• [SALAH] Sentra Vaksinasi Covid-19 Istora Senayan Terbuka untuk Semua Pemegang KTP

    Sumber: WhatsApp
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Sentra Vaksinasi Covid-19 Istora Senayan terbuka untuk semua pemegang KTP.

    Informasi tersebut beredar melalui aplikasi percakapan WhatsApp, berikut informasi Sentra Vaksinasi Covid-19 Istora Senayan terbuka untuk semua pemegang KTP tersebut:

    Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation menyulap arena olahraga bersejarah di ibu kota, Istora Senayan menjadi Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama.

    Kegiatan yang dimulai pada hari ini, Senin (8/3/2021), ditujukan untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional.

    Setiap hari, Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama ini menargetkan tak kurang dari 5 ribu pendaftar akan divaksin, dan akan dilakukan secara berturut-turut selama sekitar 4 bulan.

    Kementerian BUMN menjadi lokomotif hadirnya Sentra Vaksinasi Bersama, demi mempermudah akses bagi publik. Serta mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi program pemerintah.

    "Ini momen krusial, agar kita semua mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja. Lansia sebagai yang paling rentan, harus didahulukan," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (8/3/2021).

    Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama juga akan digelar di kota-kota lain yang membutuhkan percepatan.

    Wah… Indonesia benar-benar bergerak cepat nih... agar program vaksinasi ini mencapai target yang direncanakan.

    #VaksinUntukKIta
    *Terbuka untuk semua pemegang KTP*.
    Kuota hanya 5000 orang/hari

    Lansia pagi hari, yg dibawah 60 tahun siang hari
    Ktp NON DKI juga bisa
    Go show, tanpa daftar2
    Setiap hari termsk hari Sabtu dan Minggu
    Pukul : 8.00 SD 16.00
    vaksin nasional istora
    vaksin gbk
    Vaksin di GBK
    Halo, apakah berita vaksin di GBK bisa untuk masyarakat luas walaupun bukan warga DKI Jakarta?
    Vaksin covid gratis di istora
    Vaksin di istora
    Istora Senayan GBK

    Vaksin utk 3 golongan:

    PINTU A. Diatas 60.

    PINTU B. Antara 40 sd 60.

    PINTU C. Dibawah 40.

    Semoga Berguna 👍🏽👍🏽👍🏽
    Cepat kok ......

    Kita datang minta No,
    Bawa KTP Asli,
    Isi form ,
    Serahkan ,
    Kita duduk tunggu,
    Ntar di panggil nama,
    Cek tensi ,
    Berapa pertanyaan hal Diabets, dll....

    Kita balik tunggu di panggil,
    Setelah di suntik ,
    Hrs tunggu 30 Menit,
    Ambil sertifikat ,
    Pulang ......Beres......
    Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation menyulap arena olahraga bersejarah di ibu kota, Istora Senayan menjadi Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama.

    Kegiatan yang dimulai pada hari ini, Senin (8/3/2021), ditujukan untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional.

    Setiap hari, Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama ini menargetkan tak kurang dari 5 ribu pendaftar akan divaksin, dan akan dilakukan secara berturut-turut selama sekitar 4 bulan.

    Kementerian BUMN menjadi lokomotif hadirnya Sentra Vaksinasi Bersama, demi mempermudah akses bagi publik. Serta mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi program pemerintah.

    "Ini momen krusial, agar kita semua mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja. Lansia sebagai yang paling rentan, harus didahulukan," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (8/3/2021).

    Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama juga akan digelar di kota-kota lain yang membutuhkan percepatan.

    Wah… Indonesia benar-benar bergerak cepat nih... agar program vaksinasi ini mencapai target yang direncanakan.

    #VaksinUntukKIta
    Terbuka untuk semua pemegang KTP.
    Kuota hanya 5000 orang/hari
    Lansia pagi hari*,

    yg dibawah 60 tahun siang hari

    * Ktp NON DKI juga bisa*
    *Go show, *

    tanpa daftar2
    Setiap hari termsk hari Sabtu dan Minggu

    Pukul : 8.00 SD 16.00
    vaksin gratis di Istora Senayan

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Sentra Vaksinasi Covid-19 terbuka untuk semua pemegang KTP, dengan mendapati penjelasan dari Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga.

    Arya mengatakan, informasi tentang Sentra Vanksinasi Covid-19 terbuka untuk semua pemegang KTP yang beredar dijejaring sosial tidak benar.

    "Jadi ini adalah hoaks yang tersebar dan perlu diluruskan," kata Arya dalam pesan suara.

    Menurutnya, Sentra Vanksinasi Covid-19 hanya melayani pegawai publik dan lansia yang terdata sebagai warga DKI Jakarta.

    "Jadi bukan untuk yang bukan pegawai publik dan bukan lansia," tutur Arya.

    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Sentra Vaksin Bersama BUMN di Istora Senayan Bukan untuk Masyarakat Umum" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 10 Maret 2021.

    Artikel situs Liputan6.com menyebutkan, sejak pergelaran perdananya, muncul informasi di ranah media sosial yang menyebutkan Sentra Vaksinasi Covid-19 terbuka untuk semua pemegang KTP. Salah satu informasi menyebutkan, kegiatan vaksinasi ini bisa diikuti tanpa harus mendaftar dan terbuka selama 7 hari, termasuk Sabtu dan Minggu.

    Menanggapi kabar tersebut, Koordinator Program Management Office (PMO) Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 am Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPPEN), Arya Sinulingga, meluruskan bahwa Sentra Vaksinasi Covid-19 hanya melayani lansia dan pelayan publik (frontliner BUMN).

    Kedua kelompok itu pun hanya bisa mendaftar vaksinasi di Istora Senayan jika memiliki KTP DKI Jakarta.

    "Ini untuk meluruskan, bahwa Sentra Vaksinasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN itu adalah untuk pegawai publik dan lansia yang terdata di DKI Jakarta," ujar Arya, Rabu (10/3/2021).

    Staf Khusus Menteri BUMN ini pun menegaskan, Sentra Vaksinasi Covid-19 tidak diperuntukkan untuk yang bukan pegawai publik dan non-lansia.

    "Jadi ini adalah hoax yang tersebar dan perlu diluruskan supaya jangan sampai ada yang mencoba membuat cara-cara yang tidak benar, membuat (program) vaksinasi kita menjadi berantakan," ucap Arya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi Sentra Vanksinasi Covid-19 Istora Senayan terbuka untuk semua pemegang KTP tidak benar.

    Sentra Vanksinasi Covid-19 Istora Senayan hanya melayani pegawai publik dan lansia yang terdata sebagai warga DKI Jakarta.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rebusan Daun Jambu Biji Dicampur Cuka Bisa Bunuh Virus Covid-19

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim soal ramuan yang mampu mengobati seseorang dari virus covid-19. Ramuan itu terdiri dari daun jambu biji, jahe, lemon, bawang bombai, hingga bawang putih.

    Klaim ramuan untuk mengobati virus covid-19 ditemukan di akun Twitter @TirivaviTinashe. Begini narasi yang dia buat dalam Bahasa Inggris:

    "Guava leaves, Ginger, Lemon, Vinegar, Onion, Garlic. Mix in Hot water. Do steaming 3 times a day until you sweat. It keeps your air channels open and your lungs clean. Now it's self help, Hospital Zero. Lets fight Covid 19 together..."

    Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

    "Daun jambu biji,jahe,bawang putih,lemon,bawang merah dan cuka.Campur dengan air panas.Hirup uap panas hasil rebusan bahan-bahan tersebut 3 kali sehari hingga anda berkeringat.Uap itu akan membuat saluran pernapasan anda tetap lancar dan paru-paru anda bersih.Lakukan untuk diri anda sendiri.Mari lawan Covid19 bersama-sama…"

    Hasil Cek Fakta

    Untuk membuktikan klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menghubungi edukator kesehatan, dr. Muhammad Fajri Adda’I. Dia pun memastikan ramuan itu salah.

    "Itu (ramuan herbal) hoaks bercampur. Saya sering bahas di seminar," katanya melalui WhatsApp, Selasa (9/3/2021).

    Dokter Fajri mengatakan, jambu biji yang dicampur jahe, bawang putih, lemon, dan bawang merah, memang punya kemungkinan meningkatkan imun. Namun, itu masih membutuhkan pembuktian.

    "Secara umum, bila dikonsumsi dengan takaran yang cukup, lemon mengandung vitamin C yang dibutuhkan selama sehari, sebanyak 150 miligram. Buat maintenance sistem imun memang bagus," ujarnya.

    "Namun untuk spesifik membunuh Covid-19 itu hoaks. Karena sejauh ini belum yang terbukti bisa bunuh virus Covid-19," kata dr. Fajri menambahkan.

    Lebih lanjut, dr. Fajri malah bingung dengan klaim ramuan itu yang ditambahkan cuka. Menurutnya, cuka bisa membuat ramuan menjadi asem dan berbahaya untuk penderita penyakit kronis.

    "Lalu, dicampur cuka, bagaimana? Ya, asem. Ketika Ph-nya rendah, ini hati-hati untuk penderita maag, bisa kambuh. Ini sudah jelas hoaks. Hati-hati mencerna informasi," ujarnya memberikan penjelasan.

    Kesimpulan

    Klaim daun jambu biji yang dicampur jahe, bawang putih, bawang merah, cuka, dan lemon bisa menyembuhkan seseorang dari virus covid-19 merupakan informasi hoaks. Sebab, hingga saat ini belum ada ramuan yang direkomendasikan bisa membunuh covid-19.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rusia Menemukan bahwa Covid-19 Tidak Disebabkan oleh Virus

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Pengguna Facebook dengan nama pengguna Zekeriyya Genc mengunggah sebuah narasi (8/3) yang menyatakan bahwa hasil otopsi terhadap jenazah korban Covid-19 yang dilakukan oleh dokter di Rusia telah menemukan bahwa penyakit Covid-19 tidak disebabkan oleh virus, melainkan radiasi elektromagnetik 5G. Narasi tersebut juga menyebutkan bahwa untuk mengobati Covid-19, hanya dibutuhkan aspirin 100 mg, apronic atau parasetamol 650 mg.

    Rusia nekat otopsi

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada pernyataan terkait penemuan tersebut di situs resmi pemerintah Rusia. WHO serta hasil penelitian para ahli juga telah menegaskan bahwa Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan maupun mencegah Covid-19, oleh karena itu WHO mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga jarak, menggunakan masker ketika bepergian, serta menghindari kerumunan. Lebih lanjut, teknologi 5G telah terbukti tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Narasi dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] “Covid-19 BUKAN Virus, Sumber : Kementerian Kesehatan Italy” pada 14 Februari 2021 lalu.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook dengan nama pengguna Zekeriyya Genc tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Vaksinasi di.mall T.Anggrek”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/03/2021

    Berita

    Akun Facebook Fransisca Ruby Wijaya (fb.com/fransisca.r.wijaya.1) pada 4 Maret 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Vaksinasi di.mall T.Anggrek. Kalau spt ini ada kerumunan yg salah siapa? Kalau i lbh baik ga jd vaksin jk antri spt ini. Yg ada plg bawa penyakit”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim adanya video vaksinasi Covid-19 di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, yang menciptakan kerumunan pada awal Maret 2021 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan di Mall Taman Anggrek Jakarta Barat. Video itu adalah suasana vaksinasi Covid-19 bagi pedagang di Pasar Tanah Abang pada pada 23 Februari 2021.

    Dikutip dari Tempo, Tim CekFakta Tempo mendapatkan petunjuk dari spanduk yang terlihat dalam video tersebut yang bertuliskan “Vaksinasi Covid-19 Pedagang Pasar Tanah”. Lewat petunjuk ini, Tempo menelusuri pemberitaan terkait di mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan sejumlah media yang memuat informasi soal vaksinasi Covid-19 untuk pedagang Pasar Tanah Abang yang baru digelar pada pertengahan Februari lalu.

    Dalam artikel-artikel itu, terdapat pula foto yang diambil dari lokasi yang sama dengan yang terlihat dalam video itu. Beberapa di antaranya adalah artikel RRI pada 23 Februari yang berjudul “Kebanyakan Pendaftar, Vaksinasi Tanah Abang Dihentikan Sementara” dan artikel foto CNBC Indonesia yang berjudul “Ada Kerumunan, Vaksinasi Pedagang Tanah Abang Dihentikan”.

    Dilansir dari Bisnis.com, pada 23 Februari, polisi menghentikan kegiatan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi pedagang di Pasar Tanah Abang. Langkah itu diambil setelah terjadinya penumpukan pedagang yang mencapai sekitar 500 orang di lokasi vaksinasi. “Saya hentikan karena pedagang yang mengantre sudah berjubel banget, sudah diimbau mereka tidak mau, akhirnya kita hentikan,” kata Kapolsek Metro Tanah Abang Komisaris Singgih Hermawan.

    Lokasi vaksinasi itu berada di Pasar Tanah Abang Blok A lantai 8. Menurut Singgih, lokasi vaksinasi ini terbilang sempit. Padahal, pedagang yang mengantre mencapai 500 orang. “Karena pedagang ini merasa vaksinnya sudah mau berakhir, makanya mereka berbondong-bondong datang,” tuturnya. Tanggal 23 Februari memang merupakan hari terakhir pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pedagang Pasar Tanah Abang.

    Setelah kejadian itu, PD Pasar Jaya dan Kementerian Kesehatan memutuskan untuk mengoperasikan kembali layanan vaksinasi Covid-19 bagi pedagang Pasar Tanah Abang pada 24 Februari. Hal itu dilakukan agar mereka dapat mengatur ulang tata ruang di lokasi vaksinasi sehingga dapat mencegah kerumunan akibat antrean seperti yang terjadi pada 23 Februari.

    Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat, seperti dilansir dari Kompas.com, juga telah membantah adanya kerumunan di Mall Taman Anggrek akibat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. “Saya langsung cek ke tempat hari ini. Tidak ada itu kerumunan. Itu hoaks,” kata Tamo pada 3 Maret 2021.

    Tamo juga menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola Mall Taman Anggrek. “Saya sudah ketemu juga sama manajemen mal. Katanya dari malam sudah ada info itu, tapi tidak benar,” ujar Tamo. Menurut dia, video yang tersebar tersebut merupakan rekaman suasana penyuntikan vaksin Covid-19 yang digelar di Pasar Tanah Abang beberapa waktu lalu.

    Kegiatan tersebut sempat dibubarkan oleh polisi karena melanggar protokol kesehatan, dengan terciptanya kerumunan di lokasi kegiatan. “Itu di Tanah Abang, tapi hari ini videonya viral seolah-olah di Mall Taman Anggrek. Saya banyak terima video itu,” ujar Tamo.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini