• Keliru, Klaim Komnas HAM Diam dalam Teror Sigi Tapi Aktif dalam Kasus FPI

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 14/12/2020

    Berita


    Sebuah akun Twitter, @MrsRachelIn, mencuit bahwa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM hanya diam saat terjadi aksi teror di Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah. Dalam aksi teror tersebut, empat orang dalam satu keluarga tewas setelah dianiaya oleh orang tak dikenal pada 27 November 2020.
    Akun tersebut kemudian membandingkan sikap itu dengan sikap Komnas HAM terkait peristiwa penembakan enam anggota Front Pembela Islam ( FPI ) hingga tewas oleh polisi di Tol Cikampek pada 7 Desember 2020. Komnas HAM membentuk tim khusus untuk menginvestigasi kasus ini.
    "Waktu ada Warga sigi dipenggal & 4 meninggal knp Komnas Ham diam? Apakah karna tdk ada kpntingan politik nyawa orang tdk berharga?" demikian narasi yang ditulis oleh akun @MrsRachelIn pada 8 Desember 2020. Akun ini juga mencantumkan tautan berita dari CNN Indonesia yang berjudul "Komnas HAM Bentuk Tim Dalami Bentrokan Polisi-Pendukung FPI".

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait tanggapan Komnas HAM atas aksi teror di Sigi lewat mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan sejumlah berita yang memaparkan tindakan dan respons Komnas HAM terkait pembunuhan terhadap empat warga Sigi yang diduga dilakukan oleh kelompok Muhajidin Indonesia Timur (MIT) itu.
    Dilansir dari berita Kompas.com pada 30 November 2020, Komnas HAM juga membentuk tim untuk melakukan pemantauan langsung di lokasi teror yang menewaskan empat orang dalam satu keluarga di Desa Lembantongoa, Sigi pada 27 November 2020.
    Menurut Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam, tim yang dipimpin oleh Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng Dedi Askari itu akan bertolak ke Sigi pada 30 November 2020. Selain melakukan pemantauan, Anam menyebut bahwa tim berencana untuk menemui korban.
    "Hasil dari pemantauan ini penting bagi kami dan juga bagi upaya penanganan terorisme," kata Anam. Selain mengkonfirmasi berbagai informasi, termasuk dugaan pelaku dari kelompok MIT, hasil pemantauan akan digunakan sebagai bahan untuk memberi masukan kebijakan dan tata kelola penanganan terorisme.
    Dikutip dari berita JPNN pada 2 Desember 2020, selain menelisik informasi pelaku, Anam mengatakan bahwa Komnas HAM akan meneliti dugaan aparat keamanan bobol dalam menjaga Sigi dari serangan kelompok MIT. Menurut dia, kinerja Satgas Tinombala sebenarnya sudah baik.
    Anam menuturkan satgas yang dibentuk secara khusus untuk menumpas kelompok MIT itu sudah mampu memetakan teroris di wilayahnya. Bahkan, tim tersebut tahu sosok yang masih berkeliaran di wilayah tugasnya. Hanya saja, kata dia, peristiwa pembunuhan terhadap satu keluarga tersebut tetap terjadi.
    Komisioner Komnas HAM lainnya, Amiruddin Al Rahab, juga pernah memberikan pernyataan terkait aksi teror Sigi itu. Dilansir dari Kompas.com, dia meminta Polri segera menangkap pelaku pembunuhan di Sigi. Dia pun mengutuk aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok MIT pimpinan Ali Kalora itu.
    Amiruddin juga meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi serta aparat keamanan menjamin keselamatan masyarakat. Dia pun mendesak pemerintah mencegah hal yang sama terulang. Selain itu, dia mengajak semua pihak ambil andil dalam mencegah tindakan intoleransi.
    Komnas HAM dalam kasus FPI
    Berdasarkan arsip berita Tempo pada 7 Desember 2020, pasca terjadinya penembakan terhadap anggota FPI oleh polisi di Tol Cikampek, Komnas HAM membentuk tim untuk mendalami informasi dan mengumpulkan fakta-fakta terkait peristiwa tersebut. Komnas HAM telah menggali keterangan dari FPI.
    Pada 14 Desember 2020, Komnas HAM pun telah memanggil Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran terkait insiden tersebut. Menurut Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Fadil telah memberikan sejumlah informasi, data, dan barang bukti yang diminta oleh pihaknya.
    Namun, hingga kini, Komnas HAM masih belum menyampaikan ada atau tidaknya indikasi pelanggaran HAM dari kepolisian dalam insiden tersebut. Menurut Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, lembaganya kini tengah fokus untuk mengumpulkan barang bukti sebanyak mungkin.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa Komnas HAM hanya diam saat terjadi aksi teror di Sigi, padahal aktif dalam pengungkapan kasus penembakan anggota FPI, keliru. Menurut pemberitaan, setelah terjadinya aksi teror di Sigi pada 27 November 2020, Komnas HAM membentuk tim untuk melakukan pemantauan langsung di lokasi serta menelisik informasi pelaku.
    JUAN ROBIN | ANGELINA ANJAR SAWITRI
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “Pemerintah sudah launching 2 mobil esemka terbaru series J-Owi warna hitam elegan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/12/2020

    Berita

    Akun Daniel Rio Tjandra (fb.com/100040785875752) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:

    “Woooowwwwwww di rezim kali ini, pemerintah sudah launching 2 mobil esemka terbaru. Kalau ini series J-Owi loh dengan warna hitam elegan cocok untuk di sumbangkan kalau kita terkena kasus korupsi”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa pemerintah sudah meluncurkan 2 mobil Esemka terbaru series J-Owi warna hitam adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan mobil produk Esemka. Mobil di foto tersebut adalah mobil Bugatti La Voiture Noire. Foto yang diunggah oleh sumber klaim telah diedit dengan menambahkan logo Esemka.

    Foto yang identik, diunggah pada artikel berjudul “Bugatti La Voiture Noire revealed as most expensive new car of all time” yang dimuat di situs autocar.co.uk pada 6 Maret 2019. Di foto itu, pada bagian depan mobil terdapat lambang Bugatti, bukan logo Esemka seperti yang ada di foto yang diunggah oleh sumber klaim.

    La Voiture Noire yang berarti “The Black Car” diluncurkan pada tahun 2019 pada Geneva Motor Show. La Voiture Noire diciptakan untuk merayakan ulang tahun ke-110 Bugatti, sekaligus sebagai penghormatan kepada model Type 57SC Atlantic yang legendaris.

    Sementara itu, Esemka sendiri tidak meluncurkan mobil dengan seri J-Owi. Saat ini, tercatat ada 8 mobil Esemka yang sudah siap produksi dan masuk pasar otomotif Tanah Air. Ke-8 mobil tersebut adalah mobil Esemka Bima 1.3 (4×2) MT, Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T, dan Borneo 2.7D (4×2) M/T, Bima 1.0 (4×2) MT dan Bima 1.3 L (4×2) MT, serta Garuda 2.0 (4×4) MT.

    Kesimpulan

    BUKAN mobil produk Esemka. Mobil di foto tersebut adalah mobil Bugatti La Voiture Noire. Foto yang diunggah oleh sumber klaim telah disunting dengan menambahkan logo Esemka.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pendaftaran Relawan COVID-19 di Wisma Atlet

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/12/2020

    Berita

    “Yth Bapak/Ibu,
    Mohon ijin…🙏🙏🙏
    Bisakah mencarikan volunteer tenaga kesehatan untuk merawat pasien covid 19 di wisma atlit jakarta yg akan dibuka senin ini?
    Apabila ada bisa hubungi saya… terimakasih…
    Dr. Irna
    +6281212729543
    Kemenkes
    (Batas usia 40 thn maksimal)
    Gaji Rp.6,3 juta dapet mes
    Ini link pendaftarannya👇
    http://tiny[dot]cc/Volunteer_COVID19
    Teman2 mhn bantuannya share ini ya.. saat ini yg mendaftar masih 140an org. Sementara kebutuhannya 800 org. Terima kasih. 🙏🏻🙏🏻”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Sairudin berupa narasi dengan klaim bahwa adanya rekrutmen relawan COVID-19 yang akan ditugaskan di Wisma Atlet, Jakarta. Postingan ini telah dikomentari sebanyak 7 kali dan disukai sebanyak 2 kali.

    Hoax ini merupakan hoax daur ulang yang pernah beredar sejak bulan Maret 2020 dengan menambahkan link form pendaftaran. Berdasarkan artikel pada kemkes.go.id, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan membuka 3 jalur resmi dalam rekrutmen tenaga kesehatan untuk penanganan COVID-19 sedangkan pendaftaran melalui jalur melalui pesan berantai tidak termasuk jalur pendaftaran resmi Kemenkes. Kemenkes melakukan rekrutmen melalui organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI, IAI, PAFI, HAKLI, PATE LKI, PERSAGI, PARI dan lain-lain.

    Jalur lainnya seperti melalui Calon Peserta Nusantara Sehat Individual dengan mengakses website www.nusantarasehat.kemkes.go.id dan yang terakhir melaui Poltekkes Kemenkes Jakarta I, II, III, Poltekkes Kemenkes Bandung, dan Poltekkes Kemenkes Banten. Dr. Irna yang namanya dicatut dalam pesan berantai tersebut mengklarifikasi bahwa nomor Whatsapp pada narasi itu bukanlah dirinya.

    “Selamat malam saya dr Irna…ingin mengklarifikasi aras wa yg tersebar dengan menyebutkan nama saya sebagai kontak person untuk penerimaan volunteer covid 19, wa tersebut mohon untuk diabaikan, karena wa tersebut bukan official dari Kem Kesehatan. Tolong disampaikan kepada yang membroadcast untuk take down broadcast yang tidak benar tersebut. Terimakasih” tulis Dr. Irna melalui Whatsapp.

    Melihat dari penjelasan tersebut, rekrutmen relawan COVID-19 di Wisma Atlet, Jakarta adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Informasi yang salah. Faktanya, rekrutmen relawan COVID-19 sudah selesai sejak 20 Maret 2020 lalu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Banjir Bandang di Sampang, Madura pada 10 Desember 2020

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 13/12/2020

    Berita

    “Banjir bandang di sampang madura hari ini 10 desember 2020.. 😷😷😷”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Hoss Markito berupa video banjir bandang yang menyeret beberapa mobil dengan keterangan bahwa banjir bandang tersebut terjadi di Sampang, Madura pada 10 Desember 2020. Video ini berdurasi 26 detik dan telah ditonton sebanyak 146 kali.

    Setelah ditelusuri, ternyata video tersebut diambil di Perumahan Pondok Gede, Jatiasih, Bekasi pada 2 Januari 2020 dan beredar beberapa video amatir yang serupa di Youtube dengan keterangan bahwa banjir tersebut terjadi di Bekasi. Sampang dilanda banjir akibat luapan air Sungai Kemuning pada 9 Desember 2020 yang mengakibatkan jalur Surabaya-Madura terputus hingga hari Kamis lalu, polisi kemudian mengalihkan kendaraan dari arah Sumenep-Pamekasan ke jalur utara. Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menjelaskan bahwa kondisi saat ini banjir di Sampang, Madura sudah surut dan pihaknya telah turun untuk melakukan pengecekan kondisi banjir dan memberikan bantuan pada masyarakat yang terdampak.

    Melihat dari penjelasan tersebut, Video banjir bandang di Sampang, Madura pada 10 Desember 2020 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Informasi yang salah. Faktanya, video tersebut terjadi pada bulan Januari 2020 lalu di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Bekasi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini