“WOW!
🎉Perayaan ulang tahun Nike🎉
Nike menawarkan 3100 Sepatu, T-shirt dan Masker Gratis untuk semua orang
Menerima instruksi:
1. Masing-masing hanya dapat berpartisipasi sekali
2. Kuantitas terbatas, pertama datang pertama kali
3. Kegiatan Kesejahteraan tidak memerlukan biaya apapun
Dapatkan milikmu di sini GRATIS https:// svip005.to p/j/?c=nk”
[SALAH] Perayaan Ulang Tahun, Nike Bagi-bagi Hadiah Sepatu, T-Shirt, dan Masker
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 30/11/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar pesan berantai yang mengklaim bahwa Nike membagikan hadiah gratis dengan cara berpartisipasi dengan menekan tautan yang ada dalam pesan berantai tersebut.
Melansir dari Liputan6.com, Sports Marketing PT Nike Indonesia, Rawindra Ditya. Dia membantah Nike membuat program tersebut.
“Tidak ada (program) yang kami buat seperti itu. Yang pasti, itu bukan dari Nike,” kata Rawindra Ditya membalas pertanyaan Liputan6.com melalui pesan singkat.
Penelusuran dengan mesin pencari Google menggunakan kata kunci ‘nike anniversary free shoes’ ditemukan artikel dari Cyberprint diterbitkan pada tanggal 2 Februari 2018 dengan judul ‘Fake Nike website steals data and is massively shared through WhatsApp’ yang menyarankan kepada pengguna gawai agar tidak mudah percaya dengan tautan pembagian hadiah gratis yang menyuruh pengguna untuk memasukkan data pribadi.
Klaim serupa juga pernah dibahas Turn Back Hoax pada awal Agustus 2020 lalu, namun tidak mengatasnamakan Nike, melainkan Adidas.
Dengan demikian pesan berantai Nike membagi hadiah gratis adalah tidak benar dan masuk dalam kategori konten tiruan.
Melansir dari Liputan6.com, Sports Marketing PT Nike Indonesia, Rawindra Ditya. Dia membantah Nike membuat program tersebut.
“Tidak ada (program) yang kami buat seperti itu. Yang pasti, itu bukan dari Nike,” kata Rawindra Ditya membalas pertanyaan Liputan6.com melalui pesan singkat.
Penelusuran dengan mesin pencari Google menggunakan kata kunci ‘nike anniversary free shoes’ ditemukan artikel dari Cyberprint diterbitkan pada tanggal 2 Februari 2018 dengan judul ‘Fake Nike website steals data and is massively shared through WhatsApp’ yang menyarankan kepada pengguna gawai agar tidak mudah percaya dengan tautan pembagian hadiah gratis yang menyuruh pengguna untuk memasukkan data pribadi.
Klaim serupa juga pernah dibahas Turn Back Hoax pada awal Agustus 2020 lalu, namun tidak mengatasnamakan Nike, melainkan Adidas.
Dengan demikian pesan berantai Nike membagi hadiah gratis adalah tidak benar dan masuk dalam kategori konten tiruan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Muhammad Padhliansyah (Universitas Lambung Mangkurat)
Informasi Palsu. Faktanya, Sports Marketing PT Nike Indonesia, Rawindra Ditya membantah Nike membuat program tersebut. Selengkapnya di bagian penjelasan.
Informasi Palsu. Faktanya, Sports Marketing PT Nike Indonesia, Rawindra Ditya membantah Nike membuat program tersebut. Selengkapnya di bagian penjelasan.
Rujukan
[SALAH] Video Penampakan Makhluk Asing di Kota Caldwell, Idaho
Sumber: twitter.comTanggal publish: 30/11/2020
Berita
“NEVER SEEN BEFORE. Caldwell City , Idaho.The Government will never show you this.. I will , what is this??”
Terjemahan:
“TIDAK PERNAH DITEMUKAN SEBELUMNYA. Kota Caldwell , Idaho. Pemerintah tidak akan menunjukan video ini kepada kalian, akan saya tunjukan. Apa ini?”
Terjemahan:
“TIDAK PERNAH DITEMUKAN SEBELUMNYA. Kota Caldwell , Idaho. Pemerintah tidak akan menunjukan video ini kepada kalian, akan saya tunjukan. Apa ini?”
Hasil Cek Fakta
`Akun twitter bernama ‘PiamentaShimon’ (@PiamentaShimon) mengunggah cuitan berupa video dengan penampakan makhluk asing pada tanggal 28/10/2020. Narasi pada video tersebut menyatakan bahwa terdapat makhluk asing yang menurutnya tidak pernah ditampilkan oleh pemerintah setempat, seakan-akan menutupi.
Dari hasil penelusuran diketahui bahwa klaim dalam narasi tersebut salah. Video asli pertama kali diunggah di akun Instagram @shortestblockbusters pada 16/08/2020 yang mana akun tersebut merupakan konten kreator yang aktif mengunggah video animasi ke Instagram, YouTube, dan TikTok. Dalam bio akun TikToknya juga dijelaskan bahwa dia membuat film dan video pendek blockbuster yang bersifat imersif.
Imersif merupakan sebuah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dan dunia digital. Salah satu contoh pengembangan teknologi imersif adalah Virtual Reality dan Augmented Reality. Salah satu tujuan dari penggunaan teknologi tersebut adalah penggunanya bisa merasakan suasana yang mirip dengan dunia nyata. Dalam kanal media sosial @shortestblockbusters sering diunggah video-video serupa dengan AR maupun VR.
Selain itu tidak ditemukan laporan dari media mengenai penampakan makhluk asing di kota Caldwell, Idaho. Sehingga, klaim bahwa pemerintah setempat seakan-akan menutupi keberadaan makhluk asing seperti yang disebutkan dalam narasi video tersebut adalah salah, karena sebenarnya video tersebut merupakan salah satu pemanfaatan teknologi imersif yang menyebabkan makhluk dalam video tersebut terlihat nyata.
Dari hasil penelusuran diketahui bahwa klaim dalam narasi tersebut salah. Video asli pertama kali diunggah di akun Instagram @shortestblockbusters pada 16/08/2020 yang mana akun tersebut merupakan konten kreator yang aktif mengunggah video animasi ke Instagram, YouTube, dan TikTok. Dalam bio akun TikToknya juga dijelaskan bahwa dia membuat film dan video pendek blockbuster yang bersifat imersif.
Imersif merupakan sebuah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dan dunia digital. Salah satu contoh pengembangan teknologi imersif adalah Virtual Reality dan Augmented Reality. Salah satu tujuan dari penggunaan teknologi tersebut adalah penggunanya bisa merasakan suasana yang mirip dengan dunia nyata. Dalam kanal media sosial @shortestblockbusters sering diunggah video-video serupa dengan AR maupun VR.
Selain itu tidak ditemukan laporan dari media mengenai penampakan makhluk asing di kota Caldwell, Idaho. Sehingga, klaim bahwa pemerintah setempat seakan-akan menutupi keberadaan makhluk asing seperti yang disebutkan dalam narasi video tersebut adalah salah, karena sebenarnya video tersebut merupakan salah satu pemanfaatan teknologi imersif yang menyebabkan makhluk dalam video tersebut terlihat nyata.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).
Informasi yang salah. Video tersebut merupakan hasil karya dari akun bernama @shortestblockbusters yang diunggah pada tahun 2020 lalu.
Informasi yang salah. Video tersebut merupakan hasil karya dari akun bernama @shortestblockbusters yang diunggah pada tahun 2020 lalu.
Rujukan
[SALAH] Foto Megawati dan Tri Risma Mendukung Paslon Nomor Urut 2 di Pilkada Surabaya 2020
Sumber: twitter.comTanggal publish: 30/11/2020
Berita
Narasi dalam gambar:
“ORANG BAIK & CINTA SURABAYA PILIH NOMER DUA
Pasangan nomo urut 2 Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya
MACHFUD ARIFIN & MUJIAMAN”
“ORANG BAIK & CINTA SURABAYA PILIH NOMER DUA
Pasangan nomo urut 2 Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya
MACHFUD ARIFIN & MUJIAMAN”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @HenryJ4ck mengunggah gambar hasil tangkapan layar grup WhatsApp dan terdapat dua pesan gambar yang dibagikan oleh salah satu anggota grup WhatsApp tersebut. Dalam gambar itu terlihat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini tengah mengacungkan dua jari dan terdapat narasi “ORANG BAIK & CINTA SURABAYA PILIH NOMER DUA” yang seolah-olah Megawati dan Tri Risma mendukung paslon nomor urut 2.
Sehingga @HenryJ4ck mengunggah gambar tersebut melalui postingan di akun Twitter miliknya dengan disertai keterangan “Hoax pun tersebar dimana mana …contoh dibawah ini …” pada 29/11/2020.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim gambar Megawati dan Tri Risma mendukung paslon Cawalkot Surabaya nomor urut 2 adalah tidak benar. Faktanya, foto tersebut tidak berkaitan dengan Pilkada Surabaya 2020.
Ditemukan foto Megawati tengah mengacungkan dua jari pada artikel kompas.com yang berjudul “Perjalanan Gibran Jadi Cawalkot Solo dan Instruksi Megawati…” tayang pada 18/07/2020. Diketahui foto Megawati itu diabadikan ketika menyampaikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/02/2020).
Adapun foto Risma, ditemukan pada artikel radarkediri.jawapos.com yang berjudul “Vokal Kampanye Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno” tayang pada 13/06/2018. Dalam foto tersebut Tri Risma bersama Cawagub Puti Guntur tengah berfoto bersama dengan mengacungkan dua jari.
Dilansir dari radarkediri.jawapos.com Tri Risma termasuk figur paling vokal yang mendukung Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gus IPul-Puti Guntur Soekarno di Pikada Jawa Timur 2018, salah satu paslon yang memperjuangkan pendidikan gratis SMA/SMK.
Dengan demikian, klaim gambar Megawati dan Tri Risma mendukung paslon Cawalkot Surabaya nomor urut 2 adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Sehingga @HenryJ4ck mengunggah gambar tersebut melalui postingan di akun Twitter miliknya dengan disertai keterangan “Hoax pun tersebar dimana mana …contoh dibawah ini …” pada 29/11/2020.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim gambar Megawati dan Tri Risma mendukung paslon Cawalkot Surabaya nomor urut 2 adalah tidak benar. Faktanya, foto tersebut tidak berkaitan dengan Pilkada Surabaya 2020.
Ditemukan foto Megawati tengah mengacungkan dua jari pada artikel kompas.com yang berjudul “Perjalanan Gibran Jadi Cawalkot Solo dan Instruksi Megawati…” tayang pada 18/07/2020. Diketahui foto Megawati itu diabadikan ketika menyampaikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/02/2020).
Adapun foto Risma, ditemukan pada artikel radarkediri.jawapos.com yang berjudul “Vokal Kampanye Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno” tayang pada 13/06/2018. Dalam foto tersebut Tri Risma bersama Cawagub Puti Guntur tengah berfoto bersama dengan mengacungkan dua jari.
Dilansir dari radarkediri.jawapos.com Tri Risma termasuk figur paling vokal yang mendukung Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gus IPul-Puti Guntur Soekarno di Pikada Jawa Timur 2018, salah satu paslon yang memperjuangkan pendidikan gratis SMA/SMK.
Dengan demikian, klaim gambar Megawati dan Tri Risma mendukung paslon Cawalkot Surabaya nomor urut 2 adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Klaim gambar yang salah. Foto Megawati itu diabadikan ketika menyampaikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/02/2020). Sedangkan foto Tri Risma ditemukan sedang bersama Cawagub Puti Guntur tengah berfoto bersama dengan mengacungkan dua jari, yang diketahui Tri Risma mendukung paslon Cagub dan Cawagub paslon nomor 2 di Pilkada Jawa Timur 2018.
Klaim gambar yang salah. Foto Megawati itu diabadikan ketika menyampaikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/02/2020). Sedangkan foto Tri Risma ditemukan sedang bersama Cawagub Puti Guntur tengah berfoto bersama dengan mengacungkan dua jari, yang diketahui Tri Risma mendukung paslon Cagub dan Cawagub paslon nomor 2 di Pilkada Jawa Timur 2018.
Rujukan
Keliru, Video Erdogan Tolak Duduk Bersama dan Jabat Tangan Macron usai Kasus Kartun Nabi Muhammad
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 30/11/2020
Berita
KLAIM
Video pendek yang diklaim sebagai video saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak duduk bersebelahan dan berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron beredar di Facebook. Dalam video berdurasi 8 detik itu, Erdogan dan Macron bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel tampak berada dalam sebuah forum. Erdogan terlihat menyalami Putin dan Merkel, lalu meninggalkan Macron.
Salah satu akun yang membagikan video beserta klaim itu adalah akun Tarbiahmoeslim's Blogs, tepatnya pada 28 November 2020. Akun ini menulis, "Keren Sultan Erdogan, Dia tidak mau duduk dan salaman dengan orang yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad. Sama sekali tidak di perdulikannya pemimpin Prancis. 'Erdogan memberi tau Ini dia (Macron) yang najis, Izinkan saya pergi dengan izin Anda, Merkel, Saya tidak bisa duduk bersamanya'."
Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah mendapatkan lebih dari 3.800 reaksi dan 396 komentar.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Tarbiahmoeslim's Blogs.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri video terkait dengan memasukkan kata kunci “Erdogan, Macron, Putin, and Merkel” dalam kolom pencarian YouTube. Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut pernah dipublikasikan oleh sejumlah media asing kredibel.
Menurut pemberitaan, dalam video itu, Recep Tayyip Erdogan, Emmanuel Macron, Vladimir Putin, dan AngelaMerkel sedang bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Istanbul, Turki, pada 27 Oktober 2018. Pertemuan itu membahas situasi yang sedang berlangsung di Suriah. Konferensi tersebut kemudian diakhiri dengan pernyataan bersama oleh keempat tokoh itu kepada pers.
Kanal YouTube milik Ruptly, media yang berbasis di Rusia, menyiarkan videoliveselama sekitar dua jam saat Erdogan, Macron, Putin, dan Merkel menggelar konferensi pers tersebut. Konferensi pers inilah yang terlihat dalam video yang dibagikan oleh akun Tarbiahmoeslim’s Blogs.
Hal itu terlihat dari kesamaan warna dinding, ornamen bintang yang terpasang di dinding, bendera-bendera negara yang berjejer di belakang keempat tokoh tersebut, serta pakaian yang dikenakan oleh Erdogan, Macron, Putin, dan Merkel.
Dalam video Ruptly ini, di sesi konferensi pers, terlihat bahwa Erdogan duduk bersama Macron. Setelah itu, mereka berempat berdiri untuk mengikuti sesi foto. Keempatnya saling merekatkan tangan, termasuk Erdogan dan Macron. Video utuh bagian ini terdapat pada jam 2:15:27 hingga 2:16:30.
Gambar tangkapan layar video Ruptly yang menunjukkan Erdogan dan Macron berfoto bersama dalam pertemuan yang membahas situasi di Suriah pada 27 Oktober 2018.
KTT tersebut berlangsung setelah Rusia dan Turki mencapai kesepakatan pada 17 September 2018 untuk menciptakan zona penyangga demiliterisasi di sekitar wilayah Idlib, Suriah, yang dihuni oleh sekitar 3,5 juta penduduk dan menjadi benteng besar terakhir yang dikuasai militan di negara itu.
Video konferensi pers empat tokoh tersebut juga pernah dimuat oleh saluran televisi berita berbahasa Inggris yang berbasis di Beijing, Cina, CGTN, dengan judul "IS repels US-backed SDF from eastern Syria" pada tanggal yang sama. Cuplikan saat keempatnya melakukan foto bersama terdapat pada detik ke-36.
Peristiwa dalam video ini terjadi jauh sebelum munculnya ketegangan antara Erdogan dan Macron pasca Presiden Prancis tersebut merespons kasus pemenggalan seorang guru Prancis yang bernama Samuel Paty. Paty dianggap melecehkan Islam karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad milik Charlie Hebdo kepada murid-muridnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video Recep Tayyip Erdogan yang menolak duduk bersebelahan dan berjabat tangan dengan Emmanuel Macron, keliru. Video ini diambil saat Erdogan dan Macron, bersama Putin dan Markel, bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Istanbul pada 27 Oktober 2018 untuk membahas isu Suriah. Peristiwa ini terjadi jauh sebelum adanya ketegangan antara Erdogan dan Macron pasca kasus pemenggalan Samuel Paty pada awal November 2020.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
Halaman: 7036/8542




