• [SALAH] Nama AstraZeneca Memiliki Arti ‘Senjata yang Mematikan’

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/03/2021

    Berita

    Beredar sebuah unggahan yang menyatakan bahwa nama AstraZeneca dalam vaksin Covid-19, berasal dari susunan bahasa yang memiliki arti senjata yang membunuh.

    Hasil Cek Fakta

    Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim yang menyatakan bahwa nama AstraZeneca berarti senjata yang membunuh, adalah klaim yang tidak berdasar. Media Fulfact.org mengunggah artikel yang menjelaskan hal ini.

    Dalam penjelasannya, diketahui bahwa nama AstraZeneca diambil dari gabungan perusahaan farmasi Swedia (Astra AB, diambil dari bahasa Yunani untuk ‘a star) dan perusahaan Zeneca Group Palace yang berbasis di Inggris.
    Sejatinya penerjemahan berbagai bahasa ini dapat menghasilkan pengertian yang berbeda-beda. Setiap pengertian itu bisa saja menggunakan pendekatan yang cukup selektif dan menyesatkan untuk terjemahan dan etimologi.

    Dalam unggahan juga disebutkan nama perusahaan riset pasar Ipsos MORI diterjemahkan menjadi ‘mereka mati’ dalam bahasa Latin. Hal ini juga tidak memiliki dasar apapun. Nama ‘Ipsos MORI’ sebenarnya berasal dari penggabungan dua perusahaan dan tidak berarti apa-apa.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan nama AstraZeneca memiliki arti ‘senjata yang mematikan’, adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ekstrak Nanas Bisa Dijadikan Obat Virus Corona

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/03/2021

    Berita

    Sebuah akun facebook bernama Dr. Harold Tanchanco mengunggah beberapa potongan gambar yang berasal dari liputan berita, judul artikel an foto seorang pria mengenakan jas laboraturium.

    Hasil Cek Fakta

    Selain itu, terdapat narasi klaim bahwa ekstrak buah nanas (Bromelain) dapat menjadi obat virus corona. Dalam narasinya postingan tersebut juga mencatut seorang ilmuwan dari Australia mengatakan bormelain (ekstrak nanas) dapat melarutkan protein untuk mengobati virus corona.

    Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari factcheck.afp.com, foto yang digunakan dalam unggahan itu berasal dari saluran berita Australia 7News yang ditayangkan pada 18 Agustus 2020 di YouTube. Sementara itu, ilmuwan yang disebut dalam unggahan soal ekstrak nanas bisa mengobati corona itu adalah Profesor David Morris.

    Kepada AFP, Morris membantah unggahan yang beredar. Ia menegaskan minum nanas tidak akan menyembuhkan seseorang dari penyakit corona. Pihaknya tidak pernah menganjurkan untuk minum nanas.

    “Kami mempelajari efek bromelain, yang berasal dari batang tanaman nanas bersama dengan asetilsistein. Obat kombinasi, kami menyebut kombinasi tersebut sebagai BromAc,” ujar Morris kepada AfP.

    “Tidak ada agen (bromelain saja atau asetilsistein) yang efektif sendiri,” tegasnya.

    Kesimpulan

    Profesor David Morris, Ilmuwan yang dicatut dalam unggahan soal ekstrak nanas bisa mengobati corona membantah unggahan yang beredar. Ia menegaskan minum nanas tidak akan menyembuhkan seseorang dari penyakit corona. Pihaknya tidak pernah menganjurkan untuk minum nanas.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Modus Pencurian Menyemprot Bius ke Helm Pengendara Roda Dua

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/03/2021

    Berita

    Sebuah informasi beredar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp mengenai modus pencurian baru yaitu menyemprotkan bius ke dalam helm pengendara beroda dua. Kemudian tidak lama, korban akan pingsan dan pelaku dengan mudah mengambil motor dan harta benda milik korban.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, hoaks ini merupakan hoaks berulang yang pernah beredar oada tahun 2017. Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan bahwa modus seperti yang beredar tersebut tidak pernah terjadi dan modus tersebut adalah hoaks.

    Sehingga, modus pencurian dengan menyemprot bius ke helm pengendara termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)
    Klaim tersebut salah, faktanya ini merupakan hoaks berulang dan modus pencurian tersebut tidak pernah terjadi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Masa Kecil Bill Gates pada Tahun 1963

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 28/03/2021

    Berita

    Akun Facebook dengan nama pengguna Rob Celsius mengunggah sebuah foto yang menunjukkan seorang anak tengah memegang balon. Unggahan tersebut disertai keterangan yang menyatakan bahwa sosok tersebut adalah Bill Gates saat masih anak-anak, tepatnya pada tahun 1963.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto masa kecil Bill Gates pada tahun 1963, melainkan foto seorang anak tak dikenal di Kota Lviv, Ukraina, yang diambil pada tahun 1968. Foto tersebut pernah diunggah di laman Facebook Museum Sejarah Fotografi, Ukraina pada tanggal 1 Mei 2019 yang lalu. Bersama dengan unggahan tersebut, pihak museum memberikan keterangan bahwa foto tersebut diambil pada tanggal 1 Mei 1968 oleh seorang fotografer bernama Payvluk Zh.I. Lebih lanjut, pihak museum juga menegaskan bahwa anak dalam foto tersebut bukan merupakan sosok tokoh terkenal.

    Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Reuters dengan judul artikel “Fact Check-Photo Does Not Show Bill Gates as A Child” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna Rob Celsius tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini