[SALAH] Video Tumpukan Uang 4 Miliar Dolar Dipajang Pemerintah Brazil sebagai Simbol Berhasilnya Pemerintah Mendapatkan Uang dari Politisi Brazil yang Korup
Sumber: twitter.comTanggal publish: 04/10/2020
Berita
Akun Twitter @mini_razdan10 (Mini Razdan), menulis cuitan yang diunggah pada 30 September 2020. Cuitan tersebut menyebarluaskan informasi bahwa tautan video yang dilampirkan dalam cuitan tersebut merupakan sebuah pembuktian pemerintah Brazil karena telah mendapatkan kembali uang yang diambil dari pejabat dan pelayan publik Brazil yang korup. Kemudian, uang tersebut sengaja dipajang di tempat umum agar publik dapat melihatnya. Cuitan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 633 kali. Selain itu, terdapat 1.256 orang yang telah menyukai cuitan tersebut, diikuti dengan 84 orang memberikan komentar.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, dilansir dari portal berita Allmanaque, tumpukan uang 4 miliar dolar di Kota Curitiba tersebut digunakan dalam salah satu adegan film dan promosi film berjudul “Federal Police – The Law Is for Everyone” yang launching pada tanggal 7 September 2017. Fakta ini didukung dengan klaim serupa dari portal berita Click Parana yang menyatakan bahwa siapapun yang melewati pusat Kota Curitiba pada tanggal 28 Agustus hingga 7 September 2017 akan melihat tumpukan uang yang tingginya lebih dari empat meter, sebagai bagian dari usaha promosi film.
“Kami ingin menarik perhatian semua masyarakat tentang seberapa banyak uang yang telah dicuri dan menyebabkan begitu banyak kerusakan di negara ini. Film ini ingin memperlihatkan cerita di balik layar dengan Kota Curitiba sebagai tempat utamanya” ujar Tomislav Blazic, produser film Federal Police – The Law Is for Everyone pada wawancara dengan Banda B, 28 Agustus 2017 yang lalu.
Dengan demikian, pernyataan yang ditulis oleh @mini_razdan10 tersebut dapat dikategorikan sebagai konteks yang salah, sebab akun tersebut telah memberikan narasi yang salah terhadap video tumpukan uang di Brazil.
“Kami ingin menarik perhatian semua masyarakat tentang seberapa banyak uang yang telah dicuri dan menyebabkan begitu banyak kerusakan di negara ini. Film ini ingin memperlihatkan cerita di balik layar dengan Kota Curitiba sebagai tempat utamanya” ujar Tomislav Blazic, produser film Federal Police – The Law Is for Everyone pada wawancara dengan Banda B, 28 Agustus 2017 yang lalu.
Dengan demikian, pernyataan yang ditulis oleh @mini_razdan10 tersebut dapat dikategorikan sebagai konteks yang salah, sebab akun tersebut telah memberikan narasi yang salah terhadap video tumpukan uang di Brazil.
Rujukan
- https://video.twimg.com/ext_tw_video/1311285399759847426/pu/vid/224×400/wLykzrvQGIW0lHsY.mp4?tag=10
- https://allmanaque.com/noticia.php/policia-federal-%E2%80%93-a-lei-a-para-todos–em-acao-do-filme-a-cidade-de-curitiba-recebe-pilha-de-dinheiro-de-4-metros-de-altura-3569/?idNoticia=3569
- https://www.bandab.com.br/entretenimento/cinema/boca-maldita-amanhece-com-r-4-bilhoes-empilhados-em-dia-de-pre-estreia-do-filme-da-lava-jato/
- https://www.clickparana.com/noticia/8507/pilhas-de-dinheiro-no-centro-de-curitiba.html
[SALAH] Foto Perbandingan Sungai di Vanuatu dan Indonesia
Sumber: twitter.comTanggal publish: 03/10/2020
Berita
“Perbedaan dua sungai di 2Negara yaitu Vanuatu dan Indonesia 1. Vanuatu 2. Indonesia Ini menggambarkan perilaku masyarakatnya.”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter Whens Tebay (@whenstebay) mengunggah cuitan berupa narasi yang disertai dengan foto perbandingan dua sungai di Vanuatu dan Indonesia. Cuitan yang diunggah pada 1 Oktober 2020 telah mendapat respon sebanyak 52 komentar, 135 retweets, dan 522 suka.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa foto pertama merupakan sungai di Vanuatu adalah salah. Menurut situs resmi Hotel IHG, foto tersebut adalah foto pantai pribadi di Resort Holiday Inn Vanuatu bernama Laguna Erakor.
Adapun foto kedua dari cuitan tersebut merupakan foto sungai di Manila, Filipina yang pernah dimuat dalam artikel The Guardian yang berjudul “World’s poor overwhelmed by rubbish” pada 5 Juni 2009. The Guardian memberikan keterangan bahwa foto tersebut bersumber dari European Pressphoto Agency (EPA).
Mengutip dari EPA, foto yang diberi judul “A Filipino girl living on shanties walks along a polluted creek in Manila” itu diambil oleh fotografer bernama Francis Malasig pada 1 Maret 2009. EPA memberikan keterangan pada foto tersebut dengan narasi sebagai berikut.
“Anak sungai yang tercemar tertutup sampah di Manila, Filipina pada 01 Maret 2009. Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam melaporkan pada 2008 bahwa Filipina menampung 50 sungai besar yang tercemar, dengan mayoritas pencemar berasal dari limbah rumah tangga.”
Dengan demikian, cuitan unggahan akun Twitter Whens Tebay (@whenstebay) dikategorikan sebagai Konten yang salah/False Context sebab narasi perbandingan dua sungai di Vanuatu dan Indonesia salah. Foto pertama pada unggahan tersebut merupakan foto pantai pribadi di Resort Holiday Inn Vanuatu bernama Laguna Erakor dan foto kedua merupakan foto sungai di Manila, Filipina.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa foto pertama merupakan sungai di Vanuatu adalah salah. Menurut situs resmi Hotel IHG, foto tersebut adalah foto pantai pribadi di Resort Holiday Inn Vanuatu bernama Laguna Erakor.
Adapun foto kedua dari cuitan tersebut merupakan foto sungai di Manila, Filipina yang pernah dimuat dalam artikel The Guardian yang berjudul “World’s poor overwhelmed by rubbish” pada 5 Juni 2009. The Guardian memberikan keterangan bahwa foto tersebut bersumber dari European Pressphoto Agency (EPA).
Mengutip dari EPA, foto yang diberi judul “A Filipino girl living on shanties walks along a polluted creek in Manila” itu diambil oleh fotografer bernama Francis Malasig pada 1 Maret 2009. EPA memberikan keterangan pada foto tersebut dengan narasi sebagai berikut.
“Anak sungai yang tercemar tertutup sampah di Manila, Filipina pada 01 Maret 2009. Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam melaporkan pada 2008 bahwa Filipina menampung 50 sungai besar yang tercemar, dengan mayoritas pencemar berasal dari limbah rumah tangga.”
Dengan demikian, cuitan unggahan akun Twitter Whens Tebay (@whenstebay) dikategorikan sebagai Konten yang salah/False Context sebab narasi perbandingan dua sungai di Vanuatu dan Indonesia salah. Foto pertama pada unggahan tersebut merupakan foto pantai pribadi di Resort Holiday Inn Vanuatu bernama Laguna Erakor dan foto kedua merupakan foto sungai di Manila, Filipina.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Univesitas Pendidikan Indonesia)
Narasi yang salah. Faktanya, foto pertama pada unggahan tersebut merupakan foto pantai pribadi di Resort Holiday Inn Vanuatu bernama Laguna Erakor dan foto kedua merupakan foto sungai di Manila, Filipina.
Narasi yang salah. Faktanya, foto pertama pada unggahan tersebut merupakan foto pantai pribadi di Resort Holiday Inn Vanuatu bernama Laguna Erakor dan foto kedua merupakan foto sungai di Manila, Filipina.
Rujukan
[SALAH] Video “VIRAL DIDUGA OKNUM TNI CURI KOTAK AMAL”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/10/2020
Berita
Akun Prama_69 (fb.com/69movie) mengunggah sebuah video pada Jumat, 2 Oktober 2020 dengan narasi sebagai berikut:
“VIRAL …… DIDUGA OKNUM TNI CURI KOTAK AMAL”
Di video itu, memperlihatkan seorang pria yang mengenakan seragam TNI lengkap yang ditangkap oleh warga lantaran diduga telah mencuri sebuah kotak amal masjid.
“VIRAL …… DIDUGA OKNUM TNI CURI KOTAK AMAL”
Di video itu, memperlihatkan seorang pria yang mengenakan seragam TNI lengkap yang ditangkap oleh warga lantaran diduga telah mencuri sebuah kotak amal masjid.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video pria yang mengenakan seragam TNI lengkap yang ditangkap oleh warga lantaran diduga telah mencuri sebuah kotak amal masjid pada bulan Oktober 2020 adalah klaim yang salah.
Faktanya, video itu adalah kejadian tahun 2019. Pria di video itu adalah oknum anggota TNI inisial Kopda H yang bertugas di satuan Batalyon Kavaleri (Yonkav) 5 5/DPC Karang Endah Prabumulih, Sumatera Selatan. Pelaku sudah diproses oleh Detasemen Polisi Militer 4/II Sriwijaya.
H ditangkap warga saat hendak mencuri kotak amal di Masjid Nurul Islam, Jalan Setunggal RT 13 RW 01, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Kota Palembang, Sumatera Selatan. Aksi pencurian tersebut terjadi pada hari Sabtu (13/72019) pada pukul 11.00 WIB.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Kolonel Infanteri Djohan Darmawan.
“Benar kejadian tersebut, pelaku anggota TNI yang masih aktif. Saat ini berdinas di di Yonkav (Batalyon Kavaleri) 5/DPC Karang Endah Prabumulih,” ujar Djohan, Minggu (14/7/2019).
Djohan menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat jemaah masjid curiga dengan gerak-gerik H. Jemaah kemudian mengamati H yang saat itu mengenakan pakaian dinas. Warga menduga H adalah TNI gadungan, lantaran saat tertangkap tangan menggunakan seragam lengkap. Ia kemudian ditangkap warga saat menjalankan aksinya. H sempat jadi sasaran amukan warga sebelum diserahkan ke polisi.
Setelah pihak kepolisian melakukan pengecekan, H ternyata masih berstatus anggota TNI aktif yang bertugas di satuan Balayon Kaveleri (Yonkav) 5. H lalu diserahkan kepada Denpom 4/II Palembang untuk menjalani proses penyelidikan.
“Benar, terduga oknum H sedang menjalani pemeriksaan di Denpom 4/ II Palembang. Apakah yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan atau dugaan pengaruh obat obatan,” kata Djohan melalui pesan singkat, Minggu (14/7/2019).
Faktanya, video itu adalah kejadian tahun 2019. Pria di video itu adalah oknum anggota TNI inisial Kopda H yang bertugas di satuan Batalyon Kavaleri (Yonkav) 5 5/DPC Karang Endah Prabumulih, Sumatera Selatan. Pelaku sudah diproses oleh Detasemen Polisi Militer 4/II Sriwijaya.
H ditangkap warga saat hendak mencuri kotak amal di Masjid Nurul Islam, Jalan Setunggal RT 13 RW 01, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Kota Palembang, Sumatera Selatan. Aksi pencurian tersebut terjadi pada hari Sabtu (13/72019) pada pukul 11.00 WIB.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Kolonel Infanteri Djohan Darmawan.
“Benar kejadian tersebut, pelaku anggota TNI yang masih aktif. Saat ini berdinas di di Yonkav (Batalyon Kavaleri) 5/DPC Karang Endah Prabumulih,” ujar Djohan, Minggu (14/7/2019).
Djohan menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat jemaah masjid curiga dengan gerak-gerik H. Jemaah kemudian mengamati H yang saat itu mengenakan pakaian dinas. Warga menduga H adalah TNI gadungan, lantaran saat tertangkap tangan menggunakan seragam lengkap. Ia kemudian ditangkap warga saat menjalankan aksinya. H sempat jadi sasaran amukan warga sebelum diserahkan ke polisi.
Setelah pihak kepolisian melakukan pengecekan, H ternyata masih berstatus anggota TNI aktif yang bertugas di satuan Balayon Kaveleri (Yonkav) 5. H lalu diserahkan kepada Denpom 4/II Palembang untuk menjalani proses penyelidikan.
“Benar, terduga oknum H sedang menjalani pemeriksaan di Denpom 4/ II Palembang. Apakah yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan atau dugaan pengaruh obat obatan,” kata Djohan melalui pesan singkat, Minggu (14/7/2019).
Rujukan
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190714135854-12-411964/oknum-anggota-tni-diduga-curi-kotak-amal-masjid-di-palembang
- https://www.suara.com/partner/content/keepo/2019/07/15/201359/oknum-tni-berseragam-lengkap-curi-kotak-amal-masjid
- https://palembang.kompas.com/read/2019/07/14/16341511/gunakan-seragam-lengkap-oknum-anggota-tni-curi-kotak-amal-masjid
[SALAH] “Emil Saat Diambil Darah untuk Uji Vaksin China, tutup jarumnya belum di buka”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/10/2020
Berita
Akun Raffasya (fb.com/raffasya.0) mengunggah beberapa foto Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang sedang diambil darahnya pada tahap ke-empat uji klinis vaksin COVID-19 (V3) dengan narasi sebagai berikut:
“Emil Saat Diambil Darah untuk Uji Vaksin China..! Itu tutup jarumnya belum di buka mil..”
“Emil Saat Diambil Darah untuk Uji Vaksin China..! Itu tutup jarumnya belum di buka mil..”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ketika diambil darahnya saat tahap ke-empat uji klinis vaksin COVID-19 (V3), penutup jarum alat pengambil darahnya belum dibuka adalah klaim yang salah.
Faktanya, Alat pengambilan darah yang digunakan oelh Ridwan Kamil adalah Vacutainer, yang memang memilik 2 jarum, satu ke vena satu ke tabung vacum. Yang terlihat seperti tutup itu, itu adalah tabung vacumnya.
Melansir informasi yang diunggah di akun Instagramnya pada Jumat (2/10/2020), orang nomor satu di Jawa Barat itu langsung meng-capture unggahan akun Instagram @teluuur yang menudingnya berpura-pura.
“Alat ini namanya VACUTAINER mas @teluuur. Ada dua jarum: satu ke vena satu ke tabungnya. Yang terlihat seperti tutup itu, ya itulah tabung vacumnya. Teknologi baru dalam pengambilan darah. Beda dengan jarum suntik jadul yang biasa dipake. Jika gak ngerti tanya pada ahlinya, bukan menuding pura-pura disuntik dan pembohongan publik. Posting dari yang tidak berilmu dikeproki oleh followernya yang sama2 tidak pake ilmu. Kasian. Pikarunyaeun. Dimaafkan.” tulis Ridwan Kamil.
Dikutip darik detikcom, salah seorang relawan vaksin COVID-19, Fadly Barjadi Kusuma menyatakan, alat yang digunakan untuk mengambil sampel darah memang seperti itu adanya.
“Kalau fotonya dari atas kelihatan jarumnya,” ujar Fadly saat dihubungi detikcom, Kamis (1/10). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengendara ojek online itu telah mendapatkan dua kali penyuntikan vaksin pada 11 dan 26 Agustus 2020. Ia pun telah menjalani pengambilan sampel darah di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Kota Bandung pada 9 September 2020.
“Setelah alat pengambilan darah tersebut menembus kulit, alatnya memang dipegang seperti itu. Dilepas setelah beres pengambilan, kemudian diambil plester biasa atau yang putih,” tutur Fadly.
Tabung pengumpul darah Vacutainer adalah tabung reaksi steril yang berbahan baku kaca atau plastik, dengan penghenti karet yang berwarna yang membuat segel vakum di dalam tabung, memfasilitasi gambar volume cairan yang telah ditentukan sebelumnya. Tabung Vacutainer dapat berisi aditif yang dirancang untuk menstabilkan dan mempertahankan spesimen sebelum pengujian analitis.
Tabung tersedia dengan jarum yang dirancang khusus untuk keselamatan, dengan berbagai opsi pelabelan dan volume penarikan. Warna bagian atas menunjukkan aditif dalam botol.
Tabung Vacutainer ditemukan oleh Joseph Kleiner dan Becton Dickinson pada tahun 1949. Vacutaineradalah merek dagang terdaftar dari Becton Dickinson, yang memproduksi dan menjual tabung saat ini.
Jarum Vacutainer memiliki ujung ganda, dengan satu sisi terbungkus lapisan karet tipis untuk keselamatan. Ketika jarum disekrupkan ke dalam dudukan plastik bening, jarum karet berada di dalam dudukan, dan jarum yang terbuka akan dimasukkan ke dalam vena. Ketika tabung Vacutainer dimasukkan ke dalam dudukannya, tutup karetnya tertusuk oleh jarum dalam dan kekosongan dalam tabung menarik darah melalui jarum dan ke dalam tabung. Tabung yang diisi kemudian dilepas dan tabung yang lain dapat dimasukkan dan diisi dengan cara yang sama. Jumlah udara yang dievakuasi dari tabung menentukan berapa banyak darah yang akan mengisi tabung sebelum darah berhenti mengalir.
Faktanya, Alat pengambilan darah yang digunakan oelh Ridwan Kamil adalah Vacutainer, yang memang memilik 2 jarum, satu ke vena satu ke tabung vacum. Yang terlihat seperti tutup itu, itu adalah tabung vacumnya.
Melansir informasi yang diunggah di akun Instagramnya pada Jumat (2/10/2020), orang nomor satu di Jawa Barat itu langsung meng-capture unggahan akun Instagram @teluuur yang menudingnya berpura-pura.
“Alat ini namanya VACUTAINER mas @teluuur. Ada dua jarum: satu ke vena satu ke tabungnya. Yang terlihat seperti tutup itu, ya itulah tabung vacumnya. Teknologi baru dalam pengambilan darah. Beda dengan jarum suntik jadul yang biasa dipake. Jika gak ngerti tanya pada ahlinya, bukan menuding pura-pura disuntik dan pembohongan publik. Posting dari yang tidak berilmu dikeproki oleh followernya yang sama2 tidak pake ilmu. Kasian. Pikarunyaeun. Dimaafkan.” tulis Ridwan Kamil.
Dikutip darik detikcom, salah seorang relawan vaksin COVID-19, Fadly Barjadi Kusuma menyatakan, alat yang digunakan untuk mengambil sampel darah memang seperti itu adanya.
“Kalau fotonya dari atas kelihatan jarumnya,” ujar Fadly saat dihubungi detikcom, Kamis (1/10). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengendara ojek online itu telah mendapatkan dua kali penyuntikan vaksin pada 11 dan 26 Agustus 2020. Ia pun telah menjalani pengambilan sampel darah di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Kota Bandung pada 9 September 2020.
“Setelah alat pengambilan darah tersebut menembus kulit, alatnya memang dipegang seperti itu. Dilepas setelah beres pengambilan, kemudian diambil plester biasa atau yang putih,” tutur Fadly.
Tabung pengumpul darah Vacutainer adalah tabung reaksi steril yang berbahan baku kaca atau plastik, dengan penghenti karet yang berwarna yang membuat segel vakum di dalam tabung, memfasilitasi gambar volume cairan yang telah ditentukan sebelumnya. Tabung Vacutainer dapat berisi aditif yang dirancang untuk menstabilkan dan mempertahankan spesimen sebelum pengujian analitis.
Tabung tersedia dengan jarum yang dirancang khusus untuk keselamatan, dengan berbagai opsi pelabelan dan volume penarikan. Warna bagian atas menunjukkan aditif dalam botol.
Tabung Vacutainer ditemukan oleh Joseph Kleiner dan Becton Dickinson pada tahun 1949. Vacutaineradalah merek dagang terdaftar dari Becton Dickinson, yang memproduksi dan menjual tabung saat ini.
Jarum Vacutainer memiliki ujung ganda, dengan satu sisi terbungkus lapisan karet tipis untuk keselamatan. Ketika jarum disekrupkan ke dalam dudukan plastik bening, jarum karet berada di dalam dudukan, dan jarum yang terbuka akan dimasukkan ke dalam vena. Ketika tabung Vacutainer dimasukkan ke dalam dudukannya, tutup karetnya tertusuk oleh jarum dalam dan kekosongan dalam tabung menarik darah melalui jarum dan ke dalam tabung. Tabung yang diisi kemudian dilepas dan tabung yang lain dapat dimasukkan dan diisi dengan cara yang sama. Jumlah udara yang dievakuasi dari tabung menentukan berapa banyak darah yang akan mengisi tabung sebelum darah berhenti mengalir.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/CF1Qix-HlD5/
- https://archive.md/nfQXv (Arsip postingan @teluuur)
- https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5197936/dicurigai-netizen-soal-jarum-suntik-ridwan-kamil-jika-gak-ngerti-tanya-ahli?single=1
- https://www.kompas.tv/article/113028/dituduh-sandiwara-relawan-vaksin-oleh-akun-teluuur-ridwan-kamil-kalau-posting-pakai-ilmu?page=all
- http://sinergimsas.net/memahami-masing-masing-fungsi-tabung-vacutainer/
Halaman: 7167/8530



