• [SALAH] Rekrutmen Perwira TNI/AU Tituler Melalui Whatsapp

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 27/02/2021

    Berita

    Perwira TNI AU Tituler

    1. Lulusan S1 atau S2 Agama Islam.
    2. Memiliki kualifikasi MTQ (Tilawah/Qori’)
    3. Hafidz Qur’an 5, 10, 20 atau 30 juz.
    4. Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau bukan PNS.
    5. Akan diberikan pangkat Tituler Kapten (setara dg Gol. IIIC).
    6. Usia maksimal 35 th.

    Apabila ada yg berminat segera menghubungi Letkol Sus Sakdun, S. Ag., M. Pd.I., No. Telf/WA 085292564***.

    Hal-hal lain yang akan ditanyakan bisa hubungi langsung. Trimks..????????????

    Salam Sehat Selalu.

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah pesan berisi rekrutmen Perwira TNI Angkatan Udara (AU) Tituler beredar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp. Dalam pesan tersebut dicantumkan beberapa syarat beserta kontak yang dapat dihubungi bila berminat.

    Saat dikonfirmasi mengenai pesan tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menegaskan bahwa informasi rekrutmen tersebut tidak benar atau hoaks.

    “Itu (rekrutmen prajurit tituler) tidak benar,” ujar Indan.

    Selain itu, melalui akun Instagram resmi TNI AU @militer.udara juga membantah pesan Whatsapp tersebut. Apabila ingin mendapatkan informasi tentang rekrutmen prajurit TNI AU, dapat dilihat akun resmi milik TNI AU diajurit.tni-au.mil.id atau menghubungi kontak Subdisdiajurit (021) 8709390 atau melalui WhatsApp layanan pengaduan 081383668698.

    “Terkait dengan beredarnya informasi rekrutmen Perwira dan Bintara TNI AU tituler melalui pesan berantai WA, dengan ini TNI AU tegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar”. tulis akun Instagram resmi TNI AU.

    Sehingga, klaim mengenai rekrutmen Perwira TNI/AU Tituler yang beredar melalui Whatsapp termasuk hoaks dengan kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menegaskan bahwa informasi rekrutmen tersebut tidak benar atau hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Pemerintah Tidak Sengaja Menggunakan Dana Haji”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/02/2021

    Berita

    “Rezim #KoRup ini alibinya seperti Taman Kanak-kanak.
    Dikit-dikit #nggasengaja.

    Kasus Penyiraman Air Keras ke Penyidik KPK Novel Baswedan : #NggaSengaja…
    Ini lagi, ini lagi…
    Dana Haji Milyaran yang letaknya di atas meja makan dalam tas kresek, #NggaSengaja dipakai buat beli #EsPuter..
    Hadeeeeeehh.
    Ngga #MALU bicara bgtu..

    #NampakWaras ,
    #RasaGila….”

    Dana haji harus digunakan untuk proyek

    Dana haji
    Dana haji di Indonesia
    Gak sengaja dana haji

    Hasil Cek Fakta

    Media Sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto yang diunggah oleh akun @Sugengtriyanto pasalnya foto tersebut merupakan hasil tangkapan layar dari sebuah kanal berita online @abhynews.com yang berisikan foto Wapres RI dengan narasi “Wapres Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa”.

    Faktanya, berita tersebut merupakan Hoax lama yang muncul kembali. Berita yang sama sebelumnya telah beredar dimedia sosial dan telah dilakukan klarifikasi serta diketahui bahwa judul yang tertera pada artikel tersebut merupakan hasil suntingan dari sebuah artikel berjudul “Ma’ruf Amin : Jika Jokowi Terpilih Lagi, Ibu Ibu Belanja Cukup Bayar Pakai Kartu” yang diunggah oleh @abhynews.com.

    Dengan demikian informasi yang beredar di Facebook terkait pemerintah yang tidak sengaja menggunakan dana haji tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fachrun Nisa (Universitas Muhammadiyah Luwuk).

    Faktanya judul artikel yang diunggah tersebut telah disunting.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Tautan “kontes lomba foto di IG”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 27/02/2021

    Berita

    “Bntu like kan foto aku ya. Aku Igi ikut kontes lomba foto di iG nih

    https://bit.ly/2ZnDBC4

    Bntu like n share jg yaa klik di sini

    Instagram Followers”.

    Hasil Cek Fakta

    Selain BUKAN laman masuk (login) ke situs Instagram, terlihan bahwa situs menampilkan tautan “PHISING-INSTAGRAM-MasterOgar-V2”

    ditemukan script dengan nama tersebut yang dapat diunduh untuk dipasang oleh mereka yang ingin membuat situs pengelabuan, salah satunya di situs kinekaru-sec.blogspot.com [3].

    Referensi Lainnya yang Berkaitan

    SANGAT DISARANKAN untuk menambahkan autentikasi dua faktor (2FA, Two-Factor Authentication) agar akun lebih aman dari modus pengelabuan, karena 2FA menambahkan lapisan keamanan tambahan terhadap upaya pembobolan akun. Memang lebih merepotkan ketika proses masuk (login) ke akun, karena keamanan memang TIDAK selalu sejalan dengan kenyamanan. Harus dipilih salah satu, ingin lebih aman berarti kenyamanan berkurang, tetapi lebih baik mencegah daripada harus mengalami segala macam kerepotan jika benar-benar terjadi insiden akun diambil alih, karena upaya untuk mengambil alih kembali TIDAK selalu berhasil.

    Pusat Bantuan Instagram: “Autentikasi dua faktor adalah fitur keamanan. Jika menyiapkan autentikasi dua faktor, Anda akan diminta untuk memasukkan kode login khusus atau mengonfirmasi percobaan login setiap kali ada orang yang mencoba mengakses Instagram dari perangkat yang tidak kami kenali.”

    Kesimpulan

    Situs pengelabuan (phising). BUKAN laman masuk (login) ke situs Instagram, kredensial (nama pengguna dan kata kunci) yang dimasukkan akan disalahgunakan untuk mengambil alih akun. SANGAT DISARANKAN untuk menambahkan autentikasi dua faktor (2FA, Two-Factor Authentication) agar akun lebih aman terhadap modus pengelabuan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Demonstrasi Memprotes Kebijakan Covid-19 di Romania

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/02/2021

    Berita

    Pengguna Facebook Scott Young mengunggah sebuah foto (19/2) yang menunjukkan aksi demonstrasi yang sedang berlangsung. Unggahan tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa demonstrasi tersebut terjadi di Romania dan bertujuan untuk memprotes kebijakan Covid-19 yang diterapkan oleh pemerintah setempat.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto demonstrasi yang dilaksanakan guna memprotes kebijakan Covid-19 yang diterapkan oleh pemerintah Romania, melainkan foto demonstrasi anti-korupsi di Bukares, Romania pada Februari 2017 yang lalu. Foto yang sama pertama kali diunggah oleh Koert Debeuf, seorang politisi Belgia, melalui akun Twitter resminya, koertdebeuf, pada 6 Februari 2017 waktu setempat.

    Informasi dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Reuters dengan judul artikel “Fact check: Photo of Massive Protest in Romania is Four Years Old and Unrelated to COVID-19 Restrictions” dan mengkategorikannya sebagai ‘mislabeled’.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook Scott Young tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini