• [SALAH] Video Serangan Udara yang Dilakukan Tentara India di POK (Pakistan Occupied Kashmir)

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 27/11/2020

    Berita

    “Big Breaking News: One more air strike by @IAF_MCC in the POK, many terrorist and their training camps demolished by Indian air force. Many terrorists also killed in this air strike.”

    Terjemahan:
    “Berita besar: satu lagi serangan udara oleh @IAF_MCC (Angkatan Udara India) di POK, banyak teroris dan kamp pelatihan mereka kandas oleh AU India. Banyak teroris yang juga terbunuh dalam serangan udara ini”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @CHAUDHARY1030 (Deepak Chaudhary), menulis cuitan yang diunggah pada 19 November 2020. Cuitan tersebut menyebarluaskan informasi bahwa tautan video yang dilampirkan dalam cuitan tersebut merupakan serangan udara angkatan darat India di POK. Cuitan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 2 kali. Selain itu, terdapat 11 orang yang telah menyukai, diikuti dengan 6 orang memberikan komentar

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, video ini pernah diunggah pada akun YouTube Double Doppler pada tahun 2015, yang diikuti dengan narasi bahwa video tersebut merupakan video game Arma 2. Tertulis di bagian narasi bahwa video tersebut hanyalah video simulasi dan tidak terjadi di kehidupan nyata. Klaim serupa juga dimuat dalam portal berita The Times of India yang berjudul “FAKE ALERT: Gaming video viral as ‘IAF airstrikes in POK’”.

    Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat di situs The Logical Indian dengan judul artikel “Fact Check: No, The Viral Video is Not of The Airstrike Done by Indian Army in POK” dan mengkategorikannya sebagai false.

    Dengan demikian, pernyataan yang ditulis oleh @CHAUDHARY1030 tersebut dapat dikategorikan sebagai konteks yang salah, sebab akun tersebut telah memberikan narasi yang salah terhadap cuplikan video game Arma 2.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra (Universitas Diponegoro)

    Informasi tersebut salah. Faktanya, video serangan udara tersebut merupakan cuplikan video game Arma 2, bukan video serangan udara yang terjadi di POK pada 19 November 2020.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Gibran akan Bebaskan Palestina dari Israel? “

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/11/2020

    Berita

    “Gibran akan Bebaskan Palestina dari Israel?”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di Facebook akun dengan nama Bang Begexs Stanza memposting sebuah tangkapan layar yang diambil dari DEMOKRASI News tertanggal Selasa, 8 September 2020 dengan judul “Gibran akan Bebaskan Palestina dari Israel? “.

    Setelah ditelusuri pada demokrasi.co.id, gambar dan tanggal artikel mempunyai kesamaan dengan gambar yang beredar di Facebook tetapi judulnya berbeda. Pada artikel DEMOKRASI News judul yang asli adalah “Gibran Pakai Syal Palestina, Simbol Perjuangan Untuk Solo Lebih Baik” yang dimuat pada hari Selasa, 8 September 2020. Gambar tangkapan layar tersebut telah disunting pada bagian judul menjadi “Gibran akan Bebaskan Palestina dari Israel? “.

    Dengan demikian gambar tangkapan layar berita DEMOKRASI News yang berjudul “Gibran akan Bebaskan Palestina dari Israel? ” yang beredar di Facebook tidak benar. Gambar sudah disunting pada bagian judul, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Gambar tersebut tidak benar. Faktanya, gambar artikel tersebut sudah melalui proses penyuntingan dari artikel asli milik demokrasi.co.id yang berjudul “Gibran Pakai Syal Palestina, Simbol Perjuanban Untuk Solo Lebih Baik” yang terbit pada Selasa, 8 September 2020.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Maradona Kelebihan Berat Badan Menendang Bola Tenis

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/11/2020

    Berita

    “With such a fat body Maradona had the rare ability to hit a tennis ball at such a height”

    Narasi dalam bahasa Indonesia:

    “Dengan tubuh gemuk Maradona memiliki kemampuan langka untuk bola tenis di ketinggian seperti itu”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Raheem Khan Kunnappally mengunggah video serta narasi yang menyebutkan Maradona memukul bola tenis dengan tubuh gemuknya pada 26 November 2020. Unggahan tersebut mendapat reaksi sebanyak 4 reaksi dan telah dibagikan sebanyak 7 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, mengutip dari altnews, video unggahan itu adalah video cuplikan dari film “Youth”, sebuah film drama komedi Italia yang disutradarai oleh Paolo Surrentino pada tahun 2015. Film tersebut menggambarkan Diego Maradona yang kelebihan berat badan diperankan oleh actor Argentina bernama Roly Serrano. Hoaks mengenai video Maradona kelebihan berat badan sebelumnya pernah dibahas oleh Turn Back Hoax dengan judul [SALAH] Video “Setelah lockdown … Maradona” pada 8 Juni 2020.

    Dengan demikian, unggahan akun Facebook Raheem Khan Kunnappally dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah karena video tersebut adalah video cuplikan dari film “Youth” yang diperankan olah aktor Argentina bernama Roly Serrano pada tahun 2015.

    ====

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Narasi yang salah. Faktanya, video tersebut adalah video cuplikan dari film “Youth” yang diperankan olah aktor Argentina bernama Roly Serrano pada tahun 2015.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Ucapan Belasungkawa Trump di Twitter atas Meninggalnya Diego Maradona

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 27/11/2020

    Berita


    KLAIM
    Gambar tangkapan layar cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Twitter yang berisi ucapan belasungkawa atas meninggalnya legenda sepak bola Diego Maradona beredar di WhatsApp dan media sosial. Namun, dalam cuitan itu, Maradona disebut "her", kata ganti bagi perempuan dalam bahasa Inggris.
    Pasca meninggalnya Maradona pada 26 November 2020 kemarin, memang banyak warganet yang salah mengira bahwa yang meninggal adalah diva pop asal AS, Madonna. Dalam gambar tangkapan layar cuitan yang diklaim berasal dari Trump itu, tertulis, "Her music was wonderful."
    Adapun narasi lengkap dalam cuitan tersebut adalah sebagai berikut: "Very sad to hear about the death of Maradona. A great person. Her music was wonderful. I remember listening to her albums in the early 1980's. Rest In Peace!" Cuitan itu pun terlihat telah dikomentari 262 ribu kali, di-retweet230 ribu kali, dan disukai 564 ribu kali.
    Di Twitter, gambar tangkapan layar tersebut dibagikan beberapa di antaranya oleh akun @TheMelow, akun @DonAdam68, dan akun @detje1212. Akun @TheMelow memberikan narasi, "Politik memang berat.. Sekelas Donald Trump bisa linglung gara" kalah pilpres.. Sejak kapan Maradona jadi penyanyi?" Sementara akun @detje1212 menulis, "Itu Madona bambang.."
    Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter yang diklaim berasal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi gambar tangkapan layar tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri cuitan Donald Trump di akun Twitter resminya, @realDonaldTrump, pada 25-27 November 2020 dengan Account Analysis dan Twitter Advanced Search.
    Namun, tidak ditemukan cuitan Trump yang berisi ucapan belasungkawa atas meninggalnya Maradona tersebut. Cuitan Trump lebih didominasi dengan cuitan soal politik, terutama setelah kalah dari Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS 2020.
    Tempo kemudian menggunakan Politwoops untuk mengecek cuitan Trump di Twitter yang telah dihapus pada rentang waktu yang sama. Namun, Tempo juga tidak menemukan cuitan yang berisi ucapan duka cita atas meninggalnya Maradona tersebut yang telah dihapus oleh Trump.

    Cuitan yang diklaim berasal dari Donald Trump itu memang janggal, karena memakai "her", kata ganti bagi perempuan dalam bahasa Inggris. Cuitan itu berbunyi, “Her music was wonderful. I remember listening to her albums in the early 1980’s.” Artinya, Maradona disebut sebagai musisi, bukan sebagai pesepakbola.
    Tempo pun membandingkan tampilan cuitan dalam gambar tangkapan layar tersebut dengan tampilan cuitan yang asli di Twitter, dan ditemukan kejanggalan lain dalam gambar tangkapan layar itu.

    Dalam gambar tangkapan layar tersebut, terdapat bagian kosong yang cukup lebar di antara cuitan dengan jumlah komentar,retweet, sertalike. Dalam tampilan di Twitter, jarak antara cuitan dengan jumlah komentar,retweet, sertaliketidak selebar itu. Dalam gambar tangkapan layar tersebut, cuitan juga terletak di bawah foto profil. Dalam tampilan di Twitter, cuitan berada di sisi kanan foto profil.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar cuitan Donald Trump di Twitter yang berisi ucapan belasungkawa atas meninggalnya Diego Maradona tersebut keliru. Gambar tangkapan layar itu merupakan hasil suntingan. Sejak Maradona meninggal pada 26 November 2020 hingga saat ini, Trump tidak mengucapkan duka cita atas legenda sepak bola Argentina tersebut di Twitter.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini