masuk dalam hoaks dengan kategori imposter content atau konten tiruan.
Berdasarkan hasil penelusuran akun tersebut merupakan akun palsu karena terdapat perbedaan waktu dalam mengunggah foto. Akun palsu hanya mengunggah dua foto yang hanya digunakan sebagai foto profil dan foto sampul yang mirip akun asli. Akun asli Siti Khomsiyah aktif mengunggah fotonya secara berkala dalam beberapa kegiatan.
Bukti selanjutnya adalah jarak unggah foto yang cukup lama antara akun asli dengan akun yang palsu. Akun palsu mengunggah foto di atas pada tanggal 24 Maret 2021, sedangkan foto yang sama diunggah pertama kali oleh akun asli pada tanggal 5 November 2017.
Menanggapi hal tersebut, saat dikonfirmasi oleh MNC Portal Indonesia Rabu (24/3/2021), Siti Khomsiyah menjelaskan kronologi terkuaknya akun palsu tersebut saat seorang pengacara, Kadi Sukarna, mengirimkan pesan elektronik kepadanya untuk mengonfirmasi apakah Siti memiliki akun baru atau tidak. Merasa tidak punya, Siti pun mengonfirmasi bahwa Ia hanya memiliki satu akun.
Menurut Siti, akun palsu tersebut meminta pertemanan pada siapa saja yang dikenalnya. Kemudian, setelah permintaan pertemanan diterima, akun tersebut meminta sejumlah uang dan pulsa.
Jika mengacu kepada seluruh referensi, dapat dikatakan bahwa akun Facebook atas nama “Siti Khomsiyah” yang beredar itu bukan milik istri Bupati Karanganyar, sehingga akun tersebut masuk dalam hoaks dengan kategori imposter content atau konten tiruan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya akun tersebut merupakan akun kloningan/palsu yang sengaja dibuat oleh oknum tertentu untuk melakukan penipuan.
Faktanya akun tersebut merupakan akun kloningan/palsu yang sengaja dibuat oleh oknum tertentu untuk melakukan penipuan.
Rujukan
- https://news.okezone.com/read/2021/03/24/512/2383506/akun-facebook-catut-nama-istri-bupati-karanganyar-lalu-minta-uang-dan-pulsa
- https://jateng.inews.id/berita/akun-facebook-dicatut-untuk-penipuan-istri-bupati-karanganyar-geram
- https://yogya.inews.id/berita/akun-facebook-istri-bupati-karanganyar-dicatut-untuk-penipuan
Keliru, Klaim Ini Video Tumpukan Jenazah Covid-19 yang Salah Satunya Merokok
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 06/04/2021
Berita
Video yang memperlihatkan tumpukan kantong plastik hitam berisi manusia di dalam bak sebuah truk beredar di Facebook. Dari salah satu kantong itu, terlihat seorang pria yang kepalanya menyembul yang sedang merokok. Menurut klaim yang menyertai video ini, kantong-kantong tersebut berisi jenazah Covid-19 palsu yang telah dipersiapkan untuk pemberitaan.
Di Twitter, akun ini membagikan video itu pada 30 Maret 2021. Akun itu menulis, "Mereka sedang mempersiapkan mayat Rona ( Corona ) untuk diberitakan. Salah satunya masih merokok." Hingga artikel ini dimuat, video itu telah ditonton lebih dari 400 ribu kali. Cuitan tersebut juga mendapatkan 862 komentar, 11 riburetweet, serta 16 ribulike.
Sementara di Facebook, akun ini mengunggah video tersebut pada 31 Maret 2021. Akun itu menulis, "Lebih banyak mayat menumpuk dari Covid, tapi salah satunya menghisap rokok?" Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.500 reaksi dan 335 komentar.
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video di atas bukanlah video tumpukan jenazah pasien Covid-19 palsu yang telah dipersiapkan. Kantong-kantong plastik hitam berisi manusia yang terlihat dalam video tersebut dipakai dalam syuting video klip lagu rapper asal Rusia, Dmitry Nikolayevich Kuznetsov alias Husky.
Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Lalu, gambar-gambar ini ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan petunjuk dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube ini pada 31 Maret 2021 yang berjudul serupa dengan narasi dalam cuitan akun Tiwtter di atas.
Salah satu akun yang mengomentari video itu menyebut bahwa video tersebut direkam dari lokasi pembuatan video klip lagu "Never-Ever" karya Husky. "Mereka membuat video musik 'Never-Ever' oleh rapper Husky," demikian bunyi komentar tersebut.
Tempo kemudian menelusuri video klip lagu tersebut di kanal YouTube resmi Husky. Video klip lagu berjudul "Never-Ever" diunggah oleh kanal ini pada 26 September 2020. Tempo pun menonton video berdurasi 2 menit 39 detik itu secara menyeluruh. Pada menit 2:23, terlihat truk berwarna oranye yang identik dengan yang terlihat dalam video yang beredar. Di dalam bak truk itu, juga terlihat tumpukan kantong plastik hitam yang serupa.
Dalam keterangannya, tertulis bahwa video klip ini disutradarai oleh Evgeny Bakirov. Sementara direktur fotografinya adalah Kirill Groshev dan desainer produksinya adalah Vasya Ivanov. Tempo kemudian menelusuri akun-akun media sosial mereka dan juga Husky. Di akun Instagram Groshev, ditemukan video yang sama dengan yang disebarkan oleh akun Twitter dan akun Facebook di atas.
Groshev menyimpan video itu di salah satu highlight Instagram Story miliknya yang diberi judul "Husky | N-E". Video itu diunggah 27 pekan yang lalu, sekitar akhir September 2020, waktu yang sama ketika video klip lagu "Never-Ever" dirilis ke YouTube oleh Husky.
Gambar tangkapan layar unggahan direktur fotografi video klip lagu "Never-Ever", Kirill Groshev, di Instagram Story.
Pada September 2020, video lain yang diambil dari lokasi syuting video klip lagu milik Husky juga pernah disebarkan dengan klaim keliru. Video itu memperlihatkan kantong-kantong berwarna hitam yang diturunkan dari atas sebuah gedung dengan tali. Kantong-kantong ini diklaim berisi penghuni sebuah apartemen di Italia yang semuanya meninggal karena Covid-19.
Berdasarkan verifikasi Tempo, peristiwa dalam video tersebut merupakan bagian dari proses pembuatan video klip lagu milik Husky di Institut Penelitian dan Klinik Regional MF Vladimirsky (Moniki), Moskow, Rusia. Kantong hitam yang terlihat dalam video itu berisi boneka.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video tumpukan jenazah Covid-19 palsu yang telah dipersiapkan, karena salah satunya terlihat sedang merokok, keliru. Video itu direkam dari lokasi pembuatan video klip lagu "Never-Ever" karya rapper asal Rusia, Dmitry Nikolayevich Kuznetsov alias Husky. Kantong-kantong plastik hitam yang terlihat dalam video tersebut hanyalah properti dalam video klip itu.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/jenazah-covid-19
- https://archive.ph/yBR3U
- https://www.tempo.co/tag/corona
- https://archive.ph/8qbGI
- https://www.tempo.co/tag/pasien-covid-19
- https://www.youtube.com/watch?v=8CSRy_Th5YM
- https://www.tempo.co/tag/rapper
- https://www.youtube.com/watch?v=8sx-aG8e-8M
- https://www.instagram.com/stories/highlights/18040163887300722/
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1019/fakta-atau-hoaks-benarkah-ini-video-penghuni-apartemen-italia-yang-semua-tewas-akibat-covid-19
- https://www.tempo.co/tag/rusia
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
Tidak Terbukti, Istri Shinzo Abe Pura-pura Tak Bisa Bahasa Inggris saat Bertemu Donald Trump
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 06/04/2021
Berita
Gambar yang berisi klaim bahwa istri mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Akie Abe, pura-pura tidak bisa berbahasa Inggris saat bertemu dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump beredar di Instagram. Gambar itu dilengkapi dengan foto Donald Trump dan istrinya, Melanie Trump, bersama Shinzo Abe dan istrinya, Akie Abe.
Klaim itu berbunyi: "Taukah kamu, ketika dirinya bertemu Donald Trump, ibu negara jepang, yaitu istri dari perdana menteri Jepang pura2 tidak bisa bahasa inggris selama 2 jam agar tidak diajak bicara oleh Donald trump." Akun ini membagikan gambar tersebut pada 1 April 2021. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah disukai lebih dari 38 ribu kali.
Gambar tangkapan layar unggahan di Instagram terkait istri mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait di media-media arus utama. Hasilnya, ditemukan bahwa klaim tersebut bermula dari pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump saat diwawancarai oleh koresponden The New York Times di Gedung Putih, Maggie Haberman, tentang acara G20 yang berlangsung di Jerman pada 2017.
Dalam acara makan malam para pemimpin negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung selama 1 jam 45 menit, Donald Trump yang duduk bersebelahan dengan Akie Abe mengungkapkan bahwa dia tidak bisa berkomunikasi dengan istri mantan PM Jepang Shinzo Abe tersebut. Donald Trump menyebut Akie Abe sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris.
Berikut petikan wawancara Haberman dengan Trump seperti dilansir dari The New York Times :
Trump: So, I was seated next to the wife of Prime Minister Abe, who I think is a terrific guy, and she’s a terrific woman but doesn’t speak English.Haberman: Like, nothing, right? Like zero?Trump: Like, not "hello".Haberman: That must make for an awkward seating.Trump: Well, it’s hard, because you know, you’re sitting there for...Haberman: Hours.Trump: So the dinner was probably an hour and 45 minutes.
Namun, sebuah video di YouTube yang memperlihatkan Akie Abe memberikan pidato dalam bahasa Inggris memunculkan spekulasi bahwa dia pasti berpura-pura tidak bisa berbahasa Inggris untuk menghindari percakapan dengan Trump. Video ini diunggah oleh kanal Black Tie Magazine pada 3 Oktober 2014 dengan judul “Keynote Address - Her Excellency- Madame Akie Abe, First Lady of Japan”.
Hal ini juga diberitakan oleh BBC. Ketika warganet menemukan video di YouTube bahwa Akie Abe memberikan pidato dalam bahasa Inggris, mereka kemudian berspekulasi bahwa dia pasti berpura-pura tidak mengerti bahasa tersebut untuk menghindari percakapan dengan Trump.
Namun, meskipun pernyataan Trump bahwa Akie Abe bahkan tidak bisa mengatakan "halo" mungkin berlebihan, bisa membaca pidato dalam bahasa Inggris dengan naskah tidak berarti bahwa seseorang mampu melakukan percakapan spontan saat makan malam.
Dalam pertemuan-pertemuan diplomatik sebelumnya, Akie Abe hampir selalu memakai penerjemah. Ketika BBC meminta wawancara dengannya di masa lalu pun, pihaknya mengatakan bahwa Akie Abe hanya akan menerimanya jika dilakukan dalam bahasa Jepang.
Menanggapi keributan atas pernyataan Donald Trump tentang pertemuannya dengan Akie Abe di KTT G20 tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan kepada BBC bahwa tidak akan ada komentar resmi terkait hal itu, karena ini adalah percakapan pribadi. "Sementara itu, kami mengakui dalam wawancara itu bahwa Presiden Trump menyatakan bahwa dia menikmati malam bersamanya, dan dia benar-benar wanita yang cantik."
Dilansir dari The Washington Post, spekulasi memang sempat merajalela di dunia maya, apakah Akie Abe berpura-pura tidak bisa berbicara dalam bahasa Inggris untuk menghindari berbicara dengan Trump dalam jamuan makan malam yang berlangsung hampir dua jam tersebut.
Menurut The Washington Post, tentu saja salah jika kemampuan AKie Abe berbicara dalam bahasa Inggris “nol”. Tidak terbayangkan bahwa mantan ibu negara Jepang itu, yang sebelumnya bekerja di Dentsu, perusahaan hubungan masyarakat internasional terbesar di Jepang, tidak tahu kata "halo", bahkan jika dia mungkin tidak mengatakannya kepada Trump dalam makan malam KTT G20.
Beberapa orang yang diwawancarai oleh The Washington Post mengatakan bahwa mereka belum pernah mendengar Akie Abe berbicara dalam bahasa Inggris dan berspekulasi bahwa dia tidak merasa nyaman melakukan lebih dari percakapan sederhana. Kebanyakan orang yang diwawancarai untuk artikel The Washington Post ini mau memberikan informasi dengan syarat anonim karena mereka tidak berbicara dengan Akie Abe secara langsung atau ekstensif.
"Saya hanya mendengar dia berbicara dalam bahasa Jepang," kata seorang pakar asal Jepang di sebuah lembaga think tank. “Dalam pertemuan internasional, dia berbicara melalui penerjemah. Saya berharap dia dapat melakukan percakapan, tapi Anda tidak boleh berasumsi lebih dari itu. ”
Seorang mantan asisten Presiden AS ke-44 Barack Obama mengatakan dalam pesan teks bahwa dia "tidak pernah mendengar Akie Abe berbicara dalam bahasa Inggris dengan Nyonya Obama".
Nicole Uehara, warga asal AS yang membantu mengatur acara dan berpartisipasi di dalamnya, mengatakan Abe tidak berbicara dalam bahasa Inggris selama pertemuan tersebut dan malah membuat komentar melalui penerjemah, yang duduk di belakangnya. Uehara mengatakan dia diberitahu bahwa ibu negara Jepang itu tahu sedikit bahasa Inggris tetapi tidak fasih.
"Saya rasa dia tidak terlalu memahami bahasa Inggris," kata seorang reporter televisi Jepang di Washington dalam sebuah email. Dia pun mengatakan bahwa cerita itu tidak membuat heboh warga Jepang. “Bahkan pertemuan kedua antara Trump dan Putin bukanlah cerita besar di Jepang,” ujarnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa istri mantan PM Jepang Shinzo Abe, Akie Abe, pura-pura tidak bisa berbahasa Inggris saat bertemu dengan mantan Presiden AS Donald Trump agar tidak diajak bicara, tidak terbukti. Klaim tersebut merupakan spekulasi yang muncul setelah Trump menyebut bahwa Akie Abe sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris dalam acara makan malam KTT G20 di Jerman pada 2017. Namun, beredar pula video yang memperlihatkan Akie Abe tengah berpidato dengan naskah berbahasa Inggris. Juru bicara Kemenlu Jepang mengatakan bahwa tidak akan ada komentar resmi terkait hal tersebut.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/CNHXqlCL6Ue/?utm_source=ig_embed
- https://www.nytimes.com/2017/07/19/us/politics/trump-interview-transcript.html
- https://www.youtube.com/watch?v=Uhn4EFGiZhA
- https://www.bbc.com/news/world-asia-40678881
- https://www.washingtonpost.com/news/worldviews/wp/2017/07/20/why-japans-first-lady-was-probably-not-snubbing-president-trump/
[SALAH] Pesan Berantai Telkomsel Bagikan Hadiah untuk Rayakan Ulang Tahun ke-60
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 06/04/2021
Berita
Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai yang mengiming-imingi hadiah dari Telkomsel dalam rangka ulang tahun ke-60. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.
Pesan berantai itu menyertakan tautan untuk diklik pengguna. Dalam tautan tersebut terdapat narasi:
"Lots of exquisite gifts, as well as more than 1000 units of smart watches and mobile devices
All you have to do is open the correct gift box. You have 3 tries, good luck!"
atau dalam Bahasa Indonesia:
"Perayaan ulang tahun ke-60. Banyak hadiah yang sangat menarik, serta lebih dari 1.000 unit jam tangan pintar dan perangkat seluler. Yang harus kamu lakukan adalah membuka gift box yang benar. Kamu punya kesempatan tiga kali, semoga berhasil."
Hadiah telkomsel
Pesan berantai itu menyertakan tautan untuk diklik pengguna. Dalam tautan tersebut terdapat narasi:
"Lots of exquisite gifts, as well as more than 1000 units of smart watches and mobile devices
All you have to do is open the correct gift box. You have 3 tries, good luck!"
atau dalam Bahasa Indonesia:
"Perayaan ulang tahun ke-60. Banyak hadiah yang sangat menarik, serta lebih dari 1.000 unit jam tangan pintar dan perangkat seluler. Yang harus kamu lakukan adalah membuka gift box yang benar. Kamu punya kesempatan tiga kali, semoga berhasil."
Hadiah telkomsel
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menghubungi pihak Telkomsel untuk meminta penjelasan dari pesan berantai tersebut. Telkomsel menyatakan pesan berantai itu hoaks.
Telkomsel bukan pihak yang menyelenggarakan program tersebut. Kami mengimbau kepada pelanggan untuk tidak klik/mengakses tautan (link) yang beredar dan tidak membagikannya," ujar Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel dalam rilis resmi pada Cek Fakta Liputan6.com.
"Seluruh program yang secara resmi dan sah dijalankan oleh Telkomsel, baik itu promo, penawaran khusus, hingga undian berhadiah, dapat dilihat di berbagai saluran resmi milik Telkomsel, seperti akun resmi di media sosial dan situs www.telkomsel.com," katanya menambahkan.
Telkomsel juga berharap masyarakat tidak mudah tergiur dengan maraknya pesan berantai yang beredar.
"Telkomsel mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap SMS atau tautan (link) yang mengarah ke situs penipuan berhadiah yang mengatasnamakan Telkomsel. Telkomsel juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadinya (nomor telepon, email, alamat, dan lain sebagainya), dan tidak membagikannya ke pihak yang tidak dapat dipastikan legitimasinya."
Sementara untuk akun resmi Telkomsel di media sosial sendiri adalah sebagai berikut, LINE (@Telkomsel), Facebook Messenger (Telkomsel), Telegram (@Telkomsel_official_bot), Twitter (@Telkomsel) dan Instagram (@Telkomsel).
Sementara website resmi Telkomsel adalah www.telkomsel.com.
Telkomsel bukan pihak yang menyelenggarakan program tersebut. Kami mengimbau kepada pelanggan untuk tidak klik/mengakses tautan (link) yang beredar dan tidak membagikannya," ujar Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel dalam rilis resmi pada Cek Fakta Liputan6.com.
"Seluruh program yang secara resmi dan sah dijalankan oleh Telkomsel, baik itu promo, penawaran khusus, hingga undian berhadiah, dapat dilihat di berbagai saluran resmi milik Telkomsel, seperti akun resmi di media sosial dan situs www.telkomsel.com," katanya menambahkan.
Telkomsel juga berharap masyarakat tidak mudah tergiur dengan maraknya pesan berantai yang beredar.
"Telkomsel mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap SMS atau tautan (link) yang mengarah ke situs penipuan berhadiah yang mengatasnamakan Telkomsel. Telkomsel juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadinya (nomor telepon, email, alamat, dan lain sebagainya), dan tidak membagikannya ke pihak yang tidak dapat dipastikan legitimasinya."
Sementara untuk akun resmi Telkomsel di media sosial sendiri adalah sebagai berikut, LINE (@Telkomsel), Facebook Messenger (Telkomsel), Telegram (@Telkomsel_official_bot), Twitter (@Telkomsel) dan Instagram (@Telkomsel).
Sementara website resmi Telkomsel adalah www.telkomsel.com.
Kesimpulan
Pesan berantai yang menyebut Telkomsel sedang mengadakan program bagi-bagi hadiah adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 6777/8568




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3419821/original/065945900_1617599470-cek_fakta_telkomsel.jpg)