• [SALAH] Rekrutmen Kerja Oleh PT PLN Yogyakarta pada November 2020

    Sumber: Tangkapan Layar
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita

    “UNDANGAN PANGGILAN TES REKRUTMEN UMUM PT PLN (PERSERO)
    TINGKAT SMA/SMK – S1 TAHUN 2020
    LOKASI YOGYAKARTA

    Kepada Yth.
    Peserta Tes

    Di Tempat

    Bersama undangan ini, Anda dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi dan berhak mengikuti Tes Lokasi Kota Yogyakarta.

    Adapun Tes, akan dilaksanakan pada:

    Hari/Tanggal : Jumat, 20 November 2020 s/d Sabtu, 21 November 2020
    Tempat: Kantor PLN Yogyakarta
    Alamat: Kantor PLN Yogyakarta
    Waktu: 10.00 WIB – Selesai”\

    rekrutmen.plnaemail

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah tangkapan layar berupa surat yang mengatasnamakan PLN. Isi pada tangkapan layar tersebut perihal undangan panggilan tes rekrutmen umum PT PLN (PERSERO) tingkat SMA/SMK – S1 lokasi Yogyakarta. Pada surat tersebut terdapat informasi tes akan dilaksanakan pada Jumat, 20 November 2020 s/d 21 November 2020 di Kantor PLN Yogyakarta pada jam 10.00 WIB.

    Setelah ditelusuri pada rekrutmen.pln.co.id, informasi tes rekrutmen pada 20-21 November 2020 di Yogyakarta tersebut tidak ada. Pada website tersebut ditemukan informasi tes yang dilakukan PT PLN Yogyakarta terakhir dilakukan pada 07 September – 20 September 2019 untuk jenjang pendidikan S1/D-IV, D-III.

    Pada website resmi PLN juga terdapat berita bahwa pada tanggal 21-22 Maret 2017 terdapat tahap awal berupa tes akademik dan Bahasa Inggris (Akding). Tes Akding yang juga merupakan tahapan lanjutan dari keseluruhan rangkaian tahapan rekrutmen sebelumnya di Career Days UGM ke 21 yang berlokasi di Jogja Expo Center (JEC) pada 25-26 Februari 2017.

    Dengan demikian informasi tentang panggilan tes rekrutmen umum PT PLN (PERSERO) tingkat SMA/SMK – S1 yang berlokasi Yogyakarta tidak benar. PT PLN Yogyakarta terakhir kali melakukan tes rekrutmen pada 07 September – 20 September 2019 untuk jenjang pendidikan S1/D-IV, D-III, sehingga hal ini masuk dalam kategori konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, PT PLN Yogyakarta terakhir melakukan tes pada 07 September – 20 September 2019 untuk jenjang pendidikan S1/D-IV, D-III.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] COVID-19 adalah Akronim dari “Certification Of Vaccination Identification 2019” dan Penanaman Barcode Implan di Wuhan pada Tahun 2019

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita

    NARASI:

    “COVID-19 adlh,
    C – Certification
    O – Of
    V – Vaccination
    ID – IDentification
    19 – 2019
    Artinya adlh,
    Sertifikat sbg tanda bukti telah divaksin,
    Yakni berbentuk Bar Code, spt yg tertera pada barang2 yg dijual di swalayan yg jumlahnya ada 13 bar.
    Mereka mengatakan covid adlh corona virus,
    Namun nyatanya adlh Barcode, yakni barcode yg akan diimplankan di bagian tertentu pd tubuh manusia, spt jidad, leher, ataupun lengan yg menunjukkan orang tsb sdh divaksin.
    Dan program pemasangan barcode itu dieksekusi pelaksanaannya pd akhir 2019, di kota Wuhan, RRC
    Setiap orang pny barcode sendiri2,
    Layaknya barang, jika tdk ada barcodenya, barang tsb tdk bisa masuk swalayan,
    Maka nanti, orang yg tdk memiliki tanda barcode pd tubuhnya, mereka tdk bisa masuk ke dlm tempat perbelanjaan, pelayanan umum, pelayanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dll […] (narasi dilanjutkan setelah bagian Referensi)

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dari akun Facebook Qidjwini Qorni dengan narasi yang berisikan klaim bahwa COVID-19 adalah akronim dari “Certification Of Vaccination Identification 2019” dan adanya penanaman barcode implan di Wuhan pada tahun 2019. Postingan ini disukai sebanyak 35 kali dan disebarkan kembali sebanyak 26 kali.

    Hoax ini sudah pernah beredar sejak bulan Septermber 2020 lalu dengan narasi yang berbeda, berdasarkan media briefing oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktor Umum WHO menjelaskan bahwa nama resmi penyakit COVID-19 dengan penjabaran “CO” merujuk pada Corona, “VI” merujuk pada virus, dan “D” merujuk pada disease atau penyakit, istilah lain sebelum menggunakan kata COVID-19 adalah 2019-nCoV atau 2019 Novel Coronavirus. COVID-19 sendiri disebabkan oleh virus korona jenis baru yaitu SARS-CoV-2.

    Menurut artikel berita nypost.com, lebih dari 4000 orang di Swedia menerima implan mikrochip yang dipasangkan di bawah kulit tangan untuk kegiatan sehari-hari, memonitor kesehatan, menggantikan penggunaan kartu kredit dan uang kertas serta membuka pintu kantor dan gedung layaknya kartu kunci. Jowan Österlund sebagai perintis dari teknologi tersebut menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan aman tetapi tidak luput dari beberapa potensi kejahatan cybercrime seperti kepemilikian data yang dipersonalisasi, integrasi microchip dengan sistem lain dan data sharing mengingat meningkatnya cybercrime di Swedia akhir dekade ini.

    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim COVID-19 adalah akronim dari “Certification Of Vaccination Identification 2019” dan adanya penanaman barcode implan di Wuhan pada tahun 2019 adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Klaim tersebut tidak benar, istilah COVID-19 bukanlah sebuah akronim tetapi singkatan dari Coronavirus Disease 2019. Teknologi chip implan ini sendiri sudah pernah digunakan pada tahun 2019 di Swedia yang dapat memonitor kesehatan dan menggantikan kartu kerdit dan uang kertas dalam bertransaksi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Lowongan Kerja di Transjakarta

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita

    “Penerimaan Lowongan kerja di Transjakarta nih.”

    NARASI DALAM GAMBAR:

    “Lowongan Kerja
    Dibutuhkan Ratusan Pengemudi Bus Dan Satgas Pengamanan Serta Petugas Cuci Bus Dengan GAJI YANG TIDAK MENGECEWAKAN

    Kode Lamaran Agar ditulis di Pojok Kanan Atas:
    1. Satgas Pengamanan (SP);
    2. Pengemudi Bus (PB);
    3. Cleaning Service/Cuci Bus (CS/CM);
    Dengan Persyaratan Sebagai Berikut:
    1. Pria Dan Wanita;
    2. Pengemudi Bus Usia Min: 27 Th, Max: 47 Th;
    3. Satgas Pengamanan Dan Petugas Cleaning Service/Cuci Bus Usia Min: 19 Th Dan Max: 30 Th;
    4. Pendidikan Sebagai Berikut:
    – Pengemudi Bus dan Petugas Cleaning Service/Cuci Bus Min: SLTP;
    – Satgas Pengamanan Min: SLTA;
    5. Tinggi Badan Sebagai Berikut:
    – Pengemudi Bus Min: 163 Cm dan Bagi Wanita Min: 158 Cm
    – Satgas Pengamanan Pria Min: 163 Cm dan Bagi Wanita Min: 160 Cm

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Facebook Jimmy mengunggah sebuah foto (19/11) yang menunjukkan informasi tentang lowongan kerja di PT Transjakarta sebagai pengemudi bus, satgas pengamanan, serta petugas cuci bus. Dalam foto tersebut juga dicantumkan logo PT Transjakarta.

    Melansir dari Kompas.com, Plt. Sekretaris Perusahaan dan Humas PT Transjakarta, Angelina Betris, menyatakan bahwa PT Transjakarta masih belum membuka lowongan pekerjaan seperti yang beredar. Angelina juga menyatakan bahwa lowongan pekerjaan di Transjakarta hanya akan dipublikasikan melalui situs resmi transjakarta.co.id maupun melalui media sosial resmi Transjakarta. Akun Facebook resmi PT Transjakarta, PT. Transportasi Jakarta, juga telah mengunggah imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan kerja yang mengatasnamakan Transjakarta.

    Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh pengguna Facebook Jimmy tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Faktanya, PT Transjakarta telah menyatakan bahwa lowongan kerja di Transjakarta hanya akan dipublikasikan melalui situs resmi transjakarta.co.id maupun media sosial resmi Transjakarta.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Joe Biden Mengangkat Orang India sebagai Penasehat Politik

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “#Bignews Presiden baru Amerika, Joe Biden, telah menunjuk Ahmed Khan yang berasal dari India sebagai penasehat politik. Patut diketahui bahwa Ahmeh Khan adalah orang India dan berasal dari Hyderabad. Ini adalah politik tanpa diskriminasi”

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Facebook Ashraf Ali mengunggah serangkaian foto (11/11) yang menunjukkan Joe Biden bersama dengan seorang pria India bernama Ahmed Khan. Dalam unggahan tersebut, juga disertakan keterangan yang menyatakan bahwa Ahmed Khan telah ditunjuk oleh Biden sebagai penasehat politik.

    Berdasarkan hasil penelusuran, Ahmed Khan bukan merupakan penasehat politik Biden, melainkan merupakan anggota tim ‘Draft Biden 2016’ atau dikenal juga dengan nama ‘Ridin’with Biden’, yaitu sebuah tim yang berusaha mendorong Biden untuk maju dalam pemilihan presiden tahun 2016 yang lalu. Melansir dari situs resmi ‘Biden-Harris Transition’, penasehat politik yang telah ditunjuk oleh Biden adalah Steve Ricchetti dan Cedric Richmond.

    Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh pengguna Facebook Ashraf Ali tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang salah / False Context.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra (Universitas Diponegoro)

    Informasi yang salah. Faktanya, Ahmed Khan merupakan anggota Draft Biden 2016, bukan merupakan anggota badan penasehat Joe Biden.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini