• [SALAH] “Keadaan situasi terkini di Gedung dpr Jakarta!”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/10/2020

    Berita

    Melalui media sosial Facebook, akun Suadnyana Goezti Bagoes mengunggah video milik KOMPASTV yang disertai keterangan “Keadaan situasi terkini di Gedung dpr Jakarta!” pada 6 Oktober 2020. Unggahan tersebut ramai mendapat tanggapan dan telah dibagikan sebanyak 364 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Coba melakukan penelusuran pada kanal Youtube resmi KOMPASTV, ditemukan video serupa yang diunggah pada 24 September 2019 berjudul “TERKINI – Memanas, Polisi Lepaskan Water Canon ke Demonstran di Depan Gedung DPR RI”. Diketahui bahwa aksi demo yang terdapat di dalam video merupakan bentuk aksi protes terhadap RUU KUHP pada 2019 lalu.

    Aksi tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja.Berdasar pada referensi, unggahan Suadnyana Goezti Bagoes dengan klaim “Keadaan situasi terkini di Gedung dpr Jakarta!” diketahui tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori false context atau konteks yang salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Viral Video Bandung Malam Ini Berapi. Benarkah?”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/10/2020

    Berita

    Melalui media social Facebook, akun Momex Laksana Dewa membagikan video kerusuah yang terjadi di Bandung, Jawa barat.

    Video tersebut adalah hasil rekaman dari atas sebuah bangunan tinggi. Tampak terjadi kebakaran dan asap hitam pekat dari lokasi juga terlihat banyak orang.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, informasi yang menyebutkan “Viral Video Bandung Malam Ini Berapi. Benarkah?” adalah salah. Dilansir oleh Liputan6.com, mereka melakukan penelusuran dengan mengunggah gambar tersebut ke situs Google Reverse Image.

    Dan ditemukan hasil video yang sama yang diunggah oleh akun Facebook Kabar Jakarta yang isinya adalah suasana kerusuhan di sekitar gedung DPR , Senayan, Jakarta. Pada saat itu sedang terjadi demontrasi atas penolakan RUU KUHP dan Revisi UU KPK pada 24 September 2019.

    “Mahasiswa malam ini masih bertahan di sekitar Senayan dan bentrok dengan polisi” tulis akun tersebut. Dengan demikian, video yang menyebutkan Bandung Malam Ini Terbakar termasuk kategori Konten yang Salah. Hal ini dikarenakan video tersebut adalah demo di sekitar Senayan, Jakarta.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Layanan Whatsapp dan Dokumen PPATK

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 11/10/2020

    Berita

    Beredar nomor WhatsApp dan foto dokumen mengatasnamakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Nomor Whatsapp tersebut didaftarkan sebagai business account dengan nama PPATK.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, hal ini sudah ditanggapi oleh PPATK lewat postingan pada instagram resminya. Pada akun instagram @ppatk_indonesia menyatakan bahwa nomor Whatsapp dan dokumen yang beredar adalah tidak benar.

    “Halo FIUtizen!

    Akhir-akhir ini banyak sekali laporan dari masyarakat bahwa ada pihak yang mengaku pegawai atau pejabat PPATK menggunakan layanan Whatsapp, meminta sejumlah dana untuk melakukan legalisasi atau sertifikasi atas pengiriman uang dari luar negeri untuk korban. Informasi tersebut TIDAK BENAR!
    Selengkapnya, yuk cek gambar berikut!
    Ingat, selalu waspada!
    Seluruh layanan masyarakat PPATK GRATIS!
    Jika ada pihak yang meminta dana dan mengatasnamakan PPATK, ABAIKAN atau LAPORKAN segera!” postingan instagram resmi PPATK pada Selasa (29/09/2020)

    Pada ppatk.go.id juga sudah menegaskan agar semua masyarakat waspada tentang berbagai penipuan yang mengatas namakan PPATK. Dalam pengumuman PPATK juga memaparkan modus apa saja yang sering di gunakan.

    Dengan demikian, nomor Whatsapp dan dokumen yang mengatasnamakan PPATK tidak benar dan termasuk dalam konten palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “MAHASISWA UIN Raden Intan Lampung MENINGGAL DUNIA setelah aksi hari ini”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/10/2020

    Berita

    Akun Rahannie Al Jaelani (fb.com/rahannie.jaelani) mengunggah sebuah foto seorang pemuda berjas almamater hijau yang terbaring dengan wajah penuh darah dengan narasi sebagai berikut:

    *INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI’UN…*
    *MAHASISWA UIN Raden Intan Lampung MENINGGAL DUNIA dengan mengenaskan,akibat luka dibagian wajah dan kepala setelah aksi hari ini.*
    #MahasiswaBergerak”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang tewas dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di Gedung DPRD Lampung pada 7 Oktober 2020 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, Polda Lampung dan Humas UIN Raden Intan Lampung menyatakan tidak ada mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang meninggal dunia saat aksi demonstrasi UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Lampung pada 7 Oktober 2020.

    Dilansir dari Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Pandra) mengklarifikasi hoaks yang menyebutkan ada mahasiswa yang meninggal dunia pasca-bentrok saat demonstrasi menolak omnibus law. Pandra menyayangkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan menyebar hoaks tentang salah satu demonstran meninggal dunia, sehingga kabar itu membuat kisruh suasana.

    “Tidak ada yang meninggal, tapi 26 mahasiswa terluka dan sudah dirawat di beberapa rumah sakit di Bandar Lampung,” kata Pandra dikutip Kompas.com, Rabu (7/10/2020) malam. Berdasarkan data kepolisian, jumlah mahasiswa yang terluka setelah bentrok dengan polisi mencapai 26 orang.

    “Sebanyak 20 orang sudah diperbolehkan pulang, sedangkan enam orang masih dalam perawatan,” kata Pandra. Kepolisian juga menahan sekitar 11 orang yang diduga menjadi provokator sehingga menyebabkan demonstrasi berakhir rusuh.

    Sementara itu, dikutip dari Konkrit News, humas Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Hayatul, membenarkan mahasiswa dalam foto itu merupakan mahasiswa UIN RIL, bernama Fahrian Aji Wibisono atau kerap disapa Bembi.

    “Ya, memang benar itu mahasiswa UIN Lampung,” kata Hayatul saat dikonfirmasi Konkrit News pada 8 Oktober 2020. Namun, Hayatul menjelaskan bahwa kondisi mahasiswa tersebut sudah mulai membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit.

    Dalam laman Facebook resminya pun, UIN RIL menjelaskan hal yang sama. “Bembi dan beberapa mahasiswa lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah orang tua masing-masing. Demikian info ini kami berikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita. Semoga semua baik-baik saja demi Indonesia Jaya,” demikian narasi yang diunggah oleh laman Facebook resmi UIN RIL pada 7 Oktober 2020.

    Narasi ini dibagikan bersama foto saat Wakil Rektor UIN RIL Wan Jamaluddin, Dekan Fakultas Syariah UIN RIL Khairuddin Tahmid, serta Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN RIL Safari Daud menjenguk Uswatun Hasanah, mahasiswi Prodi Psikologi Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN RIL yang sedang menjalani perawatan di RSUD Dadi Tjokrodipo akibat terkena gas air mata.

    Kesimpulan

    TIDAK ada yang meninggal, 26 mahasiswa terluka sudah dirawat di beberapa rumah sakit di Bandar Lampung. 20 orang sudah diperbolehkan pulang, enam orang masih dalam perawatan

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini