Keliru, Klaim Ini Video Aksi Melawan Arogansi Cina di Malaysia pada Maret 2021
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/03/2021
Berita
Video yang diklaim sebagai video aksi melawan arogansi Cina di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Maret 2021 beredar di media sosial. Dalam video itu, terlihat puluhan ribu orang memenuhi jalanan sebuah kota. Mereka mengenakan pakaian serba putih.
Terdengar pula suara seorang pria dalam video tersebut. Pria yang merupakan perekam dari video itu berkata, "Ini live nih. Ini memang betul-betul ada hikmah, isu yang berlaku sekarang ini telah menyatukan bangsa Melayu, bangsa Islam."
Pria itu juga menyebut beberapa nama wilayah dan bangunan dalam video tersebut, seperti Dataran Merdeka dan Masjid India. "Lihatlah, Dataran Merdeka penuh, di bawah LRT penuh, Masjid India penuh. Lihatlah, makin bertambah akan datang," ujar pria tersebut.
Di Facebook, akun ini membagikan video beserta narasi tersebut pada 19 Maret 2021. Akun itu menulis, "Kuala Lumpur pagi tadi, melawan arogansi Cina." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan 145 reaksi dan 43 komentar serta dibagikan 92 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video tersebut bukan video aksi melawan arogansi Cina di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Maret 2021. Video itu adalah video lama, yang memperlihatkan aksi warga Malaysia yang menolak ratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD) pada 8 Desember 2018.
Untuk memeriksa klaim tersebut, Tempo mula-mula mengambil gambar tangkapan layar dari video di atas. Lalu, gambar tersebut ditelusuri denganreverse image toolYandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu telah beredar di YouTube sejak Desember 2018.
Kanal YouTube Ziffdev Broadcast pernah mengunggah video yang sama pada 8 Desember 2018 dengan judul "Himpunan Bantah ICERD dari Udara". Kanal YouTube Media Marhaen juga pernah mengunggah video tersebut pada 9 Desember 2018 dengan judul "Himpunan #Daulat812 Membantah Ratifikasi ICERD)".
Tempo kemudian menelusuri pemberitaan terkait demonstrasi di Malaysia yang menolak ratifikasi ICERD pada 2018 tersebut. Dilansir dari Channel News Asia, pada 8 Desember 2018, ribuan pendukung dua partai besar di Malaysia, United Malays National Organization (UMNO) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS), menggelar unjuk rasa anti-ICERD.
Unjuk rasa tersebut tetap dilanjutkan meskipun pemerintah telah mengumumkan bahwa mereka tidak lagi akan meratifikasi ICERD, sebuah konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengutuk diskriminasi dan menyerukan kepada negara-negara untuk membuat kebijakan yang menghapus diskriminasi rasial dalam segala bentuk.
Sebagian besar demonstran berkumpul di dua masjid, Masjid Jamek dan Masjid Nasional Malaysia, sejak pukul 06.00 waktu setempat. Masjid-masjid itu berjarak sekitar 2 kilometer dari Dataran Merdeka, lokasi resmi demonstrasi. Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan istrinya, Rosmah Mansor, turut serta dalam unjuk rasa tersebut.
Menurut laporan Malaysia Kini, yang juga memuat foto udara dari lokasi unjuk rasa tersebut, diperkirakan puluhan ribu orang berkumpul di jalanan Kuala Lumpur pada 8 Desember 2018 untuk merayakan keputusan pemerintah tidak meratifikasi ICERD. Diselenggarakan oleh LSM Melayu-Muslim, aksi tersebut juga didukung oleh UMNO dan PAS. Mereka yang hadir akan berkumpul di tiga lokasi, yakni pusat perbelanjaan Sogo, Masjid Jamek, dan Masjid Negara, sebelum akhirnya menuju Dataran Merdeka.
Aksi tersebut dimulai pukul 14.00 dan berakhir pukul 18.00 waktu setempat. Polisi memperkirakan demonstran yang hadir dalam aksi itu mencapai 55 ribu orang. Kepala polisi Kuala Lumpur Mazlan Lazim mengatakan aksi itu berlangsung damai. Satu-satunya pelanggaran yang ditemukan adalah beberapa peserta aksi membawa anak-anak mereka, yang bertentangan dengan Undang-Undang Majelis Damai 2012.
Wakil Presiden PAS Tuan Ibrahim mengatakan aksi tersebut tidak digelar untuk mengutuk ras lain, tapi untuk membela hak-hak kaum Melayu dan Islam sebagai agama resmi. "Kami tidak berkumpul di sini karena kami anti-Cina atau anti-India. Kami di sini bukan untuk mengambil hak-hak orang Cina atau India. Kami membela Konstitusi Federal," katanya.
Dikutip dari Malaysia Kini, Malaysia adalah satu dari dua negara mayoritas muslim di dunia yang belum meratifikasi ICERD. Pada 23 November 2018, pemerintah akhirnya memutuskan untuk tidak meratifikasi ICERD setelah munculnya berbagai demonstrasi di Malaysia terkait konvensi tersebut. ICERD diprakarsai oleh PBB pada 1965 untuk menangani intoleransi rasial global. Tapi, di Malaysia, hal itu dianggap sebagai ancaman terhadap hak istimewa Bumiputera dan Islam.
Pada 28 September 2018, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berpidato di depan Majelis Umum PBB. Ia berkata bahwa pemerintah baru Malaysia telah berjanji untuk meratifikasi semua instrumen inti PBB yang tersisa terkait dengan perlindungan hak asasi manusia. "Ini tidak akan mudah bagi kami karena Malaysia multietnis, multiagama, multikultural, dan multibahasa. Kami akan memberikan ruang dan waktu bagi semua untuk berunding dan memutuskan dengan bebas berdasarkan demokrasi," ujarnya.
Anggota parlemen Rembau Khairy Jamaluddin, saat memperdebatkan pidato Mahathir pada 15 Oktober 2018, menyuarakan keprihatinannya tentang dampak ICERD terhadap hak istimewa Bumiputera. Komentar Khairy ditanggapi oleh Utusan Malaysia, yang menyatakan bahwa ICERD akan mengancam posisi khusus orang Melayu dan Islam di negara tersebut. Yang terjadi selanjutnya adalah serangkaian protes yang menyatukan kekuatan konservatif, dan memuncak ketika UMNO dan PAS mengumumkan unjuk rasa besar melawan ICERD.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video aksi melawan arogansi Cina di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Maret 2021, keliru. Video itu merupakan video lama, yang memperlihatkan aksi warga Malaysia yang menolak ratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD) pada 8 Desember 2018.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/cina
- https://www.tempo.co/tag/islam
- https://www.tempo.co/tag/malaysia
- https://www.youtube.com/watch?v=7XeF2S_3VZM
- https://www.youtube.com/watch?v=-nn9ntoSGZE
- https://www.channelnewsasia.com/news/asia/malaysia-anti-icerd-rally-in-kuala-lumpur-thousands-arrive-11012828
- https://www.tempo.co/tag/diskriminasi
- https://www.malaysiakini.com/news/455247
- https://pages.malaysiakini.com/icerd/en/
- https://www.tempo.co/tag/pbb
- https://www.tempo.co/tag/melayu
- https://www.tempo.co/tag/kuala-lumpur
Sesat, Klaim Ini Grafik Antibodi usai Vaksinasi Covid-19 Dosis I yang Dekati Nol pada Hari ke-28
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/03/2021
Berita
Gambar tangkapan layar sebuah pesan berantai yang berisi grafik yang diklaim sebagai grafik antibodi usai vaksinasi Covid-19 beredar di media sosial. Menurut pesan itu, pada hari ke-7 setelah vaksinasi dosis pertama, antibodi akan mulai terlihat. Namun, pada hari ke-28 usai vaksinasi dosis pertama, antibodi bakal turun mendekati nol.
"Ini grafik antibody setelah vaksin, hari ke 7 mulai kelihatan, puncak hari ke 10 kemudian turun sampai hari ke 28 sudah kecil sekali, kemudian di suntik, hasilnya antibody jadi melonjak. 7 hari setelah vaccine anti body menurun, jadi kalau bisa jangan keluar dulu. Itu sebabnya orang bisa kena covid beberapa hari sebelum vaksin ke 2, karena antibody sudah mendekati nol," demikian narasi dalam pesan tersebut.
Di Facebook, gambar tangkapan layar itu dibagikan oleh akun ini pada 17 Maret 2021. Akun tersebut juga menulis, “FYI, imun terbentuk sekitar 28 hr sejak vaksin *kedua* maka sebelum terbentuk imun sebaiknya isoman krn justru sedang drop. Apalagi hr ke 14, maka nya perlu vaksin k2. Setelah vaksin tetap hrs ikut prokes 5 M.”
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim sesat terkait antibodi usai vaksinasi Covid-19.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri sumber dari grafik di atas denganreverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa grafik dalam gambar tangkapan layar tersebut bukanlah grafik yang secara khusus menunjukkan tingkat antibodi setelah menerima vaksin Covid-19. Grafik itu telah beredar jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19, setidaknya sejak 15 Agustus 2017.
Grafik tersebut pernah dimuat oleh blog Diary Chemistry pada 15 Agustus 2017 dalam artikelnya yang berjudul “Mekanisme Anti Bodi Sebagai Sistem Pertahanan Tubuh”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa grafik itu menunjukkan karakteristik perjalanan waktu dari respons imun terhadap suatu antigen.
Menurut artikel ini, paparan atau pemberian kedua dari antigen menimbulkan respons imun sekunder dan, seperti yang terlihat dalam grafik, respons kedua lebih efektif daripada respons pertama jika dipandang dari segi produksi antibodi. Dalam hal vaksinasi, respons sekunder yang efektif adalah respons yang melindungi terhadap infeksi jika terjadi paparan terhadap patogen hidup.
Grafik yang sama juga pernah dimuat oleh situs Elinotes.com pada 28 Januari 2020 dalam artikelnya yang berjudul “Pengertian Sel Memory pada Mahluk Hidup”. Gambar tersebut diberi keterangan sebagai diagram cara kerja sel memori membentuk antibodi kekebalan tubuh.
Tempo kemudian menghubungi dokter spesialis patologi klinis Tonang Dwi Ardyanto. Dia membenarkan pola pembentukan antibodi yang telihat dalam grafik tersebut. Namun, menurut Tonang, tidak bisa dimaknai bahwa turunnya antibodi pada semua orang harus di hari ke-28 usai vaksinasi dosis pertama seperti yang terlihat dalam grafik itu.
Tonang membuat grafik serupa, dan menyebutnya sebagai ilustrasi respons pembentukan antibodi dalam hal vaksinasi. Dia menjelaskan, setelah suntikan pertama, tubuh melakukanprimingatau pengenalan. Kemudian, terbentuk sel plasma dan sel B-memori dengan cepat. Sel plasma inilah yang membentuk antibodi.
Tapi, karena baru dalam tahap pengenalan, sel plasma yang terbentuk ini bekerja hanya dalam waktu yang singkat. “Maka, setelah sekitar hari ke-7 mulai ada sel plasma, kemudian hari ke-10 sampai ke-12 mulai ada antibodi, antibodi akan turun. Saat antibodi sudah turun, hampir habis, itulah saat yang tepat disuntikkan dosis kedua,” kata Tonang pada 22 Maret 2021.
Bila penyuntikan dosis kedua dilakukan saat antibodi masih relatif tinggi, vaksin justru akan "ditangkap" oleh antibodi Covid-19 tersebut. Akibatnya, dosis kedua ini bakal berkurang efektivitasnya. “Bila antibodi sudah menurun, ketika disuntikkan dosis kedua, sebagian tertangkap antibodi, tapi sebagian besar tetap berefek. Maka, segera diikuti terbentuknya antibodi secara cepat dalam jumlah besar,” katanya.
Tonang mengingatkan bahwa, sebelum dan setelah menerima suntikan vaksin, seseorang tetap berisiko terkena Covid-19, apalagi sebelum tercapainya titer antibodi yang optimal. Ia pun menganjurkan penerima vaksin Covid-19 untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dilansir dari Kompas.com, juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyebut antibodi atau imunogenitas tubuh terhadap virus Corona tak langsung terbentuk sesaat setelah vaksinasi Covid-19. Vaksin Covid-19 Sinovac misalnya, baru membentuk antibodi yang optimal dalam 28 hari pasca penyuntikan dosis kedua.
Nadia menjelaskan, sekitar 14 hari pasca vaksinasi dengan vaksin Sinovac dosis pertama, antibodi tubuh yang terbentuk terhadap virus Corona mencapai 60 persen. Sementara, sekitar 28 hari pasca vaksinasi dosis kedua, pembentukan antibodi bisa mencapai 95-99 persen. Oleh karenanya, Nadia menegaskan bahwa vaksinasi dosis kedua penting dilakukan.
Menurut Nadia, meskipun sudah mengikuti vaksinasi Covid-19, seseorang tetap bisa terserang virus Corona. Namun, keberadaan vaksin akan membuat tubuh orang tersebut menjadi lebih kuat menahan rasa sakit. Meskipun begitu, Nadia mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 3M sembari. Protokol yang dimaksud berupa memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menerapkan jaga jarak.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa grafik di atas adalah grafik antibodi usai vaksinasi Covid-19 dosis pertama yang mendekati nol pada hari ke-28, menyesatkan. Grafik itu bukanlah grafik yang secara khusus menunjukkan tingkat antibodi setelah vaksinasi Covid-19. Menurut dokter spesialis patologi klinis Tonang Dwi Ardyanto, pola respos pembentukan antibodi dalam hal vaksinasi memang seperti yang terlihat dalam grafik tersebut. Namun, tidak bisa dimaknai bahwa turunnya antibodi pada semua orang harus di hari ke-28 seperti yang terlihat dalam grafik itu.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksinasi-covid-19
- https://archive.ph/se5ib
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://diarychemistry.blogspot.com/2017/08/mekanisme-anti-bodi-sebagai-sistem.html
- https://www.elinotes.com/2020/01/pengertian-sel-memory-pada-mahluk-hidup.html
- https://www.tempo.co/tag/antibodi
- https://www.tempo.co/tag/antibodi-covid-19
- https://nasional.kompas.com/read/2021/02/15/20021611/kemenkes-sinovac-bentuk-antibodi-optimal-28-hari-pasca-vaksinasi-dosis-kedua
- https://www.tempo.co/tag/sinovac
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
[SALAH] Informasi 24 Agenda Komunis Internasional RRC pada Artikel Solopos
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 22/03/2021
Berita
SADARLAH WAHAI PRIBUMI…WASPADA dan SIAGALAH….
:point_down::point_down::point_down:
Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional, Pusat RRC :
1. MISKINKAN PRIBUMI DENGAN SYSTIM
2. Jauhkan ummat ISLAM dari ajaran agamanya
3. Campur adukkan ajaran agama
4. ADU DOMBA/benturkan sesama pribumi.
5. RUSAK GENERASI MUDA DENGAN NARKOBA
6. RACUNI PRIBUMI MELALUI PRODUCT SACHET (kemasan instan, siap saji)
7. Sesatkan pribumi melalui media
8. Rusak wanita dgn UANG & SEX BEBAS
9. TEBARKAN FITNAH ULAMA MELALUI MEDIA
10. Kriminalisasi lawan politik yang Muslim taat, lurus
11. PAKAI JURUS MALING TERIAK MALING
12. JADIKAN PRIBUMI BUDAK DI NEGARANYA
13. TUTUP SEMUA KEBENARAN DGN PENGALIHAN ISYU Sehingga pribumi hanya sibuk dgn pengalihan isu di media
14. Viralkan tokoh yang merusak mindset (k-pop, nm, dll)
15. Buat karangan fitnah baru di media
16. Sebarkan doktrin dan banggakan, unggulkan product china
17. Rusak akun yang menyuarakan kebenaran
18. Kuasai politik & pemerintah
19. KUASAI EXECUTIF, YUDICATIF, LEGISLATIF.
20. KUASA TANAH, RUMAH, PROPERTY DI SELURUH NKRI
21. KUASAI PASAR, DISTRIBUTOR dan AGEN.
22. KUASAI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERBANKAN
23. KUASAI PRODUCT KEBUTUHAN HARI HARI MASYARAKAT
24. KUASAI JARINGAN INTERNET, TELEKOMUNIKASI & SEMUA MEDIA.
#Amarma‘rufnahimunkar.
#Fahami
#Kilasbalik.
Lazimnya komunis dan Munafiqun yang tidak suka kepada para Alim Ulama !!!
https://m.solopos.com/menlu-as-ingatkan-ancaman-partai-komunis-china-ke-ormas-islam-indonesia-1089122#kilasbalik.
:point_down::point_down::point_down:
Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional, Pusat RRC :
1. MISKINKAN PRIBUMI DENGAN SYSTIM
2. Jauhkan ummat ISLAM dari ajaran agamanya
3. Campur adukkan ajaran agama
4. ADU DOMBA/benturkan sesama pribumi.
5. RUSAK GENERASI MUDA DENGAN NARKOBA
6. RACUNI PRIBUMI MELALUI PRODUCT SACHET (kemasan instan, siap saji)
7. Sesatkan pribumi melalui media
8. Rusak wanita dgn UANG & SEX BEBAS
9. TEBARKAN FITNAH ULAMA MELALUI MEDIA
10. Kriminalisasi lawan politik yang Muslim taat, lurus
11. PAKAI JURUS MALING TERIAK MALING
12. JADIKAN PRIBUMI BUDAK DI NEGARANYA
13. TUTUP SEMUA KEBENARAN DGN PENGALIHAN ISYU Sehingga pribumi hanya sibuk dgn pengalihan isu di media
14. Viralkan tokoh yang merusak mindset (k-pop, nm, dll)
15. Buat karangan fitnah baru di media
16. Sebarkan doktrin dan banggakan, unggulkan product china
17. Rusak akun yang menyuarakan kebenaran
18. Kuasai politik & pemerintah
19. KUASAI EXECUTIF, YUDICATIF, LEGISLATIF.
20. KUASA TANAH, RUMAH, PROPERTY DI SELURUH NKRI
21. KUASAI PASAR, DISTRIBUTOR dan AGEN.
22. KUASAI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERBANKAN
23. KUASAI PRODUCT KEBUTUHAN HARI HARI MASYARAKAT
24. KUASAI JARINGAN INTERNET, TELEKOMUNIKASI & SEMUA MEDIA.
#Amarma‘rufnahimunkar.
#Fahami
#Kilasbalik.
Lazimnya komunis dan Munafiqun yang tidak suka kepada para Alim Ulama !!!
https://m.solopos.com/menlu-as-ingatkan-ancaman-partai-komunis-china-ke-ormas-islam-indonesia-1089122#kilasbalik.
Hasil Cek Fakta
Sebuah pesan beredar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp mengenai 24 agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional dan melampirkan berita dari Solopos yang berjudul “Menlu AS Ingatkan Ancaman Partai Komunis China ke Ormas Islam Indonesia” di dalam pesannya.
Setelah ditelusuri tidak ada yang namanya Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional. Sehingga keseluruhan agenda tersebut tidak berdasar. Ada pun mengenai judul berita Solopos yang dicantumkan, tidak ada hubungannya dengan keseluruhan pesan Whatsapp tersebut.
Chung-Kuo bukan merupakan sebuah wadah persatuan komunis, melainkan asal mula istilah Tiongkok. Kata chung berarti ‘tengah’, sedangkan kuo artinya ‘negeri’. Para penguasa Cina senang menganggap negerinya berada di tengah-tengah atau sebagai pusat dunia.
Selain itu, berita Solopos yang berjudul “Menlu AS Ingatkan Ancaman Partai Komunis China ke Ormas Islam Indonesia” membahas mengenai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo yang berpidato dan menyebutkan bahwa Chinese Communist Party (CCP) atau Partai Komunis China (PKC) sebagai ancaman serius.
Sehingga, klaim mengenai informasi agenda Komunis Internasional RCC pada artikel Solopos termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Setelah ditelusuri tidak ada yang namanya Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional. Sehingga keseluruhan agenda tersebut tidak berdasar. Ada pun mengenai judul berita Solopos yang dicantumkan, tidak ada hubungannya dengan keseluruhan pesan Whatsapp tersebut.
Chung-Kuo bukan merupakan sebuah wadah persatuan komunis, melainkan asal mula istilah Tiongkok. Kata chung berarti ‘tengah’, sedangkan kuo artinya ‘negeri’. Para penguasa Cina senang menganggap negerinya berada di tengah-tengah atau sebagai pusat dunia.
Selain itu, berita Solopos yang berjudul “Menlu AS Ingatkan Ancaman Partai Komunis China ke Ormas Islam Indonesia” membahas mengenai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo yang berpidato dan menyebutkan bahwa Chinese Communist Party (CCP) atau Partai Komunis China (PKC) sebagai ancaman serius.
Sehingga, klaim mengenai informasi agenda Komunis Internasional RCC pada artikel Solopos termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)
Faktanya, berita Solopos yang dicantumkan dalam pesan Whatsapp tersebut berbeda dengan konteks yang dibahas dalam pesan Whatsapp.
Faktanya, berita Solopos yang dicantumkan dalam pesan Whatsapp tersebut berbeda dengan konteks yang dibahas dalam pesan Whatsapp.
Rujukan
[SALAH] Kabar Irwansyah Meninggal Dunia pada 19 Maret 2021
Sumber: YouTubeTanggal publish: 22/03/2021
Berita
Kabar tentang artis Irwansyah meninggal dunia pada 19 Maret 2021 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS PADA 19 Maret 2021.
Channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS mengunggah video berdurasi 2 menit 48 detik dengan judul "KABAR DUKA, IRWANSYAH MENINGGAL DUNIA, ZASKIA SUNGKAR BUKA SUARA!!".
"KABAR DUKA, IRWANSYAH MENINGGAL DUNIA, ZASKIA SUNGKAR BUKA SUARA!!," tulis channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS.
Konten yang disebarkan channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS telah 57.840 kali ditonton dan mendapat 28 komentar warganet.
Channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS mengunggah video berdurasi 2 menit 48 detik dengan judul "KABAR DUKA, IRWANSYAH MENINGGAL DUNIA, ZASKIA SUNGKAR BUKA SUARA!!".
"KABAR DUKA, IRWANSYAH MENINGGAL DUNIA, ZASKIA SUNGKAR BUKA SUARA!!," tulis channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS.
Konten yang disebarkan channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS telah 57.840 kali ditonton dan mendapat 28 komentar warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang artis Irwansyah meninggal dunia pada 19 Maret 2021. Penelusuran dilakukan dengan mengunjungi akun Instagram Irwansyah, @irwansyah_15.
Akun Instagram @irwansyah_15 mengunggah story yang membantah kabar tersebut. Irwansyah menyebut bahwa kabar tentang dirinya meninggal dunia adalah tidak benar.
"MAKIN GA JELAS NI BERITA," tulis Irwasnyah dalam akun Instagramnya, @irwansyah_15 pada Senin (22/3/2021).
Akun Instagram @irwansyah_15 mengunggah story yang membantah kabar tersebut. Irwansyah menyebut bahwa kabar tentang dirinya meninggal dunia adalah tidak benar.
"MAKIN GA JELAS NI BERITA," tulis Irwasnyah dalam akun Instagramnya, @irwansyah_15 pada Senin (22/3/2021).
Kesimpulan
Kabar tentang artis Irwansyah meninggal dunia pada 19 Maret 2021 ternyata tidak benar alias hoaks. Lewat akun Instagramnya, Irwansyah membantah kabar tersebut.
Rujukan
Halaman: 6805/8568



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407719/original/072144300_1616395239-Irwansyah1.jpg)