• [SALAH] “dua orang ini tiba tiba nyobek2 Qur’an dan Kitab dan sejadah di gunting, ketahuan sama santri”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/10/2020

    Berita

    Akun Siti Elizhah (fb..com/siti.elizhah) mengunggah sebuah foto dengan narasi:

    “Baru saja terjadi di kampung susukan bojong parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Cari-cari Ustad, dan ditanya keperluan nya malah ngotot dan ngajak berantem. Dan dua orang ini tiba tiba nyobek2 Qur’an dan Kitab dan sejadah di gunting, ketahuan sama santri. Ujung2nya diHakimi. Waspada. Jaga Ulama dan Habaib.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya dua pemuda yang merobek Al Quran dan Kitab serta menggunting sajadah di Kampung Susukan, Desa Bojongkokosan, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi adalah klaim yang salah.

    Faktanya, Polres Sukabumi dan pihak Pesantren Al-Muhtadin telah mengklarifikasi bahwa tidak ada penusukan atau perusakan sebagaimana yang beredar di media sosial.

    Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif menegaskan, informasi yang menyebut penusukan atau bahwa dua pemuda itu merobek-robek Alquran dan sajadah tidaklah benar. Ketika datang, mereka langsung bertemu dengan warga sekitar pondok dan menanyakan sang ustad.

    ’’Wah, hoax itu. Nggak benar. Tidak ada penusukan atau penyobekan Alquran. Keduanya tidak bawa sajam,’’ papar Lukman saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Pihak pesantren juga telah mengklarifikasi bahwa tidak ada penusukan atau perusakan sebagaimana yang beredar di media sosial.

    Menurut Lukman, dua pemuda itu hanya ingin berobat kepada salah seorang ustad di kawasan tersebut. Namun, ustad yang dicari tidak berada di tempat.

    Sesampainya di kediaman ustaz tersebut, kedua orang itu kemudian masuk ke rumah ustaz diantarkan oleh seorang warga yang juga ketua DKM masjid setempat. Saat itu ustaz yang dimaksud tidak ada ditempat. Perselisihan kemudian terjadi, saat warga menanyakan maksud dan tujuan kedua pria tersebut.

    “Saat ditanya oleh warga tujuan dan maksud dua orang tersebut menemui Ustaz Engkus, mereka menjawab dengan nada dan kata-kata yang tidak enak, setelah itu karena merasa curiga dua orang tersebut dibawa keluar rumah dan datang santri dan ditanyakan kembali namun dua orang tersebut menjawab dengan kata yang tidak enak,” lanjut Lukman.

    Saat itu kedua pria itu memilih pergi, saat diikuti mereka malah lari dan membuat warga dan santri di sekitar lokasi mengejar dan mengamankannya di pesantren Al-Muhtadin dan menghubungi pihak Kepolisian Sektor Parungkuda untuk ditindak lanjuti. Kemudian, petugas mendatangi lokasi dan mengamankan kedua pemuda dari kerumunan masa.

    AKBP Lukman juga menghimbau kepada masyarakat, jangan begitu saja percaya terhadap berita atau informasi yang belum pasti kebenarannya. Karena memang, dari informasi yang tidak benar akan menimbulkan reaksi yang kurang baik.

    Kesimpulan

    Polres Sukabumi dan pihak Pesantren Al-Muhtadin telah mengklarifikasi bahwa tidak ada penusukan atau perusakan sebagaimana yang beredar di media sosial.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “PSBB di Kota Medan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 3 hingga 17 Oktober 2020”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/10/2020

    Berita

    Akun Zabdan Ramadhan (fb.com/ari.septina) mengunggah status berisi klaim sebagai berikut:

    “Semua tempat wisata dan jalan protokol perbatasan Medan , ditutup selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB di Kota Medan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 3 hingga 17 Oktober 2020.Semua tempat wisata di Kota Medan termasuk jalan protokol Medan dan perbatasan , ditutup selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Stay safe guys”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa PSBB di Kota Medan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 3 hingga 17 Oktober 2020 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, Pemerintah Kota Medan menyatakan bahwa informasi yang beredar mengenai PSBB di Kota Medan mulai tanggal 3 hingga 17 Oktober 2020 itu tidak benar (hoax).

    Pjs Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho, mengatakan informasi itu tidak benar. Arief berpesan masyarakat berhati-hati terhadap berita bohong alias hoax.

    “Pemerintah Kota Medan menyatakan bahwa informasi yang beredar mengenai PSBB di Kota Medan mulai tanggal 3 hingga 17 Oktober 2020 itu tidak benar (hoax). Hati-hati dalam mengonsumsi berita apalagi berita tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” jelas Arief saat dimintai konfirmasi.

    Bantahan ini juga disampaikan melalui akun Instagram Humas Pemko Medan pada 2 Oktober 2020.

    “Pemerintah Kota Medan menyatakan bahwa Informasi yang beredar mengenai PSBB di Kota Medan mulai tanggal 3 hingga 17 Oktober 2020 itu TIDAK BENAR (HOAX). Hati-hati dalam mengkonsumsi berita apalagi berita tersebut TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN KEBENARANNYA. Sekali lagi, kami tekankan, berita tersebut adalah HOAX. Ayo jangan mudah percaya terhadap berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut. Saring sebelum sharing. Hati-hati berita HOAX” tulis akun Humas Pemko Medan.

    Kesimpulan

    Pemerintah Kota Medan menyatakan bahwa informasi yang beredar mengenai PSBB di Kota Medan mulai tanggal 3 hingga 17 Oktober 2020 itu tidak benar (hoax).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Penjelajah Kulit Putih Menghancurkan Bagian Hidung Patung Peninggalan Mesir Kuno

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/10/2020

    Berita

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “Orang-orang kulit putih melakukan serangkaian aksi merusak wajah patung. Mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa masyarakat peradaban yang sangat maju adalah orang-orang kulit hitam Afrika. Ini adalah para leluhur kami!

    Proses ‘whitewashing’ sejarah.”

    NARASI DALAM GAMBAR:

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “Mengapa banyak patung Mesir Kuno dengan bagian hidung yang hilang?”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Mwalimu Mutemi Wa Kiama mengunggah sebuah foto (2/9) yang menunjukkan beberapa foto patung-patung peninggalan Mesir Kuno dengan kondisi bagian hidung yang hilang. Foto tersebut disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa perusakan bagian hidung patung-patung tersebut dilakukan oleh para penjelajah kulit putih yang menemukan peninggalan-peninggalan tersebut.

    Berdasarkan hasil penelusuran, aksi merusak bagian hidung patung-patung peninggalan Mesir Kuno tersebut merupakan bagian dari ritual yang dipercayai dapat melumpuhkan kekuatan supranatural yang dimiliki oleh patung-patung tersebut dan berpotensi untuk membawa pengaruh buruk bagi masyarakat Mesir Kuno.

    Informasi dengan topik yang sama sebelumnya juga pernah dimuat dalam situs USA Today dengan judul “Fact check: Egyptian Statues’ Noses Not Broken Off Because They Resembled ‘Black Faces’” dan mengkategorikannya sebagai false.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh akun Facebook Mwalimu Mutemi Wa Kiama dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyimpang/Misleading Content, sebab aksi penghancuran bagian hidung patung peninggalan Mesir Kuno dilakukan oleh masyarakat Mesir Kuno sebagai bagian dari ritual, bukan dilakukan oleh para penjelajah kulit putih.

    = = = = =

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Faktanya, aksi menghancurkan bagian hidung patung merupakan bagian dari ritual Mesir Kuno yang dipercayai dapat melumpuhkan kekuatan supranatural yang dimiliki oleh patung-patung tersebut.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Uang Koin Perak 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/10/2020

    Berita

    “Stok trbatas
    Minat PM koin perak kemerdekaan 75 thn Indonesia merdeka”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dari akun Facebook Winter memposting beberapa foto UPK 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia berupa uang perak. Postingan ini diposting disukai sebanyak 9 kali dan dikomentari sebanyak 2 kali.

    Berdasarkan dari akun Facebook Bank Indonesia, Bank Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak menerbitkan dan mengedarkan UPK (Uang Peringatan Kemerdekaan) 75 tahun RI berupa koin perak. Bank Indonesia juga menghimbau agar mengkonfirmasi informasi yang belum terkonfirmasi dengan contact center resmi Bank Indonesia. Diketahui bahwa koin perak bernilai 75 ribu sebanyak 4 keping yang dikemas dengan rapi, dilengkapi dengan barcode pada bagian bawah kemasan koin ini beredar luas di media sosial.

    Melihat dari penjelasan tersebut, UPK 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia berupa uang perak adalah tidak benar dan termasuk dalam Fabricated Content/Konten yang Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Uang perak tersebut tidak benar, Bank Indonesia telah mengklarifikasikan bahwa UPK 75 tahun RI berupa koin perak tidak diterbitkan oleh Bank Indonesia.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini