• [SALAH] Video "Perencanaan Pandemi Covid-19 dari Epstein Files"

    Sumber: Instagram
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    Akun Instagram “jampasirdotcom” pada Kamis, (05/02/2026) mengunggah video [arsip] yang diklaim sebagai rekaman simulasi penanganan pasien untuk merencanakan pandemi Covid-19. Unggahan tersebut menarasikan bahwa video tersebut bersumber dari dokumen Epstein Files dirilis ke publik. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Rilis dokumen rahasia kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat memantik sorotan baru. Salah satu temuan menyebut adanya email antara Bill Gates dan Epstein pada 2017 yang membahas “simulasi pandemi”—dua tahun sebelum Covid-19 muncul.

    Sorotan makin tajam karena pada Oktober 2019, Bill & Melinda Gates Foundation menjadi sponsor utama Event 201, simulasi pandemi global bersama Johns Hopkins University dan World Economic Forum. Pihak yayasan menegaskan kegiatan itu latihan kesiapsiagaan dan bagian dari komitmen lama di kesehatan global.

    Dokumen juga memuat tuduhan pribadi terhadap Gates—termasuk klaim permintaan penghapusan email dan bantuan terkait penyakit menular seksual—yang dibantah keras oleh juru bicaranya sebagai upaya Epstein mencemarkan nama baik. Gates sendiri belum memberi komentar langsung.

    Jutaan halaman Epstein Files kini kembali memantik debat publik soal transparansi, etika elite global, dan dorongan penyelidikan lanjutan atas jaringan Epstein.

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 476.000 kali tayangan, lebih dari 700 interaksi komentari, dan 832 disebar ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan video tersebut melalui Google Image Search dengan menggunakan tangkapan layar. Hasil penelusuran mengarah pada video yang diunggah oleh kanal YouTube Pusat Medis Shamir. Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.

    Cuplikan pertama yang menampilkan suasana penanganan pasien diketahui berasal dari video dokumentasi resmi Pusat Medis Shamir yang dipublikasikan pada 2021. Video yang beredar memiliki tampilan yang sama persis dengan video aslinya [ini] dan [ini], terlihat dari ruangan berpembatas tipis berwarna biru dengan nomor di setiap sekat. Kesamaan ini menunjukkan bahwa rekaman tersebut bukan simulasi rahasia untuk merencanakan pandemi, melainkan video promosi fasilitas kesehatan yang dipublikasikan secara terbuka.

    Rumah sakit milik pemerintah Israel tersebut merekam aktivitas di area parkir yang difungsikan sebagai fasilitas tambahan saat pandemi Covid-19. Media Prancis, France Info, turut mengonfirmasi bahwa pengambilan gambar dilakukan pada 3–4 Maret 2021.

    Adapun cuplikan kedua yang memperlihatkan orang-orang menari dengan mengenakan pakaian hazmat bukanlah bagian dari peristiwa medis, melainkan rekaman pesta pernikahan di Israel. Video tersebut sebelumnya diunggah oleh akun Instagram Hamal News pada 8 Juli 2020.

    Kesimpulan

    Video yang beredar bukan rekaman simulasi rahasia, melainkan materi promosi resmi Pusat Medis Shamir yang dipublikasikan pada 2021. Cuplikan penanganan pasien direkam di fasilitas tambahan saat pandemi Covid-19 dan telah dikonfirmasi oleh media internasional. Sementara itu, adegan orang-orang menari dengan pakaian hazmat berasal dari video pesta pernikahan di Israel pada 2020. Dengan demikian, video dengan klaim “perencanaan pandemi covid-19 dari Epstein files” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bantuan Dana untuk Umat Kristen dan Gereja Lewat WhatsApp

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan dana untuk umat kristen dan pembangunan gereja sebesar Rp 150 juta - Rp 2 miliar lewat WhatsApp. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 11 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Ditjen Bimas Kristen) Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan Dana untuk masyarakat non muslim sebesar Rp150 juta - 2 milyar hingga semester kedua 2026. Bantuan ini bertujuan untuk menunjang operasional untuk masyarakat non muslim dan pembangunan gereja, termasuk manajemen administrasi operasional di berbagai wilaya indonesia"
    Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:
    "SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK PENERIMA BANTUAN DAP AUSTRALIA UNTUK UMAT KRISTEN DAN PEMBAGUNAN GEREJA SEMOGA TUHAN MEMBERKATI Haleluya"
    Terdapat link menu kirim pesan dalam postingan yang beredar tersebut.
    Lalu benarkah link pendaftaran bantuan dana untuk umat kristen dan pembangunan gereja lewat WhastApp? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan dana untuk umat kristen dan pembangunan gereja lewat WhatsApp. Penelusuran mengarah pada postingan dari Kementerian Agama (Kemenag) melalui akun Instagram resminya @kemenag_ri pada 5 Desember 2025.
    Dalam unggahannya, Kemenag meminta masyarakat waspada terhadap hoaks yang mengatasnamakan Kementerian Agama.
    "Sahabat Religi, mohon berhati-hati! Telah beredar sebuah surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI terkait penyaluran "Bantuan Dana DAP (Direct Aid Program)" yang mencatut kerja sama dengan negara Australia. Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks," tulis Kemenag melalui unggahannya yang dikutip pada Rabu (18/2/2026).
    Kementerian Agama menyampaikan, tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang meminta pembagian persentase bantuan (70% diterima, 30% disumbangkan) seperti yang tertulis dalam surat bodong tersebut. Segala informasi resmi mengenai bantuan pemerintah hanya diumumkan melalui website resmi kemenag.go.id dan media sosial resmi Kementerian Agama RI.
    "Mari kita lebih cerdas dan bijak bermedia sosial. Jangan mudah percaya pada iming-iming dana besar yang tidak jelas sumbernya. Saring sebelum sharing," kata dia. 

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan dana untuk umat kristen dan pembangunan gereja lewat WhatsApp, merupakan hoaks.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Gatot Nurmantyo Geruduk Polri dan Minta Kapolri Lengser

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo membawa pasukan untuk menggeruduk Polri. Dalam unggahan tersebut, ia disebut mengamuk dan menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lengser dari jabatannya. Bahkan, disebutkan pula bahwa Gatot menyebut Listyo Sigit sebagai “pembangkang yang kurang ajar”.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, terdapat narasi lain yang menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Sigit Listyo harus segera dicopot dari jabatannya. Narasi tersebut diklaim disampaikan oleh pengamat sekaligus akademisi Reza Indragiri. Unggahan ini menggambarkan adanya desakan besar-besaran dari sejumlah tokoh untuk memberhentikan Kapolri.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Zur Yati (arsip) pada Selasa (10/02/2026). Dalam unggahan itu, terdapat kolase beberapa foto yang disertai teks mencolok dan provokatif. Pada bagian atas terlihat foto Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan raut wajah serius, disandingkan dengan foto Gatot Nurmantyo yang tampak menunjuk dengan ekspresi marah, serta beberapa pria berpakaian hitam di belakangnya.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pada bagian tengah gambar tertulis narasi:

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Gatot bawa pasukan geruduk Polri ngamuk menuntut Kapolri lengser sebut Listyo Sigit pembangkang kurang ajar.”

    Periksa Fakta Gatot Ngamuk. foto/hotline periksa fakta tirto

    ADVERTISEMENT

    Sementara pada bagian bawah kolase, terdapat foto Presiden Prabowo Subianto yang berdiri di samping Kapolri, serta foto Reza Indragiri yang terlihat menunjuk ke arah depan dengan ekspresi tegas. Di bagian ini tertulis kutipan, “Copot itu Kapolri anda pak” dan narasi tambahan “Reza Indragiri marah Kapolri offside kecam Prabowo segera beri tindakan tegas.”

    “Ada apa rame-rame minta copot Kapolri, menurut kalian gimana nih… Apa perlu Kapolri diganti.” tulis pengunggah di keterangan unggahan.

    Hingga Jumat (13/02/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 360 tanda reaksi, 131 komentar dan 69 kali dibagikan. Lantas, benarkah Eks Jenderal Gatot Nurmantyo ngamuk dan geruduk POLRI untuk menuntut lengsernya Kapolri?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melihat adanya keterangan akun @Jejakistana pada unggahan yang beredar. Akun tersebut kemungkinan merupakan sumber asli ungggahan tersebut. Kami kemudian mencari nama akun tersebut di YouTube, hasilnya ditemukan video dengan thumbnail serupa dengan tangkapan layar yang beredar.

    Kedua thumbnail tersebut berasal dari dua video berbeda dari akun Youtube yang sama, yaitu @Jejak istana. Video pada tangkapan layar pertama diunggah dengan judul “Ngamuk! Eks Jendral Gatot Tuntut Kapolri Listyo Sigit Lengser” pada 5 Februari 2026, sementara itu video pada gambar kedua diunggah dengan judul “Gempar! Kecam Prabowo Copot Listyo Sigit, Kapolri Sudah Kelewatan” pada 7 Februari 2026.

    Setelah ditelusuri, video asli yang dinarasikan merupakan momen kala Gatot Nurmantyo menghadiri kuliah umum di Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, pada 29 Januari 2026. Namun demikian, sepanjang isi video tidak ditemukan pernyataan yang menunjukkan adanya aksi membawa pasukan untuk menggeruduk Polri. Tidak ada bagian dalam video yang memperlihatkan mobilisasi massa, pengerahan pasukan, ataupun seruan untuk melakukan aksi fisik terhadap institusi Polri.

    Gatot justru memberikan penekanan soal loyalitas institusi Polri kepada Presiden berdasarkan undang-undang, serta kekhawatiran terhadap persepsi publik mengenai hubungan antara pimpinan negara dan aparat penegak hukum.

    Dengan demikian, klaim dalam unggahan yang menyebut eks jenderal Gatot membawa pasukan untuk menggeruduk Polri tidak sesuai dengan isi video yang dijadikan rujukan. Judul dan thumbnail video kemungkinan dibuat dengan gaya sensasional dan provokatif, namun isi video lebih banyak berupa opini dan komentar politik, bukan laporan peristiwa aksi pengerahan pasukan.

    Sementara itu, video kedua menampilkan pandangan Reza Indragiri yang mengkritik pernyataan Kapolri di forum DPR. Video asli yang dinarasikan ulang oleh akun Jejak Istana sebenarnya berasal dari pernyataan Reza dalam sebuah acara di stasiun televisi dengan judul "Tolak Polisi Di Bawah Kementerian, Reza Indragiri Sindir Keras Kapolri!".

    Dalam video tersebut ia menilai diksi yang digunakan oleh Kapolri saat menolak posisi kepolisian di bawah kementerian tertentu berpotensi menimbulkan kesan pembangkangan terhadap mekanisme undang-undang dan menyebutnya sebagai pernyataan yang “offside”. Pembahasan dalam video lebih berupa analisis dan kritik kelembagaan.

    Dengan demikian, klaim dalam unggahan thumbnail yang menyebut adanya pengerahan pasukan untuk menggeruduk Polri serta desakan tegas mencopot Kapolri tidak sesuai dengan isi kedua video tersebut. Narasi yang beredar telah melebih-lebihkan dan membingkai ulang isi video dengan klaim yang tidak didukung fakta.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang menarasikan eks Panglima TNI Gatot membawa pasukan untuk menggeruduk Polri serta adanya desakan tegas mencopot Kapolri adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan merupakan thumbnail dua video dari akun YouTube @Jejak istana yang menarasikan ulang video aslinya. Dalam video asli, isi kedua video tersebut tidak memuat peristiwa pengerahan pasukan maupun pernyataan eksplisit yang mendesak pencopotan Kapolri. Narasi dalam unggahan telah melebih-lebihkan dan membingkai ulang isi video sehingga menimbulkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Gatot Nurmantyo Geruduk Polri dan Minta Kapolri Lengser

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo membawa pasukan untuk menggeruduk Polri. Dalam unggahan tersebut, ia disebut mengamuk dan menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lengser dari jabatannya. Bahkan, disebutkan pula bahwa Gatot menyebut Listyo Sigit sebagai “pembangkang yang kurang ajar”.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, terdapat narasi lain yang menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Sigit Listyo harus segera dicopot dari jabatannya. Narasi tersebut diklaim disampaikan oleh pengamat sekaligus akademisi Reza Indragiri. Unggahan ini menggambarkan adanya desakan besar-besaran dari sejumlah tokoh untuk memberhentikan Kapolri.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Zur Yati (arsip) pada Selasa (10/02/2026). Dalam unggahan itu, terdapat kolase beberapa foto yang disertai teks mencolok dan provokatif. Pada bagian atas terlihat foto Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan raut wajah serius, disandingkan dengan foto Gatot Nurmantyo yang tampak menunjuk dengan ekspresi marah, serta beberapa pria berpakaian hitam di belakangnya.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pada bagian tengah gambar tertulis narasi:

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Gatot bawa pasukan geruduk Polri ngamuk menuntut Kapolri lengser sebut Listyo Sigit pembangkang kurang ajar.”

    Periksa Fakta Gatot Ngamuk. foto/hotline periksa fakta tirto

    ADVERTISEMENT

    Sementara pada bagian bawah kolase, terdapat foto Presiden Prabowo Subianto yang berdiri di samping Kapolri, serta foto Reza Indragiri yang terlihat menunjuk ke arah depan dengan ekspresi tegas. Di bagian ini tertulis kutipan, “Copot itu Kapolri anda pak” dan narasi tambahan “Reza Indragiri marah Kapolri offside kecam Prabowo segera beri tindakan tegas.”

    “Ada apa rame-rame minta copot Kapolri, menurut kalian gimana nih… Apa perlu Kapolri diganti.” tulis pengunggah di keterangan unggahan.

    Hingga Jumat (13/02/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 360 tanda reaksi, 131 komentar dan 69 kali dibagikan. Lantas, benarkah Eks Jenderal Gatot Nurmantyo ngamuk dan geruduk POLRI untuk menuntut lengsernya Kapolri?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melihat adanya keterangan akun @Jejakistana pada unggahan yang beredar. Akun tersebut kemungkinan merupakan sumber asli ungggahan tersebut. Kami kemudian mencari nama akun tersebut di YouTube, hasilnya ditemukan video dengan thumbnail serupa dengan tangkapan layar yang beredar.

    Kedua thumbnail tersebut berasal dari dua video berbeda dari akun Youtube yang sama, yaitu @Jejak istana. Video pada tangkapan layar pertama diunggah dengan judul “Ngamuk! Eks Jendral Gatot Tuntut Kapolri Listyo Sigit Lengser” pada 5 Februari 2026, sementara itu video pada gambar kedua diunggah dengan judul “Gempar! Kecam Prabowo Copot Listyo Sigit, Kapolri Sudah Kelewatan” pada 7 Februari 2026.

    Setelah ditelusuri, video asli yang dinarasikan merupakan momen kala Gatot Nurmantyo menghadiri kuliah umum di Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, pada 29 Januari 2026. Namun demikian, sepanjang isi video tidak ditemukan pernyataan yang menunjukkan adanya aksi membawa pasukan untuk menggeruduk Polri. Tidak ada bagian dalam video yang memperlihatkan mobilisasi massa, pengerahan pasukan, ataupun seruan untuk melakukan aksi fisik terhadap institusi Polri.

    Gatot justru memberikan penekanan soal loyalitas institusi Polri kepada Presiden berdasarkan undang-undang, serta kekhawatiran terhadap persepsi publik mengenai hubungan antara pimpinan negara dan aparat penegak hukum.

    Dengan demikian, klaim dalam unggahan yang menyebut eks jenderal Gatot membawa pasukan untuk menggeruduk Polri tidak sesuai dengan isi video yang dijadikan rujukan. Judul dan thumbnail video kemungkinan dibuat dengan gaya sensasional dan provokatif, namun isi video lebih banyak berupa opini dan komentar politik, bukan laporan peristiwa aksi pengerahan pasukan.

    Sementara itu, video kedua menampilkan pandangan Reza Indragiri yang mengkritik pernyataan Kapolri di forum DPR. Video asli yang dinarasikan ulang oleh akun Jejak Istana sebenarnya berasal dari pernyataan Reza dalam sebuah acara di stasiun televisi dengan judul "Tolak Polisi Di Bawah Kementerian, Reza Indragiri Sindir Keras Kapolri!".

    Dalam video tersebut ia menilai diksi yang digunakan oleh Kapolri saat menolak posisi kepolisian di bawah kementerian tertentu berpotensi menimbulkan kesan pembangkangan terhadap mekanisme undang-undang dan menyebutnya sebagai pernyataan yang “offside”. Pembahasan dalam video lebih berupa analisis dan kritik kelembagaan.

    Dengan demikian, klaim dalam unggahan thumbnail yang menyebut adanya pengerahan pasukan untuk menggeruduk Polri serta desakan tegas mencopot Kapolri tidak sesuai dengan isi kedua video tersebut. Narasi yang beredar telah melebih-lebihkan dan membingkai ulang isi video dengan klaim yang tidak didukung fakta.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang menarasikan eks Panglima TNI Gatot membawa pasukan untuk menggeruduk Polri serta adanya desakan tegas mencopot Kapolri adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan merupakan thumbnail dua video dari akun YouTube @Jejak istana yang menarasikan ulang video aslinya. Dalam video asli, isi kedua video tersebut tidak memuat peristiwa pengerahan pasukan maupun pernyataan eksplisit yang mendesak pencopotan Kapolri. Narasi dalam unggahan telah melebih-lebihkan dan membingkai ulang isi video sehingga menimbulkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini