Keliru, Klaim Ini Video Bocah Papua yang Melantukan Ayat-ayat Alquran
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/12/2020
Berita
Video yang diklaim sebagai video ketika seorang bocah Papua melantunkan ayat-ayat Alquran viral. Video ini dibagikan salah satunya oleh akun Instagram @infograam pada 12 Desember 2020. Video itu diberi teks "Video Bocah Asal Papua Fasih Lantunkan Ayat Suci, Dengan Suara Yang Merdu Banget".
Menurut akun ini, video tersebut berasal dari akun Instagram @papua_talk. "Bukan tengah bermain, sang bocah tersebut justru melantunkan ayat suci Alquran sembari berdiri di sebuah tanah lapang. Bocah tersebut diketahui merupakan putra Papua yang berasal dari Walesi, Wamena."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram @infograam yang memuat klaim keliru terkait video yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Gambar-gambar ini kemudian ditelusuri dengan reverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa bocah dalam video tersebut bukanlah bocah asal Papua, melainkan asal Tanzania, Afrika.
Video yang sama dengan resolusi yang lebih tinggi pernah diunggah oleh kanal YouTube terverifikasi milik ulama asal Zimbabwe, Ismail ibn Musa Menk alias Mufti Menk, pada 3 Desember 2020. Video itu diberi judul "MOST BEAUTIFUL TONE OF RECITATION - Some build their Paradise while others don't even bother!". Menurut kanal ini, bocah itu berasal dari Afrika.
Gambar tangkapan layar video asli bocah asal Tanzania yang melantunkan ayat-ayat Alquran di kanal YouTube milik ulama asal Zimbabwe, Ismail ibn Musa Menk alias Mufti Menk.
Tempo kemudian menelusuri akun Instagram Mufti Menk, @muftimenkofficial, dan menemukan video yang sama, dengan durasi yang lebih singkat, diunggah kembali pada 6 Desember 2020. Dalam deskripsi yang ditulis oleh akun ini, dijelaskan bahwa bocah dalam video tersebut berasal dari sebuah desa di Pulau Pemba, Zanzibar, Tanzania.
"Ini Bakari muda dari sebuah desa di Pulau Pemba di Tanzania. Saya mengunggah pertunjukannya baru-baru ini di kanal YouTube saya. Video ini direkam oleh seorang kawan dari Water Fall Charity UK yang terkesan dengan lantunannya. Video ini pun viral. Karena itu, banyak orang yang mencoba mengumpulkan dana bagi bocah ini, mengklaim bahwa dia adalah murid mereka, dan sebagainya."
Viralnya video bocah Tanzania yang melantunkan ayat-ayat Alquran itu pun pernah diberitakan oleh Liputan6.com dengan berjudul "Viral Bocah Ini Lantunkan Ayat Al-Qur'an dengan Suara Merdu, Bikin Kagum". Berita tersebut juga menyatakan bahwa bocah dalam video itu berasal dari Pulau Pemba, Zanzibar, Tanzania.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan bocah Papua yang melantuntan Alquran, keliru. Setelah ditelusuri, bocah dalam video tersebut merupakan bocah yang berasal dari Tanzania, bukan Papua. Video tersebut sebelumnya pernah diunggah oleh ulama Mufti Menk dan disebut berasal dari Tanzania.
JUAN ROBIN | ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://archive.vn/B2tw5
- https://archive.vn/NOtI4
- https://www.tempo.co/tag/papua
- https://www.youtube.com/watch?v=wfEungJ1-mw
- https://www.instagram.com/p/CIbhNhiHLCh/
- https://www.tempo.co/tag/tanzania
- https://hot.liputan6.com/read/4431460/viral-bocah-ini-lantunkan-ayat-al-quran-dengan-suara-merdu-bikin-kagum
- https://www.tempo.co/tag/alquran
Keliru, Klaim Ini Foto Pohon Natal yang Dipasang di Halaman Istana Negara pada 2020
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/12/2020
Berita
Foto yang diklaim sebagai foto pohon Natal yang dipasang di halaman Istana Negara pada Desember 2020 beredar di media sosial. Menurut klaim yang menyertai foto tersebut, dipasangnya pohon Natal di halaman Istana Negara ini adalah untuk yang pertama kalinya sejak Indonesia merdeka pada 1945.
"Puji Tuhan untuk pertama kalinya pohon Natal di pasang di halaman Istana Negara Indonesia! Semenjak Indonesia merdeka di tahun 1945! Pemerintahan Jokowi hebaatt," demikian narasi yang tertulis di bawah foto itu.
Di Facebook, foto tersebut diunggah salah satunya oleh akun Hadi Wijaya, tepatnya pada 19 Desember 2020. Akun ini menulis narasi, "#INFO_VALID." Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah mendapatkan lebih dari 3 ribu reaksi dan 400 komentar serta dibagikan lebih dari 100 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Hadi Wijaya yang memuat klaim keliru terkait foto unggahannya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa foto tersebut telah beredar sejak 2014. Foto itu pun diambil di halaman Balai Kota DKI Jakarta, bukan di halaman Istana Negara.
Foto yang identik dengan kualitas yang lebih baik pernah diunggah ke Twitter oleh akun @muhtarom pada 14 Desember 2014. Akun ini juga menulis narasi bahwa dua pohon Natal itu berdiri di halaman Istana Negara. Pohon-pohon Natal itu berada di sisi kiri dan kanan kolam serta tiang bendera. Pohon tersebut dilengkapi dengan ornamen dan lampu hias khas Natal.
Namun, tata letak halaman ini bukan tata letak halaman Istana Negara, melainkan halaman Balai Kota DKI Jakarta. Foto-foto halaman dengan pohon Natal yang serupa pernah dimuat oleh situs media Aktual.com pada 16 Desember 2014. Foto itu terdapat dalam berita yang berjudul "Jakarta Dipimpin Ahok, Halaman Kantor Gubernur Berdiri 2 Pohon Natal".
Tempo kemudian menelusuri pemberitaan tentang pemasangan dua pohon Natal di Balai Kota DKI Jakarta di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu. Berdasarkan arsip berita Tempo, Ahok mengatakan pemasangan dua pohon Natal di halaman kantornya ini dilakukan oleh Panitia Perayaan Natal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Panitia, kata Ahok, sudah meminta izin kepadanya untuk meletakkan pohon Natal di depan Pendapa Utama Blok B Balai Kota. "Saya bilang silakan saja," tutur Ahok di Balai Kota, Senin, 22 Desember 2014. Pantauan Tempo, sepasang pohon Natal setinggi 3 meter itu diletakkan di sisi kolam air mancur. Pohon tersebut dilengkapi dengan ornamen dan lampu hias khas Natal.
Staf rumah tangga Pemerintah DKI Jakarta, Mansyur, mengatakan pemasangan pohon Natal di halaman Balai Kota tersebut merupakan yang pertama kalinya. Sebelumnya, kata dia, hanya ada pohon Natal setinggi sekitar 1,5 meter yang diletakkan di lobi Blok G. "Tahun ini, pertama kalinya dipasang pohon Natal setinggi itu," tuturnya di Balai Kota pada 22 Desember 2014.
Masih dari arsip berita Tempo, menurut Ahok, pohon Natal tidak hanya dipajang di halaman kantornya, tapi juga di halaman rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Penghiasnya adalah Tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga DKI. Soal kritik dan ancaman lantaran memasang pohon Natal itu, Ahok mengaku tak khawatir. “Ah, biar saja,” ujarnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas adalah foto pohon Natal yang dipasang di halaman Istana Negara pada Desember 2020, keliru. Dua pohon Natal dalam foto tersebut dipasang di halaman Balai Kota DKI Jakarta, bukan di halaman Istana Negara. Pohon-pohon Natal itu dipasang pada Desember 2014 saat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
[SALAH] “Paus Fransiskus Mengatakan Vaksin Covid Sekarang Akan Diperlukan Untuk Masuk Surga”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/12/2020
Berita
Akun Yoez Rusnika (fb.com/rusnika.yus) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar sebuah artikel yang berjudul “Pope Francis Says Covid Vaccine Will Now Be Required To Enter Heaven” dengan narasi sebagai berikut:
“Selain digunakan sebagai tiket masuk pertunjukkan, pesawat dan kegiatan sosial lainnya, vaksin juga bisa dipakai sebagai tiket masuk surga .. OMG”
Akun tersebut juga mencantumkan tautan artikel dari situs Cnmnewz[dot]com yang memuat judul serupa dengan judul artikel dalam gambar. Menurut situs ini, informasi tersebut berasal dari situs The Babylon Bee.
“Selain digunakan sebagai tiket masuk pertunjukkan, pesawat dan kegiatan sosial lainnya, vaksin juga bisa dipakai sebagai tiket masuk surga .. OMG”
Akun tersebut juga mencantumkan tautan artikel dari situs Cnmnewz[dot]com yang memuat judul serupa dengan judul artikel dalam gambar. Menurut situs ini, informasi tersebut berasal dari situs The Babylon Bee.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa Paus Fransiskus menyebut vaksin Covid-19 sekarang akan diperlukan untuk tiket masuk surga adalah klaim yang salah.
Faktanya, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel maupun Kantor Pers Takhta Suci Vatikan bahwa Paus Fransiskus pernah menyatakan hal tersebut. Klaim ini sendiri berasal dari artikel yang ditulis oleh situs The Babylon Bee, yang merupakan situs satire.
Dilansir dari Tempo.co, Tim CekFakta Tempo mula-mula memeriksa situs yang memuat artikel dalam gambar tangkapan layar tersebut, yakni The Babylon Bee. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa situs tersebut merupakan situs satire yang kerap menulis hal-hal tentang Kristen, politik, dan kehidupan sehari-hari.
Di halaman “About Us” The Babylon Bee, mereka menyatakan, “The Babylon Bee adalah situs satire terbaik di dunia, sama sekali tidak salah dalam semua klaim kebenarannya. The Babylon Bee diciptakan oleh ex nihilo pada hari ke-8 dalam pekan penciptaan, tepat 6 ribu tahun yang lalu. Jika Anda ingin mengeluh tentang sesuatu di situs kami, sampaikan kepada Tuhan.”
Selain artikel di The Babylon Bee, tidak ditemukan berita di media kredibel yang memuat pernyataan yang diklaim berasal Paus Fransiskus bahwa “vaksin Covid-19 adalah tiket masuk surga”. The Babylon Bee mengklaim pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pengumuman resmi pada akhir November 2020. Namun, sepanjang November 2020, Kantor Pers Takhta Suci Vatikan tidak pernah mengeluarkan siaran pers tentang pernyataan itu.
Situs pemeriksa fakta Check Your Fact, yang telah memverifikasi klaim itu, juga menyatakan bahwa ini bukan pertama kalinya pengguna media sosial menganggap artikel dari The Babylon Bee itu sebagai fakta. Sama seperti sebelumnya, menurut Check Your Fact, beberapa pengguna media sosial pun menganggap artikel satire terkait Paus Fransiskus itu benar adanya.
Faktanya, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel maupun Kantor Pers Takhta Suci Vatikan bahwa Paus Fransiskus pernah menyatakan hal tersebut. Klaim ini sendiri berasal dari artikel yang ditulis oleh situs The Babylon Bee, yang merupakan situs satire.
Dilansir dari Tempo.co, Tim CekFakta Tempo mula-mula memeriksa situs yang memuat artikel dalam gambar tangkapan layar tersebut, yakni The Babylon Bee. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa situs tersebut merupakan situs satire yang kerap menulis hal-hal tentang Kristen, politik, dan kehidupan sehari-hari.
Di halaman “About Us” The Babylon Bee, mereka menyatakan, “The Babylon Bee adalah situs satire terbaik di dunia, sama sekali tidak salah dalam semua klaim kebenarannya. The Babylon Bee diciptakan oleh ex nihilo pada hari ke-8 dalam pekan penciptaan, tepat 6 ribu tahun yang lalu. Jika Anda ingin mengeluh tentang sesuatu di situs kami, sampaikan kepada Tuhan.”
Selain artikel di The Babylon Bee, tidak ditemukan berita di media kredibel yang memuat pernyataan yang diklaim berasal Paus Fransiskus bahwa “vaksin Covid-19 adalah tiket masuk surga”. The Babylon Bee mengklaim pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pengumuman resmi pada akhir November 2020. Namun, sepanjang November 2020, Kantor Pers Takhta Suci Vatikan tidak pernah mengeluarkan siaran pers tentang pernyataan itu.
Situs pemeriksa fakta Check Your Fact, yang telah memverifikasi klaim itu, juga menyatakan bahwa ini bukan pertama kalinya pengguna media sosial menganggap artikel dari The Babylon Bee itu sebagai fakta. Sama seperti sebelumnya, menurut Check Your Fact, beberapa pengguna media sosial pun menganggap artikel satire terkait Paus Fransiskus itu benar adanya.
Kesimpulan
Tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel maupun Kantor Pers Takhta Suci Vatikan bahwa Paus Fransiskus pernah menyatakan hal tersebut. Klaim ini sendiri berasal dari artikel yang ditulis oleh situs The Babylon Bee, yang merupakan situs satire.
Rujukan
[SALAH] Akun WhatsApp Wakil Walikota Malang Meminta Transfer Sejumlah Dana
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 22/12/2020
Berita
“Ini saya Ir. H. Sofyan edi jarwoko pak. Saya selaku wakil walikota malang
Ini saya mau menyampaikan. Bahwa saya dan juga jajaran para staf saya ada sedikit rejeki yang akan kami berikan ke masjid besar raya donomulyo dan anak yatim. Semoga bpk dan beserta pengurus masjin lain nya bersedia menerima dan membantu kami menyalurkan nya ke anak yatim pak
Ini staf saya sudah berangkat ke mesin atm nya pak. Nanti dana yang akan di kirimkan sebesar rp. 15.500.000
Itu nanti tolong bpk bagikan buat masjid besar raya 4jt,buat anak yatim 4jt,dan buat keluarga almarhum ibu resty 7jt. Dan itu yang 500rb tanda terima kasih kami kepada bpk yahya yang sudah mau mewakilkan kami menyerahkan ke keluarga almarhum ya pak”
Ini saya mau menyampaikan. Bahwa saya dan juga jajaran para staf saya ada sedikit rejeki yang akan kami berikan ke masjid besar raya donomulyo dan anak yatim. Semoga bpk dan beserta pengurus masjin lain nya bersedia menerima dan membantu kami menyalurkan nya ke anak yatim pak
Ini staf saya sudah berangkat ke mesin atm nya pak. Nanti dana yang akan di kirimkan sebesar rp. 15.500.000
Itu nanti tolong bpk bagikan buat masjid besar raya 4jt,buat anak yatim 4jt,dan buat keluarga almarhum ibu resty 7jt. Dan itu yang 500rb tanda terima kasih kami kepada bpk yahya yang sudah mau mewakilkan kami menyerahkan ke keluarga almarhum ya pak”
Hasil Cek Fakta
Beredar akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Akun tersebut menggunakan foto profil Edi dan melakukan komunikasi dengan salah satu pengurus Masjid Besar Raya Donomulyo dengan modus donasi. Pada mulanya, akun tersebut menyatakan keinginannya untuk memberikan dana bantuan sejumlah Rp15.500.000 dengan rincian Rp4 juta untuk pembangunan masjid, Rp4 juta untuk anak yatim, Rp7 juta untuk dana berobat seseorang yang sedang sakit, serta Rp500 ribu sebagai tanda terima kasih. Akun tersebut juga mengirimkan alamat dan nomor rekening seseorang yang sedang sakit dan meminta agar dana berobat sebesar Rp7 juta segera ditransfer ke nomor rekening tersebut.
Pemerintah Kota Malang melalui akun Instagram resminya, pemkotmalang, telah menegaskan bahwa akun WhatsApp tersebut bukan merupakan milik Wakil Walikota Malang. Melansir dari Tribun Jatim, Edi juga menyatakan bahwa akun WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya merupakan penipuan. Edi meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada.
Dengan demikian, akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Pemerintah Kota Malang melalui akun Instagram resminya, pemkotmalang, telah menegaskan bahwa akun WhatsApp tersebut bukan merupakan milik Wakil Walikota Malang. Melansir dari Tribun Jatim, Edi juga menyatakan bahwa akun WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya merupakan penipuan. Edi meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada.
Dengan demikian, akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Informasi yang salah. Pemerintah Kota Malang melalui akun Instagram resminya, pemkotmalang, telah menegaskan bahwa akun WhatsApp tersebut bukan milik Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
Informasi yang salah. Pemerintah Kota Malang melalui akun Instagram resminya, pemkotmalang, telah menegaskan bahwa akun WhatsApp tersebut bukan milik Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/CI4rLuEBKxk/
- https://jatim.tribunnews.com/2020/12/17/nama-wakil-wali-kota-malang-kembali-dicatut-penipu-okum-minta-donasi-dengan-embel-embel-orang-sakit
- https://madura.tribunnews.com/2020/12/17/waspada-modus-penipuan-berkedok-nama-wakil-wali-kota-malang-minta-transfer-dana-pembangunan-masjid
Halaman: 6981/8550




