• Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Prabowo Umumkan Pencairan Bansos Rp 7 Juta per KTP

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 7 juta per NIK KTP kepada masyarakat. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 16 Februari 2026.
    Dalam video unggahan yang beredar, Prabowo memakai kemeja warna putih dan peci hitam. Dia tampak sedang berpidato. Postingan juga ditambah dengan foto KTP. 
    Berikut isinya: 
    "Saya umumkan kepada masyarakat di Indonesia bahwa bantuan sosial tahap 3 telah resmi saya cairkan, setiap NIK di KTP berisi Rp 7 juta. Bagi yang belum terima, segera verifikasi data diri melalui online, saya pastikan tepat sasaran"
    Unggahan tersebut turut menyertakan caption:
    "SILAHKAN DAFTAR KAN PENGATIFANNYA"
    Lalu benarkah klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bansos sebesar Rp 7 juta per NIK KTP? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bansos sebesar Rp 7 juta per NIK KTP. Penelusuran menemukan, klaim video tersebut identik dengan pidato Prabowo Subianto saat membuka Kongres Ke-XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jatim International Expo (JIExpo), Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 10 Februari 2025.
    Dikutip dari seskab.go.id, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Muslimat NU dalam memajukan bangsa bersama pemerintah. Dia juga menyampaikan penghargaan kepada NU yang turut membesarkan Muslimat NU.
    "Saya sangat hormat. Saya menyampaikan penghargaan kepada Muslimat, kepada NU yang membesarkan Muslimat. Luar biasa NU dalam sejarahnya, dalam tradisinya, dalam setiap krisis bangsa, NU muncul untuk menyelamatkan bangsa," ujar Prabowo.
    Penelusuran juga mengarah pada video di akun Youtube Sekretariat Presiden berjudul "LIVE: Presiden Prabowo Buka Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama, Surabaya, 10 Februari 2025".
    Dalam pidatonya, selain mengapresiasi Muslimat NU, Prabowo bercerita mengenai awalnya tidak begitu mengenal Ketua Umum PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
    Prabowo juga meminta para koruptor segera sadar dan mengembalikan uang yang mereka curi. Dia mempersilakan penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, Polri, BPKP, dan KPK untuk bertindak tegas.
    Dia lalu menyinggung soal efisiensi anggaran dan perjalanan dinas ke luar negri berdalih diskusi dan studi banding.
    Tidak ada pernyataan bahwa Prabowo mengumumkan pencairan bansos Rp 7 juta per NIK KTP. 
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bansos sebesar Rp 7 juta per NIK KTP, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Bibit Ikan Via Telegram

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 11 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Dengan ini kami informasikan bahwa Program Bantuan Bibit Ikan telah resmi dibuka.
    Silakan melakukan pendaftaran melalui link yang disediakan untuk mendapatkan bantuan bibit.
    - PENDAFTARAN INI GRATIS
    - ⁠DAFTAR MENGGUNAKAN NOMOR TELEGRAM
    - ⁠TUNGGU PROSES SELAMA 2 HARI"
    Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:
    "BANTUAN BIBIT IKAN RESMI BAGI YANG MEMBUTUHKAN SEMUA JENIS BIBIT IKAN
    DAFTAR DIRI ANDA"
    Unggahan disertai menu daftar. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui akun Instagram resminya yakni @kkpgoid.
    Berikut isinya:
    "Waspada Penipuan dan Hoax Mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan
    Hai #SahabatBahari, yuk lebih cermat dan cerdas dalam memilih dan memilah informasi!! Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kamu harus lebih waspada lagi yaa. Segala bentuk informasi resmi bisa kamu akses melalui website dan media sosial KKP ?"

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram, tidak benar.
     
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Gatot Nurmantyo Geruduk Polri dan Minta Kapolri Lengser

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo membawa pasukan untuk menggeruduk Polri. Dalam unggahan tersebut, ia disebut mengamuk dan menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lengser dari jabatannya. Bahkan, disebutkan pula bahwa Gatot menyebut Listyo Sigit sebagai “pembangkang yang kurang ajar”.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, terdapat narasi lain yang menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Sigit Listyo harus segera dicopot dari jabatannya. Narasi tersebut diklaim disampaikan oleh pengamat sekaligus akademisi Reza Indragiri. Unggahan ini menggambarkan adanya desakan besar-besaran dari sejumlah tokoh untuk memberhentikan Kapolri.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Zur Yati (arsip) pada Selasa (10/02/2026). Dalam unggahan itu, terdapat kolase beberapa foto yang disertai teks mencolok dan provokatif. Pada bagian atas terlihat foto Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan raut wajah serius, disandingkan dengan foto Gatot Nurmantyo yang tampak menunjuk dengan ekspresi marah, serta beberapa pria berpakaian hitam di belakangnya.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pada bagian tengah gambar tertulis narasi:

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Gatot bawa pasukan geruduk Polri ngamuk menuntut Kapolri lengser sebut Listyo Sigit pembangkang kurang ajar.”

    Periksa Fakta Gatot Ngamuk. foto/hotline periksa fakta tirto

    ADVERTISEMENT

    Sementara pada bagian bawah kolase, terdapat foto Presiden Prabowo Subianto yang berdiri di samping Kapolri, serta foto Reza Indragiri yang terlihat menunjuk ke arah depan dengan ekspresi tegas. Di bagian ini tertulis kutipan, “Copot itu Kapolri anda pak” dan narasi tambahan “Reza Indragiri marah Kapolri offside kecam Prabowo segera beri tindakan tegas.”

    “Ada apa rame-rame minta copot Kapolri, menurut kalian gimana nih… Apa perlu Kapolri diganti.” tulis pengunggah di keterangan unggahan.

    Hingga Jumat (13/02/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 360 tanda reaksi, 131 komentar dan 69 kali dibagikan. Lantas, benarkah Eks Jenderal Gatot Nurmantyo ngamuk dan geruduk POLRI untuk menuntut lengsernya Kapolri?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melihat adanya keterangan akun @Jejakistana pada unggahan yang beredar. Akun tersebut kemungkinan merupakan sumber asli ungggahan tersebut. Kami kemudian mencari nama akun tersebut di YouTube, hasilnya ditemukan video dengan thumbnail serupa dengan tangkapan layar yang beredar.

    Kedua thumbnail tersebut berasal dari dua video berbeda dari akun Youtube yang sama, yaitu @Jejak istana. Video pada tangkapan layar pertama diunggah dengan judul “Ngamuk! Eks Jendral Gatot Tuntut Kapolri Listyo Sigit Lengser” pada 5 Februari 2026, sementara itu video pada gambar kedua diunggah dengan judul “Gempar! Kecam Prabowo Copot Listyo Sigit, Kapolri Sudah Kelewatan” pada 7 Februari 2026.

    Setelah ditelusuri, video asli yang dinarasikan merupakan momen kala Gatot Nurmantyo menghadiri kuliah umum di Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, pada 29 Januari 2026. Namun demikian, sepanjang isi video tidak ditemukan pernyataan yang menunjukkan adanya aksi membawa pasukan untuk menggeruduk Polri. Tidak ada bagian dalam video yang memperlihatkan mobilisasi massa, pengerahan pasukan, ataupun seruan untuk melakukan aksi fisik terhadap institusi Polri.

    Gatot justru memberikan penekanan soal loyalitas institusi Polri kepada Presiden berdasarkan undang-undang, serta kekhawatiran terhadap persepsi publik mengenai hubungan antara pimpinan negara dan aparat penegak hukum.

    Dengan demikian, klaim dalam unggahan yang menyebut eks jenderal Gatot membawa pasukan untuk menggeruduk Polri tidak sesuai dengan isi video yang dijadikan rujukan. Judul dan thumbnail video kemungkinan dibuat dengan gaya sensasional dan provokatif, namun isi video lebih banyak berupa opini dan komentar politik, bukan laporan peristiwa aksi pengerahan pasukan.

    Sementara itu, video kedua menampilkan pandangan Reza Indragiri yang mengkritik pernyataan Kapolri di forum DPR. Video asli yang dinarasikan ulang oleh akun Jejak Istana sebenarnya berasal dari pernyataan Reza dalam sebuah acara di stasiun televisi dengan judul "Tolak Polisi Di Bawah Kementerian, Reza Indragiri Sindir Keras Kapolri!".

    Dalam video tersebut ia menilai diksi yang digunakan oleh Kapolri saat menolak posisi kepolisian di bawah kementerian tertentu berpotensi menimbulkan kesan pembangkangan terhadap mekanisme undang-undang dan menyebutnya sebagai pernyataan yang “offside”. Pembahasan dalam video lebih berupa analisis dan kritik kelembagaan.

    Dengan demikian, klaim dalam unggahan thumbnail yang menyebut adanya pengerahan pasukan untuk menggeruduk Polri serta desakan tegas mencopot Kapolri tidak sesuai dengan isi kedua video tersebut. Narasi yang beredar telah melebih-lebihkan dan membingkai ulang isi video dengan klaim yang tidak didukung fakta.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang menarasikan eks Panglima TNI Gatot membawa pasukan untuk menggeruduk Polri serta adanya desakan tegas mencopot Kapolri adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan merupakan thumbnail dua video dari akun YouTube @Jejak istana yang menarasikan ulang video aslinya. Dalam video asli, isi kedua video tersebut tidak memuat peristiwa pengerahan pasukan maupun pernyataan eksplisit yang mendesak pencopotan Kapolri. Narasi dalam unggahan telah melebih-lebihkan dan membingkai ulang isi video sehingga menimbulkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Prabowo Perintahkan Purbaya Siapkan Anggaran Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] pada Kamis (22/1/2026) dari akun Tiktok “Hikmaratmika” berisi narasi:

    “Prabowo Perintahkan Purbaya, Siapkan "Anggaran" untuk Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi PNS. Siap Laksanakan!

    Menindaklanjuti pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pembukaan jalan pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PNS, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan perintah presiden tanpa penundaan. 

    la mengungkapkan rencana melakukan audit mendalam terhadap berbagai anomali anggaran di lingkungan direktoratnya, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp100 triliun.Langkah ini dipandang sejalan dengan semangat efisiensi dan reformasi tata kelola keuangan negara yang ditekankan Presiden”.

    Per Rabu (18/2/2026), unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 4600-an tanda suka, 468 komentar dan 579 kali dibagikan ulang oleh pengguna Tiktok lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Prabowo perintahkan Purbaya siapkan anggaran pengangkatan PPPK paruh waktu ke penuh waktu” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang berkaitan dengan klaim.

    Penelusuran berlanjut dengan memasukkan kata kunci “pengangkatan PPPK paruh waktu ke penuh waktu”. Hasil teratas mengarah ke pemberitaan jawapos.com “Resmi! Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Dimulai pada 2026, Simak Tahapan Lengkapnya”.

    Berita yang tayang Sabtu (31/1/2026) itu membeberkan prosedur formal yang harus dilewati menuju PPPK penuh waktu berdasarkan keputusan MenPAN-RB Nomor 16 Tahun 2025, yakni usulan instansi, penetapan rincian, pengajuan ke BKN, pertimbangan teknis BKN, dan penetapan akhir. 

    Masih dari berita yang sama, disebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian PAN-RB telah merencanakan pengangkatan dari status paruh waktu menjadi penuh waktu yang akan dilaksanakan secara bertahap. Prosesnya akan disesuaikan dengan hasil seleksi serta kesiapan masing-masing instansi.

    Mengutip dari lintasedukasi.com, disebutkan bahwa presiden Prabowo tidak pernah menjanjikan tentang pengangkatan langsung PPPK paruh waktu menjadi PNS. Prabowo sendiri juga tidak melakukan kunjungan ke UGM dalam waktu dekat ini. 

    Masih dari berita yang sama, disebutkan bahwa pemerintah sudah menetapkan regulasi resmi mengenai pengangkatan PPPK paruh waktu dalam KepmenPANRB Nomor 16 Tahun 2025 tentang PPPK Paruh Waktu.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Prabowo perintahkan Purbaya siapkan anggaran pengangkatan PPPK paruh waktu ke penuh waktu”.

    Kesimpulan

    Tidak ada pernyataan resmi atau informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Prabowo perintahkan Purbaya siapkan anggaran pengangkatan PPPK paruh waktu ke penuh waktu” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini