KILANG PERTAMINA TERBESAR SE ASIA TENGGARA MELEDAK, KEMUNGKINAN BESAR SUPLAI BAHAN BAKAR AKAN MENGALAMI KELANGKAAN DI PULAU JAWA KHUSUSNYA JAWA BARAT, SEGERA ISI FULL TANK BAHAN BAKAR KENDARAAN ANDA DARI SEKARANG.
SIAP -SIAP KEMUNGKINAN TERBURUK BERIMBAS PADA SUPLAI PANGAN HINGGA MENYEBABKAN KELANGKAAN KETAHANAN PANGAN BANGSA, KEMUNGKINAN TERBURUKNYA LAGI AKAN BERIMBAS PADA KENAIKAN HARGA PANGAN, SEMBAKO DLL.
DALAM KURUN WAKTU KURANG DARI 24 JAM BANGSA INI DILANDA TEROR DAN SABOTASE.
WASPADA
[SALAH] Kilang Pertamina Meledak Suplai Bahan Bakar Mengalami Kelangkaan
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 30/03/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp, sebuah informasi bahwa akan terjadi kelangkaan suplai bahan bakar terutama di Jawa Barat. Hal tersebut, merupakan akibat dari meledaknya kilang Pertamina di Balungan.
Setelah ditelusuri melalui akun Instagram resmi PT Pertamina @pertamina, dinyatakan bahwa pasokan BBM secara nasional aman, sehingga diharapkan tidak ada panic buying.
“Kami akan mengoptimalkan produk dari kilang lain, sehingga tidak ada kendala di dalam supply BBM. Karena sebetulnya processing plant yang utama tidak terdampak. Kebakaran hanya di daerah tanki saja. Kilang akan bisa segera dioperasikan kembali ketika sudah melakukan pemadaman,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
Kemudian, Direktur Logistik dan Infrastrutktur Pertamina, Mulyono, menegaskan bahwa stok BBM nasional aman usai kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat terbakar.
“Stok gasoline tercatat masih ada 10,5 juta barel, dan diperkirakan cukup untuk 27-28 hari ke depan. Jadi tidak ada masalah untuk gasoline, karena permintaan 390 Mb atau 62,5 ribu kiloliter ” ujar Mulyono.
Sehingga, klaim mengenai kelangkaan suplai bahan bakar karena kilang Pertamina meledak termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Setelah ditelusuri melalui akun Instagram resmi PT Pertamina @pertamina, dinyatakan bahwa pasokan BBM secara nasional aman, sehingga diharapkan tidak ada panic buying.
“Kami akan mengoptimalkan produk dari kilang lain, sehingga tidak ada kendala di dalam supply BBM. Karena sebetulnya processing plant yang utama tidak terdampak. Kebakaran hanya di daerah tanki saja. Kilang akan bisa segera dioperasikan kembali ketika sudah melakukan pemadaman,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
Kemudian, Direktur Logistik dan Infrastrutktur Pertamina, Mulyono, menegaskan bahwa stok BBM nasional aman usai kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat terbakar.
“Stok gasoline tercatat masih ada 10,5 juta barel, dan diperkirakan cukup untuk 27-28 hari ke depan. Jadi tidak ada masalah untuk gasoline, karena permintaan 390 Mb atau 62,5 ribu kiloliter ” ujar Mulyono.
Sehingga, klaim mengenai kelangkaan suplai bahan bakar karena kilang Pertamina meledak termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)
Faktanya, melalui akun Instagram resmi PT Pertamina memberikan bantahan terhadap klaim tersebut dan menjamin bahwa suplai BBM aman secara nasional, karena mengoptimalkan kilang lain.
Faktanya, melalui akun Instagram resmi PT Pertamina memberikan bantahan terhadap klaim tersebut dan menjamin bahwa suplai BBM aman secara nasional, karena mengoptimalkan kilang lain.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/CNAD51LBfQV/
- https://www.antaranews.com/berita/2069250/hoaks-kelangkaan-bbm-pasca-kebakaran-kilang-minyak-balongan
- https://bekasi.pikiran-rakyat.com/cek-fakta/pr-121690289/hoaks-atau-fakta-bbm-dikabarkan-bakal-langka-pasca-kebakaran-kilang-minyak-balongan-ini-faktanya?
- https://www.gridoto.com/read/222624219/beredar-pesan-whatsapp-kelangkaan-bbm-gara-gara-kilang-balongan-terbakar-ternyata-cuma-hoax-simak-nih-penjelasan-pertamina
Keliru, Kebiasaan Minum Air Es Sebabkan Penyakit Jantung
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 29/03/2021
Berita
Pesan berantai yang berjudul "Musuh Jantung adalah Air Es" beredar di Facebook dalam beberapa hari terakhir. Pesan ini berisi klaim bahwa kebiasaan minum air es menyebabkan penyakit jantung. "Jantung pantangannya adalah semua makanan dan minuman yang bersifat dingin. Jangan minum air es," demikian narasi di awal pesan itu.
Menurut pesan berantai tersebut, informasi bahwa mengkonsumsi minuman dan makanan dingin dapat menyebabkan penyakit jantung ini berasal dari para dokter yang ahli di bidang penyakit jantung di berbagai belahan dunia. "Air dingin bisa membeku atau menggumpalkan minyak atau lemak makanan yang baru ditelan, bahkan bisa menyebabkan pencernaan dalam lambung menjadi lamban."
Begitu gumpalan tersebut bertemu asam lambung, ia akan terurai dengan cepat dan diserap oleh usus, lalu menempel di dinding usus. Tak lama kemudian, gumpalan ini berubah menjadi lemak. "Jika terus-menerus seperti ini, lama-kelamaan akan menyebabkan penyakit, bahkan tumor atau kanker," demikian narasi dalam pesan itu yang dibagikan oleh akun ini pada 27 Maret 2021.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri informasi dan pemberitaan terkait yang pernah dimuat oleh sumber-sumber kredibel. Hasilnya, ditemukan bahwa pesan ini setidaknya telah beredar di Indonesia sejak Februari 2019. Ketika itu, situs kesehatan Klik Dokter telah menyatakan bahwa klaim dalam pesan tersebut hoaks.
Menurut laporan Klik Dokter pada 15 Februari 2019, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Yoga Yuniadi, mengatakan bahwa suhu air sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegagalan organ jantung. Dia mengatakan semua jenis makanan, mulai dari es hingga makanan yang baru matang sekali pun (bersuhu panas), akan mengalami penyesuaian suhu ketika memasuki saluran pencernaan.
Yoga pun menjelaskan timbulnya penyakit jantung bukan karena suhu air atau makanan yang dingin atau panas, melainkan kandungan zat di dalamnya. Misalnya, jika makanan yang dikonsumsi tinggi kolesterol dan lemak, baik dalam suhu panas ataupun dingin, akan tetap berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.
Dikutip dari artikel Kompas.com pada 22 Agustus 2019, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Tuko Srimulyo, mengatakan isi pesan berantai tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut dia, air dingin hanya berbahaya bagi penderita penyakit jantung koroner tidak stabil.
"Dingin, udara maupun makanan dan minuman, hanya tidak baik bagi pasien penyakit jantung koroner tidak stabil. PJ koroner yang stabil tidak mengapa minum dingin. Pergi ke Swiss pun tidak masalah," kata Tuko. Jenis penyakit jantung memang beragam, mulai dari PJ katup, PJ hipertensi, PJ tiroid, PJ paru, PJ bawaan, hingga PJ koroner.
Terkait klaim bahwa minum air dingin bisa menyebabkan lemak dalam tubuh menggumpal, menurut Tiko, hanya mitos. "Penggumpalan lemak dalam pembuluh darah, atau bahkan di dalam jantung akibat minum dingin, hanyalah mitos," ujar dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ini.
Meskipun begitu, menurut Tuko, minum air dingin bisa menyulitkan proses pencernaan lemak. "Tapi sebatas di lambung dan saluran pencernaan, sehingga pasien terasa kembung, begah, sensasi sesak yang timbul akibat penumpukan gas di lambung," katanya.
Dilansir dari Australian Associated Press (AAP), pesan berantai itu sebenarnya telah beredar di internet sejak 2006. Yutang Wang, dokter spesialis penyakit kardiovaskular, menyatakan bahwa tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung klaim bahwa minum air dingin akan menyumbat pembuluh darah jantung, dan menyebabkan serangan jantung.
"Penyebab utama serangan jantung adalah penumpukan plak (aterosklerosis) di arteri. Ketika plak yang lepas tersangkut di arteri dan menghalangi suplai darah ke jantung, serangan jantung terjadi," ujar dosen ilmu alam di Federation University Australia ini.
The Heart Foundation juga mengatakan bahwa tidak ditemukan bukti substantif yang menunjukkan bahwa minum air dingin dapat menyebabkan serangan jantung. Terkait klaim bahwa minum air dingin menyebabkan kanker, Clare Hughes, ketua komite aktivitas fisik dan nutrisi Cancer Council Australia pun mengatakan tidak ada bukti bahwa minum air dingin meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker perut dan usus.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa kebiasaan minum air es menyebabkan penyakit jantung, keliru. Klaim tersebut telah dibantah oleh para ahli. Sejauh ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa minum air dingin akan menyumbat pembuluh darah jantung, dan menyebabkan serangan jantung. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Tuko Srimulyo, air dingin hanya berbahaya bagi penderita penyakit jantung koroner tidak stabil.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/air-es
- https://www.tempo.co/tag/jantung
- https://web.facebook.com/AishahdanZharfa/posts/4248274028597061?__xts__[0]=68.ARBgHzLXUGdAnrfloz9HpdyTFXe49t39WqpvdscC9WaQPGgX7PD2iXM9x_00oWCE125vZHGytoYftwzCcFX9xkZB8FvO9Uo3mc8Xqh3qoT5jEG6W0thXFchWaC7uUBYjCvmIuqe-6wJ3yDHczBw27n8CaQ7Vy_4RpHC8ozIeXumF50QgBYjYKuY4WBQhoNbUyHksPRRs8dD3AauiU7P-aYjc5yHGP1OX7EVX_i8INxlIq2kqU9cfyNHzBewDVMX3kSFtcSQXVQA8SYKadz6CU-kvORHvFYHWVA
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3623147/benarkah-sering-minum-air-es-picu-penyakit-jantung
- https://www.tempo.co/tag/penyakit-jantung
- https://www.kompas.com/tren/read/2019/08/22/155231865/viral-minum-air-dingin-sebabkan-penyakit-jantung-ini-kata-dokter?page=all
- https://www.tempo.co/tag/air-dingin
- https://www.aap.com.au/experts-pour-cold-water-on-warm-water-health-benefits/
- https://www.tempo.co/tag/serangan-jantung
- https://www.tempo.co/tag/jantung-koroner
Keliru, Inggris Nyatakan Covid-19 Penyakit Menular Biasa karena Konspirasi dan Bisa Diobati Parasetamol
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 29/03/2021
Berita
Pesan berantai yang berisi klaim bahwa pemerintah Inggris mengubah klasifikasi Covid-19 dari penyakit menular parah menjadi penyakit menular biasa beredar di grup-grup percakapan Whatsapp sejak Minggu, 28 Maret 2021. Klaim itu dilengkapi dengan artikel dari situs resmi pemerintah Inggris terkait Covid-19.
Menurut pesan tersebut, pemerintah Inggris menyatakan bahwa virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, adalah virus yang umum. Virus itu, menurut pesan ini, bisa dilawan dengan parasetamol. Pesan tersebut pun mengklaim bahwa perubahan itu dilakukan oleh pemerintah Inggris karena Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) secara resmi terlibat dalam konspirasi.
"Organisasi Kesehatan Dunia mencapai kesimpulan akhir bahwa pembawa virus Covid-19 dianggap orang yang tidak menular kepada orang lain, kecuali dalam kasus gejala, yang terpenting adalah suhu! Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memeriksa yang tidak terinfeksi atau menyimpannya untuk karantina," demikian narasi dalam pesan tersebut.
Gambar tangkapan layar pesan berantai yang beredar di WhatsApp yang berisi klaim keliru terkait pemerintah Inggris dan Covid-19.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, pemerintah Inggris memang mengeluarkan Covid-19 dari daftar penyakit menular dengan konsekuensi tinggi atauhigh consequence infectious diseases(HCID). Meskipun begitu, pandemi Covid-19 tetap dinyatakan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang serius dan tidak bisa disembuhkan dengan parasetamol.
Dalam artikel di situs resmi pemerintah Inggris yang tautannya tercantum dalam pesan berantai itu menjelaskan, awalnya, Covid-19 ditetapkan sebagai HCID pada Januari 2020. Penetapan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa, saat itu, dalam tahap awal pandemi, informasi mengenai virus dan penyakit tersebut belum tersedia secara mencukupi.
Di Inggris, HCID ditetapkan dengan sejumlah kriteria, yakni penyakit infeksi akut dengan tingkat fatalitas (keparahan) kasus yang tinggi, tidak memiliki pengobatan yang efektif, dan seringkali sulit untuk dikenali serta dideteksi dengan cepat. Kriteria lain adalah kemampuan untuk menyebar di komunitas dan, dalam pengaturan perawatan kesehatan, memerlukan respons individu, populasi, serta sistem yang mesti ditingkatkan untuk memastikan penyakit tersebut dikelola secara efektif, efisien, dan aman.
Beberapa penyakit yang termasuk HCID dengan tingkat kematian yang sangat tinggi antara lain virus Ebola, Middle East Respiratory Syndrom (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome ( SARS ).
Kebijakan pemerintah Inggris terkait Covid-19 diubah dengan mengeluarkannya dari daftar HCID pada 19 Maret 2020. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa lebih banyak hal yang telah diketahui tentang Covid-19. Badan kesehatan masyarakat di Inggris telah menemukan lebih banyak informasi yang tersedia tentang angka kematian, serta terdapat kesadaran klinis yang lebih besar dan tes laboratorium yang spesifik dan sensitif, yang ketersediaannya terus meningkat.
Dalam artikel di situs resmi pemerintah Inggris tersebut, tidak terdapat penjelasan bahwa pencabutan Covid-19 dari daftar HCID dilakukan karena bisa dilawan dengan paracetamol. Tidak disebutkan pula bahwa WHO telah mengambil kesimpulan di mana pembawa virus Covid-19 dianggap sebagai orang yang tidak menularkan penyakti tersebut kepada orang lain.
Dikutip dari BuzzFeed, Brendan Wren, profesor dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, menjelaskan virus Corona memang sangat mudah menular antar manusia, seperti yang ditunjukkan oleh kecepatan pandemi. Akan tetapi, Covid-19 bukanlah patogen paling mematikan.
Menurut Wren, hanya 1 persen dari orang yang terkena Covid-19 meninggal karena infeksi tersebut. Angka ini lebih rendah dibandingkan tingkat kematian SARS sebesar 11 persen dan virus Ebola sebesar 50 persen. Karena itu, status Covid-19 diturunkan untuk tujuan penelitian ilmiah.
Namun, Wren melanjutkan, "Penurunan tersebut tidak mengurangi keseriusan infeksi Covid-19." Dia mengatakan mudahnya penyebaran virus ini menandakan bahwa Covid-19 telah menginfeksi dan membunuh lebih banyak orang daripada SARS dan Ebola.
Juru bicara pemerintah Inggris juga menjelaskan kepada BuzzFeed, “HCID adalah klasifikasi teknis tanpa implikasi terkini tentang bagaimana pemerintah menanggapi wabah virus Corona."
Mereka melanjutkan, “Kami selalu mengatakan bahwa kami akan mengambil tindakan yang tepat pada waktu yang tepat, berdasarkan bukti ilmiah terbaru, untuk memperlambat penyebaran virus, melindungi orang yang rentan, mengurangi permintaan pada Layanan Kesehatan Nasional (NHS) kami dan menyelamatkan nyawa.”
Inggris menjadi salah satu negara dengan kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia. Berdasarkan data Worldometer hingga 29 Maret 2021, kasus Covid-19 di sana telah mencapai 4.333.042 orang dengan kematian 126.592 orang. Jumlah ini menempatkan Inggris di posisi ke-6 sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak setelah Amerika Serikat, Brasil, India, Prancis, dan Rusia.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa pemerintah Inggris mengubah klasifikasi Covid-19 dari penyakit menular parah menjadi penyakit menular biasa karena hanya konspirasi dan bisa disembuhkan dengan parasetamol, keliru. Pemerintah Inggris memang mengeluarkan Covid-19 dari daftar penyakit menular dengan konsekuensi tinggi atauhigh consequence infectious diseases(HCID). Namun, kebijakan itu diambil karena telah semakin banyak informasi yang tersedia terkait Covid-19. Meskipun begitu, perubahan klasifikasi ini tidak memengaruhi keseriusan infeksi Covid-19.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/inggris
- https://www.tempo.co/tag/who
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://www.gov.uk/guidance/high-consequence-infectious-diseases-hcid
- https://www.tempo.co/tag/sars
- https://www.buzzfeed.com/joeydurso/uk-downgraded-coronavirus-conspiracy-theory
- https://www.tempo.co/tag/ebola
- https://www.worldometers.info/coronavirus/
- https://www.tempo.co/tag/parasetamol
[SALAH] Video “Berita Terkini!!! – Dibayar Kontan | Petugas Yang Menganiaya Dan Menyeret HRS Langsung Sakit Parah”
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 29/03/2021
Berita
Beredar video yang diunggah kanal Youtube TITIK TUMPU pada 20 Maret 2021 dengan judul “BERITA TERKINI!!! – DIBAYAR KONTAN | PETUGAS YANG MENGANIAYA DAN MENYERET HRS LANGSUNG SAKIT PARAH”.
Bagian awal video itu menunjukkan Rizieq dibawa oleh seorang pria ke sebuah ruang pengadilan, lalu video menunjukkan foto kecil seorang pria yang dihubungkan dengan panah merah ke pria yang membawa Rizieq ke ruang sidang; bagian berikutnya menunjukkan pria di foto kecil itu sedang berbicara pada kamera saat sedang berbaring di kasur rumah sakit. Di detik ke-30, narator video berkata, “Aparat yang menyeret Habib Rizieq ke ruang sidang dengan memelintir tangannya hingga lebam, seketika langsung jatuh sakit setelah beliau keluar dari ruangan sidang.” Di menit 2:42, video itu menunjukkan foto Rizieq mengangkat tangan kanannya, dengan memar di pergelangan tangan ditunjukkan dalam lingkaran merah.
Bagian awal video itu menunjukkan Rizieq dibawa oleh seorang pria ke sebuah ruang pengadilan, lalu video menunjukkan foto kecil seorang pria yang dihubungkan dengan panah merah ke pria yang membawa Rizieq ke ruang sidang; bagian berikutnya menunjukkan pria di foto kecil itu sedang berbicara pada kamera saat sedang berbaring di kasur rumah sakit. Di detik ke-30, narator video berkata, “Aparat yang menyeret Habib Rizieq ke ruang sidang dengan memelintir tangannya hingga lebam, seketika langsung jatuh sakit setelah beliau keluar dari ruangan sidang.” Di menit 2:42, video itu menunjukkan foto Rizieq mengangkat tangan kanannya, dengan memar di pergelangan tangan ditunjukkan dalam lingkaran merah.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video petugas yang mengawal HRS di persidangan pada tanggal 19 Maret 2021 langsung sakit parah merupakan klaim yang salah.
Faktanya, bukan petugas yang mengawal HRS di persidangan pada tanggal 19 Maret 2021. Pria di berbaju hijau di video itu aslinya seorang petugas Pemilu 2019 yang dirawat di rumah sakit lantaran kelelahan. Selain itu, klaim bahwa petugas yang mengawal HRS di persidangan menyeret dan menganiaya HRS tidak terbukti.
Dilansir dari AFP, pencarian gambar terbalik di Google dengan bantuan beberapa potongan video dari InVID-WeVerify menemukan bahwa video lelaki yang terbaring di rumah sakit itu diambil dari video berita iNews tanggal 26 April 2019 ini, dengan judul “KPU Catat 225 Anggota KPPS Meninggal dan 1.470 Dirawat Akibat Kelelahan Pemilu”. Bagian yang menunjukkan pria berbaring di ranjang RS itu dapat dilihat di menit 1:44 dari video iNews.
Video itu mewartakan bahwa pria tersebut bernama Soegeng Afriadi. Soegeng adalah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Medan, Sumatera Utara, yang dirawat di rumah sakit karena kelelahan bekerja saat Pemilu 2019.
Sementara itu, foto tangan HRS yang terkilir dan lebam, sebelum foto ini sudah pernah diperiksa faktanya di artikel berjudul [SALAH] Foto “HRS Jelas Didzolimi, Tangan Dipelintir Oleh Petugas Hingga Lebam” yang tayang di situs turnbackhoax.id pada 24 Maret 2021.
Faktanya, foto itu merupakan foto editan dengan menambahkan warna merah pada tangan HRS. Foto asli memperlihatkan suasana HRS saat tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu 12 Desember 2020. Pada foto itu tidak terlihat pergelangan HRS mengalami lebam atau memar.
Faktanya, bukan petugas yang mengawal HRS di persidangan pada tanggal 19 Maret 2021. Pria di berbaju hijau di video itu aslinya seorang petugas Pemilu 2019 yang dirawat di rumah sakit lantaran kelelahan. Selain itu, klaim bahwa petugas yang mengawal HRS di persidangan menyeret dan menganiaya HRS tidak terbukti.
Dilansir dari AFP, pencarian gambar terbalik di Google dengan bantuan beberapa potongan video dari InVID-WeVerify menemukan bahwa video lelaki yang terbaring di rumah sakit itu diambil dari video berita iNews tanggal 26 April 2019 ini, dengan judul “KPU Catat 225 Anggota KPPS Meninggal dan 1.470 Dirawat Akibat Kelelahan Pemilu”. Bagian yang menunjukkan pria berbaring di ranjang RS itu dapat dilihat di menit 1:44 dari video iNews.
Video itu mewartakan bahwa pria tersebut bernama Soegeng Afriadi. Soegeng adalah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Medan, Sumatera Utara, yang dirawat di rumah sakit karena kelelahan bekerja saat Pemilu 2019.
Sementara itu, foto tangan HRS yang terkilir dan lebam, sebelum foto ini sudah pernah diperiksa faktanya di artikel berjudul [SALAH] Foto “HRS Jelas Didzolimi, Tangan Dipelintir Oleh Petugas Hingga Lebam” yang tayang di situs turnbackhoax.id pada 24 Maret 2021.
Faktanya, foto itu merupakan foto editan dengan menambahkan warna merah pada tangan HRS. Foto asli memperlihatkan suasana HRS saat tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu 12 Desember 2020. Pada foto itu tidak terlihat pergelangan HRS mengalami lebam atau memar.
Rujukan
- https://periksafakta.afp.com/video-itu-menunjukkan-petugas-pemilu-2019-yang-dirawat-di-rs-karena-kelelahan
- https://turnbackhoax.id/2021/03/24/salah-foto-hrs-jelas-didzolimi-tangan-dipelintir-oleh-petugas-hingga-lebam/
- https://www.youtube.com/watch?v=a7NDUeNfjO4
- https://megapolitan.okezone.com/read/2020/12/12/338/2326344/habib-rizieq-acungkan-jempol-tampak-semangat-diperiksa-polda-metro
Halaman: 6793/8568



