• [SALAH] “Belajar Tatap Muka RESMI Januari 2021, Anak Wajib Swab Test Sebelum Sekolah”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/12/2020

    Berita

    Sebuah akun Facebook bernama Ka Na Su mengunggah artikel yang berjudul “Belajar Tatap Muka RESMI Januari 2021, Anak Wajib Swab Test Sebelum Sekolah” yang diterbitkan oleh Liputan6.org. Unggahan tersebut mendapat respon 59 komentar dan telah dibagikan sebanyak 11 kali.

    sekolah swab

    sekolah tatap muka wajib swab

    Pembelajaran Tatap Muka

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari Liputan6, melalui surat resmi yang dikirimkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengklarifikasi bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa masuk sekolah wajib swab PCR. Selain itu, judul dan penggunaan foto Mendikbud menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

    Ada pun mengenai pembelajaran dengan sistem tatap muka, pemerintah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

    Pemberian izin pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara serentak dalam satu wilayah kabupaten/kota atau bertahap per wilayah kecamatan dan/atau desa/kelurahan.
    “Pengambilan kebijakan pada sektor pendidikan harus melalui pertimbangan yang holistik dan selaras dengan pengambilan kebijakan pada sektor lain di daerah,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim secara virtual, Jumat (20/11).

    Sehingga, klaim mengenai “Belajar Tatap Muka RESMI Januari 2021, Anak Wajib Swab Test Sebelum Sekolah” termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Cek Fakta] Benarkah Jokowi Tak Mau Divaksin Duluan? Ini Faktanya

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 24/12/2020

    Berita

    "Jokowi saja tidak mau disuntik faksin"

    Netralnews di BaBe:
    Jokowi Tak Mau Disuntik Vaksin Duluan, Tak Disangka Begini Respon HNW

    PRESIDEN JOKOWI AJA NGGAK MAU DI SUNTIK VAKSIN CORONA, KOK MAU DI UJI COBAKAN KE RAKYAT, JEBAKAN REZIM CEBONG DAN CHINA KOMUNIS UNTUK MEMBUNUH RAKYAT NKRI SECARA PELAN-PELAN MELALUI SUNTIK VAKSIN

    Waspada jaga anak2 kita dan siswa siswi kita, jangan mau di suntik Vaksin, ini hanya bisnis kacung China

    Klik untuk baca artikel:
    http://share.babe.news/s/echSNrmQvR

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Presiden Jokowi tidak mau disuntik vaksin covid-19 duluan adalah hoaks. Faktanya, Presiden Jokowi menegaskan dirinya akan menjadi penerima pertama vaksin covid-19.

    Dilansir kanal resmi YouTube Sekretariat Presiden melalui video berjudul "Presiden Jokowi: Vaksin Covid-19 Gratis!" diunggah pada 15 Desember 2020, Jokowi mengatakan bahwa dirinya selaku Kepala Negara akan menjadi penerima vaksin Covid-19 pertama kali. Hal ini untuk menepis keraguan masyarakat akan keamanan vaksin yang disediakan.

    "Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali, hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman" tegas Jokowi.

    Selain itu, Presiden tetap mengingatkan seluruh masyarakat untuk terus berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan secara berkala.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Presiden Jokowi tidak mau disuntik vaksin covid-19 duluan adalah hoaks. Faktanya, Presiden Jokowi menegaskan dirinya akan menjadi penerima pertama vaksin covid-19.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis Misleading Content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Longsor di Kapung Grobogan Jawa Tengah

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 24/12/2020

    Berita

    Beredar melalui pesan berantai Whatsapp foto keadaan longsor yang menutupi jalan, dalam foto tersebut terdapat keterangan lokasi terjadinya longsor tersebut, yaitu di Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo Grobogan, Jawa Tengah.

    Tangkapan layar pesan Whatsapp yang sama juga ikut dibagikan oleh akun Facebook Er Rina pada Jumat (18/12/2020).

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, informasi adanya longsor di Desa Kapung Grobogan, Jawa Tengah adalah hoaks.

    Melansir laman resmi humas.polrigo.id, Anggota Polsek Tanggungharjo Brigadir Sedyo Wibowo yang juga bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Kapung. Dalam kesempatan itu, Sedyo didampingi dua rekannya sempat membuat pernyataan dalam bentuk video di lokasi kejadian, video tersebut diunggah melalui akun media sosial Instagram @humaspolresgrobogan yang tayang pada Jumat (18/12/2020). Dalam video tersebut dirinya menegaskan jika informasi longsor di Desa Kapung tersebut dipastikan hoaks.

    “Perlu kami sampaikan bahwa berita di medsos terkait adanya longsor di ruas jalan Gubug-Kedungjati, tepatnya di Desa Kapung tersebut tidak benar alias hoaks. Kami sudah mengecek kondisi di lapangan dan faktanya aman-aman saja dan kondisi jalannya bisa dilalui dengan baik,” tegasnya.

    Adanya informasi tersebut sempat membuat khawatir warga sekitar serta pengguna jalan yang biasa lewat di jalur tersebut. Pasalnya, dalam foto yang diunggah itu terlihat jika tanah yang longsor sempat menutup jalan raya. Padahal, jalur tersebut menjadi akses menuju wilayah Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Salatiga.

    Atas penjelasan tersebut, informasi terkait longsor yang terjadi di di Desa Kapung Grobogan, Jawa Tengah adalah hoaks dan masuk ke dalam kategori konten palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Negara Cina Buat Kantor Polisi di Indonesia”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/12/2020

    Berita

    Akun Facebook bernama Maulana Ibrahim membagikan postingan disertai video di grup “RELAWAN ANIES SANDI”. Postingan yang telah dibagikan sebanyak 258 kali tersebut membuat klaim bahwa Cina telah membuat kantor polisi di Indonesia. Klaimnya disertai dengan cuplikan video berdurasi 1 menit yang sumber aslinya berasal dari kanal Youtube Talk Show tvOne, dengan video berjudul “Heboh Cina Buka Kantor Polisi – Apa Kabar Indonesia Malam”, diupload pada 13 Juli 2018.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran fakta, diketahui bahwa pemberitaan terkait pembukaan kantor polisi Cina di Indonesia sempat membuat geger masyarakat di tahun 2018 lalu. Adanya Plakat dengan aksara Cina disertai bendera Cina dan Indonesia, bertuliskan “Kantor Polisi Bersama”, sempat bertebaran di media sosial dan banyak menimbulkan spekulasi.

    Meski begitu, di tahun 2018, Kapolres Ketapang telah membuat klarifikasi dan bantahan atas isu yang beredar di masyarakat, bahwa tidak ada kerjasama ataupun pendirian kantor polisi Cina di Ketapang.

    Dilansir dari kompas.com, Kapolres Ketapang AKPB Sunario membenarkan bahwa ada kunjungan kepolisian dari Cina di Ketapang pada Kamis, 12 juli 2018. Kepolisian Cina saat itu hendak melakukan kunjungan ke PT BSM di Ketapang dan mengajak Polres Ketapang untuk kerjasama. Namun Polres ketapang saat itu menolak, karena kerjasama harus atas persetujuan Mabes Polri.

    “Mereka meminta ada kerja sama dengan Polres Ketapang dengan menunjukkan contoh plakat untuk kerja sama tersebut. Tetapi, kami tolak karena kami tidak bisa mengeluarkan kesepakatan, melainkan itu sudah wewenang Mabes Polri,” ungkap AKPB Sunario.

    Kapolres Ketapang juga tidak membenarkan telah ada bangunan Kantor Polisi Bersama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang dan Kepolisian Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou.

    “Plakat yang viral di media sosial hanya sebuah tanda perkenalan pertemuan antara polisi RRT dengan Polres Ketapang dan tulisan kantor bersama adalah bahasa kantor itu menjadi tempat pertemuan bersama dan tidak benar akan ada kantor polisi RRT di Ketapang,” tambahnya.

    Hingga tahun 2020, tidak terbukti ada kantor polisi Cina di Indonesia ataupun kerjasama resmi Kepolisian Cina dan Indonesia. Sehingga klaim yang dinyatakan akun Maulana Ibrahim adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN MENYESATKAN.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini