• Keliru, Klaim Vaksin Sinovac Sebenarnya Ditujukan bagi Ayam dan Barcode Aslinya Ditukar

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita


    Narasi yang berisi sejumlah klaim terkait vaksin Covid-19 Sinovac beredar di Facebook. Narasi itu diunggah oleh akun ini pada 9 Maret 2021. Unggahan tersebut dilengkapi dengan gambar tangkapan layar berita dari situs media Suara.com yang berjudul "Guru di Kota Tegal Meninggal Usai Divaksin Sinovac".
    Berikut isi lengkap dari unggahan tersebut:
    "Kode barcode vaksin asli di tukar oleh Farmasi sbg Vaksin Plasebo utk menipu KIPI. Oleh KIPI akan dibantah bahwa kematian bukan akibat Vaksin. Bukankah Indonesia dijadikan kelinci percobaan vaksin Sinovac? Makanya belum setahun Vaksin sudah ditemukan. Vaksin yg sebenarnya diperuntukkan untuk ayam. Soalnya dr.Dirga Lambe mengatakan bahwa Virus hewan bisa bermutasi kepada manusia. Dan juru Vaksin-dr.Nadia Tarmizi adalah Ahli penyakit menular pada hewan. Vaksin sudah terlanjur disuntikkan dan WHO akhirnya melaporkan bahwa tidak ditemukan bukti sumber penularan Hewan di Wuhan. Kata Dokter2 Hewan: Ayam-ayam yg disuntikan vaksin Sinovac ini banyak yg mati setelah 2 Minggu."
    Gambar Tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait vaksin Covid-19 Sinovac.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, klaim-klaim dalam unggahan tersebut tidak didukung dengan data-data yang akurat. Untuk memeriksa klaim tersebut, Tempo mewawancarai Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari pada 12 Maret 2021 dan menelusuri berbagai literatur terkait.
    Berikut ini pemeriksaan fakta atas klaim-klaim tersebut:
    Klaim 1: Barcode vaksin asli ditukar sebagai vaksin plasebo untuk menipu KIPI
    Fakta:
    Hindra menjelaskan bahwa barcode vaksin melalui satu sistem yang sama sejak selesai diproduksi di Cina hingga disuntikkan kepada penerima vaksin. Sistem satu pintu ini diterapkan untuk memudahkan pelacakan dan distribusi serta mencegah pemalsuan terhadap sebuah vaksin. "Tidak sesederhana itu  (untuk menukar kode vaksin Sinovac)," kata Hindra.
    Beberapa orang penerima vaksin Covid-19 memang mengalami KIPI. Dikutip dari Tempo, jumlah KIPI hanya sebanyak lima kasus per 10 ribu suntikan. Itu pun hanya berupa gejala yang ringan, seperti mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas, atau jantung berdebar.
    Klaim 2: Indonesia menjadi kelinci percobaan vaksin Sinovac
    Fakta:
    Indonesia bukan satu-satunya pengguna vaksin Sinovac. Dikutip dari Kompas.com, tiga negara lainnya yang menggunakan vaksin Sinovac adalah Chili, Brazil, dan Turki. 
    Produksi vaksin sendiri membutuhkan proses yang panjang. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan ada enam tahap yang biasanya diperlukan dalam pengembangan vaksin , yakni eksplorasi, pra-klinis, pengembangan klinis, tinjauan peraturan dan persetujuan, produksi, dan kontrol kualitas.
    Sebelum diujicobakan ke luar Cina, vaksin Sinovac telah terlebih dahulu menjalani uji coba fase I dan fase II yang melibatkan sejumlah warga Cina. Sinovac memulai pengembangan kandidat vaksin dari virus yang tidak aktif, yang disebut CoronaVac tersebut, pada 28 Januari 2020.
    Pada 13 April 2020, Administrasi Produk Medis Nasional Cina (NMPA) memberikan persetujuan untuk uji klinis fase I dan fase II di Cina, yang dimulai pada 16 April di Provinsi Jiangsu. Uji klinis fase I dan fase II itu melibatkan orang dewasa yang sehat dan berusia 18-59 tahun. Mereka diberi vaksin selama 14 hari.
    Klaim 3: Vaksin yang sebenarnya diperuntukkan bagi ayam. Ayam banyak yang mati setelah disuntik vaksin Sinovac.
    Fakta:
    Menurut Hindra, vaksin Sinovac ditujukan bagi manusia, sesuai tahap uji klinis yang dilakukan terhadap manusia meskipun, sebelum uji klinis tersebut, dilakukan uji coba terhadap binatang.  Untuk vaksin Sinovac, pengujian telah dilakukan terhadap tikus. Tidak ada penggunaan ayam dalam pengembangan vaksin Sinovac. Demikian juga, tidak ada publikasi yang menyebutkan bahwa ayam-ayam mati setelah divaksin Sinovac.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa vaksin Covid-19 Sinovac diperuntukkan bagi ayam, serta barcode aslinya ditukar,  keliru. Vaksin Sinovac ditujukan untuk memberi perlindungan terhadap manusia dari infeksi Covid-19. Produksi vaksin Sinovac juga telah memenuhi standar pembuatan vaksin, yakni melalui uji coba terhadap binatang dan uji klinis terhadap manusia. Dengan demikian, penggunaan vaksin Sinovac di Indonesia bukan sebagai kelinci percobaan. Selain Indonesia, tiga negara lain, yakni Turki, Brazil, dan Chili, menggunakan vaksin Sinovac.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] Sentra Vaksinasi di Istora Senayan Bisa untuk Warga Non DKI Jakarta

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation menyulap arena olahraga bersejarah di ibu kota, Istora Senayan menjadi Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama.

    Kegiatan yang dimulai pada hari ini, Senin (8/3/2021), ditujukan untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional.

    Setiap hari, Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama ini menargetkan tak kurang dari 5 ribu pendaftar akan divaksin, dan akan dilakukan secara berturut-turut selama sekitar 4 bulan.

    Kementerian BUMN menjadi lokomotif hadirnya Sentra Vaksinasi Bersama, demi mempermudah akses bagi publik. Serta mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi program pemerintah.

    "Ini momen krusial, agar kita semua mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja. Lansia sebagai yang paling rentan, harus didahulukan," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (8/3/2021).

    Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama juga akan digelar di kota-kota lain yang membutuhkan percepatan.

    Wah… Indonesia benar-benar bergerak cepat nih... agar program vaksinasi ini mencapai target yang direncanakan.

    #VaksinUntukKIta
    Terbuka untuk semua pemegang KTP.
    Kuota hanya 5000 orang/hari

    Lansia pagi hari, yg dibawah 60 tahun siang hari
    Ktp NON DKI juga bisa
    Go show, tanpa daftar2
    Setiap hari termsk hari Sabtu dan Minggu
    Pukul : 8.00 SD 16.00

    Hasil Cek Fakta

    Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri BUMN sekaligus Koordinator PMO Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Arya Sinulingga menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Menurutnya, Sentra Vaksinasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN diperuntukkan pegawai publik dan lansia yang terdata di DKI Jakarta. "Jadi, bukan untuk yang bukan pegawai publik dan non lansia, informasi itu adalah hoaks yang tersebar dan perlu diluruskan supaya jangan sampai ada yang mencoba membuat cara-cara yang tidak benar dan membuat vaksinasi kita menjadi berantakan," ujar Arya saat dihubungi Kompas.com, Rabu, (10/3/2021). Selain itu, Arya menambahkan bahwa tindakan memalsukan informasi terkait Sentra Vaksinasi, merupakan langkah-langkah yang tidak baik yang dilakukan oleh phak tertentu terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk secepatnya melakukan vaksinasi dan mengutamakan pelayanan publik dan lansia untuk saat ini. Diketahui, Kementerian BUMN menggerlar Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama bagi lansia di Istora Senayan, Jakarta untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional demi mencapai target 1 juta vaksin per bulan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaboratif antara KemenBUMN, Kemenkes, Pemda DKI Jakarta, dan Indonesa Healthcare Corporation (IHC). Adapun sinergi antar lembaga pemerintahan dan daerah ini dilakukan untuk mendukung tahap kedua vaksinasi nasional yang menyasar kalangan lansia di DKI Jakarta. Dilansir dari akun Facebook resmi KemenBUMN, berikut tata cara pelaksanaan Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama di Istora yang digelar pada Senin, (8/3/2021). Ada 4 hal yang perlu diketahui penerima vaksin di Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama, yakni: 1. Undangan dikirim ke peserta via WA/SMS 2. Peserta mengakses link Cosmic, kemudian menjawab pertanyaan, dan mendapatkan barcode serta jadwal. 3. Peserta diimbau untuk mencetak/print hasil self assessment sebelum datang ke lokasi vaksinasi 4. Bagi yang belum cetak hasil self assessment, disediakan printer di lokasi Setelah proses pendaftaran selesai, pada hari atau jadwal vaksinasi, penerima vaksin akan melaksanakan beberapa langkah vaksinasi. Berikut rinciannya: Datang ke lokasi sesuai jadwal Melaksanakan security check Mengambil nomor antrean Menunggu giliran di ruang tunggu regstrasi Menuju meja registrasi Menunggu giliran di ruang tunggu assessment Menuju meja assessment Vaksinasi di meja vaksinasi Penerima vaksin menuju meja observasi Melakukan check out

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Kompas.com di atas, unggahan mengenai vaksinasi di Istora Senayan, Jakarta boleh untuk warga dengan KTP luar DKI Jakarta adalah tidak benar.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "[HOAKS] Sentra Vaksinasi di Istora Senayan Bisa untuk Warga Non DKI Jakarta", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/10/210000165/-hoaks-sentra-vaksinasi-di-istora-senayan-bisa-untuk-warga-non-dki-jakarta?page=all.


    Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
    Android: https://bit.ly/3g85pkA
    iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

    Rujukan

    • Mafindo
    • Kompas
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Berisi Informasi soal Tilang Elektronik

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    "Hati2 Tilang Elektronik

    Berlaku Utk Mobil & Sepeda Motor

    • Jgn Pake Masker Asal2an

    • Jgn Pegang Hp

    • Perhatikan Marka Jalan

    • Batas Kecepatan Di Tol

    • Traffiklight Jgn Diterjang

    • Kunci Helm Yg Benar

    • Lampu & Liting Spd Motor Harus Ada Dan Saat Belok Harus Tepat Waktu

    Mulai Tgl 14 Maret 2021

    Serempak Seluruh Indonesia SudahMulai Berlaku :Sanksi Denda Bisa Sampe 5jt

    Jajaran tidak lagi membawa surat Tilang melainkan akan langsung terekam oleh CCTV yg terpasang pada helm,motor,mobil para petugas dan lnsng terhubung melalui CC. ROOM masing" Polda.....

    Hal ini untuk menghindari oknum nakal dan pelanggar nakal. "soo.. lbh waspada dan hati" yaaa gaaeesss"

    tilang elektronik Denda 5 jt

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menghubungi Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo. Dia menjelaskan pesan berantai tersebut hoaks.

    "Informasi itu bukan dari Kepolisian dan isinya juga salah. Pesan berantai tersebut hoaks dan besaran denda juga tidak benar," ujar Sambodo saat dihubungi Kamis (11/3/2021).

    Terkait tilang elektronik, Dirlantas Polda Metro Jaya juga telah menjelaskan dalam artikel berjudul "Rekam Pelanggaran Lalu Lintas, Polisi Pasang ETLE Portable di Mobil Dinas" yang tayang di Liputan6.com pada 11 Maret 2021.

    "Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana memasang kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) dalam bentuk portable untuk menjangkau pelanggar lalu lintas.

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebut, ETLE portable akan dipasang di mobil polisi. Menurutnya, ini bagian dari inovasi body cam.

    "Selain body cam, pengembangan juga dilakukan dengan ETLE portable," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021)

    Sambodo mengklaim ETLE portable dapat merekam aktivitas pengendara yang ditemui petugas di lapangan.

    "Sebuah kamera yang dapat ditempatkan di mobil dinas atau area-area tertentu di wilayah trouble spot dan black spot. Dengan demikian akan mampu mempersempit ruang pelanggaran lalu lintas serta menekan angka kecelakaan," kata Sambodo."

    Kesimpulan

    Pesan berantai berisi informasi soal tilang elektronik adalah hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Bio Farma Mengadakan Vaksinasi Covid-19 pada Jumat, 12 Maret 2021

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Telah beredar pesan berantai di Whatsapp tentang ajakan vaksinasi Covid-19 pada Jumat (12/3/2021) di Bio Farma. Dalam pesan tersebut disebutkan vaksinasi akan dimulai pada pukul 09.00 hingga 11.00 di Gedung Publik 2 Biofarma, selain itu tercantum juga nomor telepon atas nama Fahmi untuk mendapatkan info lebih lanjut.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari Liputan6.com, Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan bahwa pesan tersebut adalah tidak benar.

    “Itu tidak benar ya. Semoga pengumuman ini bisa membuat masyarakat clear,” ujar Bambang saat dihubungi Kamis (11/3/2021).

    Menanggapi pesan ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma yang beredar di media sosial, Bio farma telah membantah informasi tersebut, hal itu disampaikannya melalui akun Instagram resmi @biofarmaid pada Kamis (11/3/2021).

    “Sehubungan dengan beredarnya pengumuman melalui aplikasi pesan WhatsApp mengenai ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma Jum’at 12 Maret 2021, pada pukul 09:00-11:00 dapat kami sampaikan bahwa berita tersebut TIDAK BENAR,” tulis pernyataan Bio Farma di Instagram.

    “Untuk Pelaksanaan vaksinasi Covid-19, mohon untuk dipastikan bahwa Anda sudah mendaftarkan diri melalui link resmi dari pemerintah, dan sudah mendapatkan konfirmasi resmi dari tempat fasilitas pelayanan vaksinasi Covid-19.”

    Dengan demikian, pesan berantai mengenai ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma pada Jumat 12 Maret 2021 adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan bahwa pesan tersebut adalah tidak benar. Bio Farma melalui laman Instagram resminya mengimbau masyarakat untuk memastikan bahwa sudah mendaftarkan diri melalui link resmi dari pemerintah, dan sudah mendapatkan konfirmasi resmi dari tempat fasilitas pelayanan vaksinasi Covid-19.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini