• [SALAH] “FPI Surabaya Resmi Bubar”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/12/2020

    Berita

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook El-Aziz Putu Kalijogo berupa tangkapan layar berita berjudul “FPI Surabaya Resmi Bubar” dengan tanggal pemberitaan 9 Desember 2020. Postingan ini dipublikasikan pada tanggal 10 Desember 2020 dan disukai 6 kali.

    Fpi bubar

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri tentang pembubaran FPI di Surabaya mengarah ke artikel berita dari senayanpost.com dengan judul dan tampilan yang serupa dengan tangkapan layar tersebut, konten pada artikel tersebut ternyata ditemukan juga pada artikel berita liputan6.com yang berjudul “FPI Surabaya Membubarkan Diri” yang dipublikasikan pada 4 Juni 2008. Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa FPI Surabaya menyatakan pembubaran diri setelah mass dari Anshor, Garda Bangsa, PMII, dan Banser menyerbu markas FPI di Jalan Wonosari, Surabaya. Habib Ali selaku Ketua FPI Surabaya sempat menolak atas pembubaran tersebut hingga akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi membubarkan FPI Surabaya dari segala aktivitasnya.

    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim FPI Surabaya bubar pada 9 Desember 2020 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Salah/False Context.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] COVID-19 Merupakan Buatan Manusia sebagai Senjata Biologis dari Carolina Utara, Amerika Serikat dan Pasien Nol Bernama Maatje Benassi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/12/2020

    Berita

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Ratih Ganda Setiawan berupa sebuah narasi yang berisikan klaim bahwa virus penyebab COVID-19 buatan manusia dari laboratorium Carolina Utara, Amerika Serikat dan adanya pasien nol yang bernama Maatje Benassi. Postingan ini dipublikasikan pada tanggal 1 Desember 2020 dan telah disebarkan kembali sebanyak 17 kali, dikomentari sebanyak 10 kali, dan disukai 5 kali.
    Vaksin senjata perang biokimia
    senjata genetik

    Vaksin itu senjata biologi

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, ternyata pesan berantai tersebut merupakan salah satu dari teori konspirasi yang sudah beredar di berbagai negara sejak bulan April 2020. Menurut analisis data urutan genom public dari virus SARS-CoV-2 tidak ditemukan bukti bahwa virus tersebut dibuat di laboratorium. Virus ini sendiri muncul di kota Wuhan, China pada tahun 2019.

    “Dengan membandingkan data urutan genom yang tersedia untuk strain virus corona yang diketahui, kita dapat dengan tegas menyatakan SARS-CoV-2 berasal dari proses alami,” kata Kristian Andersen, PhD seorang profesor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research.

    Maatje Benassi yang diklaim adalah Patient Zero atau pasien nol dari virus tersebut menjelaskan bahwa ia tidak dinyatakan positif ataupun mengalami gejala COVID-19. Hoax ini awalnya beredar melalui konten video Youtube yang menyebar hingga ke media China dan menjadikan Maatje Benassi bahan diskusi di sosial media tentang asal-usul virus korona. Sejak informasi tersebut menyebar telah mempengaruhi kehidupan mereka seperti alamat rumahnya yang disebarkan secara online dan mendapat cyberbullying dari orang-orang yang mempercayai hoax tersebut. Ini menjadi pengingat bahwa misinformasi yang mungkin terlihat tidak benarpun dapat menyebabkan konsekuensi yang nyata.

    Melihat dari penjelasan tersebut, virus penyebab COVID-19 buatan manusia dari laboratorium Carolina Utara, Amerika Serikat dan adanya pasien nol yang bernama Maatje Benassi adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Mensos Juliari Bantu Kampanye Paslon Pilkada Surabaya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/12/2020

    Berita

    Akun Facebook Servita Ifanka memposting video berdurasi 42 detik dengan klaim bahwa Menteri Sosial nonaktif Juliari Peter Batubara membantu kampanye pasangan calon wali kota Surabaya nomor urut 01, Eri Cahyadi-Armuji dengan membagikan bantuan beras di Kecamatan Gayungan, Surabaya. Disebutkan juga bahwa Kadinsos Surabaya dicopot karena menolak menyalurkan bantuan untuk keperluan kampanye Erji. Postingan itu dibagikan pada Selasa (08/12/2020).

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, video tersebut merupakan kegiatan komunitas Cangkrukan 83 Family yang merupakan salah satu relawan paslon no 1 Eri-Pamuji di kawasan kampung Wilayah Sidonipah, Kelurahan Simolawang, Surabaya pada Rabu (02/12/2020). Dalam kampanye serta video tersebut tidak dibantu maupun dihadiri oleh Mensos Juliari Batubara, juga tidak berkaitan dengan kasus yang menjeratnya saat ini.

    Melansir beritajatim.com, bentuk kegiatan tersebut adalah Bakti Sosial Pasar Gratis. Kegiatan ini juga dipublikasikan beberapa media salah satunya adalah beritabangsa.com . Dalam berita itu disebutkan bahwa yang dibagikan adalah sayur mayur, bukan beras.

    Sedangkan foto kantong beras dalam plastik bergambar salah satu pasangan calon pada video tersebut adalah kegiatan komunitas Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS) Perjuangan yang juga adalah salah satu relawan pasangan calon yang dimaksud.

    Seperti diberitakan klikjatim.com, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), M Fikser bahwa beras bantuan sosial Pemkot Surabaya tidak berlabel.

    Fakta lain, Kepala Dinas Sosial Surabaya, Suharto Wardoyo sampai saat ini masih aktif menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, tidak mundur atau dipecat.

    Atas penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan informasi yang diklaim oleh akun Facebook Servita Ifanka adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.

    #CekFaktaPilkadaMafindo

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Terbukti, Klaim Terapi Gurah Minyak Kayu Putih Bisa Cegah dan Sembuhkan Covid-19

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 11/12/2020

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang melontarkan klaim bahwa terapi gurah minyak kayu putih dapat mencegah sekaligus menyembuhkan infeksi virus Corona Covid-19 beredar di grup-grup percakapan WhatsApp pada 9 Desember 2020.
    Dalam video berdurasi sekitar 2 menit itu, pria tersebut menjelaskan bahwa proses dimulai dengan menggulung kecil tisu, kemudian kedua ujungnya dicelupkan ke minyak kayu putih. Setelah itu, kedua ujung tisu dimasukkan ke kedua lubang hidung.
    Menurut pria tersebut, terapi ini bisa mencegah sekaligus mengeluarkan berbagai virus dalam tubuh, termasuk SARS-Cov-2, virus Corona penyebab Covid-19. “Untuk yang positif (Covid-19), ini bisa dilakukan 2-3 jam sekali, tapi untuk mencegah bisa dua kali sehari,” kata pria itu.
    Gambar tangkapan layar video yang beredar di grup-grup WhatsApp terkait terapi gurah minyak kayu putih.

    Hasil Cek Fakta


    Klaim soal pencegahan dan penyembuhan Covid-19 dengan minyak kayu putih seperti dalam video tersebut bukan kali ini saja beredar. Klaim bahwa minyak kayu putih bisa menyembuhkan Covid-19 telah beredar sejak Mei 2020, baik dengan cara dihirup, digosokkan ke bagian tubuh tertentu, dipakai dalam bentuk kalung, dan kini dilakukan lewat terapi gurah.
    Peneliti Universitas Gadjah Mada Rini Pujiarti menyatakan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa minyak kayu putih bisa digunakan sebagai obat Covid-19. Meskipun, tanaman ini dinilai memiliki potensi antivirus karena adanya kandungan aktif dalam minyak atsiri eucalyptus.
    “Eucalyptus memang berpotensi sebagai antivirus karena kandungan aktif dalam minyak atsiri kayu putih. Namun, jika kita mengklaim bahwa eucalyptus bisa membunuh virus Corona penyebab Covid-19, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” ujar dosen di Fakultas Kehutanan ini pada 9 Juli 2020.Riset eucalyptus sebagai antivirus Covid-19, kata Rini, masih sebatas riset in vitro dan riset molecular docking atau simulasi komputer yang dilakukan dengan menyamakan molekul zat aktif di eucalyptus dengan molekul protein SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19.
    Meskipun begitu, bahan aktif dalam eucalyptus yang berpotensi digunakan sebagai anti Covid-19 adalah 1,8-cineole dan eucalyptol. Keduanya merupakan komponen kimia utama minyak atsiri kayu putih yang memiliki bioaktivitas sebagai antivirus.
    Hal senada disampaikan oleh Guru Besar Jurusan Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Mangestuti, seperti dikutip dari situs resmi Unair. Menurut dia, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa eucalyptus efektif membunuh Covid-19.
    “Tanaman kayu putih sebenarnya hanya mampu membunuh virus SARS secara in vitro dan belum ada bukti bisa membunuh SARS Cov-2 (virus Corona penyebab Covid-19),” ujar Mangestuti pada 24 Juli 2020. Dia juga mengatakan tanaman eucalyptus dapat membunuh virus tertentu, tapi tidak yang lain. Tanaman kayu putih digunakan untuk menangani gejala awal penyakit pernafasan.
    Hingga saat ini, pencegahan Covid-19 yang direkomendasikan adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Terkait penyembuhan, belum ada obat yang dibuat khusus untuk mengatasi Covid-19. Saat ini, sejumlah obat yang digunakan hanya untuk meningkatkan imunitas serta mengatasi gejala yang muncul pada pasien.
    Dikutip dari CNN Indonesia, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto mengatakan, berdasarkan temuan literatur, 81 persen pasien Covid-19 tidak memiliki gejala serta mengalami gejala ringan dan gejala sedang. Gejala ringan berupa demam, batuk, nyeri tenggorokan, kongesti hidung, malaise, sakit kepala, dan nyeri otot. Adapun gejala sedang berupa pneumonia ringan tanpa sesak napas.
    Sekitar 14 persen pasien tergolong dalam pasien bergejala berat yang ditandai dengan timbulnya pneumonia berat yang disertai sesak napas. Lalu, 5 persen pasien memiliki gejala kritis, yang dicirikan dengan pneumonia berat disertai gagal napas, syok sepsis, dan atau kegagalan multi organ. "Setiap tingkat keparahan punya pilihan obat yang akan diberikan berdasarkan konsensus dan kesepakatan dari perhimpunan profesi dokter di Indonesia."
    Mereka yang tidak memiliki gejala cukup melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, mengkonsumsi vitamin atau obat imunomodulator modern maupun tradisional, dan vitamin C dosis 3x1 tab untuk 14 hari. Sedangkan untuk gejala ringan, sedang, hingga berat, tersedia empat regimen obat, yakni:

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa minyak kayu putih (eucalyptus) bisa mencegah dan menyembuhkan Covid-19 belum terbukti. Perlu dilakukan pengujian hingga tahap klinis untuk membuktikan manfaat minyak kayu putih, baik untuk mencegah maupun mengobati Covid-19. Penelitian yang ada terkait eucalyptus baru sebatas in vitro dan simulasi komputer.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini