RUMPUT PARAGIS
(Dalam bahasa Banjar namanya tagah Banua)
Bagi yang belum tahu, PARAGIS adalah rumput liar, tidak bisa dibeli .. tumbuh di bukit atau di tanah kosong ..
PARAGIS terkenal dalam KELOMPOK jamu, sehingga dikatakan bahwa para dokter tidak mau menyetujui PARAGIS karena mereka akan kehilangan penghasilan bagi penderita kanker karena ia juga merupakan obat untuk kanker dan benjolan.
cari nyu po sa googLe 😇😇😇
Lihatlah kambing-kambingnya, mereka makan lebih dari itu, mereka sehat begitu juga anjing / kucing ketika mereka merasa tidak enak, mereka juga makan PARAGIS .. lucu sekali tapi PARAGIS BENAR-BENAR MENYEMBUHKAN 😇😇😇
Saya membaca postingan tentang seorang wanita yang dulunya menderita kista ovarium, dia takut, jadi dia mencoba PARAGIS. Dia sangat takut saat menjalani inex-ray.
dan itu juga memperkuat REGLA seperti dalam darah utuh LaLabas sau.
[SALAH] Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/03/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan di Facebook yang menyebutkan khasiat rumput Paragis, yang salah satunya dapat mengobati kanker. Disebutkan pula dalam postingannya, cara menyajikan rumput Paragis sebagai jamu dan proses pengobatannya.
Untuk mengetahui kebenaran apakah rumput Paragis dapat digunakan sebagai penyembuh kanker, cek fakta dilakukan dengan mencari referensi dari artikel jurnal, pendapat ahli yang bekerja di dunia medis, seperti dokter dan ahli farmasi.
Rumput Paragis atau dikenal sebagai rumput belulang (bahasa latin: Eleusine indica L.) termasuk jenis rumput-rumputan yang dapat hidup di dataran tinggi, sedang ataupun rendah. Rumput ini biasanya digunakan sebagai pakan ternak, termasuk rumput liar dan dapat tumbuh di berbagai daerah. Setelah dilakukan pencarian fakta terkait, tidak ditemukan bukti penelitian yang menyebutkan rumput belulang dapat menyembuhkan penyakit kanker.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal farmasi, World Journal of Pharmautical Research (WJPS), menjelaskan bahwa rumput belulang (Eleusine indica L.) dapat berkhasiat untuk pengobatan batuk, disentri, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, keluhan limpa dan hati, kandung kemih dan batu ginjal, keseleo, dislokasi tulang dan sakit pinggang.
Sejalan dengan itu, jurnal medis berjudul “Antioxidant and Anti-Inflammatory Activities of Extracts from Cassia alata, Eleusine indica, Eremomastax speciosa, Carica papaya and Polyscias fulva Medicinal Plants Collected in Cameroon”, diterbitkan oleh The National Center for Biotechnology Information, pusat penyediaan pengetahuan biomedis dan genomik yang bertempat di Amerika, menjelaskan bahwa rumput belulang (Eleusine indica L.) bermanfaat sebagai obat cacing, menurunkan demam, menyembuhkan batuk, dan obat diuretik (membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine), karena mengandung antioksidan dan anti inflamasi.
Di berbagai negara, seperti Suku Baakpe di Kamerun menggunakan rumput belulang sebagai obat hemoptitis (batuk darah karena bronkitis), di Madagaskar digunakan untuk mengobati keseleo, di Ubangi untuk mengobati demam, di Brasil dan Trinidad digunakan untuk obat disentri, obat diuretik, dan penurun demam, di Kepulauan Filipina digunakan untuk obat ketombe dan rambut rontok, Di Pantai Gading getah tanaman digunakan untuk meredakan sakit kepala dan dioleskan pada luka.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Ina Rosalina Dadan menyebutkan, sampai saat ini tidak ada obat herbal yang fitofarmaka. Fitofarmaka adalah obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik (pada hewan percobaan) dan uji klinik (pada manusia), bahan baku dan produk jadinya sudah distandarisasi.
Menurut Ina, memang ada obat herbal untuk menyembuhkan diabetes dan hipertensi, tetapi tidak untuk mengobati kanker. Obat herbal hanya dapat meringankan efek samping dari kemoterapi, meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, membantu revitalisasi tubuh, namun tidak dapat menghilangkan sel kanker.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa, klaim rumput Paragis (rumput Belulang) dapat menyembuhkan kanker adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Untuk mengetahui kebenaran apakah rumput Paragis dapat digunakan sebagai penyembuh kanker, cek fakta dilakukan dengan mencari referensi dari artikel jurnal, pendapat ahli yang bekerja di dunia medis, seperti dokter dan ahli farmasi.
Rumput Paragis atau dikenal sebagai rumput belulang (bahasa latin: Eleusine indica L.) termasuk jenis rumput-rumputan yang dapat hidup di dataran tinggi, sedang ataupun rendah. Rumput ini biasanya digunakan sebagai pakan ternak, termasuk rumput liar dan dapat tumbuh di berbagai daerah. Setelah dilakukan pencarian fakta terkait, tidak ditemukan bukti penelitian yang menyebutkan rumput belulang dapat menyembuhkan penyakit kanker.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal farmasi, World Journal of Pharmautical Research (WJPS), menjelaskan bahwa rumput belulang (Eleusine indica L.) dapat berkhasiat untuk pengobatan batuk, disentri, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, keluhan limpa dan hati, kandung kemih dan batu ginjal, keseleo, dislokasi tulang dan sakit pinggang.
Sejalan dengan itu, jurnal medis berjudul “Antioxidant and Anti-Inflammatory Activities of Extracts from Cassia alata, Eleusine indica, Eremomastax speciosa, Carica papaya and Polyscias fulva Medicinal Plants Collected in Cameroon”, diterbitkan oleh The National Center for Biotechnology Information, pusat penyediaan pengetahuan biomedis dan genomik yang bertempat di Amerika, menjelaskan bahwa rumput belulang (Eleusine indica L.) bermanfaat sebagai obat cacing, menurunkan demam, menyembuhkan batuk, dan obat diuretik (membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine), karena mengandung antioksidan dan anti inflamasi.
Di berbagai negara, seperti Suku Baakpe di Kamerun menggunakan rumput belulang sebagai obat hemoptitis (batuk darah karena bronkitis), di Madagaskar digunakan untuk mengobati keseleo, di Ubangi untuk mengobati demam, di Brasil dan Trinidad digunakan untuk obat disentri, obat diuretik, dan penurun demam, di Kepulauan Filipina digunakan untuk obat ketombe dan rambut rontok, Di Pantai Gading getah tanaman digunakan untuk meredakan sakit kepala dan dioleskan pada luka.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Ina Rosalina Dadan menyebutkan, sampai saat ini tidak ada obat herbal yang fitofarmaka. Fitofarmaka adalah obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik (pada hewan percobaan) dan uji klinik (pada manusia), bahan baku dan produk jadinya sudah distandarisasi.
Menurut Ina, memang ada obat herbal untuk menyembuhkan diabetes dan hipertensi, tetapi tidak untuk mengobati kanker. Obat herbal hanya dapat meringankan efek samping dari kemoterapi, meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, membantu revitalisasi tubuh, namun tidak dapat menghilangkan sel kanker.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa, klaim rumput Paragis (rumput Belulang) dapat menyembuhkan kanker adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Informasi palsu. Belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan rumput Paragis (rumput Belulang) dapat menyembuhkan pasien kanker. Lebih lanjut, sampai saat ini belum ada obat herbal yang teruji klinis dapat menghilangkan sel kanker.
Informasi palsu. Belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan rumput Paragis (rumput Belulang) dapat menyembuhkan pasien kanker. Lebih lanjut, sampai saat ini belum ada obat herbal yang teruji klinis dapat menghilangkan sel kanker.
Rujukan
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4121200/
- https://wjpr.net/admin/assets/article_issue/1501493675.pdf
- https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.upwta.2_489
- https://www.alodokter.com/diuretik
- https://farmasi.ugm.ac.id/id/pentingnya-mengenal-kembali-jenis-obat-tradisional-pada-masa-pandemik-covid-19/
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4426283/benarkah-kanker-bisa-disembuhkan-dengan-obat-herbal
[SALAH] Foto Petugas Kapal Titanic Sebelum Berlayar
Sumber: twitter.comTanggal publish: 22/03/2021
Berita
“Officers of the Titanic before sailing”
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Twitter bernama Weird History membagikan postingan yang diklaim merupakan foto dari petugas kapal Titanic sebelum mereka melakukan pelayaran. Unggahan ini telah mendapat 92 retweet sejak diunggah pada 19 Maret lalu.
Setelah dilakukan penelusuran, unggahan yang mengklaim bahwa foto tersebut merupakan petugas kapal Titanic ternyata hoaks. Melansir dari artikel periksa fakta Hoaxeye.com, foto tersebut bukan foto petugas kapal Titanic, melainkan petugas kapal RMS Olympic. Namun di sebelah kanan pada foto tersebut diketahui adalah Edward Smith, yang kemudian menjadi kapten kapal Titanic.
Hoaks mengenai kapal Titanic memang seringkali muncul dan telah dipercaya oleh banyak orang. Mulai dari gambar-gambar interior kapal, sampai foto orang-orang yang diklaim merupakan petugas dari perjalanan kapal Titanic.
Jadi melalui hasil penelusuran dapat disimpulkan bahwa unggahan yang mengklaim sebuah foto sebagai foto dari petugas kapal Titanic sebelum melakukan pelayaran adalah hoaks kategori false context atau konteks yang salah.
Setelah dilakukan penelusuran, unggahan yang mengklaim bahwa foto tersebut merupakan petugas kapal Titanic ternyata hoaks. Melansir dari artikel periksa fakta Hoaxeye.com, foto tersebut bukan foto petugas kapal Titanic, melainkan petugas kapal RMS Olympic. Namun di sebelah kanan pada foto tersebut diketahui adalah Edward Smith, yang kemudian menjadi kapten kapal Titanic.
Hoaks mengenai kapal Titanic memang seringkali muncul dan telah dipercaya oleh banyak orang. Mulai dari gambar-gambar interior kapal, sampai foto orang-orang yang diklaim merupakan petugas dari perjalanan kapal Titanic.
Jadi melalui hasil penelusuran dapat disimpulkan bahwa unggahan yang mengklaim sebuah foto sebagai foto dari petugas kapal Titanic sebelum melakukan pelayaran adalah hoaks kategori false context atau konteks yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Klaim tersebut salah. Faktanya foto tersebut merupakan foto petugas kapal dari RMS Olympic, bukan Titanic.
Klaim tersebut salah. Faktanya foto tersebut merupakan foto petugas kapal dari RMS Olympic, bukan Titanic.
Rujukan
[SALAH] “Drone pengintai Israel terbang rendah diatas langit Gaza palestina”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/03/2021
Berita
“Bismillah
Drone pengintai Israel terbang rendah diatas langit Gaza palestina..
Pertolongan Alloh drone Ditangkap Elang.
Kita berharap semua manusia melihatnya.
Subhanallah
Allahu Akbar.”
Drone pengintai Israel terbang rendah diatas langit Gaza palestina..
Pertolongan Alloh drone Ditangkap Elang.
Kita berharap semua manusia melihatnya.
Subhanallah
Allahu Akbar.”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook D’wita Lyza mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan seekor burung elang menangkap drone. Drone dalam foto itu diklaim sebagai drone pengintai milik Israel yang terbang terbang di atas langit Gaza, Palestina yang kemudian ditangkap oleh burung elang.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim foto tersebut adalah salah. Dilansir dari gettyimages.com, foto itu diambil oleh fotografer Koen Van Weel yang mendokumentasikan seekor burung elang terlatih dari Guard From Above yang menangkap drone saat latihan polisi di Katwijk, Belanda pada 7 Maret 2016.
Guard From Above adalah perusahaan pertama di dunia yang menggunakan burung pemangsa untuk mencegah drone musuh. Memiliki tim ahli khusus dengan pengalaman lebih dari 27 tahun dalam melatih burung pemangsa.
Dengan demikian, drone Israel ditangkap burung elang di langit Gaza, Palestina adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim foto tersebut adalah salah. Dilansir dari gettyimages.com, foto itu diambil oleh fotografer Koen Van Weel yang mendokumentasikan seekor burung elang terlatih dari Guard From Above yang menangkap drone saat latihan polisi di Katwijk, Belanda pada 7 Maret 2016.
Guard From Above adalah perusahaan pertama di dunia yang menggunakan burung pemangsa untuk mencegah drone musuh. Memiliki tim ahli khusus dengan pengalaman lebih dari 27 tahun dalam melatih burung pemangsa.
Dengan demikian, drone Israel ditangkap burung elang di langit Gaza, Palestina adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Faktanya, foto itu diambil oleh fotografer Koen Van Weel yang mendokumentasikan seekor burung elang terlatih dari Guard From Above yang menangkap drone saat latihan polisi di Katwijk, Belanda pada 7 Maret 2016.
Faktanya, foto itu diambil oleh fotografer Koen Van Weel yang mendokumentasikan seekor burung elang terlatih dari Guard From Above yang menangkap drone saat latihan polisi di Katwijk, Belanda pada 7 Maret 2016.
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ybDVWL0K-cek-fakta-foto-elang-tangkap-drone-pengintai-israel-yang-terbang-rendah-di-palestina-ini-faktanya
- https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/an-eagle-of-the-guard-from-above-company-grasps-a-drone-news-photo/514147794
- https://guardfromabove.com/about-us/
[SALAH] 17 Negara Melarang Penyebaran Vaksin AstraZeneca
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/03/2021
Berita
“17 countries have BANNED OXFORD ASTRA ZENICA apart from the 🇬🇧Still happy to take it???”
Vaksin astrazeneca haram
Vaksin astrazeneca haram
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penggunaan atau penyebaran vaksin AstraZeneca. Klaim dari akun bernama Sally Patinson ini diunggah sekitar tanggal 14 Maret lalu.
Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penggunaan vaksin AstraZeneca adalah keliru. Faktanya beberapa negara hanya menangguhkan admisnistrasi pemesanan vaksin AstraZeneca, sambil menungguh hasil uji klinis dari WHO terkait kabar efek penggumpalan darah pasca-vaksinasi ini diberikan.
Pada 13 Maret lalu, kabar tentang beberapa negara yang menangguhkan sementara pemesanan vaksin AstraZeneca ini memang telah menyebar luas. Beberapa pasien yang terkena efek penggumpalan darah, membuat negara-negara di Eropa dan Asia, memilih menunggu hasil investigasi European Medicines Agency (EMA) melalui WHO terkait keamanan vaksin ini.
Melansir dari laman WHO Internasional, pihak WHO akhirnya mengeluarkan pernyataan untuk merekomendasikan pemakaian vaksin AstraZeneca ini tetap dilanjut. WHO menganggap bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar jika dibandingkan risikonya.
WHO menjelaskan bahwa vaksinasi COVID-19 tidak akan mengurangi penyakit atau kematian akibat penyebab lain. Peristiwa tromboemboli (darah membeku) diketahui memang sering terjadi. Tromboemboli vena adalah penyakit kardiovaskular ketiga yang paling sering terjadi secara global.
WHO secara teratur menghubungi Badan Obat Eropa dan regulator di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi terbaru tentang keamanan vaksin WHO COVID-19. Subcommittee of the Global Advisory Committee on Vaccine Safety sedang menilai dengan cermat data keamanan terbaru yang tersedia untuk vaksin AstraZeneca. Setelah peninjauan tersebut selesai, WHO akan segera mengkomunikasikan temuan tersebut kepada publik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penyebaran vaksin AstraZeneca adalah klaim hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penggunaan vaksin AstraZeneca adalah keliru. Faktanya beberapa negara hanya menangguhkan admisnistrasi pemesanan vaksin AstraZeneca, sambil menungguh hasil uji klinis dari WHO terkait kabar efek penggumpalan darah pasca-vaksinasi ini diberikan.
Pada 13 Maret lalu, kabar tentang beberapa negara yang menangguhkan sementara pemesanan vaksin AstraZeneca ini memang telah menyebar luas. Beberapa pasien yang terkena efek penggumpalan darah, membuat negara-negara di Eropa dan Asia, memilih menunggu hasil investigasi European Medicines Agency (EMA) melalui WHO terkait keamanan vaksin ini.
Melansir dari laman WHO Internasional, pihak WHO akhirnya mengeluarkan pernyataan untuk merekomendasikan pemakaian vaksin AstraZeneca ini tetap dilanjut. WHO menganggap bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar jika dibandingkan risikonya.
WHO menjelaskan bahwa vaksinasi COVID-19 tidak akan mengurangi penyakit atau kematian akibat penyebab lain. Peristiwa tromboemboli (darah membeku) diketahui memang sering terjadi. Tromboemboli vena adalah penyakit kardiovaskular ketiga yang paling sering terjadi secara global.
WHO secara teratur menghubungi Badan Obat Eropa dan regulator di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi terbaru tentang keamanan vaksin WHO COVID-19. Subcommittee of the Global Advisory Committee on Vaccine Safety sedang menilai dengan cermat data keamanan terbaru yang tersedia untuk vaksin AstraZeneca. Setelah peninjauan tersebut selesai, WHO akan segera mengkomunikasikan temuan tersebut kepada publik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penyebaran vaksin AstraZeneca adalah klaim hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Klaim tersebut salah. Faktanya negara-negara lain hanya menangguhkan sementara proses administrasi pemesanan vaksin AstraZeneca, bukan melarangnya.
Klaim tersebut salah. Faktanya negara-negara lain hanya menangguhkan sementara proses administrasi pemesanan vaksin AstraZeneca, bukan melarangnya.
Rujukan
Halaman: 6807/8568



