• [SALAH] Memakai Masker Menyebabkan Kanker

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/10/2020

    Berita

    “Masks cause cancer”
    “The root cause of cancer is oxygen deficiency, which creates an acidic state in the human body.”
    “All forms of cancer have two basic conditions: acidosis and HYPOXIA (LACK OF OXYGEN: MASKS)”.

    Terjemahan:
    “Masker menyebabkan kanker”
    “Penyebab utama dari kanker adalah kurangnya oksiken, yang mana menimbulkan keadaan asam di dalam tubuh manusia.”
    “Semua bentuk kanker memiliki dua kondisi dasar: acidosis dan HYPOXIA (KEKURANGAN OKSIGEN: MASKER)”

    Hasil Cek Fakta

    Akun FB Alicia Rubi, yang diunggah pada 20 September 2020, dengan mengunggah foto yang berjudul “Masks Cause Cancer” menyebarluaskan informasi bahwa memakai masker akan menyebabkan kanker, karena kurangnya oksigen yang diterima tubuh. Unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 132 kali. Selain itu, terdapat 40 orang yang telah menyukai, diikuti dengan 33 komentar yang menyatakan menyetujui unggahan tersebut.

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, dilansir dari website learnaboutcovid19.org menjelaskan bahwa tidak ada bukti bahwa masker medis/masker kain dapat menyebabkan defisiensi oksigen yang signifikan, serta tidak menyebabkan konsekuensi negatif lain untuk kesehatan. Hal ini karena ukuran molekul oksigen dan karbon dioksida yang kecil, sehingga masker tidak menurunkan jumlah oksigen yang masuk atau tidak menambah jumlah karbon dioksida di dalam masker. Fakta ini didukung oleh penjelasan serupa yang ditulis di blog resmi American Lung Association dan situs resmi Mayo Clinic Health System.

    Terlebih lagi, kanker itu sendiri tidak disebabkan oleh defisiensi oksigen. Menurut World Health Organization (WHO), kanker bermula dari proses genetis di mana sel normal bertransformasi menjadi sel tumor. Hal ini bisa dipicu oleh tiga faktor eksternal, antara lain: (1) karsinogen fisik (sinar ultraviolet dan radiasi), (2) karsinogen kimiawi (asbes, tembakau dan zat yang terkandung dalam makanan) dan (3) karsinogen biologis (virus, bakteri, atau parasit tertentu).

    Dengan demikian, foto yang diunggah dan pernyataan yang ditulis oleh Alicia Rubi tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan, sebab akun tersebut telah menyebarkan informasi yang salah mengenai dampak negatif pemakaian masker.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra (Universitas Diponegoro)

    Informasi tersebut salah. Faktanya, memakai masker tidak menyebabkan kanker. Kanker bermula dari proses genetis di mana sel normal bertransformasi menjadi sel tumor.

    =====

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Jokowi Kabur Pura-pura Tinjau Tol Ketika Demo Omnibus Law

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/10/2020

    Berita

    “bilangnya ” kangen di demo ” ee kabur lagi, sperti dulu…pura2 tinjau tol, ampe kebelet kencing 😂😂😂”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dari akun Facebook Putri Atok Cahmrogan membagikan link artikel milik sindonews.com berjudul “Jokowi Pergi ke Luar Kota, Istana Bantah Hindari Demo Tolak Omnibus Law” dengan keterangan Jokowi kabur pura-pura meninjau tol pada saat demo Omnibus Law. Postingan ini diposting pada 9 Oktober 2020 dan disukai sebanyak 722 kali.

    Menurut artikel berita sindonews.com, Bey Machmudin sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden menjelaskan bahwa agenda Jokowi penuh hari ini yaitu diawali dengan mengadakan rapat secara virtual di Istana Bogor kemudian terbang ke Yogyakarta dan melanjutkan perjalanan ke Solo melalui jalur darat saat sore hari untuk melakukan ziarah makan Ibunda Jokowi. Ia juga melanjutkan bahwa Jokowi pada malam hari kembali ke Yogyakarta dan menginap di Istana Kepresidenan Gedung Agung.

    Pada 8 Oktober 2020 Jokowi juga sudah diagendakan untuk melakukan kunjungan kerja untuk meninjau food estate di Kalimantan Tengah sebagai perhatian kepada ketahanan pangan nasional seperti peringatan FAO bahwa adanya kelangkaan pangan akibat pandemi yang menjadi alasan Jokowi ingin meninjau perkembangan dari food estate tersebut secara langsung. Tidak ada sumber yang valid yang menyebutkan Jokowi pergi untuk meninjau jalan tol pada tanggal tersebut.

    Melihat dari penjelasan tersebut, Jokowi kabur pura-pura meninjau tol pada saat demo Omnibus Law adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Salah / False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Klaim tersebut tidak benar, Jokowi terbang ke Yogyakarta dan menuju Solo melalui jalan darat untuk melakukan ziarah pada 7 Oktober dan esoknya melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah untuk meninjau food estate.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Bukti Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Merupakan Aksi Bayaran Bukan Gerakan Murni

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/10/2020

    Berita

    “Terang Benderang! Ini Bukti Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Merupakan Aksi Bayaran Bukan Gerakan Murni” unggah akun Facebook Mangkok Sapujagat, Jumat (9/10).

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Mangkok Sapujagat mengunggah video dengan durasi 37 detik pada Jumat (9/10). Video tersebut memperlihatkan seseorang yang menggunakan masker, topi dan kemeja putih sedang membagikan uang, diikuti narasi bahwa video tersebut adalah aksi demo menolak UU Cipta Kerja, juga mengklaim bahwa aksi demo yang dilakukan merupakan aksi bayaran bukan gerakan murni. Video itu telah dibagikan sebanyak 2,9 ribu kali dengan jumlah 10 ribu komentar dan total 4,5 ribu suka.

    Melalui penelusuran dengan menggunakan mesin pencari Yandex Image, video serupa pernah tayang di channel Youtube BELITANG TV dengan judul “Maraknya Money Politik” yang diunggah pada Selasa (9/4/19).

    Dari hasil penelusuran lebih lanjut, foto yang mirip dengan kondisi pada video yang diunggah akun Facebook Mangkok Sapujagat muncul pada artikel milik sumselupdate.com yang diunggah pada 8 April 2019 dengan judul “Video Diduga Bagi-bagi Duit di Belitang Viral, Bawaslu OKU Timur Segera Ambil Tindakan”, potongan foto tersebut juga muncul pada artikel milik sumsel.tribunnews.com dengan judul “Beredar Video Bagi-duit Pecahan Rp 50 Ribu di OKU Timur, Bawaslu Langsung Investigasi”.

    Berdasarkan referensi dan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa video yang diklaim bukti bahwa aksi demo tolak UU Cipta Kerja merupakan aksi bayaran bukan gerakan murni adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika).

    Faktanya, video yang diunggah akun Facebook Mangkok Sapujagat tidak ada kaitannya dengan demo menolak UU Cipta Kerja. Video tersebut sempat viral di media sosial pada tahun 2019 terkait dugaan bagi-bagi uang setelah kegiatan kampanye akbar salah satu pasangan calon presiden di lapangan KONI Belitang.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Polisi Menangkap Seorang Pria karena Mengikuti Ibadah Gereja di Idaho, Amerika Serikat

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 12/10/2020

    Berita

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “Jika anda memberitahu saya pada tahun 2019 bahwa dalam jangka waktu setahun ke depan warga Amerika akan ditangkap karena mengikuti ibadah gereja yang diselenggarakan di luar ruangan, saya akan mengatakan anda tidak waras.

    Ini adalah salah satu hal paling menyedihkan yang pernah saya saksikan. Mari berdoa untuk Amerika.”

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Twitter LibertyCliff mengunggah sebuah video (24/9) yang menunjukkan beberapa orang polisi menangkap seorang pria yang berada di antara kerumunan yang tengah menyanyikan lagu pujian. Bersama dengan video tersebut, disertakan keterangan yang menyatakan bahwa polisi menangkap pria tersebut karena mengikuti ibadah gereja yang diselenggarakan di luar ruangan.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan video penangkapan salah satu peserta aksi protes kebijakan wajib masker yang ditetapkan oleh pemerintah negara bagian Idaho, Amerika Serikat. Aksi protes tersebut diselenggarakan pada 23 September 2020 waktu setempat dan dilakukan dengan berkumpul di tempat umum serta menyanyikan lagu pujian. Menyusul jumlah korban COVID-19 yang terus bertambah di Amerika Serikat, negara-negara bagian Amerika mewajibkan warganya untuk mengenakan masker ketika berada di tempat umum. Negara bagian Idaho sendiri telah memperpanjang kebijakan wajib masker hingga tanggal 5 Januari 2021.

    Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs Washington Post, dengan judul artikel ‘Trump Tweets Video of Mask Protest, Claiming It Is A Church Service’ dan mengategorikannya sebagai misrepresentation.

    Dengan demikian, video yang diunggah oleh pengguna Twitter LibertyCliff tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Faktanya, video tersebut bukan video penangkapan salah satu peserta ibadah gereja, melainkan penangkapan salah satu peserta aksi protes kebijakan wajib masker yang diterapkan oleh pemerintah negara bagian Idaho, Amerika Serikat, pada 23 September 2020 waktu setempat.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini