Beredar di Whatsapp informasi bahwa operator memberikan kuota internet gratis sebesar 50 GB jika mendaftar dalam sebuah link. Dalam narasi tersebut mengklaim informasi itu merupakan gelombang kedua pembagian kuota internet dengan batas waktu hingga 31 Desember 2020.
Apa betul gratis pulsa 50 Gb gelombang ke 2 itu ada ?
Kuota Pandemi
Internet 50 gb gratis.
free 50Gb
*Anda sekarang bisa mendapatkan paket internet gratis 50GB (Semua Jaringan) berlaku selama 90 hari di Perayaan Ulang Tahun WhatsApp.*
*Saya Telah Menerima Punyaku.*
*Cepat sebelum Habis*
https://cutt.ly/YQ1dIpP
Gelombang kedua gratis internet
Kuota internet gratis gelombang kedua
Gelombang ke-2 kuota internet free dari operator
https://kuotapandemi.com?v=50gb
Subsidi kuota 50gb gratis
🥳🥳🥳
*TELAH DIBUKA GELOMBANG KE-2 Kuota Internet Free dari Operator!*
Anda adalah orang yang beruntung jika mendapatkan pesan ini
1. Subsidi tidak dipungut biaya sepeserpun
2. Buka websitenya dan segera daftarkan untuk mendapatkan *50GB.*
3. *Batas Pemberian Subsidi: 31 Jan 2021*
Klik pada link di bawah untuk mendaftar:
https://kuotapandemi.com?v=50gb
*Harap aktifkan nomor HP anda karena setelah mendaftar pada link diatas, kuota internet akan disubsidikan setelah 30 menit!*
🥳🥳🥳
TELAH DIBUKA GELOMBANG KE-2 Kuota Internet Free dari Operator!
Anda adalah orang yang beruntung jika mendapatkan pesan ini
1. Subsidi tidak dipungut biaya sepeserpun
2. Buka websitenya dan segera daftarkan untuk mendapatkan 50GB.
3. Batas Pemberian Subsidi: 31 Jan 2021
Klik pada link di bawah untuk mendaftar:
https://kuotagratis.org?v=50gb
Harap aktifkan nomor HP anda karena setelah mendaftar pada link diatas, kuota internet akan disubsidikan setelah 30 menit!
Subsidi kuota 50 gb
Subsidi kuota 50 gb gratis
🥳🥳🥳
TELAH DIBUKA GELOMBANG KE-2 Kuota Internet Free dari Operator!
Anda adalah orang yang beruntung jika mendapatkan pesan ini
1. Subsidi tidak dipungut biaya sepeserpun
2. Buka websitenya dan segera daftarkan untuk mendapatkan 50GB.
3. Batas Pemberian Subsidi: 31 Jan 2021
Klik pada link di bawah untuk mendaftar:
https://kuotapandemi.com?v=50gb
Harap aktifkan nomor HP anda karena setelah mendaftar pada link diatas, kuota internet akan disubsidikan setelah 30 menit!
🥳🥳🥳
TELAH DIBUKA GELOMBANG KE-2 Kuota Internet Free dari Operator!
Anda adalah orang yang beruntung jika mendapatkan pesan ini
1. Subsidi tidak dipungut biaya sepeserpun
2. Buka websitenya dan segera daftarkan untuk mendapatkan 50GB.
3. Batas Pemberian Subsidi: 31 Jan 2021
Klik pada link di bawah untuk mendaftar:
https://kuotapandemi.com?v=50gb
Harap aktifkan nomor HP anda karena setelah mendaftar pada link diatas, kuota internet akan disubsidikan setelah 30 menit!
🥳🥳🥳
TELAH DIBUKA GELOMBANG KE-2 Kuota Internet Free dari Operator!
Anda adalah orang yang beruntung jika mendapatkan pesan ini
1. Subsidi tidak dipungut biaya sepeserpun
2. Buka websitenya dan segera daftarkan untuk mendapatkan 50GB.
3. Batas Pemberian Subsidi: 31 Jan 2021
Klik pada link di bawah untuk mendaftar:
https://bagikuota.net?v=50gb
Harap aktifkan nomor HP anda karena setelah mendaftar pada link diatas, kuota internet akan disubsidikan setelah 30 menit!
kuota internet 50GB
Subsidi kuota gelombang ke 2
Gelombang ke 2
Gelombang ke 2 kuota internet
kuota gelombang ke 2
50gb kouta free
[SALAH] “GELOMBANG KE-2 Kuota Internet Free dari Operator sebesar 50 GB”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 24/12/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Melansir dari medcom.id, informasi tersebut merupakan kabar bohong yang sudah lama namun kembali beredar di tengah masyarakat. Narasi senada juga pernah ditemukan sebelum informasi kuota internet gratis sebesar 50 GB beredar, namun besaran jumlah kuota internet yang disebutkan 35 GB. Terdapat kesamaan pada link yang tercantum dikedua narasi tersebut.
Dengan demikian, informasi gelombang ke-2 kuota internet gratis sebesar 50 GB dan link yang tercantum tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoax yang kembali beredar dengan mengubah beberapa narasi dan jumlah kuota, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten palsu.
Dengan demikian, informasi gelombang ke-2 kuota internet gratis sebesar 50 GB dan link yang tercantum tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoax yang kembali beredar dengan mengubah beberapa narasi dan jumlah kuota, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten palsu.
Rujukan
[SALAH] Relawan Alami Gangguan Saraf Setelah Disuntik Vaksin Sinovac
Sumber: facebook.comTanggal publish: 23/12/2020
Berita
DI SUNTIK VAKSIN SINOVAC RELAWAN ALAMI GANGGUAN SYARAF
KABAR BURUK!!! MENAKUTKAN!!! SETOP UJI VAKSIN COVID CHINA SETELAH RELAWAN ALAMI GANGGUAN SARAF
YOUTUBE.COM
BERITA TERBARU HARI INI – STOP UJI SINOVAC
PRODUKSI CHINA
bahaya vaksin covid
potensi bahaya vaksin cina
Sinovac berbahaya
KABAR BURUK!!! MENAKUTKAN!!! SETOP UJI VAKSIN COVID CHINA SETELAH RELAWAN ALAMI GANGGUAN SARAF
YOUTUBE.COM
BERITA TERBARU HARI INI – STOP UJI SINOVAC
PRODUKSI CHINA
bahaya vaksin covid
potensi bahaya vaksin cina
Sinovac berbahaya
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook bernama Kurniawati membagikan postingan berupa link Youtube di grup “Buruh Bersatu”. Link video yang telah disebarkan sebanyak 169 kali dan mendapat 78 likes ini berjudul “BERITA TERBARU HARI INI – STOP UJI SINOVAC PRODUKSI CHINA”. Selain itu, thumbnail yang tampak dalam video menyatakan bahwa relawan uji coba vaksin Sinovac mengalami gangguan saraf.
Hasil pemutaran video yang berdurasi 10 menit 13 detik di Youtube tidak ditemukan narasi yang menyatakan relawan uji coba vaksin Sinovac mengalami gangguan saraf. Namun justru narator mengungkapkan relawan vaksin Sinopharm yang mengalami gangguan saraf.
Berikut detail narasinya :
(00:00:29 – 00:00:45) “Peru stop uji vaksin Covid China setelah relawan alami gangguan saraf”.
(00:00:46 – 00:00:58) “Peru menangguhkan sementara uji klinis vaksin Covid-19 yang diproduksi raksasa obat China Sinoph- (dipotong oleh narator) telah mendeteksi masalah neurologis di salah satu sukarelawan uji coba”.
(00:00:59 – 00:01:11) “Melansir AFP pada Sabtu, 12 Desember 2020, Institut Kesehatan Nasional menyatakan bahwa mereka menghentikan uji coba vaksin Corona setelah relawan mengalami kesulitan menggerakkan lengan mereka”.
(00:01:12 – 00:01:33) “Beberapa hari yang lalu peringatan sudah kami berikan kepada otoritas regulasi, yaitu bahwa salah satu peserta uji coba menunjukkan gejala neurologis yang mirip dengan kondisi yang disebut sindrom Guillain-Barre, kata kepala peneliti German Malaga dalam komentarnya kepada media lokal pada Jumat, 11 Desember 2020”.
(00:02:05 – 00:02:12) “Uji klinis Peru untuk vaksin Sinopharm akan selesai minggu ini setelah menguji sekitar 12.000 orang”.
Setelah dilakukan penelusuran di Google dengan kata kunci “gangguan saraf pada relawan uji coba vaksin”, ditemukan artikel berita dari kompas.com berjudul “Relawan Alami Gangguan Saraf, Peru Tunda Uji Klinis Vaksin Sinopharm” yang tayang pertama kali pada 12 Desember 2020, pukul 19:15. Narasi yang dipaparkan di artikel Kompas tersebut sama persis dengan narasi dalam video pada durasi 00:00:46 – 00:01:33.
Dilansir dari health.detik.com, Peru menghentikan uji klinis vaksin Sinopharm setelah 12 ribu relawan mengalami gangguan saraf hingga kesulitan menggerakkan tangan.
Vaksin Sinovac dan Sinopharm diproduksi dari perusahaan farmasi yang berbeda. Vaksin Sinopharm dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group, sedangkan vaksin Sinovac dikembangkan oleh perusahaan Sinovac dan bermitra dengan Bio Farma di Indonesia.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa judul video yang dibagikan tidak sesuai dengan isi narasinya, berikut klaim bahwa uji coba vaksin Sinovac menyebabkan relawan alami gangguan saraf juga tidak benar. Sehingga postingan akun Facebook Kurniawati adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN MENYESATKAN.
Hasil pemutaran video yang berdurasi 10 menit 13 detik di Youtube tidak ditemukan narasi yang menyatakan relawan uji coba vaksin Sinovac mengalami gangguan saraf. Namun justru narator mengungkapkan relawan vaksin Sinopharm yang mengalami gangguan saraf.
Berikut detail narasinya :
(00:00:29 – 00:00:45) “Peru stop uji vaksin Covid China setelah relawan alami gangguan saraf”.
(00:00:46 – 00:00:58) “Peru menangguhkan sementara uji klinis vaksin Covid-19 yang diproduksi raksasa obat China Sinoph- (dipotong oleh narator) telah mendeteksi masalah neurologis di salah satu sukarelawan uji coba”.
(00:00:59 – 00:01:11) “Melansir AFP pada Sabtu, 12 Desember 2020, Institut Kesehatan Nasional menyatakan bahwa mereka menghentikan uji coba vaksin Corona setelah relawan mengalami kesulitan menggerakkan lengan mereka”.
(00:01:12 – 00:01:33) “Beberapa hari yang lalu peringatan sudah kami berikan kepada otoritas regulasi, yaitu bahwa salah satu peserta uji coba menunjukkan gejala neurologis yang mirip dengan kondisi yang disebut sindrom Guillain-Barre, kata kepala peneliti German Malaga dalam komentarnya kepada media lokal pada Jumat, 11 Desember 2020”.
(00:02:05 – 00:02:12) “Uji klinis Peru untuk vaksin Sinopharm akan selesai minggu ini setelah menguji sekitar 12.000 orang”.
Setelah dilakukan penelusuran di Google dengan kata kunci “gangguan saraf pada relawan uji coba vaksin”, ditemukan artikel berita dari kompas.com berjudul “Relawan Alami Gangguan Saraf, Peru Tunda Uji Klinis Vaksin Sinopharm” yang tayang pertama kali pada 12 Desember 2020, pukul 19:15. Narasi yang dipaparkan di artikel Kompas tersebut sama persis dengan narasi dalam video pada durasi 00:00:46 – 00:01:33.
Dilansir dari health.detik.com, Peru menghentikan uji klinis vaksin Sinopharm setelah 12 ribu relawan mengalami gangguan saraf hingga kesulitan menggerakkan tangan.
Vaksin Sinovac dan Sinopharm diproduksi dari perusahaan farmasi yang berbeda. Vaksin Sinopharm dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group, sedangkan vaksin Sinovac dikembangkan oleh perusahaan Sinovac dan bermitra dengan Bio Farma di Indonesia.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa judul video yang dibagikan tidak sesuai dengan isi narasinya, berikut klaim bahwa uji coba vaksin Sinovac menyebabkan relawan alami gangguan saraf juga tidak benar. Sehingga postingan akun Facebook Kurniawati adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN MENYESATKAN.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Informasi yang salah. Judul video tidak sesuai dengan yang dibahas. Dalam video dinyatakan, yang mengalami ganguan saraf adalah relawan uji coba vaksin Sinopharm. Selain itu, hasil validasi dari pemberitaan media dapat diketahui bahwa yang mengalami gangguan saraf adalah relawan uji coba vaksin Sinopharm, bukan Sinovac.
Informasi yang salah. Judul video tidak sesuai dengan yang dibahas. Dalam video dinyatakan, yang mengalami ganguan saraf adalah relawan uji coba vaksin Sinopharm. Selain itu, hasil validasi dari pemberitaan media dapat diketahui bahwa yang mengalami gangguan saraf adalah relawan uji coba vaksin Sinopharm, bukan Sinovac.
Rujukan
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5298434/disetop-gegara-relawan-alami-sindrom-langka-ini-update-uji-vaksin-corona-china
- https://www.kompas.com/global/read/2020/12/12/191548670/relawan-alami-gangguan-saraf-peru-tunda-uji-klinis-vaksin-sinopharm
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5147267/perbandingan-3-jenis-vaksin-corona-buatan-china-yang-bakal-dipakai-di-indonesia
[SALAH] Foto Demonstrasi di Paris, Prancis
Sumber: twitter.comTanggal publish: 23/12/2020
Berita
(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)
“Demonstrasi di Paris untuk memperjuangkan kebebasan…. Ayo negaraku sadarlah”
“Demonstrasi di Paris untuk memperjuangkan kebebasan…. Ayo negaraku sadarlah”
Hasil Cek Fakta
Pengguna Twitter sinclair3132 mengunggah sebuah foto (20/12) yang menunjukkan foto jalanan yang dipenuhi massa. Unggahan tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa foto tersebut merupakan kondisi saat demonstrasi di Paris, Prancis, guna memprotes kebijakan lockdown yang diterapkan oleh pemerintah.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto kondisi saat demonstrasi di Paris untuk memprotes kebijakan lockdown, melainkan foto perayaan kemenangan tim nasional Prancis dalam Piala Dunia di tahun 2018 yang lalu. Foto tersebut diambil pada tanggal 15 Juli 2018 waktu setempat di Jalan Champ-Élysées.
Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs AFP dengan judul artikel ‘AFP Photo of 2018 World Cup Celebrations Shared Online Alongside False Claim about Covid-19 Protest in Paris’.
Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh pengguna Twitter sinclair3132 tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto kondisi saat demonstrasi di Paris untuk memprotes kebijakan lockdown, melainkan foto perayaan kemenangan tim nasional Prancis dalam Piala Dunia di tahun 2018 yang lalu. Foto tersebut diambil pada tanggal 15 Juli 2018 waktu setempat di Jalan Champ-Élysées.
Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs AFP dengan judul artikel ‘AFP Photo of 2018 World Cup Celebrations Shared Online Alongside False Claim about Covid-19 Protest in Paris’.
Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh pengguna Twitter sinclair3132 tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Informasi yang salah. Faktanya, foto tersebut bukan merupakan foto kondisi saat demonstrasi di Paris untuk memprotes kebijakan lockdown, melainkan foto perayaan kemenangan tim nasional Prancis dalam Piala Dunia di tahun 2018 lalu.
Informasi yang salah. Faktanya, foto tersebut bukan merupakan foto kondisi saat demonstrasi di Paris untuk memprotes kebijakan lockdown, melainkan foto perayaan kemenangan tim nasional Prancis dalam Piala Dunia di tahun 2018 lalu.
Rujukan
[SALAH] “Syarat Vaksin Gratis Jokowi: BPJS Kesehatan Anda Harus Aktif”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 23/12/2020
Berita
Akun Ainul Mustofa (fb.com/100010278762640) membagikan sebuah gambar yang berisi narasi sebagai berikut:
“Syarat Vaksin Gratis Jokowi: BPJS Kesehatan Anda Harus Aktif? Kulihat kok mendadak kolam pada berhenti bersorak?”
Vaksin untuk pasien bpjs saja
Apakah benar vaksin hanya untuk peserta BPJS saja??
“Syarat Vaksin Gratis Jokowi: BPJS Kesehatan Anda Harus Aktif? Kulihat kok mendadak kolam pada berhenti bersorak?”
Vaksin untuk pasien bpjs saja
Apakah benar vaksin hanya untuk peserta BPJS saja??
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa penerima vaksin Covid-19 gratis harus peserta BPJS Kesehatan aktif adalah klaim yang salah.
Faktanya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 diberikan gratis untuk semua rakyat Indonesia dan tidak ada kaitannya dengan keanggotaan BPJS Kesehatan.
Dilansir dari Kompas, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 diberikan untuk semua rakyat Indonesia. Menurutnya, vaksinasi tidak ada kaitannya dengan keanggotaan BPJS Kesehatan.
“Jadi vaksinasi itu untuk semua rakyat tidak terkecuali. Semuanya supaya kita bisa kembali hidup normal dan juga tidak ada kaitannya dengan anggota BPJS,” ujar Jokowi dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/12/2020).
“Kan ada isu ini yang divaksin hanya yang miliki kartu BPJS. Enggak. Semuanya seluruh warga bisa mengikuti vaksinasi,” katanya.
Sebelumnya, Jokowi menyebut, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bertahap, terhitung mulai Januari 2021. Ia memastikan, vaksin yang diberikan pemerintah ke masyarakat tidak berbayar atau gratis.
Pernyataan bahwa vaksin gratis Covid-19 tidak ada hubungannya dengan kepesertaan BPJS Kesehatan juga diutarakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, vaksin diberikan gratis kepada masyarakat dan tanpa syarat. Ia juga menegaskan bahwa vaksin tersebut tidak terkait dengan keanggotaan atau keaktifan individu di BPJS Kesehatan.
Faktanya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 diberikan gratis untuk semua rakyat Indonesia dan tidak ada kaitannya dengan keanggotaan BPJS Kesehatan.
Dilansir dari Kompas, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 diberikan untuk semua rakyat Indonesia. Menurutnya, vaksinasi tidak ada kaitannya dengan keanggotaan BPJS Kesehatan.
“Jadi vaksinasi itu untuk semua rakyat tidak terkecuali. Semuanya supaya kita bisa kembali hidup normal dan juga tidak ada kaitannya dengan anggota BPJS,” ujar Jokowi dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/12/2020).
“Kan ada isu ini yang divaksin hanya yang miliki kartu BPJS. Enggak. Semuanya seluruh warga bisa mengikuti vaksinasi,” katanya.
Sebelumnya, Jokowi menyebut, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bertahap, terhitung mulai Januari 2021. Ia memastikan, vaksin yang diberikan pemerintah ke masyarakat tidak berbayar atau gratis.
Pernyataan bahwa vaksin gratis Covid-19 tidak ada hubungannya dengan kepesertaan BPJS Kesehatan juga diutarakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, vaksin diberikan gratis kepada masyarakat dan tanpa syarat. Ia juga menegaskan bahwa vaksin tersebut tidak terkait dengan keanggotaan atau keaktifan individu di BPJS Kesehatan.
Kesimpulan
Faktanya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 diberikan gratis untuk semua rakyat Indonesia dan tidak ada kaitannya dengan keanggotaan BPJS Kesehatan.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/20/183200065/-hoaks-syarat-dapat-vaksin-covid-19-gratis-harus-punya-bpjs-kesehatan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GbmqaR4b-cek-fakta-vaksin-covid-19-gratis-hanya-untuk-anggota-bpjs-kesehatan-yang-tak-ada-tunggakan-ini-faktanya
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-penerima-vaksin-gratis-covid-19-harus-peserta-bpjs-aktif.html
Halaman: 6979/8550



