• CEK FAKTA: Hoaks! Akuarium Raksasa Pecah di Mal Bandung

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/01/2026

    Berita

    Beredar sebuah video di media sosial TikTok yang memperlihatkan kaca akuarium berukuran besar tiba-tiba pecah hingga air dan isinya menggenangi lantai pusat perbelanjaan. Dalam video tersebut, pengunjung tampak panik dan berlarian menghindari semburan air dari akuarium.

    Unggahan itu disertai narasi bahwa insiden tersebut terjadi di sebuah mal di Kota Bandung, Jawa Barat. Video juga diberi keterangan dramatis seolah merekam detik-detik musibah akuarium raksasa yang pecah dan menghancurkan area mal.

    Narasi dalam unggahan berbunyi:
    “Detik-detik aquarium besar pecah. Aquarium besar di Bandung pecah: musibah menghancurkan.”
    https://www.tiktok.com/@jsjs.ndjd33/video/7562895532960550164

    Lantas, benarkah peristiwa akuarium raksasa pecah itu terjadi di Bandung?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menelusuri kebenaran klaim tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar bukanlah rekaman kejadian nyata.

    Video tersebut merupakan konten hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Indikasi penggunaan AI bahkan telah ditandai langsung oleh platform TikTok melalui label pada bagian bawah video. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah warganet di kolom komentar yang mempertanyakan kebenaran peristiwa tersebut.

    Selain itu, tidak ditemukan satu pun laporan resmi, baik dari media massa lokal maupun nasional, terkait insiden akuarium raksasa pecah di pusat perbelanjaan Bandung. Tidak ada pula keterangan dari pihak kepolisian, pengelola mal, maupun otoritas terkait yang membenarkan klaim tersebut.

    Dengan demikian, tidak terdapat bukti faktual yang mendukung narasi bahwa kejadian dalam video benar-benar terjadi di Bandung.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa sebuah akuarium raksasa pecah di mal Bandung adalah hoaks. Video yang beredar merupakan hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan bukan peristiwa nyata. Konten tersebut tergolong fabricated content karena menampilkan visual palsu yang digunakan untuk membangun narasi menyesatkan.
    • Times Indonesia
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Super Flu Lebih Parah dari Covid-19

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim super flu lebih parah dari Covid-19, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Januari 2026.
    Klaim super flu lebih parah dari Covid-19 berupa video yang menampilkan tulisan sebagai berikut.
    "baru 2026. "super flu" sudah masuk Indonesia lebih parah dari covid-19"
    "Para ahli menekankan kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi anak-anak. lansia dan penderita penyakit penyerta, kaena influenza secara umum memang lebih berisiko pada kelompok tersebut, istilah "super flu" lebih banyak muncul karena tingkat keganasan yang lebih tinggi. meski gejalanya bisa terasa lebih berat dibanding flu biasa covid-19 terkini, langkah pencegahan tetap sama: vakinasi influenza, menjaga kebersihan, memakai masker, serta menjaga daya tahan tubuh. pemerinta dan tenaga medis mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada"
    Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Flu baru lbih parah dari covid-19 😲😲☝ #fyp #fypreels #fypviral #fypfbpro #fbprofesional #masukberandafyp #rumahtangga #kb #hamil #kisahinspiratif #kesehatan"
    Benarkah klaim super flu lebih parah dari Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim super flu lebih parah dari Covid-19, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Menkes Budi Pastikan Super Flu H3N2 Bukan Virus Mematikan seperti COVID-19" yang dimuat Liputan6.com, Sabtu 3 Januari 2025.Dalam artikel Liputan6.com Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai sebagai super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19 maupun tuberkulosis (TBC). Dia menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan, meski tetap harus waspada dan menjaga kesehatan.
    Menurut Budi, virus influenza H3N2 sudah lama beredar dan memiliki karakteristik seperti flu musiman pada umumnya. Penyakit ini bisa menyerang seseorang lebih dari sekali, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.
     
     
     
    Sumber:https://www.liputan6.com/health/read/6249704/menkes-budi-pastikan-super-flu-h3n2-bukan-virus-mematikan-seperti-covid-19
     

    Kesimpulan


    Hasil Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim super flu lebih parah dari Covid-19 tidak benar.
    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai sebagai super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19 maupun tuberkulosis (TBC).
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Tom Lembong Sebut Kaesang Terima Uang Impor Gula Miliaran Rupiah

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 03/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Ciaraa Newss” pada Jumat (24/12/2025). Unggahan disertai dengan narasi sebagai berikut:

    “Berita Terkini

    TOM LEMBONG BONGK4R KETERLIBATAN KAESANG DEPAN HAKIM

    Tom lembong;"Uang impor gula semua masuk rekening kaesang atas perintah jokowi.kejagung juga sita uang Rp570 milyar dari tangan kaesang"

    Hingga Senin (5/1/2026) unggahan telah mendapatkan 3.700 tanda suka, menuai 1.700 komentar dan telah dibagikan 641 kali.

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “Tom Lembong sebut Kaesang terima uang impor gula miliaran rupiah” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita antaranews.com “Hakim Tolak Keberatan Tom Lembong dalam Kasus Korupsi Impor Gula” yang tayang pada Kamis (13/3/2025), memuat informasi bahwa Tom Lembong diadili atas kebijakan impor gula yang merugikan negara sekitar Rp578 miliar. Persidangan fokus pada keputusan administratif dan pejabat terkait, tidak menyebut Kaesang Pangarep. 

    • Berita detik.com “Ada Selisih Rp62 M di Kasus Impor Gula Tom Lembong, Ini Kata Kejagung” yang tayang pada Kamis (6/3/2025), memberitakan bahwa Kejaksaan Agung menyoroti potensi kerugian negara dari kebijakan impor gula. Dalam laporan tersebut, tidak ada informasi atau bukti yang mengaitkan Kaesang dengan kasus ini.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Tom Lembong sebut Kaesang terima uang impor gula miliaran rupiah”.

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Dengan demikian, unggahan berisi klaim “Tom Lembong sebut Kaesang terima uang impor gula miliaran rupiah” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru: TNI Bebaskan 600 Sandera Warga Palestina di Gaza

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/01/2026

    Berita

    SEBUAH konten dengan klaim Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil membebaskan 6.000 sandera Palestina di perbatasan Israel, dibagikan oleh Facebook dan akun TikTok  [arsip] pada 23 November 2025.

    Konten ini menyebar setelah deklarasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel pada 10 Oktober 2025. Narator dalam video menyebut operasi ini dipimpin oleh satuan elit gabungan dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.



    Lalu benarkah TNI bebaskan 6.000 sandera di Gaza?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu dengan membandingkannya dengan sumber terpercaya. Hasilnya, TNI tidak pernah melakukan operasi pembebasan sandera di Gaza. 

    Proses pembebasan sandera di Gaza terjadi sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, bukan melalui operasi TNI. Situs Al Jazeera melansir bahwa Hamas dan Israel telah melaksanakan kesepakatan pertukaran tahanan berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Hasil dari kesepakatan itu hampir 2.000 warga Palestina yang dipenjara harus dibebaskan dari penjara-penjara di Israel. Demikian juga Hamas harus membebaskan 20 tawanan Israel.

    Pada Senin, 13 Oktober 2025 gelombang pertama tujuh sandera telah diserahkan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Militer Israel kemudian mengkonfirmasi bahwa 13 sandera lainnya yang dibawa dari Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 juga telah dipindahkan.

    Hingga Desember 2025, Indonesia tidak mengirim pasukan militer aktif ke Gaza untuk operasi tempur atau pembebasan sandera. Siaran pers Pusat Penerangan TNI menjelaskan pada 17 Agustus 2025, TNI melaksanakan misi distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Misi ini sepenuhnya selesai pada 14 September 2025. 

    Selain misi distribusi bantuan, TNI juga mengirimkan, Satuan Tugas Kesehatan TNI bernama Patriot Usada IV di Gaza.

    Sebelumnya, TNI menyatakan kesiapan untuk mengirimkan hingga 20.000 personel guna misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan. Namun hal ini tetap menunggu mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    "Terkait kesiapan 20 ribu prajurit dan latihan. Angka 20 ribu adalah kapasitas kekuatan TNI yang telah disiapkan dalam kerangka dukungan perdamaian dan kemanusiaan," ujar Kapuspen TNI Mayjen Freddy Ardianzah seperti dikutip dari Antara, Minggu, 16 November 2025.

    Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Kolonel (Arm) Rico Sirait mengatakan pemerintah Indonesia pada prinsipnya bersikap bersedia berkontribusi sesuai kapasitas dan pengalaman panjang dalam misi perdamaian. TNI dan Kementerian pertahanan juga belum menentukan skema pemberangkatan pasukan serta jadwal pengirimannya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim TNI bebaskan 6.000 sandera di Gaza adalah keliru.

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini