[Fakta atau Hoaks] Benarkah Covid-19 Bohong Belaka Jika Besok Tak Ada Pendemo UU Cipta Kerja yang Sakit atau Meninggal?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 15/10/2020
Berita
Klaim bahwa Covid-19 bohong belaka jika besok tidak ada pendemo Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sakit atau meninggal beredar di media sosial. Klaim ini beredar di tengah munculnya demonstrasi di berbagai daerah yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 lalu.
Di Facebook, klaim itu diunggah salah satunya oleh akun Aries Dasilva, tepatnya pada 7 Oktober 2020. Klaim ini terdapat dalam sebuah gambar dengan foto yang memperlihatkan kerumunan massa di depan sebuah gerbang gedung. Dalam foto itu, terlihat pula semprotan air yang ditembakkan ke arah massa.
Selain foto tersebut, gambar itu juga memuat teks yang berbunyi: "Mereka yg turun ke jalanan Hari ini jika besok mereka masih Hidup Dan sehat, Artinya perihal CORONA hanya Politik&Bisnis semata. selama ini Kita di BODOHI Dan di Bohongi."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Aries Dasilva.
Artikel ini akan berisi pemeriksaan fakta terhadap dua hal, yakni:
Hasil Cek Fakta
Terkait foto
Berdasarkan penelusuran jejak digital dengan reverse image toolGoogle dan Yandex, ditemukan bahwa foto tersebut merupakan foto demonstrasi mahasiswa pada 2019 silam, sebelum disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 kemarin dan memicu demonstrasi di sejumlah daerah. Foto ini berasal dari video yang ditayangkan oleh KompasTV pada 23 September 2019.
Video berdurasi 10 jam 35 menit tersebut diberi judul "BREAKING NEWS - LIVE Terkini Demo Mahasiswa Tolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK di DPR". Foto yang terdapat dalam gambar unggahan akun Aries Dasilva diambil dari cuplikan video tersebut pada jam 6:22:15.
Foto yang identik juga pernah dimuat oleh Tribunnews dalam beritanya pada 24 September 2019 yang berjudul "BREAKING NEWS - Demo Mahasiswa di DPR Ricuh, Polisi Tembakan Water Canon, Massa dan Polisi Bentrok". Dalam foto tersebut, di pojok kiri atas, terdapat logo KompasTV.
Terkait klaim Covid-19 bohong belaka
Kandidat PhD Ilmu Kedokteran di Kobe University, Adam Prabata, dalam akun Instagram-nya, pada 10 Oktober 2020 menyatakan klaim bahwa "kalau besok atau minggu depan tidak ada yang sakit atau meninggal karena Covid-19 di antara yang ikut demo, maka kita selama ini dibohongi" keliru. Klaim ini cenderung dapat menggiring opini publik ke arah yang kurang tepat.
Menurut Adam, orang yang tertular Covid-19 tidak akan langsung sakit dan menunjukkan gejala. Rata-rata, dibutuhkan waktu sekitar 4-5 hari, atau bahkan 14 hari, untuk seseorang menunjukkan gejala sejak terinfeksi Covid-19, yang dikenal sebagai masa inkubasi.
Selain itu, orang yang tertular Covid-19 dan mengalami gejala berat pun perlu waktu hingga ia akhirnya meninggal. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), waktu untuk seseorang meninggal akibat Covid-19 adalah sekitar 2-8 minggu sejak munculnya gejala. "Jadi, kalau ada yang meninggal akibat tertular Covid-19 saat demonstrasi itu enggak akan langsung minggu depan juga," ujarnya.
Adam juga menjelaskan tidak semua orang yang terinfeksi Covid-19 akan terlihat sakit dan bergejala. Sekitar 40-45 persen orang yang terinfeksi Covid-19 diduga tidak bergejala. Mayoritas peserta demo pun berusia muda, yang berpotensi tidak bergejala jika terinfeksi Covid-19. Orang tidak bergejala ini belum tentu diperiksa dan tercatat sebagai kasus Covid-19. Dengan demikian, ada potensi jumlah kasus tidak meningkat drastis.
Selain itu, menurut Adam, risiko pendemo yang mayoritas berusia muda tersebut untuk meninggal akibat Covid-19 cenderung lebih rendah. "Yang berisiko adalah seandainya pendemo tertular, kemudian menulari keluarga di rumah yang berusia tua dan punya penyakit lain," katanya.
Di sisi lain, Adam mengatakan bahwa pemeriksaan Covid-19 lewat PCR di Indonesia masih bermasalah. Hasil pemeriksaan baru keluar hingga sepekan pasca swab dilakukan. Jumlah pemeriksaan PCR di berbagai daerah pun masih di bawah standar WHO. Bila terjadi kenaikan kasus Covid-19 akibat demonstrasi, kata Adam, "Belum tentu akan terdeteksi bisa kemampuan pemeriksaan PCR tidak memadai."
Setelah virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, pertama kali muncul di Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019, memang tersebar berbagai rumor palsu tentang misteri asal-usul virus. Salah satunya adalah bahwa SARS-CoV-2 merupakan rekayasa belaka. Namun, seluruh versi teori ini tidak memiliki pijakan bukti dan penjelasan secara sains.
Bukti-bukti yang ada justru menunjukkan bahwa virus itu kemungkinan menular ke manusia dari hewan yang belum teridentifikasi, seperti yang pernah terjadi di masa lalu pada jenis virus Corona lain. SARS-CoV pada 2002-2003 misalnya, diperkirakan berasal dari kelelawar dan menyebar ke manusia melalui musang. Pada 2012, muncul pula MERS-CoV yang kemungkinan berasal dari kelelawar, dan menyebar ke manusia melalui unta.
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 30 Maret 2020, hasil studi yang dipimpin oleh Kristian Andersen, profesor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research Institute, California, AS, pun telah membantah rumor bahwa virus Corona Covid-19 sengaja dibuat atau produk rekayasa laboratorium. Menurut studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine ini, virus Corona penyebab Covid-19 adalah buah dari proses evolusi alami.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Covid-19 bohong belaka jika besok tidak ada pendemo UU Cipta Kerja yang sakit atau meninggal" menyesatkan. Pertama, foto yang menyertai klaim tersebut merupakan foto demonstrasi mahasiswa yang menolak RUU KUHP dan revisi UU KPK pada September 2019. Kedua, masa inkubasi rata-rata Covid-19 adalah 4-5 hari, bahkan bisa mencapai 14 hari. Orang yang tertular Covid-19 dan mengalami gejala berat pun perlu waktu hingga ia akhirnya meninggal. Selain itu, tidak semua orang yang terinfeksi Covid-19 akan terlihat sakit dan bergejala.
SITI AISAH
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://web.archive.org/web/20201015080016if_/
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1017857428660693&set=gm.1229876427387320&type=3&eid=ARDM3rVRKvCj83dwd-2GOMwIWzz1xdD255K9b0K_IN7c8-avquo7Gkngocn6bPjwYH8dEg3xoJklItar&_rdc=1&_rdr=
- https://www.tempo.co/tag/omnibus-law
- https://www.youtube.com/watch?v=NW5YQD9q6-I
- https://bogor.tribunnews.com/2019/09/24/breaking-news-demo-mahasiswa-di-dpr-ricuh-polisi-tembakan-water-canon-massa-dan-polisi-bentrok?page=4
- https://www.instagram.com/p/CGKEztJHgvN/
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/751/fakta-atau-hoaks-benarkah-peneliti-cina-ini-sebut-virus-corona-hanya-satu-dari-1-500-virus-yang-tersimpan-di-lab-wuhan
- https://www.tempo.co/tag/corona
- https://www.tempo.co/tag/uu-cipta-kerja
[SALAH] Calon Wakil Bupati Lucky Hakim Menghilang dari Pemilihan Bupati Indramayu
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 15/10/2020
Berita
Tersebar sebuah pesan berantai Whatsapp yang isi narasinya menyebutkan bahwa Calon Wakil Bupati Lucky Hakim dikabarkan menghilang dari Pilkada Indramayu 2020 karena keberadaannya tak diketahui teman-temannya di sana. Diketahui pesan tersebut pertama kali diposting di akun facebook Sahabat Kang Lucky Hakim, namun postingan tersebut kini telah dihapus.
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran, melansir dari tribunjabar.co.id, terkait informasi itu, Lucky Hakim telah membantahnya, dirinya mengatakan bahwa tengah berada di Jakarta karena harus mengurus keperluan pribadi baik dari sisi bisnis maupun keluarga, juga kasus penipuan yang sempat dialaminya.
“Jadi bukan menghilang, saya datang ke Jakarta mau ngurus ini (perkara penipuan),” ucap Lucky Hakim saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2020).
Adapun alasan dirinya tidak bisa dihubungi lantaran salah satu handphonenya rusak dan yang satu lagi ia matikan karena ingin fokus dengan keluarga.
“Handphone mati satu hari karena saya mau fokus sm anak saya udah sebulan nggak ketemu. Begitu ketemu saya gak mau mainan hp. Sebetulnya itu sih,” tuturnya.
Dalam hal ini, DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu mengaku sudah menerima informasi itu melalui divisi humas dan menyebut penyebar informasi itu adalah akun bodong.
Berdasarkan penjelasan tersebut, informasi yang beredar pada pesan berantai Whatsapp yang menyebutkan bahwa Calon Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim menghilang adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
“Jadi bukan menghilang, saya datang ke Jakarta mau ngurus ini (perkara penipuan),” ucap Lucky Hakim saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2020).
Adapun alasan dirinya tidak bisa dihubungi lantaran salah satu handphonenya rusak dan yang satu lagi ia matikan karena ingin fokus dengan keluarga.
“Handphone mati satu hari karena saya mau fokus sm anak saya udah sebulan nggak ketemu. Begitu ketemu saya gak mau mainan hp. Sebetulnya itu sih,” tuturnya.
Dalam hal ini, DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu mengaku sudah menerima informasi itu melalui divisi humas dan menyebut penyebar informasi itu adalah akun bodong.
Berdasarkan penjelasan tersebut, informasi yang beredar pada pesan berantai Whatsapp yang menyebutkan bahwa Calon Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim menghilang adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Rujukan
- https://tribunjabar.co.id/news/read/index/2020/10/13/disebut-menghilang-artis-lucky-hakim-akhirnya-angkat-bicara-ini-katanya-sempat-sulit-dihubungi
- https://www.tribunnews.com/seleb/2020/10/15/sempat-dikabarkan-menghilang-dari-pilkada-indramayu-lucky-hakim-beri-klarifikasi
- https://www.timesindonesia.co.id/read/news/302952/sempat-menghilang-begini-penjelasan-cawabup-lucky-hakim
[SALAH] Video “Roxy mulai di jarah welcome to era 1998”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/10/2020
Berita
Akun Virgiawan Rizky (fb.com/ghanekucing.romantis) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“Roxy mulai di jarah welcome to era 1998”
“Roxy mulai di jarah welcome to era 1998”
Hasil Cek Fakta
Faktanya, Pengelola ITC Roxy Mas dan Kapolres Jakarta Pusat membantah adanya penjarahan imbas kericuhan aksi massa pada 8 Oktober 2020. Selain itu, perekam video itu sudah meminta maaf soal rekaman videonya yang kemudian diviralkan oleh orang lain seolah-olah ada penjarahan.
Dilansir dari detikcom, Koordinator Customer Relation PT Roxy Mas Sinta Budi Hastari mengatakan kegiatan perniagaan di ITC Roxy Mas berjalan normal pada saat aksi berlangsung, Kamis (9/10). Pengunjung dan tenant-tenant juga bertransaksi seperti biasa. Namun adanya beberapa pendemo yang mencoba masuk ke ITC Roxy Mas membuat sebagian pedagang panik. Sinta juga memastikan tidak ada kerusakan yang dialami ITC Roxy Mas. Dia menyebut fasilitas gedung maupun tenant aman hingga saat ini.
“Sebenarnya pada tanggal 8 Oktober kemarin kondisi ITC Roxy Mas itu aman terkendali dan kondusif ya. Karena, walaupun demo, kita istilahnya menjaga keamanan benar-benar. Tidak ada tuh namanya berita sampai ada penjarahan di ITC Roxy Mas, apalagi sampai ada penyusup atau pendemo masuk,” kata Sinta saat ditemui detikcom di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2020).
“Jadi tidak ada berita-berita yang beredar kalau ITC Roxy Mas itu dijarah, itu tidak benar sama sekali. Kondisi tidak ada pendemo masuk dan tidak ada penjarahan. Itu benar berita hoax yang disebarkan oleh oknum SPG yang bekerja di ITC Roxy Mas,” sambungnya.
Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto membantah adanya penjarahan di ITC Roxy Mas, Jl KH Hasyim Ashari. Heru mengatakan massa memang sempat hendak masuk ke lobi ITC Roxy Mas saat kericuhan terjadi pada Kamis (8/10/2020).
Selain itu, Sales promotion girl (SPG) ITC Roxy Mas, berinisial Y (24) meminta maaf soal rekaman videonya yang kemudian diviralkan oleh orang lain seolah-olah ada penjarahan. Y mengaku menyesal telah menyebar video kepanikannya itu. Sambil menangis, Y meminta maaf. Dia mengaku tidak memiliki itikad buruk saat merekam video di ITC Roxy Mas.
Y mengaku video itu hanya dia bagikan di status WhatsApp pribadinya. Tetapi Y tidak pernah menyebut atau menulis kata-kata ‘ITC Roxy Mas dijarah’ pada unggahan videonya yang kemudian viral itu. Y menyesali videonya itu diviralkan di media sosial dengan embel-embel ‘penjarahan’. Dia pun berharap masyarakat untuk berhati-hati dalam mengunggah sebuah video ke media sosial.
Dilansir dari detikcom, Koordinator Customer Relation PT Roxy Mas Sinta Budi Hastari mengatakan kegiatan perniagaan di ITC Roxy Mas berjalan normal pada saat aksi berlangsung, Kamis (9/10). Pengunjung dan tenant-tenant juga bertransaksi seperti biasa. Namun adanya beberapa pendemo yang mencoba masuk ke ITC Roxy Mas membuat sebagian pedagang panik. Sinta juga memastikan tidak ada kerusakan yang dialami ITC Roxy Mas. Dia menyebut fasilitas gedung maupun tenant aman hingga saat ini.
“Sebenarnya pada tanggal 8 Oktober kemarin kondisi ITC Roxy Mas itu aman terkendali dan kondusif ya. Karena, walaupun demo, kita istilahnya menjaga keamanan benar-benar. Tidak ada tuh namanya berita sampai ada penjarahan di ITC Roxy Mas, apalagi sampai ada penyusup atau pendemo masuk,” kata Sinta saat ditemui detikcom di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2020).
“Jadi tidak ada berita-berita yang beredar kalau ITC Roxy Mas itu dijarah, itu tidak benar sama sekali. Kondisi tidak ada pendemo masuk dan tidak ada penjarahan. Itu benar berita hoax yang disebarkan oleh oknum SPG yang bekerja di ITC Roxy Mas,” sambungnya.
Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto membantah adanya penjarahan di ITC Roxy Mas, Jl KH Hasyim Ashari. Heru mengatakan massa memang sempat hendak masuk ke lobi ITC Roxy Mas saat kericuhan terjadi pada Kamis (8/10/2020).
Selain itu, Sales promotion girl (SPG) ITC Roxy Mas, berinisial Y (24) meminta maaf soal rekaman videonya yang kemudian diviralkan oleh orang lain seolah-olah ada penjarahan. Y mengaku menyesal telah menyebar video kepanikannya itu. Sambil menangis, Y meminta maaf. Dia mengaku tidak memiliki itikad buruk saat merekam video di ITC Roxy Mas.
Y mengaku video itu hanya dia bagikan di status WhatsApp pribadinya. Tetapi Y tidak pernah menyebut atau menulis kata-kata ‘ITC Roxy Mas dijarah’ pada unggahan videonya yang kemudian viral itu. Y menyesali videonya itu diviralkan di media sosial dengan embel-embel ‘penjarahan’. Dia pun berharap masyarakat untuk berhati-hati dalam mengunggah sebuah video ke media sosial.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita/d-5206931/pengelola-pastikan-itc-roxy-mas-tak-dijarah-suasana-kondusif
- https://news.detik.com/berita/d-5206658/itc-roxy-mas-diviralkan-dijarah-massa-begini-faktanya
- https://news.detik.com/berita/d-5207263/menangis-perekam-video-itc-roxy-mas-yang-diviralkan-dijarah-minta-maaf
[SALAH] “Heran ya, pada demo seramai ini tapi semua stasiun TV ga ada yang meliput”
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 15/10/2020
Berita
Akun TikTok @namakuhermi mengunggah sebuah video yang berisikan situasi demo menolak disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja di sejumlah wilayah di Indonesia. Dalam video tersebut akun @namakuhermi turut serta menambahkan narasi “Heran ya, pada demo seramai ini tapi semua stasiun TV ga ada yang meliput”.
Hasil Cek Fakta
Coba melakukan penelurusan pada beberapa akun Youtube milik sejumlah stasiun TV seperti halnya Kompas TV, Metro TV, CNN Indonesia dan tvOne, diketahui bahwa klaim akun @namakuhermi tidak berdasar. Pada 12 Oktober 2020, Kompas TV menjadi salah satu stasiun TV yang menyiarkan situasi demo menolak disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja pada pemberitaan berjudul “BREAKING NEWS – Situasi Terkini Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Mulai Ricuh”.
Stasiun TV lain yang juga turut menyiarkan aksi demo menolak disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja di antaranya adalah tvOne, CNN Indonesia, Metro TV, dan lain sebagainya. Berdasar pada seluruh referensi, klaim akun TikTok @namakuhermi tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Stasiun TV lain yang juga turut menyiarkan aksi demo menolak disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja di antaranya adalah tvOne, CNN Indonesia, Metro TV, dan lain sebagainya. Berdasar pada seluruh referensi, klaim akun TikTok @namakuhermi tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Rujukan
Halaman: 7144/8532



