PT WASKITA KARYA (Persero) Tbk mengundang untuk Tes dan Interview. Surat panggilan Tes dan Interview sudah kami kirim Via Email. Silahkan di cek dan pelajari selengkapnya.
===============
[SALAH] Pesan Panggilan Seleksi Karyawan PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/12/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Mch Aqieb mengunggah gambar hasil tangkapan layar sebuah pesan dan surat terkait panggilan seleksi karyawan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Untuk memastikan kebenaran terkait panggilan seleksi karyawan yang dilakukan PT Waskita Karya, Mch Aqieb menanyakan langsung di laman resmi Facebook PT Waskita Karya pada 01/12/2020.
Disebutkan dalam surat tersebut, seleksi panggilan menjadi karyawan PT Waskita Karya akan dilakukan selama dua hari, yakni 3 dan 4 Desember 2020 yang akan dilangsungkan di Jakarta Timur. Para peserta yang menerima surat tersebut juga diminta untuk membawa fotocopy ijazah, KTP, Kartu Keluarga, NPWP, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, para peserta seleksi diminta melakukan pembayaran kepada pihak travel agent untuk pergantian dana calon karyawan PT Waskita Karya.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah tidak benar. Hal tersebut telah dibantah oleh PT Waskita Karya melalui postingannya di akun resmi Facebook PT Waskita Karya dan Twitter @waskita_karya pada 1/12/2020. Melalui postingannya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengatakan tidak pernah mengeluarkan undangan dan panggilan tersebut serta setiap lowongan pekerjaan secara resmi diumumkan melalui website resmi Waskita Karya di kolom karir.
“Pagi #TemanKita, beredar lagi berita HOAX terkait undangan panggilan seleksi tes untuk menjadi pegawai Waskita Karya pada tanggal 03 Desember – 04 Desember 2020 di atas.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk, tidak pernah mengeluarkan undangan dan panggilan tersebut. Setiap lowongan pekerjaan secara resmi kami umumkan melalui website resmi waskita karya di kolom karir (waskita.co.id/en/pages/humancapital/careeropportunities).
Kami juga tidak pernah bekerja sama dengan travel agent manapun, serta tidak dipungut biaya.
Selalu waspada dan berhati-hati dalam menerima segala bentuk informasi.
#WaspadaHOAX
#WaskitaKarya
#MajuDenganKaryaBermutu
#BUMNuntukIndonesia” unggahnya.
Dengan demikian, informasi terkait panggilan seleksi karyawan PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah tidak benar dan masuk dalam kategori konten tiruan.
Disebutkan dalam surat tersebut, seleksi panggilan menjadi karyawan PT Waskita Karya akan dilakukan selama dua hari, yakni 3 dan 4 Desember 2020 yang akan dilangsungkan di Jakarta Timur. Para peserta yang menerima surat tersebut juga diminta untuk membawa fotocopy ijazah, KTP, Kartu Keluarga, NPWP, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, para peserta seleksi diminta melakukan pembayaran kepada pihak travel agent untuk pergantian dana calon karyawan PT Waskita Karya.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut adalah tidak benar. Hal tersebut telah dibantah oleh PT Waskita Karya melalui postingannya di akun resmi Facebook PT Waskita Karya dan Twitter @waskita_karya pada 1/12/2020. Melalui postingannya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengatakan tidak pernah mengeluarkan undangan dan panggilan tersebut serta setiap lowongan pekerjaan secara resmi diumumkan melalui website resmi Waskita Karya di kolom karir.
“Pagi #TemanKita, beredar lagi berita HOAX terkait undangan panggilan seleksi tes untuk menjadi pegawai Waskita Karya pada tanggal 03 Desember – 04 Desember 2020 di atas.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk, tidak pernah mengeluarkan undangan dan panggilan tersebut. Setiap lowongan pekerjaan secara resmi kami umumkan melalui website resmi waskita karya di kolom karir (waskita.co.id/en/pages/humancapital/careeropportunities).
Kami juga tidak pernah bekerja sama dengan travel agent manapun, serta tidak dipungut biaya.
Selalu waspada dan berhati-hati dalam menerima segala bentuk informasi.
#WaspadaHOAX
#WaskitaKarya
#MajuDenganKaryaBermutu
#BUMNuntukIndonesia” unggahnya.
Dengan demikian, informasi terkait panggilan seleksi karyawan PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah tidak benar dan masuk dalam kategori konten tiruan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Informasi palsu. PT Waskita Karya (Persero) Tbk tidak pernah mengeluarkan undangan dan panggilan tersebut serta setiap lowongan pekerjaan secara resmi diumumkan melalui website resmi Waskita Karya di kolom karir. PT Waskita Karya juga tidak pernah bekerja sama dengan travel agent manapun, serta tidak dipungut biaya.
Informasi palsu. PT Waskita Karya (Persero) Tbk tidak pernah mengeluarkan undangan dan panggilan tersebut serta setiap lowongan pekerjaan secara resmi diumumkan melalui website resmi Waskita Karya di kolom karir. PT Waskita Karya juga tidak pernah bekerja sama dengan travel agent manapun, serta tidak dipungut biaya.
Rujukan
[SALAH] “Pak De Donal Trump keleru nih, yang meninggal itu Maradona bukan Madonna”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/12/2020
Berita
Akun Johandi (fb.com/johandi.tsv) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:
“Waduh, Pak De Donal Trump keleru nih, yang meninggal itu Maradona bukan Madonna”
Dalam gambar tangkapan layar cuitan yang diklaim berasal dari Trump pada 26 November 2020 terdapat narasi sebagai berikut: “Very sad to hear about the death of Maradona. A great person. Her music was wonderful. I remember listening to her albums in the early 1980’s. Rest In Peace!”
“Waduh, Pak De Donal Trump keleru nih, yang meninggal itu Maradona bukan Madonna”
Dalam gambar tangkapan layar cuitan yang diklaim berasal dari Trump pada 26 November 2020 terdapat narasi sebagai berikut: “Very sad to hear about the death of Maradona. A great person. Her music was wonderful. I remember listening to her albums in the early 1980’s. Rest In Peace!”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, klaim bahwa Donald Trump keliru menulis tweet terkait kematian Maradona adalah klaim yang keliru.
Fakta, Sejak Maradona meninggal pada 26 November 2020 hingga saat ini, Donald Trump tidak mengucapkan duka cita atas legenda sepak bola Argentina tersebut di Twitter. Gambar tweet yang beredar dalah gambar editan atau suntingan.
Dilansir dari Tempo.co, untuk memverifikasi gambar tangkapan layar tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri cuitan Donald Trump di akun Twitter resminya, @realDonaldTrump, pada 25-27 November 2020 dengan Account Analysis dan Twitter Advanced Search.
Namun, tidak ditemukan cuitan Trump yang berisi ucapan belasungkawa atas meninggalnya Maradona tersebut. Cuitan Trump lebih didominasi dengan cuitan soal politik, terutama setelah kalah dari Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS 2020.
Tempo kemudian menggunakan Politwoops untuk mengecek cuitan Trump di Twitter yang telah dihapus pada rentang waktu yang sama. Namun, Tempo juga tidak menemukan cuitan yang berisi ucapan duka cita atas meninggalnya Maradona tersebut yang telah dihapus oleh Trump.
Tempo pun membandingkan tampilan cuitan dalam gambar tangkapan layar tersebut dengan tampilan cuitan yang asli di Twitter, dan ditemukan kejanggalan lain dalam gambar tangkapan layar itu. Dalam gambar tangkapan layar tersebut, terdapat bagian kosong yang cukup lebar di antara cuitan dengan jumlah komentar, retweet, serta like. Dalam tampilan di Twitter, jarak antara cuitan dengan jumlah komentar, retweet, serta like tidak selebar itu. Dalam gambar tangkapan layar tersebut, cuitan juga terletak di bawah foto profil. Dalam tampilan di Twitter, cuitan berada di sisi kanan foto profil.
Fakta, Sejak Maradona meninggal pada 26 November 2020 hingga saat ini, Donald Trump tidak mengucapkan duka cita atas legenda sepak bola Argentina tersebut di Twitter. Gambar tweet yang beredar dalah gambar editan atau suntingan.
Dilansir dari Tempo.co, untuk memverifikasi gambar tangkapan layar tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri cuitan Donald Trump di akun Twitter resminya, @realDonaldTrump, pada 25-27 November 2020 dengan Account Analysis dan Twitter Advanced Search.
Namun, tidak ditemukan cuitan Trump yang berisi ucapan belasungkawa atas meninggalnya Maradona tersebut. Cuitan Trump lebih didominasi dengan cuitan soal politik, terutama setelah kalah dari Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS 2020.
Tempo kemudian menggunakan Politwoops untuk mengecek cuitan Trump di Twitter yang telah dihapus pada rentang waktu yang sama. Namun, Tempo juga tidak menemukan cuitan yang berisi ucapan duka cita atas meninggalnya Maradona tersebut yang telah dihapus oleh Trump.
Tempo pun membandingkan tampilan cuitan dalam gambar tangkapan layar tersebut dengan tampilan cuitan yang asli di Twitter, dan ditemukan kejanggalan lain dalam gambar tangkapan layar itu. Dalam gambar tangkapan layar tersebut, terdapat bagian kosong yang cukup lebar di antara cuitan dengan jumlah komentar, retweet, serta like. Dalam tampilan di Twitter, jarak antara cuitan dengan jumlah komentar, retweet, serta like tidak selebar itu. Dalam gambar tangkapan layar tersebut, cuitan juga terletak di bawah foto profil. Dalam tampilan di Twitter, cuitan berada di sisi kanan foto profil.
Kesimpulan
Gambar editan / suntingan. Sejak Maradona meninggal pada 26 November 2020 hingga saat ini, Donald Trump tidak mengucapkan duka cita atas legenda sepak bola Argentina tersebut di Twitter.
Rujukan
[SALAH] “VIRAL VIDEO SUSI MENARI USAI MNTRI EDHY DTNGKP KPK”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/12/2020
Berita
Akun Zona Politik (fb.com/103129951580871) mengunggah video yang memperlihatkan Susi Pudjiastuti yang sedang menari di atas pecahan beling dengan narasi sebagai berikut:
“BERITA PALING POPULER HARI INI ~VIRAL VIDEO SUSI MENARI USAI MNTRI EDHY DTNGKP KPK~INFO TERKINI
“BERITA PALING POPULER HARI INI ~VIRAL VIDEO SUSI MENARI USAI MNTRI EDHY DTNGKP KPK~INFO TERKINI
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Susi Pudjiastuti menari di atas pecahan beling setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK adalah klaim yang salah.
Faktanya, video tarian Susi Pudjiastuti itu direkam 15 November 2020 sebelum Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Rabu dini hari (25/11/2020) di Bandara Soekarno-Hatta.
Video asli, diunggah di akun Twitter terverifikasi milik Susi Pudjiastuti pada 22 November 2020.
“Hayooo … percaya tidak kalau ini betulan … Di Bukittinggi, 15 November ..” tulis Susi.
Seperti diberitakan, KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Penangkapan Edhy Prabowo terkait dengan ekspor benur atau benih lobster.
“Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu (25/11/2020).
Penangkapan terjadi pada malam dini hari tadi di Bandara Soekarno-Hatta. KPK juga menangkap sejumlah orang dari KKP. Istri Edhy Prabowo juga dikabarkan ikut diamankan. Edhy Prabowo ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sepulang dari Amerika Serikat. Usai ditangkap, rombongan dibawa dan tiba di gedung KPK. Penyidik KPK Novel Baswedan terlihat masih berada di gedung KPK saat rombongan tiba.
Faktanya, video tarian Susi Pudjiastuti itu direkam 15 November 2020 sebelum Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Rabu dini hari (25/11/2020) di Bandara Soekarno-Hatta.
Video asli, diunggah di akun Twitter terverifikasi milik Susi Pudjiastuti pada 22 November 2020.
“Hayooo … percaya tidak kalau ini betulan … Di Bukittinggi, 15 November ..” tulis Susi.
Seperti diberitakan, KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Penangkapan Edhy Prabowo terkait dengan ekspor benur atau benih lobster.
“Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu (25/11/2020).
Penangkapan terjadi pada malam dini hari tadi di Bandara Soekarno-Hatta. KPK juga menangkap sejumlah orang dari KKP. Istri Edhy Prabowo juga dikabarkan ikut diamankan. Edhy Prabowo ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sepulang dari Amerika Serikat. Usai ditangkap, rombongan dibawa dan tiba di gedung KPK. Penyidik KPK Novel Baswedan terlihat masih berada di gedung KPK saat rombongan tiba.
Kesimpulan
Video tarian Susi Pudjiastuti itu direkam 15 November 2020 sebelum Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Rabu dini hari (25/11/2020) di Bandara Soekarno-Hatta.
Rujukan
Sesat, Unggahan Foto Pria Kulit Hitam yang Tertukar Posisi Tangan dan Kakinya
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 01/12/2020
Berita
KLAIM
Foto seorang pria kulit hitam yang terlihat tertukar posisi kaki dan tangannya beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, terlihat bahwa pria itu memakai piyama bermotif dengan warna merah muda dan coklat. Tertulis pula teks di atas foto itu, "55 tahun nasib buruk jika kamu mengabaikan foto ini."
Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Coree, tepatnya pada 27 November 2020. Akun itu tidak memberikan narasi apa pun. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah mendapatkan lebih dari 300 reaksi dan 42 komentar serta dibagikan lebih dari 500 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Coree.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolSource, Yandex, dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto ini telah beredar sejak 2017. Pria dalam foto tersebut adalah aktor Nollywood, industri film Nigeria, yang bernama Tunde Usman alias Okele. Foto ini diambil saat Okele sedang berperan dalam sebuah film.
Di Twitter, foto serupa pernah diunggah oleh akun Instagram @hargahot pada 13 Oktober 2017. Akun ini menulis narasi dalam bahasa Persia yang jika diterjemahkan berarti, “Menurut surat kabar, seorang pria yang tinggal di Guinea, Afrika, lahir dengan dislokasi anggota badan!”
Foto tersebut juga pernah diunggah oleh akun Instagram @omgdacomedian pada 26 Mei 2019 dengan narasi dalam bahasa Inggris yang jika diterjemahkan berarti, "Dia tidur dengan istri orang lain dan beginilah hasilnya. Hati-hati kawan." Namun, dalam keterangannya, akun ini menyertakan tagar #okele.
Di Nigeria, foto-foto Okele dengan posisi tangan dan kaki yang tertukar ini juga pernah viral. Seperti narasi dalam unggahan akun Instagram @omgdacomedian, beberapa warganet mengatakan tangan dan kaki pria itu tertukar akibat tidur dengan istri orang lain.
Dilansir dari situs yang berbasis di Nigeria, Information Nigeria, tangan dan kaki yang posisinya tertukar dalam foto-foto tersebut adalah hasil karya penata rias Nollywood, Hakeem Effect, dan pria dalam foto itu adalah aktor film asal Yoruba. Hakeem pernah memenangkan penghargaan dari Africa Magic Viewer's Choice Award (AMVCA) sebagai penata rias terbaik Nollywood.
Namun, dikutip dari situs cek fakta Hoax or Fact, tangan dan kaki yang posisinya tertukar dalam foto-foto tersebut bukanlah hasil karya Hakeem Effect yang bernama asli Hakeem Onilogbo Ajibola. Situs tersebut mengkonfirmasi Hakeem secara langsung, yang memastikan bahwa tangan dan kaki yang posisinya tertukar itu dibuat dengan efek khusus, bukan karyanya.
Pria dalam foto tersebut merupakan aktor Nigeria, Okele, yang sedang berperan dalam sebuah film. Okele pernah membagikan foto itu di akun Instagram-nya, @okele_2, pada 9 Agustus 2019. Terdapat pula foto lain yang juga memperlihatkan posisi tangan dan kakinya yang tertukar, namun ketika itu ia sedang duduk di tanah.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, unggahan akun Facebook Coree berupa foto pria kulit hitam yang tertukar posisi tangan dan kakinya, menyesatkan. Akun ini tidak memberikan konteks bahwa foto tersebut diambil di tengah proses pembuatan sebuah film. Pria dalam foto itu adalah aktor Nigeria yang bernama Tunde Usman alias Okele. Tangan dan kaki Okele yang posisinya tertukar ini dibuat dengan efek khusus.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
Halaman: 7033/8542



